Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 190. Rencana yang Dirundingkan dan Keputusan Bersama



Kalimat Kaito cukup berbeda dengan sikapnya sebelum ini. Jelas dia menentang penambahan anggota karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan yang paling utama adalah itu hanya akan menyusahkan.


Tapi, kalimatnya itu seketika berubah.


“Mungkin kita bisa menyelamatkan mereka. Aku memiliki sebuah rencana dan sepertinya itu berhubungan dengan gedung arsip”


Sontak kalimatnya itu membuat Ryou terkejut dan langsung menarik tangannya. Dia menariknya ke depan dan berbisik pada Kaito.


“Kau bodoh ya! Kau sendiri yang bilang itu hanya akan menghambat kita. Lagipula, tujuan kita tetap menemukan permatamu dan Song Haneul! Kenapa malah jadi misi penyelamatan?!”


“Ini dilakukan agar kita terbebas dari keempat mahasiswa itu”


“Hah?!”


“Pikirkan. Kita bertiga telah sepakat untuk tidak melibatkan siapapun di ‘dunia’ ini dalam pencarian permata itu. Jika mereka terus bersama kita, maka mereka juga akan terlibat nantinya”


“Lalu, apa rencana gilamu itu?”


“Membuat mereka berkumpul di satu tempat yang aman dan tidak membiarkan mereka keluar dari sana”


“Hmm?” Ryou terkejut mendengarnya


Kaito memberitaukan detail rencananya pada Ryou terlebih dahulu. Meskipun ingin sekali membantah, Ryou mendengarkan semua detail tersebut tanpa memotongnya.


“Gedung arsip memiliki banyak makanan dan persenjataan sekarang. Terlepas dari adanya konspirasi yang dilakukan oleh seorang mahasiswa di sana, mereka merupakan tempat yang menjadi wilayah aman untuk saat ini”


“Tidak akan sulit menyelamatkan mereka yang ditahan oleh pemuda bernama Baek Hyeseon. Dan jika kita berhasil menyelamatkan mereka dari ketakutan pemuda itu, kita bisa membuat mereka untuk tidak meninggalkan gedung arsip selagi kita keluar dan mencari tau keberadaan Song Haneul”


“Persediaan makanan juga memadai di sana dan aku yakin, setelah kita berhasil menyelamatkan mereka dari Baek Hyeseon, mereka akan bersedia melakukan apapun yang kita katakan. Misalnya, bertahan di sana dan menunggu kita bertiga kembali”


“……” Ryou terkejut


Kaito melanjutkan kembali penjelasannya.


“Aku yakin orang yang bernama Go Yu Bin itu berharap ada seseorang yang menyelamatkan mereka. Dan jika kita berhasil, maka aku yakin mereka akan percaya pada apa yang kita katakan. Itu tidak buruk, kan?”


Ryou sempat terdiam beberapa saat sampai akhirnya dia memuji pemikiran Kaito.


“Kau…bisa memakai otakmu di saat seperti ini juga rupanya. Aku terkejut idemu itu bagus”


“……”


Kaito terdiam karena merasa itu bukanlah pujian yang dia harapkan, tapi tidak masalah. Itu tidak penting.


“Kaito, aku rasa ide itu tidak buruk. Dengan menyelamatkan banyak orang dan memastikan mereka tenang di satu tempat, kita bisa memastikan bahwa mereka aman dan tidak mungkin akan keluar dengan jumlah zombie sebanyak itu”


“Karena itulah aku berpikir ini mungkin bisa berhasil”


“Hanya tinggal cara melakukannya. Selain itu, aku sendiri masih belum merubah pikiranku untuk meretas data mahasiswa dan mencari tau tentang tiga pembuat aplikasi sial ini” ucap Ryou dengan serius


“Sisanya mungkin bisa dipikirkan setelah kita sampai di bawah. Selain itu, aku sendiri juga masih belum memiliki cara lembut untuk membuat pemuda bernama Baek Hyeseon itu berhenti berbuat ulah”


“Jangan katakan kalau kau hanya berpikir untuk melemparkannya kepada para zombie itu” Ryou menebak


“……” Kaito tidak merespon


Tidak disangka tebakannya itu tepat.


“Sudah kuduga. Tapi tidak apa-apa. Sejujurnya, setelah melihat balasan chat darinya itu membuatku ingin melemparnya juga”


“Bagaimana menurutmu, Ryou?”


“Aku setuju. Aku yakin Kino juga akan setuju”


Dari belakang mereka, Kang Ji Song memanggil.


“Kalian berdua sudah selesai bisik-bisiknya?”


“Kami sudah selesai” ucap Ryou


Keduanya kembali dan menjelaskan rencana penyelamatan orang-orang di ruang kelas KA 06 dan gedung arsip.


“Kaito-san, bagaimana dengan rencana yang kamu miliki?”


