Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 319. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 11



[Wind Art: Black Feather Gale of Whirlwind]


Itu adalah sihir Kaito. Sebuah pusaran angin datang bersamaan dengan munculnya bulu-bulu hitam yang semakin banyak.


Semua bulu-bulu hitam itu seperti sebuah senjata yang tidak diketahui oleh Mark. Namun, Mark akhirnya memiliki kesempatan untuk mengaktifkan sihirnya juga.


Dia yang telah memasukkan salah satu pedangnya seperti telah mengaktifkan sihir setelah menedang gadis naga yang dikendalikan oleh gadis satu lagi.


“Sihir melawan sihir. Meskipun aku tidak pernah bermaksud serius, tapi setidaknya aku akan memberikan apresiasi padamu”


Mark mengeluarkan sihirnya. Sebuah sihir yang mengubah bentuk pedangnya menjadi sebuah pedang sihir.


[Lightning Blade]


Sebuah sihir yang membuat pedang milik Mark dialiri petir. Ini membuat setiap serangan dari Mark bisa menyebabkan rasa kesemutan dan sakit yang lumayan.


Tergantung kekuatan dari si pengguna, sihir tersebut bisa saja membuat Kaito pingsan jika sampai terluka karena terkena serangan pedang tersebut.


“Ini adalah [Lightning Blade] yang mungkin bisa menjadi obat bius dan melempar kalian semua keluar dari sini”


“Terima kasih sarannya. Tapi aku tidak bermaksud untuk menjadi benda yang dilempar olehmu dengan mudah” jawab Kaito sambil bersiap menyerang


Keduanya berlari secara bersamaan. Kaito yang belum menghunuskan pedangnya langsung menyerang dengan semua bulu-bulu hitam itu.


Bulu-bulu hitam yang diterbangkan bersama dengan angin ciptaan sihir Kaito seperti sebuah pisau. Kenapa begitu? Karena saat Mark mencoba memotongnya, bulu-bulu yang mengenai pedang listriknya mengeluarkan suara.


-Klang…Klaang


‘Bisa-bisanya bulu seperti ini mengeluarkan suara saat bersentuhan dengan pedangku. Tapi…itu tidak akan banyak berpengaruh’


Mark mulai menyerangnya sekarang. Niatnya begitu, tapi tidak selancar itu rupanya.


Semua bulu-bulu tersebut mulai kembali dan sekarang mereka mengelilingi keduanya.


“Apa?! Semua bulu-bulu itu mulai membentuk lingkaran angin?!” ucap Virgo terkejut melihatnya


Benar, mereka membentuk lingkaran angin. Sekarang, ini seperti arena di dalam arena. Ruang sempit yang tercipta dari ratusan bulu-bulu hitam setajam dan sepadat material besi akhirnya tercipta.


Kaito yang sudah menyerang dari jauh, sekarang menyerang dari dekat. Dia mulai melakukan sebuah tebasan panjang.


-SLAAASH


Tebasan pedang pertama setelah sihir aktif cukup kuat dilakukan olehnya. Mark berhasil menghindar. Namun, tidak lama setelah itu ada hal yang tidak bisa diduganya.


Ratusan bulu yang membentuk lingkaran tersebut mulai menyerangnya secara bergantian.


-Klaang…Klaaaang


Itulah yang suara yang terdengar. Sekarang, pedang petir Mark yang seperti sedang melawan puluhan bahkan ratusan pedang secara bergilir.


Di dalam arena yang tercipta dari lingkaran sihir tersebut, Mark harus menahan serangan Kaito sambil menghindari bulu-bulu hitam yang menyerang bergantian.


Pedang sihir Mark akhirnya mengeluarkan kemampuannya. Tidak kalah mengerikan, satu tebasan pedang dari Mark ke udara menghasilkan listrik yang terlihat jelas.


“……!!” Kaito terkejut


Dia berusaha menghindar dari listrik tersebut dengan melompat ke sisi samping. Dengan begitu, serangan listrik tersebut mengenai bulu-bulu hitam di belakang Kaito.


“Gagal rupanya” gumam Mark


Tapi meskipun gagal, Mark justru tersenyum. Seakan dia merasa sangat senang dengan kegagalan tersebut, dia semakin ingin menyerang dan menyerangnya lagi.


“Ini menyenangkan. Kenapa bukan dia yang maju melawanku duluan?”


Di dalam hatinya, Mark sempat memuji Kaito.


‘Dari segi kemampuan berpedang, dia hampir ada di level Rexa atau mungkin sedikit di atasnya. Meskipun masih sangat pemula dalam sihir, tapi seorang penjelajah dimensi bisa menampilkan sihir [Art]. Ini menakjubkan’


‘Aku rasa aku akan memberikan apresiasi tertinggiku pada Xenon jika ujian ini selesai. Tidak kusangka dia bisa melatih penjelajah dimensi sampai seperti ini’


Mark kembali menyerang Kaito. Kali ini, dia menyerang dari jarak dekat. Semua bulu-bulu hitam itu masih terus menyerang dan dengan bantuan pusaran angin di sekeliling mereka sekarang, pergerakan semua bulu yang berterbangan jadi tidak beraturan.


‘Saat disentuh oleh pedangku, bulunya menjadi sekeras benda padat, namun saat diterbangkan atau ditahan maka akan kembali menjadi bulu ringan yang bisa tertiup angin. Sungguh konsep sihir [Wind Art] yang unik’ puji Mark


Mark tidak mau membuang waktu dan langsung menyerangnya sekali lagi.


Sihir yang dipakai keduanya hanya satu, namun dominasi pertarungan senjata masih cukup kuat. Itu karena sejak awal, Mark ingin bertarungan dengan pedang melawan peserta di depannya yang juga seorang pengguna pedang.


