
Untuk beberapa menit, Song Haneul menangis. Ketiganya hanya bisa menunggu dalam diam. Kino meletakkan laptopnya di lantai dan membuka minuman yang diberikan padanya. Dengan perlahan, dia berdiri sebentar lalu berlutut di depan perempuan itu.
“Song Haneul-san…minumlah dulu. Jangan menangis lagi dan kita pikirkan jalan keluarnya bersama”
“Hiks…hiks…”
“…Song Haneul-san…”
“Aku masih…aku masih tidak percaya…hiks…”
“Song Haneul-san, minumlah dulu. Kita akan membahas bagaimana caranya untuk menyelesaikan semua ini. Kita masih bisa melakukan sesuatu, percayalah”
“Tapi semua orang mati!”
“Tidak semua. Selama masih ada yang hidup, kita bisa melakukan sesuatu. Paling tidak, kita harus menyelamatkan semua orang yang masih hidup dan keluar dengan selamat”
“Tapi…”
“Kami akan membantumu dan semua orang di gedung arsip untuk keluar. Jangan khawatir. Meskipun sudah sangat terlambat, tapi selama masih ada yang hidup…harapan akan selalu ada”
Kino memberikan senyumannya pada Song Haneul. Sedikitnya, air mata Song Haneul mulai berhenti dan dia menerima minuman yang diberikan Kino. dia meminumnya.
Untuk beberapa saat, dia mencoba menenangkan diri.
“Terima kasih banyak sudah membuatku lebih baik”
“Syukurlah” kata Kino dengan senyum
Satu orang sudah lebih baik, tersisa dua lainnya yaitu Ryou dan Kaito. Terlihat jelas Ryou tampak begitu kesal dengan semua hasil yang tidak terduga ini dan Kaito yang tidak jauh berbeda dengan Ryou.
‘Bukan permata milik Kaito dan sekarang kami harus mencari tubuh Jung Leon untuk mengambil permatanya?! Yang benar saja!’
‘Aku pikir aku akan segera menemukan permata itu dan terbebas dari tempat ini. Meskipun ada kemungkinan permata lainnya masih tersebar di ‘dunia’ ini, aku sudah lelah membunuh mayat hidup. Dan sekarang, aku harus menerima kenyataan bahwa mayat yang kepalanya sempat aku tendang itu memiliki permata yang aku cari. Ini gila!’
Sungguh di luar prediksi ketiganya, setidaknya satu dari tiga remaja itu sudah menerimanya dengan lapang dada dan berusaha untuk maju dengan rencana baru.
Tampaknya dua remaja lain masih membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk menenangkan diri dan menerima kenyataan.
“Kalian tidak apa-apa?” Kino bertanya pada keduanya
“Kino, biarkan aku berpikir dulu. Aku masih belum…belum bisa bernapas dengan lega” ucap Ryou dengan wajah tegang dan serius
“Maafkan aku, Kino. biarkan aku tenang sebentar. Setelah ini, kita bisa bicarakan semuanya”
“Aku…mengerti”
Kino tidak bisa berkata apapun dan hanya diam setelah mendengar jawaban mereka. Untuk beberapa detik, keduanya mulai menarik napas perlahan dan menghembuskannya. Ryou berkata pada sang kakak.
“Baiklah, aku sudah lebih baik. Terima kasih sudah menunggu”
“Begitu. Syukurlah”
Tidak lama kemudian, terdengar suara ponsel berdering. Itu adalah salah satu ponsel yang ada di dalam tas belanja yang dibawa oleh Ryou sebelumnya. Dia mengambil ponsel tersebut dan melihat ada nomor yang memanggilnya.
“Ini…mungkin saja Seo Garam atau Kang Ji Song”
“Ryou, berikan ponselnya padaku. Aku cemas kamu akan mengatakan hal yang aneh seperti pada Kaito-san”
“Apa?! Jangan seperti itu pada adikmu!”
“Aku sudah memberimu nasehat sebelum ini”
Kino mengambil ponsel tersebut dan menekan tombolnya.
“Halo?”
“Halo, Kino? Ini Kino, kan?!”
“Suara ini…Seo Garam-san?”
“Kino! Kino, bagaimana? Apakah sunbae…apakah Song Haneul-sunbae sudah berhasil kalian temukan?! Apakah sunbae selamat?”
Di gedung arsip, Seo Garam yang menghubungi Kino terlihat begitu terburu-buru dan cemas.
“Kino! Bagaimana?”
“Kami berhasil bertemu dengan Song Haneul-san dan dia tidak apa-apa. Kami semua selamat”
“Garam-san…apakah di sana kamu sedang mengaktifkan speaker?”
“Benar. Kami ingin memastikan apakah kalian aman. Dimana kalian sekarang? Apa sunbae sekarang bersama kalian?”
Kino melihat ke arah yang lain. Song Haneul bertanya padanya.
