Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 309. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level B bag. 7



Peserta lain begitu terkejut mendengar ucapan Emily.


"Peserta nomor 222, kalau mau protes...kenapa tidak naik bersama dengan peserta lain yang protes pada Emily?"


"Emily akan langsung mengurangi jumlah kalian menjadi kurang dari 10 seperti keinginanmu"


Senyuk Emily tampak begitu kuat dan mendominasi. Apalagi, dia sudah berhasil melempar peserta yang protes di awal bersama dengan peserta lainnya.


"Emily tidak mau diprotes hanya karena mengenal satu dua peserta lalu dianggap melakukan tindakan pilih kasih" ucap Emily


"Kh..." peserta itu terlihat kesal


Namun dia tidak bisa menjawab gadis itu sama sekali. Dia memilih untuk mundur dan berkumpul dengan peserta lainnya.


"Cih!" decaknya


Kino menghela napas lega meskipun dia masih mendapatkan mata sinis dari peserta lainnya.


'Aku mengerti dengan situasi ini. Tampaknya meskipun telah lulus, namun aku masih mendapatkan masalah' pikirnya


Emily memulai kembali ujiannya.


Kino mundur dan menjauhuli pandangan peserta lain. Dia memilih untuk sendirian.


Di tengah kesendiriannya itu, dia berpikir mengenai pertarungan pertama yang terjadi saat ujian dimulai.


'Aku baru menyadari, peserta pertama yang lulus tadi tampaknya memiliki gerak-gerik yang aneh'


'Selain itu, datangnya ketua penyelenggara seleksi ujian masuk membuatku tidak bisa berhenti curiga'


'Aku yakin Emily-san menyembunyikan sesuatu. Apakah mungkin itu adalah setengah elf yang diyakini oleh kami sebagai penyusup?'


'Aku tidak memiliki bukti untuk hal itu, namun aku percaya bahwa kemungkinan itu ada'


'Di dalam ujian ini, aku membaca ada 3 hal yang mungkin sedang atau telah terjadi'


'Pertama, pihak Dewan Sihir telah mengantisipasi semuanya sehingga mereka sebenarnya telah melakukan tindakan pencegahan'


'Kedua, pihak Dewan Sihir sedang dalam tahap mencari yang mungkin satu sampai dua pengusup telah diketahui keberadaannya'


'Atau ketiga, mereka sama sekali tidak melakukan tindakan apapun dan 100% fokus melakukan ujian dengan mengabaikan penyusup tersebut terlebih dahulu'


Pikiran Kino yang jenius sudah mengetahui hampir semuanya tanpa diketahui olehnya.


Namun, posisinya saat ini belum bisa mengantarnya pada kunci kasus.


Beberapa jam berlaku, dia melihat tiap gerakan dan sihir yang dilakukan oleh Emily.


"Emily-san kuat sekali"


Dia berpikir dalam hati kembali, 'Peserta yang lulus itu tampak menyembunyikan sesuatu dari semua'


'Saat dirinya dijemput oleh Algeria-san, dia juga terlihat patuh'


Kino bergumam pelan, "Mungkinkah dia adalah setengah elf? Dan penyusup tersebut?"


Kino tiba-tiba tersadar dan melihat kanan kirinya dengan panik. Dia takut akan ada seseorang yang melihat dan mendengarnya.


'Bodohnya aku, apa yang aku katakan tadi? Untung tidak ada yang mendengarnya'


Pertarungan berlangsung cukup lama. Kino bahkan menyadari sesuatu.


"Kalau aku ingat-ingat, setiap peserta yang ingin memulai pertarungan diperiksa seluruh barang bawaannya oleh pengawas ujian"


"Tapi kenapa aku tidak diperiksa terlebih dahulu?"


Pertanyaan yang bagus. Bahkan seorang Kino lupa bahwa dirinya langsung ditarik maju oleh Emily langsung sehingga dia tidak melewati tahap pemeriksaan.


Kino melihat jam saku miliknya.


"Sudah jam 11.15 siang. Satu jam lebih ujian ini berlangsung dan yang lulus baru 4 peserta"


"Tampaknya akademi benar-benar hanya ingin meluluskan sedikit peserta"


Tidak lama kemudian, terdengar suara.


"Nomor 230 lulus, 239 gagal, 263 lulus"


Ada penambahan peserta yang lulus meskipun ternyata Kino melihat peserta yang lulus itu baru saja terlempar keluar arena.


"Apa itu tidak sakit ya? Tapi kalau melihat dari caranya jatuh, aku yakin rasanya pasti sakit" gumamnya pelan


Sungguh komentar lucu dari orang yang serius dan jenius sepertinya.


Siapa yang mengatakan kalau dilempar keluar arena itu tidak sakit?


Tapi lupakan saja, tidak perlu menganggap komentar Kino serius.


Kino melihat ke arah Arena dan ada sekitar tujuh peserta yang maju. Di antara peserta tersebut adalah peserta nomor 222 yang sebelumnya marah-marah dan mengajukan protes.


Kino sedikit terkejut. Niat hati ingin melihat dari dekat tetapi hal tersebut diurungkan karena dia tidak ingin mendapat sambutan sinis.


Tampaknya kali ini, Kino mengalah dan melihat dari jauh.


Ketujuh peserta tersebut melewati tahap pemeriksaan terlebih dahulu dan meninggalkan seluruh senjatanya.


Di dalam arena, Emily menyambut kedatangan mereka semua. Maksudnya, menyambut peserta mungkin akan jadi korban lemparan lain dari gadis itu.


"Sudah berani maju akhirnya?"


"Kami ingin mengalahkanmu" kata peserta yang sebelumnya protes


"Hmm~kalau kalian mau keroyokan, Emily sudah bilang kalau Emily siap. Silahkan dimulai"


Ketujuhnya peserta tersebut mulai menyerang.


