
Di lorong salah satu gedung di akademi, lorong panjang tersebut tembus ke bagian lain dari bangunan sekolah di akademi.
Ada sebuah gerbang besar tebal terbuat dari besi di dalamnya yang menghubungkan antar gedung satu dengan lainnya, memungkinkah siswa bisa keluar masuk akses dengan cepat.
Tidak hanya satu pintu besi besar, namun ada lagi yang lainnya.
“Pintu ini…”
“Ini pintu penghubung antara bangunan sekolah dengan asrama. Di depan sana adalah pintu asrama” jelas Xenon
Saat ini, mereka sedang berada di lorong lantai dasar.
“Ternyata terhubung ya…” ungkap Ryou
“Benar. Murid bisa masuk dari luar atau dalam tapi lebih banyak yang kembali dari dalam karena lebih mudah. Nanti, pintu itu akan terhubung ke lobi asrama”
“Lobi…aku tau tempat ini besar tapi memikirkannya saja sudah membuatku pusing” kata Kaito sambil melihat-lihat
Tempat itu memang sudah seperti istana luas. Begitu masuk ke pintu lainnya, mereka dibuat terkejut.
“Apa…ini? Kenapa bisa berbeda begini?”
Ryou melihat sedikit hal yang cukup aneh. Tembusan dari pintu besar itu ternyata lebih sederhana tanpa ornamen mewah apapun. Tidak seperti di tiap lorong koridor yang menampakkan kemewahan dan strata atas, tempat itu bahkan cukup tidak asing.
“Unik kan? Asrama siswa dibuat sederhana dan tidak mewah. Semua diperlakukan sama di sini” jelas Xenon
Ryou langsung melirik ke arah Jene, “Aku tidak tau anak yang pemilih soal makanan di restoran mau tidur di tempat sederhana”
“Jangan mengejekku ya! Siapa yang bilang aku pemilih!”
Tampaknya Jene tidak terima dibilang dengan nada meremehkan seperti itu oleh Ryou. Dia membalas, “Hah! Kalian sendiri juga datang tanpa persiapan kan?”
“Siapa bilang? Kalau tidak tau sebaiknya diam”
“Cih!”
Ryou tidak bermaksud membocorkan tas unik yang dibawa oleh masing-masing dari mereka dan mengikuti Xenon kembali.
“Di sini, anak-anak makan di kantin atau di ruang makan asrama. Meskipun sederhana, makanan yang diberikan kualitasnya sama jadi baik di kantin atau di asrama semua sama”
Kino sempat terkejut, “Eh? Sama? Makanan mewah yang ada di kantin bisa dimana juga di sini?”
“Benar” jawab Jessie
Hal menakjubkan lainnya adalah mereka bisa memastikan bahwa makanan lezat akan masuk ke perut setiap hari. Meskipun ketiga remaja dari dunia lain itu tidak merasakan lapar, namun mereka juga tidak merasakan kenyang jadi cukup aman untuk dibilang normal.
Bagian asrama dibagi kembali dengan dua lorong.
“Dari sini, aku akan mengantar kalian. Jessie-sama dan Jene-sama bisa menunggu di sini. Aku akan keluar setelah ini”
Kedua kembar itu melihat satu sama lain dan mengangguk setuju, walau sebenarnya Jene bisa saja ikut dengannya.
Di lorong menuju asrama laki-laki, Kino sempat bertanya kembali, “Kenapa berpisah?”
“Dari sini adalah wilayah terbatas. Perempuan dan laki-laki dilarang memasukki wilayah asrama kecuali bila ada sebuah insiden dan mengharuskan kami semua melakukan tindakan pencegahan dan evakuasi keadaan darurat”
“Jene-sama tidak mungkin membiarkan Jessie-sama menunggu sendirian di sana jadi aku menggunakan kesempatan ini untuk bicara dengan kalian begitu sampai di ruangan”
Ketiganya saling melihat satu sama lain dan tampaknya Ryou mengatakan keinginannya.
“Xenon, apapun itu aku tidak peduli. Berikan kami ruangan yang sama. Harus! Ini demi kelancaran rencana kami dalam membantumu!”
Xenon tersenyum dan berhenti di sebuah ruangan. Dia membuka pintunya dan terlihat sebuah ruangan luas dengan dua tempat tidur susun dan empat meja belajar, lemari pakaian yang terbagi dengan sekat dan sebuah cermin besar.
