Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 236. Identitas yang Terbongkar



“Hei, orang tidak sopan! Aku ini bukan setan! Siapa yang kamu panggil setan, dasar tidak sopan! Aku ini seorang Lady! Panggil aku Lady Emily, kalian dengar kan! Dasar rakyat jelata!”


Itu adalah suara anak kecil. Dan yang lebih jelas lagi, itu adalah anak perempuan.


Saat ketiganya menengok ke belakang setelah mendengar suara itu, Kaito langsung mengatakan hal yang tidak terduga.


“Itu dia! Itu sosok orang yang kulihat! Orang yang memiliki senyum menyeramkan tadi. Karena itulah aku mengejarnya!”


Sekarang, anak kecil itu mulai kesal mendengar kalimat pria di depannya.


“Aku benci rakyat jelata yang tidak sopan seperti kalian semua!!”


Ryou mulai menghadapi anak perempuan itu dengan sikap yang sangat ‘dewasa’. Bahkan ‘terlalu dewasa’ hingga terlihat seperti anak kecil.


“Oi! Rakyat jelata kau bilang! Memang di sini diskriminasi itu ada?! Ini Negara bebas! Sembarangan sekali kalau bicara, dasar bocah!”


“Bocah kamu bilang! Aku tidak akan membebaskan kalian dari sini!”


[Rose Prison]


Sebuah lingkaran sihir berbentuk mawar muncul di atas ketiganya dan tiba-tiba dari bawah tanah muncul akar panjang dengan duri dan bunga mawar merah yang mengurung mereka.


“Ini…”


“Sihir…tampaknya sejenis sihir yang bisa mengendalikan tanaman” Ryou bergumam pelan dengan wajah serius


Kino mengamati dinding tanaman tersebut dan menyadari bahwa itu adalah dinding labirin yang terbuat dari 100% tanaman asli.


“Maaf, Lady Emily…”


Gadis kecil itu langsung memerah begitu dipanggil ‘Lady Emily’ oleh Kino. Gadis itu langsung mendekatinya dengan penuh senyuman.


“Tadi…tadi kamu panggil aku Lady Emily? Tadi panggil namaku dengan sebutan Lady Emily kan?”


“Bukankah kamu memperkenalkan namamu dengan sebutan itu. Apa aku salah?”


“Kyaaa~Emily suka denganmu!! Emily suka pria yang sopan! Baiklah, kamu bisa keluar dan main dengan Emily~”


Kino yang berdiri di samping Ryou mulai merasakan getaran dari bawah kakinya.


Sisi lain yang berdekatan dengan Kino mulai ditumbuhi akar mawar yang membuat semacam akar pembatas sehingga sekarang Kino berada seorang diri di sisi lain penjara mawar tersebut.


Setelah itu, akar yang mengurung Kino mulai masuk kembali ke tanah dan membuatnya terbebas.


Begitu terbebas, gadis kecil bernama Emily itu langsung memeluknya.


“Kyaaa~ Emily suka dengamu! Kamu sopan dan tampan seperti Lucas! Emily suka. Siapa namamu?”


Di dalam penjara tanaman mawar, Ryou yang dikurung bersama Kaito mulai terlihat kesal.


“Hei! Jangan menyentuh kakakku dengan tanganmu, gadis nakal!”


“Rakyat jelata diam saja! Emily tidak mau bicara denganmu!”


“Rakyat jelata kau bilang! Anak kecil kembali ke rumah saja sana!!”


“Siapa yang kamu panggil anak kecil, dasar galak! Emily benci orang yang galak dan tidak sopan pada seorang Lady! Huh!”


“Lady katamu…” Ryou menahan emosinya


Kino mencoba mencari cara halus agar adik dan temannya itu bisa diselamatkan.


“Maaf, Lady Emily…”


“Jangan sebut dia Lady, Kino! Nanti dia besar kepala!” Ryou berteriak dari dalam penjara mawar itu


Kino melihat sang adik dengan tatapan penuh makna. Niatnya ingin memberitaunya untuk diam sebentar, tapi sepertinya tidak akan berhasil. Sebagai gantinya, Kino melihat Kaito dengan wajah penuh isyarat untuk membantunya.


“Begitu rupanya” Kaito menyadari pandangan mata Kino dan langsung menutup mulut Ryou


“Hmmph!! Hmmph! Hmmph!!”


Ryou memberontak saat ditutup mulutnya oleh Kaito sampai menginjak kakinya. Hal itu membuat Kaito menahan sakit, namun dia tidak melepaskan tangannya.