“Aku berpikir kita mungkin bisa menjemput mereka yang ada di ruang kelas itu dan membawa mereka ke gedung arsip” jelas Kaito


“Tapi…bukankah berbahaya! Baek Hyeseon-sunbae akan merebut persediaan makanan kita dan memaksa kita untuk mencari makan di luar! Kalian juga sudah tau itu dan Kaito-ssi juga sebelumnya sudah menentang ide itu habis-habisan. Kenapa sekarang justru berubah? Apa ada alasan di balik semua ini?” ucap Seo Garam


“Tentu ada alasannya. Aku yakin alasan dia masih mempertahankan beberapa orang di dalam gedung arsip karena dia masih melihat kemungkinan”


“Dia masih bisa meminta mereka untuk pergi dan memaksa mereka mencari makanan. Itu yang pasti” Ryou menjawab


“Kemungkinan lain, dia memanfaatkan mereka untuk memberi kesan bahwa gedung arsip itu aman. Dia bisa saja mengirimkan foto seperti sebelumnya agar terlihat meyakinkan. Tapi, jelas itu tidak akan bertahan lama karena pasokan makanan adalah masalah utama” jelas Kaito


“Ini hanya dugaan sederhanaku saja, tapi dari isi chat yang aku baca tadi…tampaknya Baek Hyeseon masih membutuhkan orang-orang yang ditahan olehnya. Ada kemungkinan apa yang dikatakan Kaito itu benar” Ryou menambahkan


Seo Garam dan yang lain sempat bingung dengan penjelasan tersebut. Akan tetapi, Kino tampaknya sudah paham dengan maksud sebenarnya dari rencana dan penjelasan dari sang adik dan temannya itu.


“Selama masih ada kemungkinan, Baek Hyeseon akan memanfaatkan mereka. Benar begitu?”


“Tepat” Ryou membenarkan


“Bisa jadi dia akan memaksa orang-orang itu pergi menjadi makanan dengan mengancam teman atau kekasih yang saat itu ada bersama mereka. Bisa juga dengan cara lain yang masih belum kita ketahui. Tapi, apapun itu…semua itu masih bisa terjadi” ujar Kaito


Kang Ji Song terdiam dan mencerna semua penjelasan panjang dari Ryou dan Kaito. akhirnya dia mencapai sebuah kesimpulan.


“Aku paham dengan semua penjelasan panjang itu. Intinya, kalian ingin membuat Baek Hyeseon tidak bisa melakukan hal buruk pada semua orang di gedung arsip dan menjadikan tempat itu sebagai area aman sesungguhnya bagi kami semua, benar kan?”


“Yap, benar sekali” ucap Ryou tersenyum


Mungkin karena efek apa yang telah dilakukan Ryou sebelumnya pada Kim Yuram, melihat remaja itu tersenyum langsung membuatnya salah tingkah.


Meskipun senyuman itu bukan ditujukan untuknya, namun dari pipi merona itu bisa dipastikan bahwa dia malu menatapnya.


Ryou sempat memperhatikan gadis itu dan bertanya.


“Kau sakit? Wajahmu merah sekali. Hampir menangis karena dimarahi Kaito tadi? Dia sudah minta maaf padamu, kan?”


“Bu–bukan! Jangan mendekat!” ucapnya sambil berteriak karena salah tingkah


“Hah? Siapa yang mau mendekatimu juga, dasar aneh!”


Ryou mulai kembali ke mode seriusnya, tapi sepertinya Kim Yuram masih sempat melirik ke arahnya.


‘Dasar bodoh! Ini bukan waktunya untuk tersipu malu dan memikirkan hal bodoh!’ Kim Yuram teriak dalam hati


Mereka kembali terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk setuju dengan semua rencana itu.


“Lalu bagaimana dengan rencanamu untuk meretas sistem di kampus ini dan mencari data mengenai sunbae?” Kang Ji Song bertanya pada Ryou


“Aku akan tetap melakukannya. Karena kita juga harus memastikan bahwa tiga orang yang ditolong itu tidak berbuat macam-macam, sebaiknya ada salah satu di antara Kaito atau…” Ryou sempat melihat sang kakak dengan ekspresi serius


Dia membayangkan apa yang terjadi pada Kino saat berada di pasar gelap waktu itu dan telah memutuskan untuk tidak membiarkannya dalam bahaya.


Ryou melanjutkan kembali kalimatnya.


“Sudah diputuskan. Aku, Kino dan Seo Garam yang akan pergi ke ruang praktikum itu. Kaito bersama Kang Ji Song dan kedua gadis itu pergi ke ruang kelas KA06 yang dimaksud dan menunggu kami bertiga sampai selesai”


Seo Garam kaget mendengarnya


“Aku bersama kalian?! Kenapa bukan Kang Ji Song?”


“Alasannya dua. Pertama hanya kau yang bisa berkomunikasi dengan orang bernama Go Yu Bin. Kebetulan aku sendiri juga ingin mencari informasi mengenai Baek Hyeseon dan membutuhkan informasi kejadian di dalam gedung arsip darinya”


“Tapi…”


“Yang kedua adalah karena untuk menjaga kedua gadis itu dan pasokan makanan kita”


“Eh?”


“Kang Ji Song cukup terampil menggunakan senjata untukku dan itu bisa menjadi sebuah support lain bagi Kaito. Walaupun aku yakin Kaito sendiri bisa melakukannya tanpa bantuan, tapi ini hanya bentuk pertahanan diri. Bisa jadi ada zombie di dekat area tersebut dan ada masalah internal yang tidak kita inginkan” Ryou menjelaskan semua alasannya pada Seo Garam


“……” Seo Garam terdiam


Dia berkata dalam hatinya.


‘Aku tidak menyangka bahwa dia bisa berpikir sampai sejauh itu. Sampai sejauh mana sikap penuh kehati-hatian itu?’


Kaito mengangguk setuju dengan itu. Begitu pula dengan kedua gadis yang menjadi objek perlindungan. Kang Ji Song sendiri sependapat dengan ide itu.


“Aku mengerti. Aku setuju dengan Ryou. Itu sangat masuk akal, Garam. Ketiga orang yang ada di ruang kelas itu belum tentu baik seperti kata Kaito sebelum ini. Akan lebih baik jika kita menaruh curiga pada siapapun sekarang akibat kasus Baek Hyeseon-sunbae”


Karena tidak ingin membuang waktu, mereka segera membereskan barang dan membawa tas penuh makanan bersama mereka.


******