“Jangan khawatir, aku memberikan kalian ruangan ini dan kebetulan sekali…ini adalah ruanganku juga. Tempatku yang di sebelah kanan”
“Serius!!” Ryou terlihat senang
“Eh?” Kino merasa aneh mendengarnya. Namun, dia tidak ingin bertanya untuk saat ini.
Xenon kembali bicara, “Abaikan itu, jangan dipikirkan. Kalau boleh jujur sebenarnya ada kamar yang bisa dihuni sendiri atau dua orang, tapi selalu ada tempat lebih yang bisa diambil”
“Baru-baru ini saja aku meminta untuk dipindahkan”
“Baru-baru ini?”
“Iya, baru-baru ini. Karena kalian akan pindah ke sini jadi sebisa mungkin aku ingin satu ruangan juga dengan kalian. Ini akan lebih mudah untuk diskusi, kan?” ucap Xenon senang
Tidak disangka rupanya mereka memiliki pikiran yang sama. Saat mereka masuk dan pintu dikunci, Xenon mengaktifkan sihirnya.
[Astral Barrier]
[Time Seal]
Dua sihir dipakai sekaligus dan tentu saja sihir tersebut tidaklah asing.
Begitu ketiganya telah memilih tempat tidur masing-masing dan meletakkan tas mereka, Xenon duduk di tempatnya dan mulai serius.
“Jadi, aku ingin dengar cerita kalian yang sempat tertunda sebelumnya”
Kaito mulai bicara lebih dulu.
“Xenon, aku menemukan ingatan keduaku”
“Apa?! Apakah itu benar?! Kapan? Dimana permata itu ditemukan dan bagaimana bisa kalian menemukannya?!”
“Kami menemukannya di dalam menara perpustakaan di belakang gedung akademi di lantai dua. Dan hal yang lebih mengejutkan lagi, bukan hanya ingatanku yang berhasil ditemukan”
“Kami bertiga menemukan sebuah pintu rahasia yang terhubung ke dalam ruang rahasia di dalam gedung akademi ini”
“Hah?!” Xenon terlihat syok sekarang. Tampaknya dia sendiri tidak tau bahwa ada ruangan seperti itu di dalam akademi ini.
Pertukaran informasi akhirnya dimulai. Secara garis besarnya, Kaito memberitau Xenon bahwa awalnya semua itu bukanlah sebuah hal yang disengaja. Bahkan mereka sendiri seperti tidak memiliki rencana apapun ketika masuk kedalam karena semua didorong oleh rasa ingin tau Ryou.
“Ketika kami masuk ke dalam, tiba-tiba saja pintu tersebut terkunci sendiri dan kami terpaksa mencari sesuatu selagi ada kesempatan”
“......” Xenon terdiam sambil bergumam dalam hatinya, ‘Pintu menara perpustakaan tersebut tidak memiliki sihir dan tidak pernah terkunci meskipun isi di dalam tempat itu banyak tersimpan dokumen penting’
‘Hal itu karena ada sihir yang bisa mendeteksi barang hilang dan anti-pencuri. Bagaimana bisa mereka bilang terkunci sendiri begitu mereka masuk?’
‘Apa ini artinya batu permata ingatan Kaito itu memang memiliki suatu kekuatan sihir yang aneh dan tidak biasa?’
Itulah yang ada dalam pikiran Xenon. Tidak sepenuhnya salah namun dia mencoba untuk tidak berpikir berlebihan.
Kaito kembali melanjutkan ceritanya.
“Saat ingatanku ditemukan, kami bertiga selalu berpikir bahwa ingatanku akan membuat kami semua terlibat sesuatu atau menuntun kami ke hal aneh di ‘dunia’ yang sedang kami tinggal”
Xenon sedikit bisa menebak sekarang, “Dan kalian benar soal itu dengan menemukan ruang rahasia?”
“Tepat. Ada sebuah tombol kecil dan garis lurus tipis di tembok dekat permata itu ditemukan. Orang yang menemukan permataku saat itu adalah Kino dan dia juga yang menemukan tombolnya”
“Tombol?”
“Benar. Tombol titik kecil yang nyaris tidak disadari oleh semua orang. Dan ketika pintu rahasia itu terbuka, kami bertiga menuruni tangga hingga sampai di sebuah lorong yang terhubung dengan ruangan lain”
“Dan ruangan tersebut memiliki tiga pintu sihir”
Sekarang, Xenon seperti menemukan informasi berguna lain yang tidak pernah disangka sebelumnya.
******