“Kau ini bisa tenang sedikit tidak! Kino sedang mencoba menolong kita di sini dengan cara halus seperti biasa! Kalau tidak bisa menutup mulutmu, kita mungkin akan dicurigai” bisik Kaito


Mendengar bisikan itu, Ryou menjadi tenang. Kaito melepaskan tangannya dan mundur sambil menahan sakit di kakinya.


“Bilang dari tadi!” kata Ryou pelan


“Kau belum tentu akan mendengarnya! Makanya jangan berisik dan biarkan kakakmu melakukan sesuatu!”


Ryou terpaksa menutup mulutnya, membuat sang gadis kecil itu menjadi besar kepala sungguhan.


“Hahaha, rasakan itu. Kyaa~ Emily suka denganmu! Siapa namamu, kakak baik?” gadis bernama Emily terus memeluk tangan Kino


“Na–namaku Yuki Kino. Di dalam sana adalah adik dan sahabatku”


“Adik? Orang galak itu adikmu? Gyaaa! Apa itu kutukan?!”


Ryou yang mendengarnya nyaris saja kelepasan bicara. Dia bergumam sendiri.


“Awas saja bocah nakal itu. Kalau sampai tertangkap akau kubungkam mulutnya dengan sepatu”


Kino berusaha merayu sang gadis kecil.


“Lady, aku minta maaf atas perilaku kasar adikku. Nanti aku akan menasehatinya agar lebih sopan pada Lady. Tapi sebelum itu, apakah bisa melepaskannya untukku? Kami ingin mencari informasi mengenai sekolah ini”


“Kino mau masuk ke sekolah ini! Serius?!” gadis itu tampak senang


Ryou kembali bergumam sendiri.


“Bocah sial itu berani memanggil Kino dengan sebutan nama! Awas saja dia!”


“Ryou, sebaiknya berhenti bergumam. Telingaku sakit mendengarnya” bisik Kaito


“Aku akan membuat perhitungan dengannya. Akan kugantung dia di pohon!”


“Tadi kau bilang ingin membungkamnya dengan sepatumu”


“Itu juga akan kulakukan sebagai hukuman kombinasi” Ryou mulai tersenyum licik


“……” Kaito berhenti berkomentar karena melihat peluangnya untuk menang nanti sangat tipis


Sementara Kino masih mencoba untuk bersikap lemah agar gadis kecil itu mau melepaskan kedua orang itu.


“Hmm…Emily tidak suka orang galak, tapi Emily menyukaimu. Kyaa~ aku malu. Baiklah kalau begitu, aku lepaskan tapi dengan satu syarat”


“Syarat?”


“Kalau nanti diterima dalam ujian masuk dan resmi menjadi murid di sini, aku ingin kalian ke Dewan Sihir Divisi Penyerang”


“Kenapa? Apakah ada alasan khusus?”


“Tentu saja ada! Emily tidak bisa dibohongi. Kalian bukan dari tempat ini, kan?”


-Deg


Begitu mendengar kalimat itu, Kaito langsung bicara dengan nada serius pada gadis kecil itu.


“Aku tau ada yang tidak benar denganmu. Aku jelas melihat senyuman aneh darimu saat itu. Jangan katakan bahwa kau menyadari bahwa kami bukan berasal dari ‘dunia’ ini”


Gadis bernama Emily langsung berubah, yang terlihat manja di awal menjadi sedikit dingin.


“Emily tau bahwa kalian bukan berasal dari tempat ini karena kalian memiliki item sihir yang aneh di saku kalian”


“Saku?”


“Benar. Meski kecil, item itu tampak seperti memiliki sihir yang besar dan hanya berpengaruh pada kalian bertiga. Item yang tidak ada di tempat ini. Itu mungkin karena kalian bukan berasal dari ‘dunia’ ini. Emily menyebutnya ‘penjelajah ruang dan waktu’. Itu benar, kan?”


Sungguh mengejutkan. Siapa yang menyangka bahwa anak yang terlihat polos tiba-tiba memiliki sorot mata tajam yang seperti menusuk tepat ke dalam kesadaran ketiganya.


“Emily tau kalian itu bukan orang-orang yang memiliki sihir seperti penduduk Negara ini. Ada alasan kenapa kalian mencoba masuk ke sekolah ini, benar kan?”


“Lady…Emily…” Kino berusaha menyelak perkataannya


Namun sebelum dilakukan olehnya, terdengar suara yang memanggil nama gadis kecil itu.


