Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 325. Pertukaran Informasi antara Kaito dan Mark bag. 1



“Kamu bisa memilih, ingin cara halus atau…kita bisa pakai cara serius dan sedikit kasar di sini”


Pertanyaan Mark yang sedang dalam mode serius dengan membawa senjata Artifact miliknya itu terdengar bukan sebuah main-main.


Tentu saja Kaito menanggapinya dengan serius dan dia sudah siap menarik pedang di pinggangnya.


Namun baru menyentuh gagang pedangnya, senjata di tangan Mark menghilang dan matanya berubah menjadi biru indah kembali.


“Hanya bercanda, jangan anggap serius. Aku ini orang yang punya selera humor tinggi dan sangat cinta dunia komedi termasuk komedi dari drama kehidupan, jadi jangan diambil hati ya”


“……” Kaito langsung menatap Mark dengan wajah sinisnya. “Mana ada ancaman untuk melukai seseorang itu dijadikan sebagai candaan”


“Ada. Aku baru melakukannya kan barusan?”


“……” sekarang Kaito merubah pemikirannya tentang Mark.


Di dalam hatinya, dia mulai berkomentar.


‘Orang kuat, orang bodoh dan orang gila punya tingkat humoris yang jauh di luar nalar manusia normal. Entah aku yang tidak paham mereka atau memang mereka tidak bisa dipahami oleh pikiran normal?’


‘Tapi yang jelas, aku bersyukur tidak harus bertarung serius dengannya. Jujur saja, jika kemampuanku diukur dengan angka, maka nilainya hanya setengah dari nilai sempurna miliknya’


Seorang Kaito bahkan bisa menilai bahwa sosok Mark lebih kuat darinya. Meskipun tidak tau apakah itu benar atau tidak.


Mark tidak memberikan senyuman dan hanya berdiri setelah senjatanya kembali menghilang. Untuk memecah kebuntuan dan keheningan ini, Kaito mulai bertanya pada Mark.


“Jadi, informasi apa yang ingin kau dapatkan dariku?  Jujur saja, aku tidak punya informasi yang berguna untuk seorang Kapten Divisi Khusus Dewan Sihir sepertimu karena aku orang baru”


“Aku tau kamu dan Xenon saling kenal” Mark langsung menembak Kaito dengan pernyataan ini


“……” Kaito terdiam


“Aku sudah dengar dari Xenon. Dia bercerita semua tentang kalian meskipun aku tau belum semuanya. Setidaknya, pertemuan kalian dan kenyataan bahwa dia adalah guru sihir kalian itu telah diketahui semuanya”


Kaito mulai mengernyitkan dahinya.


‘Ternyata Xenon sudah memberitau mereka. Padahal dia sendiri yang mengatakan bahwa tidak boleh ada yang tau. Ternyata yang labil bukan hanya Ryou tapi Xenon juga ya’


Mark sepertinya memiliki sebuah tebakan dan dia mengatakannya kembali.


“Jangan salah paham. Bukan Xenon yang dengan sukarela mengatakannya, tapi dia didesak oleh para gadis dari anggota Dewan Sihir. Dia tidak akan mengatakannya jika tidak dirudung oleh semua gadis-gadis itu”


“Dirudung oleh wanita rupanya. Aku mengerti kalau wanita itu tidak bisa dikalahkan kalau soal main berkelompok. Aku mengerti, terima kasih sudah meluruskan pikiranku”


Kaito langsung teringat toko pakaian yang ada di kawasan penduduk di ‘dunia siang’ waktu itu.


‘Bicara soal wanita, aku jadi ingat mereka bisa sangat sadis berebut pakaian di toko pakaian waktu itu sampai pemandangan terasa seperti hutan. Ternyata di ‘dunia’ ini juga begitu’


‘Aku bersyukur sampai saat ini, tidak bertemu dengan sekelompok wanita atau gadis aneh dengan sifat seperti monster di alam liar’


‘Mulai sekarang, aku bersyukur bertemu dengan orang-orang yang sifatnya lebih mirip Ryou daripada mirip para wanita yang menakutkan’


Tidak disadari Kaito bahwa doanya itu membuat tingkat keberuntungannya naik turun seperti grafik bitcoin, meskipun belum diketahui apakah bitcoin di tempat itu ada atau tidak.


Kembali ke permasalahan Kaito dan Mark sekarang.


Mark mulai bertanya pada Kaito.


“Apa kalian mungkin mengetahui sesuatu tentang kasus yang kami selidiki sekarang?”


“Kasus?”


Mark mulai terlihat sinis, “Xenon berkata kalau dia hanya memberitau kalian sedikit sejak kalian bertemu di tempat kejadian saat dirinya diperintahkan untuk melakukan eksekusi, tapi jujur saja aku tidak percaya”


“Instingku lebih tajam dari yang kalian pikirkan dan aku yakin bahwa sedikitnya, kalian sudah tau mengenai duduk perkara yang kami hadapi. Contohnya, mengenai penjahat atau tujuannya”


Mark sebenarnya sudah tau siapa dalangnya dan tujuannya dari beastman yang dia tangkap. Tapi arah pertanyaan ini lebih kepada sesuatu yang lain.


