Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 377. Menjadi Divisi Dewan Sihir, Kami Bersedia



Tidak ada yang berkata apapun, bukan karena mereka kekurangan kata-kata akan tetapi karena memang terlalu syok setelah mendengar kalimat pembukaan dari Lucas.


“Di sini aku ingin mengatakan sesuatu yang paling penting”


“Kalian semua yang terpilih, harus siap untuk mati”


Orang normal tidak akan mengatakan hal seperti itu pada calon siswa yang terpilih. Setidaknya hukum tersebut tidak berlaku untuk Lucas.


Ketiga remaja dari dunia lain sampai tidak bisa berkata apapun dan hanya mengutarakannya lewat pikiran.


‘Bagaimana bisa Lucas Xelhanien-san mengatakan hal seperti itu di depan umum?’


‘Dia meminta semua orang siap untuk mati?’


‘Aku tidak percaya mereka bisa sampai senekat itu. Tapi, jika mengingat tujuan awal mereka mengadakan ujian seleksi, aku bisa paham’


Setidaknya Kaito mengetahui hal itu. Tetap saja tidak semua peserta mengerti.


Beberapa ada yang bahkan mengajukan protes pada Lucas.


“Apa maksudnya itu?”


“Kami tidak mengerti, kenapa?!”


“Tolong jelaskan sekarang!”


Semua anggota divisi yang berada di depan hanya menatap serius. Dari sisi lain, Luna dan Piero, dua teman yang ditemui oleh Ryou saat ujian berbisik-bisik.


“Aku kira kita akan mendengar sambutan yang bagus, ternyata malah diminta untuk siap mati ya” gumam Piero pelan


Luna terlihat mencari seseorang di keramaian, “Dimana Ryou? Aku dengar namanya disebut tadi”


“Mungkin tertutup oleh orang-orang di belakang. Tapi aku tidak habis pikir isi pidato pertama justru diminta siap mati”


“Bukankah sudah jelas karena Dewan Sihir itu adalah pasukan garis depan pelindung wilayah timur ini?” kata Luna, “Aku senang sekali jika bisa menjadi salah satunya!”


“Kenapa?”


“Karena bisa mendapatkan banyak uang dan koneksi. Dan yang hebatnya lagi, kita bisa bekerja di kantor pemerintahan negara tanpa ujian masuk” Luna terlihat senang. Dia menengok kembali untuk mencari Ryou.


“Ah!” Luna menarik tangan Piero, “Itu Ryou! Dia di belakang!”


“Oi, kita dengarkan kalimat dari pemimpin Dewan Sihir dulu”


“Ciii~”


Lucas melihat ekspresi mereka semua, terutama yang menarik perhatiannya adalah para Rebellenarmee yang tampak serius dan menahan diri seperti menyembunyikan sesuatu.


Dia kembali melanjutkan kalimatnya, “Aku meminta kalian untuk bersiap karena kalian adalah siswa yang terpilih menjadi anggota dari Divisi Dewan Sihir”


“Seperti yang diketahui bahwa Dewan Sihir bukan hanya sebagai bagian dari Akademi Sekolah Sihir namun juga sebagai unit pertahanan dan penyerangan yang memiliki otoritas tertinggi di wilayah timur”


“Peran kami adalah untuk menjaga semua tindak kejahatan dari luar dan akan menjadi pasukan pertama yang akan maju ke medan peperangan bila diperlukan”


“Karena itu aku meminta kalian untuk siap dengan kemungkinan terburuk terlebih dahulu yaitu mati”


Semua orang terdiam, tidak ada kalimat apapun yang keluar. Lucas kembali bicara.


“Seluruh anggota divisi berasal dari semua kalangan. Tidak peduli kalian kaya atau miskin, bangsawan atau rakyat biasa. Aku butuh kekuatan dan kemampuan”


“Lebih dari itu, aku butuh kesetiaan, kejujuran, tanggung jawab dan perasaan rela berkorban demi orang lain dan negara ini”


“Tentu saja bagi kalian yang bersedia untuk bergabung akan mendapatkan otoritas dan kebebasan dalam beberapa hal, gelar, kehormatan dan kesempatan untuk menapaki pintu lebih tinggi dari yang lain”


“Dan tentu saja, kalian juga harus siap kehilangan sesuatu demi mendapatkannya yaitu nyawa”


“Pengaruh Dewan Sihir akan membawa kalian dan seluruh orang-orang yang kalian cintai berada dalam lingkaran nama yang terhormat”


“Hal itu juga akan menjadi pandangan bagi negara untuk membuat ras dan tempat tinggal kalian lebih maju dari sebelumnya”


“Aku tidak peduli jika kalian menolak karena tidak ada pemaksaan untuk hal ini”


“Namun, aku tidak akan pernah menerima siapapun yang menolak kembali untuk masuk ke Dewan Sihir, sekalipun dia telah melakukan sesuatu yang tak ternilai untuk kami”


“Pikirkan baik-baik. Jika kalian memilih untuk menolak semua ini, silahkan kalian keluar. Penjaga akan mengantar kalian langsung ke asrama”


Bagi mereka yang rela mengabdi maka mereka akan mendapatkan banyak hal bagus dan keuntungan yang melimpah.