“Emily, kenapa masih di sini. Lucas memanggilmu bukan?”


Dari belakang muncul dua orang gadis dengan wajah sangat cantik. Satu di antaranya memakai topi model cartwheel hat dengan rambut terurai panjang berwarna kecoklatan dan yang lainnya memakai bandana pita berwarna biru.


“Emilia, Alicia!” gadis itu melepaskan tangan Kino dan berlari ke arah mereka berdua


Gadis yang memakai topi itu melenyapkan penjara mawar yang mengurung kedua orang di dalamnya. Setelah itu, gadis bertopi itu mulai menasehati Emily.


“Lain kali jika sampai membuat Lucas meminta kami untuk mencarimu lagi, kami tidak akan peduli ya”


“Ukh…”


Emily menggandeng tangan keduanya dan berpamitan dengan ketiga remaja itu.


“Sampai jumpa lagi, remaja dari dunia lain”


“Tunggu sebentar, Lady Emily!” Kino berteriak


Mendengar panggilan itu, dua gadis lainnya tertegun dan menengoknya.


“Lady…”


“Emily…”


“Siapa sebenarnya Lady Emily dan kenapa kamu bisa mengetahuinya?”


“Ah! Maaf lupa memperkenalkan diri. Namaku Emily Xelhanien, putri ketiga dari Duke Xelhanien. Dua orang ini adalah kakakku”


“Emilia Xelhanien, putri pertama dari keluarga Duke Xelhanien”


“Alicia Xelhanien, putri kedua dari keluarga Duke Xelhanien”


‘Xelhanien?’ pikir Kino dalam hati


“Sepertinya sampai di sini dulu. Sampai jumpa” ucapnya dengan senyum


Saat Kaito mencoba berlari mengejar, tiba-tiba saja dinding tanaman yang sama seperti di sekitar tempat itu menutupi jalan Kaito sehingga langkahnya terhenti. Bersamaan dengan itu, jalan di belakang mereka terbuka sehingga mereka bisa keluar dari tempat itu.


Ketika keluar dari sana, tiba-tiba dinding tanaman berubah kembali. Seolah tiap dindingnya dapat bergerak sendiri, ketiganya tidak bisa lagi melihat memasuki labirin tanaman tersebut.


Ryou terlihat kesal dan berjalan sambil menggerutu.


“Siapa gadis menyebalkan itu?! Kenapa dia bisa langsung menebak kalau kita bukan berasal dari tempat ini?!”


“Entahlah. Tapi nama keluarga itu sudah kita ketahui” kata Kaito menjawab Ryou


“Xelhanien…nama keluarga bangsawan yang aneh. Itu jelas bukan nama dari Inggris. Aku yakin mereka benar-benar penuh misteri. Selain itu, Lady Emily–”


“Berhenti memanggilnya dengan sebutan itu, Kino! Menjijikkan sekali memanggil bocah itu dengan sebutan Lady. Ish!”


Ryou tampaknya sangat kesal dengan gadis kecil itu. Tapi pertemuan mereka benar-benar sangat tidak terduga.


Di dalam labirin tanaman, ketiga gadis itu berjalan bersama.


“Emily, siapa mereka?” tanya gadis bertopi bernama Alicia


“Mereka itu penjelajah dimensi”


“Dimensi?”


“Benar. Mereka ingin masuk ke Akademi Sekolah Sihir ini. Emily suka sekali dengan Yuki Kino. Dia manis~”


“Yang baru saja kamu peluk itu?”


“Benar!”


“Ya sudah. Mungkin saja mereka memang orang yang baik. Aku harap mereka tidak ada hubungannya dengan organisasi sihir hitam. Jika ada, aku mungkin akan membunuh mereka”


Tatapan dingin gadis manis bernama Alicia diperlihatkan.


“Sekarang kita harus ke rapat membahas itu. Xenon sudah memberikan laporannya pada Rexa-sama. Tampaknya, Xenon berhasil membunuh bagian dari organisasi tersebut” jelas gadis dengan bandana pita biru bernama Emilia


“Xenon ya…aku tau dia berbakat seperti kakak tirinya. Tapi, aku tidak suka cara keluarga tunangan Rexa-sama memperlakukannya” kata Alicia


“Emily juga. Tapi itu mungkin akan berubah sebentar lagi. Mereka bertiga akan masuk ke sekolah ini dan roda takdir akan berputar. Emily tidak sabar memberitau semua ini pada Lucas”


Ketiganya berjalan hingga keluar dari labirin.


******