"Rasakan ini, [Fire Explosion]"


"[Wind Art: Twin Tornado]"


"[Wood Material Magic: Nutcracker Doll]"


Sihir api peledak ditembakan ke arah Emily dan dengan mudah Emily menghindar hanya dengan memiringkan tubuhnya.


"Ledakannya dipantulkan kembali?!" Kino yang melihat dari jauh terkejut


Memang sejak awal hal tersebut telah diberitahukan bahwa penghalang sihirnya itu memiliki tingkat setara dengan tiga lapis penghalang.


'Benar-benar dipantulkan' kata Kino


Serangan sihir ledakan api tersebut mengarah kembali ke arah para peserta yang mencoba untuk melawan Emily.


"Sial!!!" umpat seorang peserta


Di sisi lain, angin tornado yang kencang mulai mengarah ke arah sang penguji. Namun, dengan kembalinya serangan api yang ditembakan membuat kedua serangan tersebut saling membentur.


Ada efek ledakan disertai angin. Sisa dari serangan angin yang dilakukan sebelumnya masih ada, sehingga sisa tornadonya mengarah untuk menyerang Emily.


Bersamaan dengan itu, boneka sihir yang tercipta dari sihir material elemen kayu mencoba untuk menyerang Emily juga.


Manusia kayu tersebut menyerang Emily dengan serangan kayu panjang yang berasal dari kedua tangannya.


Kayu-kayu yang terbuat dari kedua tangan mereka seakan hidup dan terus mencoba untuk menyerang Emily.


Emily dengan mudah menghindarinya dengan mengeluarkan sihir penghalang.


[Ice Shield]


Penghalang yang terbuat dari es.


Meskipun terlihat tipis, namun sebenarnya es tersebut memiliki ketebalan yang cukup untuk menahan serangan kayu dari manusia kayu tersebut.


Berkat penghalang itu, serangan kayu yang berasal dari manusia kayu berhasil ditahan.


"Apa-apaan ini!"


Pertarungan tidak berlangsung begitu seru karena Emily seperti sudah tidak minat dengan mereka karena adanya peserta yang protes tadi.


"Emily sudah tidak mau menilai mereka lagi" gumamnya pelan


Dengan sebuah sihir yang tidak asing, Emily mengeluarkan banyak pedang es di sekelilingnya.


"Emily akan menyerang kalian sekaligus. Jika kalian yakin kalian bisa menahan serangan Emily, maka lakukanlah dengan benar"


"Emily sedang mencoba bersabar dengan kalian"


"Jika kalian tidak bersungguh-sungguh, maka Emily juga tidak mau meladeni kalian dengan sungguh-sungguh"


Mendengar kalimat yang keluar dari mulut pengujinya membuat ketujuh peserta menjadi kesal.


"Kau pikir kami main-main?!"


"Kami sudah katakan padamu kalau kami ingin lulus, jadi jangan menganggap kami remeh hanya karena kau kuat"


Para peserta tersebut akhirnya mulai menyerang secara langsung.


Mereka mulai berlari ke arah Emily dan melancarkan serangan bersama-sama.


"Terima ini, [Fire Ball]"


"[Fire Ball]"


[Fire Ball]"


Ketujuhnya mengeluarkan serangan yang sama dengan kecepatan yang beragam, namun intensitas kekuatannya benar-benar lebih besar dibandingkan sebelumnya.


Serangan sendiri-sendiri yang sebelumnya dilakukan hampir tidak berdampak apapun pada Emily.


Akan tetapi kali ini, serangan bola api yang dilakukan bertubi-tubi dari ketujuh peserta pembuat Emily terpaksa menggunakan yang lain.


Atau mungkin saja itu hanya sekedar pamer.


"Emily memuji kalian karena kalian mau serius"


"Akhirnya Emily juga bisa sedikit serius menghadapi kalian"


"Terlebih, setelah kalian protes yang tidak-tidak pada Emily tadi"


Gadis kecil itu mengeluarkan sihirnya.


[Magical Cylinder]


Dua buah tabung silinder besar muncul.


Seluruh tembakan api yang mengarah ke arah Emily tiba-tiba saja berbelok dan masuk ke salah satu tabung silinder muncul karena sihir Emily yang telah aktif.


"Sihirnya dihisap?!"


Seluruh peserta baik yang ada di dalam arena maupun di luar arena menjadi begitu terkejut.


Kino bahkan tidak tahu bahwa Emily masih memiliki sihir yang begitu kuat.


'Emily-san masih memiliki sihir yang kuat seperti itu? Kenapa dia tidak menggunakannya saat melawanku?'


Seluruh serangan bola api yang mengarah ke arah Emily seketika menghilang


Lalu dari sisi silinder lainnya, tiba-tiba sebuah cahaya muncul yang ternyata adalah seluruh serangan sihir tembakan api yang telah dihisap oleh tabung yang satunya.


"Emily ingin kalian merasakan serangan kalian sendiri"


Tabung yang mengeluarkan cahaya tersebut langsung menembakkan sihir api dengan cepat dan mengarah ke arah tujuh peserta.


-BOOM


Ledakan besar langsung mengarah ke arah para peserta.


Asap besar yang menutupi bagian dalam arena masih belum sepenuhnya hilang.


Saat asap memudar, terlihat 4 dari 7 peserta tidak sadarkan diri. 3 peserta yang masih bertahan menggunakan sihir penghalang mereka walaupun mereka cukup sulit menahan serangan tersebut.


"Tampaknya ini masih belum selesai sepenuhnya"


Gadis penguji itu memperlihatkan senyumannya dan Kino yang melihat dari kejauhan mulai menyadari perbedaan kekuatan yang besar di dalam arena.


******