Tapi bagi mereka yang kurang yakin, nyawa akan menjadi harga mahal terlepas dari gelar dan kehormatan.


Ketiga remaja dunia lain itu mengamati ekspresi kebingungan setiap orang di sana. Baik Kino, Ryou dan Kaito tampak tenang sejak awal. Perhatian mereka juga tertuju pada Rebellenarmee.


Terlihat dari kejauhan, Kino melihat Galaktika yang tampak sangat serius.


‘Dia…orang yang dibawa oleh Algeria-san. Aku merasa bahwa saat pertama bertemu kami, ia seperti mencoba menahan teman-temannya untuk bicara terlalu banyak’


‘Ada perasaan tidak biasa darinya. Apakah dia sebenarnya tidak seburuk itu?’


Di sisi para Rebellenarmee, masing-masing dari mereka saling berbisik.


“Bagaimana pendapat kalian?” tanya Vares


“Aku tidak tau. Master tidak mengatakan apapun pada kita soal ini dan kita sendiri tidak pernah menyangka bahwa akan masuk ke Dewan Sihir dengan mudah” jawab Virgo


Rayel melihat Galaktika, “Kenapa?”


Galaktika berpikir saat Rayel memanggilnya.


‘Aku rasa ini hal yang bagus’


‘Bukankah dengan begini ras kami akan dipandang baik oleh semua orang? Kami bisa membawa kejayaan kembali dan bisa membuat semua orang memandang half elf dengan baik’


‘Duke Xelhanien mungkin menggunakan cara ini untuk memberikan kesempatan padaku dan teman-temanku’


Galaktika melihat ke depan, tanpa disadari siapapun, Lucas melirik dan melihatnya. Galaktika tau bahwa pemikirannya tepat.


‘Aku tau itu! Duke merencanakan semua ini. Ini harus dimanfaatkan!’


Galaktika melihat ke arah ketiga temannya, “Kita terima”


“Apa?”


“Mungkin di luar pemikiran kalian tapi dengan keuntungan yang akan kita dapatkan setelah menjadi anggota divisi, kita bisa–”


“Kau benar, Galaktika” Virgo tersenyum licik, “Kaito juga menjadi orang yang terpilih dan kita bisa memanfaatkannya untuk membantu kita nanti”


“Eh?”


“Kita bisa menggunakan semua otoritas yang kita dapatkan untuk menjalankan misi. Itu akan sangat sempurna”


“Tu–”


“Aku setuju dengan Virgo. Galaktika, gagasanmu bagus. Kita akan menerimanya” Rayel juga tampak sepakat dengan semua itu


Bukan maksud Galaktika mengatakan hal tersebut namun tampaknya sudah terlambat untuk menahan pemikiran mereka.


Galaktika tampaknya akan memiliki banyak pekerjaan untuk meyakinkan mereka bertiga setelah ini.


Pada akhirnya, tidak ada satupun dari semua orang yang terpilih untuk mengundurkan diri.


Hal tersebut cukup menarik karena ternyata mereka lebih mementingkan otoritas, keuntungan dan uang dibandingkan nyawa.


Lucas akhirnya mengangguk.


“Aku akan menganggap ini adalah jawaban kalian. Dengan ini, aku nyatakan bahwa kalian semua adalah anggota Divisi Dewan Sihir”


“Aku tidak akan pernah memaafkan pengkhianatan. Semua hal yang kalian lakukan ada di bawah perintahku”


“Jawab aku, apakah kalian bersedia menjadi Divisi Dewan Sihir dan bersumpah untuk mengabdi pada Negara ini?”


Semua orang menjawab, “Kami bersedia”


Ada sebuah fakta unik dimana sebenarnya, hanya ketiga pemuda dari dunia lain dan tiga orang dari Rebellenarmee yang diam tanpa menjawab.


Mengejutkan memang bahwa Galaktika ternyata menerima sumpah itu.


******