“Ada apa? Apa itu Garam-hoobae?”
Kino menjawab dengan nada pelan sambil menutupi layar ponsel dengan tangannya. Dia bicara dengan pelan.
“Benar. Dia ingin mengetahui keadaan kita. Apa sebelumnya Ryou tidak memberitau mengenai keberadaan Song Haneul-san ketika kembali ke gedung arsip?” Ryou juga bicara dengan nada pelan seperti yang dilakukan sang kakak
“Tidak, aku sengaja merahasiakannya. Bisa sangat merepotkan jika mereka mengetahui hal itu. Lagipula, keadaan Song Haneul masih belum diketahui saat itu jadi aku berpikir untuk tidak memberitaukan informasi kita saat itu”
“Tidak apa-apa, Kino. Beritaukan saja keadaan kita pada mereka” Kaito memberikan instruksi pada Kino
Kino mengangguk dan bicara dengan mereka.
“Kami…kami sedang bersamanya. Tapi maafkan aku, kami harus memikirkan cara untuk bisa keluar dari sini. Di luar sana banyak zombie yang berkumpul”
“Apa?! Zombie? Bukankah kalian bilang zombie-zombie itu sudah pergi ke tempat lain?!”
“Benar, tapi tempat Song Haneul-san sembunyi adalah wilayah yang didatangi para zombie-zombie itu. Dengan kata lain, kami sedang terkurung sekarang”
Seo Garam dan semua mahasiswa yang ada di gedung arsip terlihat pucat mendengarnya.
Ha Jinan mulai histeris dan berteriak ke arah ponsel yang dipegang Seo Garam
“Kino-ssi! Kino-ssi! Kau baik-baik saja?!”
“Ha Jinan-san? Aku baik-baik saja. Ryou dan Kaito-san juga. Kami minta maaf karena terlambat menghubungi kalian. Kami berempat selamat dan tidak terluka”
Senyum lega diperlihatkan oleh Ha Jinan. Kim Yuram yang mendengar bahwa Ryou baik-baik saja juga ikut senang.
“Syukurlah” kata Kim Yuram pelan
Kang Ji Song memegang tangan Seo Garam dan mengarahkan ponsel yang dipegang Garam kepadanya.
“Kino! Apa kalian sudah menemukan jalan untuk menyelesaikan semua ini?”
“Kami akan mencobanya. Ada cara yang mungkin berhasil namun beresiko. Hal itu dikarenakan para zombie yang mengepung tempat ini. Apapun yang terjadi, kalian semua jangan sampai keluar dari tempat itu. Kami tidak bisa menjamin kondisi ini akan bertahan lama jadi…”
“Kami mengerti. Kalian bertiga dan Song Haneul-sunbae harus selamat! Kami akan sebisa mungkin tetap di sini sesuai instruksimu”
“Terima kasih, Kang Ji Song-san. Aku harus menutup teleponnya. Terima kasih sudah menghubungi kami. Jika ada sesuatu, aku akan menghubungi kalian kembali”
“Aa”
Panggilan ditutup. Di tempat Seo Garam dan yang lain, mereka yang awalnya hening berubah menjadi senang.
“Mereka menemukan sunbae! Hebat sekali!”
“Syukurlah Song Haneul-sunbae masih hidup! Ini adalah kesempatan untuk kita”
“Aku tau mereka hebat. Kalian berempat menakjubkan bisa menemukan mahasiswa baru itu dalam kelompok kalian” kata salah seorang mahasiswa pada Kang Ji Song
“Aku beruntung karena memilih untuk tetap bersam mereka, meskipun awalnya aku cukup bodoh karena menganggap mereka seenaknya”
Kang Ji Song jelas ingat dia dan Ryou awalnya beradu mulut habis-habisan dengan Kino sebagai orang yang membuatnya diam tanpa bisa membalas ucapannya.
‘Jika saat itu aku tidak bertengkar dengan kedua kakak beradik itu, aku yakin aku akan bernasib sama dengan Park Cho Joon’ gumam Kang Ji Song dengan senyum tipis di bibirnya.
Seo Garam mengembalikan ponsel milik Ha Jinan pada pemiliknya.
“Terima kasih, Jinan. Aku senang sekali kau memiliki ide untuk menghubungi Kino-ssi”
“Aku…aku hanya khawatir padanya. Selain itu, aku yakin keadaan kita yang memburuk sebelum ini juga mungkin bisa lebih baik setelah mendengar kabar dari mereka bertiga”
“Itu benar, sekarang semuanya lebih baik dan cahaya hidup di mata yang lain mulai terlihat. Syukurlah, Kino-ssi dan yang lain berhasil”
“Mmm” Ha Jinan mengangguk tersenyum
Setidaknya untuk saat ini, suasana di gedung arsip mulai membaik. Setelah terhubung dengan ketiga remaja itu, mereka merasa bahwa semua akan baik-baik saja.
******