-Claang…Claaaang


Sedikit perbedaan dari yang tadi, saat pedang mereka bergesekkan dan saling menahan satu sama lain, pedang milik Mark akan mengeluarkan sengatan yang cukup berdampak pada tangan Kaito.


‘Aku selalu merasakan rasa kesemutan yang semakin kuat saat menahan serangannya. Rupanya bukan perasaanku’


‘Setiap kali aku menahannya, sengatannya akan semakin kuat dan mungkin setelah ini…aku akan kesulitan menggunakan pedangku!’


Kaito tampak telah menyadari hal tersebut. Akan tetapi, menghentikan serangannya sekarang hanya akan berakibat fatal. Ditambah lagi, dia masih punya kesempatan untuk menyerang karena bantuan bulu-bulu hitam hasil sihirnya.


Tekad Kaito membuatnya mengeluarkan sihir lainnya kali ini.


[Wind Art: Feather Wind]


Kali ini, angin yang mengurung keduanya bersama dengan ratusan bulu itu menyebar kembali dan


membentuk lingkaran kurungan yang hanya bertujuan untuk mengurung Mark.


“Mencoba mengurungku ya?” tanya Mark


“Bukan mengurung, hanya membuatmu tenang sedikit”


Begitu katanya. Tapi sebenarnya tetap saja pengertiannya sama. Kaito ingin mengurungnya.


‘Kesempatan menang melawan veteran sihir dengan tingkat kekuatan yang paling tinggi sepertinya itu sangat…mustahil untukku saat ini’


‘Tapi jika hanya menahannya sebentar dan berpikir untuk menyerangnya saat dia ada di sana adalah hal terbaik saat ini. Aku hanya bisa memanfaatkan ini’


Virgo yang melihat itu tampaknya cukup terkejut. Fokusnya benar-benar tertuju pada Kaito sekarang.


‘Siapa yang menyangka bahwa mereka bisa seperti ini. Mereka bisa bertarung hampir seimbang meskipun sebenarnya Mark Vermillion tidak mengeluarkan kemampuan sebenarnya’


‘Kaito bisa sekuat itu? Aku tidak tau sihirnya masuk dalam kategori [Art]. Mungkin secara kemampuan, aku dan dia sama. Ternyata bukan seorang amatir’


‘Tapi, bukan saatnya mengukur kekuatannya. Aku harus lulus dan masuk ke akademi ini untuk membunuh Xenon van Houdsen’


Virgo yang telah gagal mengalahkan Mark dengan sihirnya akhirnya mau tidak mau maju sendiri.


“Oi kau yang diam di sana!” teriak Virgo ke arah gadis naga dari kejauhan


“Eh?! Aku? Ke–kenapa?”


“Aku tidak akan membiarkanmu lolos jika kau hanya diam saja di sana! Cepat bantu Kaito sekarang dan kita kalahkan penguji itu!”


“Kaito?”


Gadis naga itu melihat pemuda berpedang yang diam sambil mengendalikan angin di jarak yang tidak begitu jauh dengannya.


“Aku…aku mengerti” jawabnya


Gadis naga itu berdiri kembali dan dia mulai mengeluarkan sihirnya.


[Dragon Skill: Titanomakhia]


Berbeda dengan sihir, ini adalah kemampuan ras yang disebut [Skill Successor].


Setiap ras monster akan memiliki kemampuan seperti ini. Sekilas tampak mirip dengan sihir [Art] yang hanya dimiliki oleh satu pengguna tanpa bisa ditiru atau ada duplikat sihirnya, kemampuan ras juga hanya bisa dimiliki oleh ras tersebut.


“Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini”


Tubuh gadis itu menjadi besar. Berbeda dengan tubuh fisiknya yang di awal terlihat seperti manusia. Kali ini, tubuhnya dua kali lebih besar dan panjang. Ini adalah wujud naga.


Gadis itu berubah menjadi naga.


“Bagus! Sekarang, keluarkan kemampuanmu!”


-GROAAAAARRRR


Gadis itu membuka mulutnya dan mengeluarkan sebuah cahaya. Virgo kemudian berteriak ke arah Kaito.


“Kaito! Minggir dari situ!”


Kaito menengok dan syok melihat seekor naga. Dia tidak mau berpikir dua kali karena cahaya dari mulut naga itu mulai menembakkan sesuatu.


Sebuah tembakan api seperti sihir dilakukan. Kekuatannya cukup menghancurkan tempat itu jika tanpa penghalang. Bahkan, pengawas ujian hampir menghentikan pertarungan tersebut.


“Jangan lakukan apapun dulu, Milan” kata salah seorang pengawas


“Tapi Versa, ini sudah bukan level ujian lagi. Aku rasa meluluskan mereka sudah cukup”


“Kau tidak melihat wajah senang Mark-sama? Mark-sama tidak bermaksud menghentikan pertarungan ini. Beliau menikmatinya”


“Menikmatinya?” pengawas ujian bernama Milan masih sedikit cemas


Akan tetapi, yang dikatakan oleh temannya itu benar. Saat tembakan itu diarahkan ke Mark, banyak sekali asap tebal yang menyelimuti. Dan saat asap itu mulai menghilang, terlihat Mark yang begitu santai berdiri tanpa luka sedikitpun.


Selain itu, sihir Kaito yang mengurungnya sudah lenyap. Sekarang, di hadapan ketiga peserta hanya ada Mark dan dua tabung besar yang melayang.


“Aku ingin tau apakah kalian akan menyukai hadiah”


Kaito melihat kemungkinan yang akan terjadi.


‘Kami kalah atau kami mati. Hanya itu kemungkinannya sekarang. Haruskah aku menyerah melihat perbedaan kemampuan sihir yang begitu jauh ini?’


******