‘Jika penjelajah dimensi ini terlibat dengan kasus ini, mungkin saja kami tidak bisa membiarkannya hidup sekarang’


‘Informasi yang aku miliki masih sebatas tujuan dari Earl mengirim penyusup. Tapi, tujuan aslinya…aku tidak yakin’


Kaito mengira bahwa Mark belum mengetahui apapun. Selain itu, dia ingat percakapannya dengan Xenon semalam.


[Kalian, jika aku memberitau informasi ini untuk ditukar dengan informasi yang dimiliki para kapten, apakah untuk kalian hal itu akan menjadi masalah?] 


Muncul sebuah ide di otak Kaito.


‘Jika memang Mark Vermillion di hadapanku ini memiliki informasi yang dibutuhkan Xenon, mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu. Tidak buruk’


‘Lagipula, ini akan membantu Xenon juga. Kebetulan di depanku adalah Mark jadi sebaiknya manfaatkan momen ini’


Kaito mengajukan sebuah syarat sekarang.


“Aku akan memberikan informasi yang aku miliki. Terlepas dari itu adalah informasi yang sama dengan milikmu atau tidak, aku hanya punya itu di tanganku sekarang. Bagaimana?”


Mark setuju, “Tidak masalah. Anggap saja sebagai sebuah penyataan untuk meyakinkan diriku”


Kaito mendapat poin kesempatannya, “Aku ingin kau memberikan informasi yang kau miliki juga padaku”


“……” Mark terdiam


Kaito kembali mengatakan keinginannya.


“Informasi yang aku berikan bisa saja sama denganmu dan kau tidak mempermasalahkan hal itu. Itu juga berlaku dengan informasi yang mungkin kau miliki sekarang”


“Tapi tidak ada jaminan bahwa kita berdua memiliki informasi yang berbeda satu sama lain, bukan? Kalau hanya aku saja yang memberitaumu, itu tidak adil”


“Aku juga ingin kau mengatakan informasi padaku. Tidak perlu semua tapi harus kau katakan dengan jujur”


Tidak butuh waktu lama, Mark langsung menyetujuinya.


“Atas nama Marquis Vermillion, Mark Vermillion…ini akan menjadi pertukaran informasi resmi dan apapun yang aku katakan, semua itu jujur tanpa ada kebohongan. Sedikit atau banyaknya informasi yang aku berikan padamu, tidak akan merubah kebenaran informasi tersebut”


Kaito tersenyum dan mengangguk.


‘Syukurlah, Xenon. Aku bisa membantumu. Maaf sudah mendahuluimu tapi kita akan berbagi informasi ini bersama. Aku harap informasi dari Mark Vermillion adalah informasi yang belum dimiliki oleh kami’ harap Kaito dalam hati


Pertukaran dimulai dari Kaito. Dia mulai dari informasi paling dasar.


“Yang melakukan ini adalah dua ras yang dianggap terkutuk di masa lalu”


“Ras? Apa maksudmu?”


“Kau tidak menyadari tiap kasus yang terjadi ini memiliki kesamaan pelaku?”


“Kesamaan pelaku?”


Kaito langsung bergumam dalam hati, ‘Sudah kuduga dia tidak sadar. Sama seperti Xenon, bahkan seorang pengguna sihir terkuat juga tidak luput dari sihir penyegel dan manipulasi ingatan’


Mark benar, Kaito memang tau sesuatu dan itu adalah hal yang tidak disadarinya.


“Apa maksudmu dengan dua ras yang menjadi pelakunya?”


“Beastman…itu adalah pelaku dari penculikan yang terjadi di wilayah barat pertama kali. Aku mendengar ceritanya dari Xenon bahwa kalian menerima surat yang saat dibuka berisi kepala orang-orang yang hilang”


“……” Mark terdiam


Dia tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya dari matanya yang terbuka lebar.


‘Rupanya Xenon benar-benar memberitau semua itu. Sedikit informasi yang dikatakan Xenon ternyata tidak sama dengan sedikit yang aku kira’


Kaito melanjutkan kembali penjelasannya.


“Jika ditelusuri kembali, ingatlah siapa saja pelaku yang telah kalian eksekusi”


“Pelaku yang kami eksekusi adalah organisasi kegelapan dan mereka semua adalah…” Mark terdiam seketika. Dia baru menyadarinya, “Beastman dan…half-elf…”


“Tepat”


Sekarang, Mark seperti telah melewatkan sesuatu yang penting. Dia baru menyadari hal semudah itu ternyata bisa diabaikan begitu saja.


“Pelakunya adalah beastman dan half-elf. Mereka bekerjasama ingin melakukan konspirasi dibantu oleh orang dalam di kerajaan”


Sekarang, Mark mendapatkan satu informasi berharga yang dilupakannya walau sudah jelas.


******