Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 284. Sejarah yang Terlupakan bag. 3



“Sial, kenapa banyak sekali! Ini akan merepotkan dan jadi pekerjaan rumah yang banyak” umpat Xenon dengan nada kesal


Mungkin itu adalah umpatan Xenon yang kesekian kalinya, mengingat semua hal yang telah dilupakan adalah hal paling penting dan tombak masalah utamanya.


“Bicara soal pekerjaan rumahmu, tampaknya masih ada lagi” kata Kaito


“Apa lagi?”


“Pagi ini saat kami berhasil mendaftar untuk ujian, kami merasakan aura membunuh yang kental”


“Aura membunuh?”


“Itu benar, Xenon-san. Bahkan aku dan Ryou menyadari itu karena aura itu begitu kuat. Seperti sihir namun berbeda”


“Tampaknya itu adalah milik orang yang sudah kita duga. Mereka adalah penyusup yang dimaksud “ Kaito melanjutkannya


“Aku yakin seandainya kami tidak menyadarinya dan tidak mencari tau soal sejarah dan kejadian di masa lalu, kau dan Dewan Sihir mungkin tidak akan menyadari hal ini” Ryou menambahkan


“Kalian benar. Itu informasi yang bagus. Terima kasih banyak. Apa detail lain mengenai aura itu sudah kalian dapatkan?”


“Belum. Tapi dari besarnya, aku bisa menebak jumlahnya 3-4 orang. Paling banyak 5”


“5 ya…itu cukup banyak. Kita hanya 4 dan tidak mungkin kalian akan satu grup denganku. Aku sendiri juga tidak bisa memberitau di pos mana aku berjaga pada kalian”


“Lalu bagaimana?”


Xenon hanya bisa terdiam dan berpikir untuk sementara.


******


Di akademi, Jessie dan Jene yang baru selesai melakukan pekerjaannya setelah kembali duduk terdiam di ruangan Divisi Pertahanan.


Algeria memperhatikan keduanya.


‘Sejak kembali, mereka hanya diam dan melakukan pekerjaan mereka tanpa bertanya. Apakah ada masalah?’


Dia menghampiri keduanya.


“Jessie-sama, Jene-sama, apakah ada sesuatu?”


“Algeria-sama. Kami hanya sedang tidak fokus” jawab Jessie


“Tidak fokus?”


“Kami baru saja terpisah dari Xenon saat menemaninya bertemu teman barunya”


“Xenon-sama bertemu teman baru? Apakah mereka bertiga?”


“Benar, tapi darimana Algeria-sama mengetahuinya?”


“……” Algeria terdiam. Dia berpikir bahwa anggotanya itu masih belum mengetahui tentang penjelajah dimensi. Dia mencoba untuk mengatakannya, namun sepertinya malam ini bukanlah waktu yang tepat.


“Bukan apa-apa. Sebaiknya kalian istirahat sekarang. Besok kalian akan ada di pos yang sama seperti Xenon-sama”


“Baik” mereka berdua berdiri


“Ah, sebentar. Aku lupa menyampaikan sesuatu”


“Ya? Apa itu, Algeria-sama”


“Di ujian besok, jika kalian melihat data orang-orang ini tolong awasi dengan baik ya”


Algeria memberikan mereka kertas. Itu adalah data dari calon peserta yang akan ikut ujian masuk. Kedua saudara kembar itu melihat wajah yang tidak asing.


“Ini adalah orang yang bersama Xenon hari ini” kata Jessie


“Kau benar Jessie. Mereka ikut ujian juga rupanya. Tapi kenapa, Algeria-sama”


“Perhatikan riwayat di belakangnya”


Keduanya membuak file tersebut dan mulai terkejut dengan apa yang dilihatnya.


“Kosong?!”


“Benar. Kosong. Lihat kertas milik sisanya”


“Mereka juga tidak memiliki penjelasan apapun! Kenapa?! Apakah sistem kita rusak?” tanya Jene


“Bukan, tapi ada alasan khusus dan aku minta jika kalian menguji salah satu dari mereka, perhatikan mereka baik-baik”


Mata Algeria begitu serius sehingga tidak perlu berpikir dua kali untuk mengikuti perintahnya.


Begitu keluar dari ruangan, Jessie dan Jene membicarakannya.


“Jene, bagaimana pendapatmu?”


“Tapi aku jauh lebih tertarik pada ketiga pemuda yang menjadi teman Xenon itu. Data mereka tidak memuat apapun kecuali nama. Selain itu…”


“Empat peserta lainnya. Mereka setengah elf. Sama halnya dengan ketiga pemuda itu, empat peserta itu juga seperti tidak terdeteksi oleh sistem sihir dari akademi” ekspresi Jene serius


“Mungkinkah telah terjadi sesuatu? Apakah ini mungkin berkaitan dengan para orang-orang yang hilang itu?” Jessie terlihat cemas


Jene berpikir keras.


‘Si bodoh itu, aku sudah tau dia menyembunyikan sesuatu. Sejak kemarin, dia terus diam tanpa mengatakan apapun padaku dan Jessie’


‘Dan sekarang, dia bersama orang asing yang bahkan masuk dalam daftar pengawasan. Ini jelas bukan sebuah kebetulan. Xenon sedang mencoba melakukan sesuatu di belakang kami berdua’


‘Apa yang dipikirkan si bodoh itu! Dasar calon ipar merepotkan! Kalau sudah resmi jadi adik iparku, akan kurantai dia agar tidak seenaknya pergi dari Jessie!’


******


Sementara di tempat Xenon, dirinya masih berpikir.


‘Soal masuknya para penyusup ini baru aku yang mengetahuinya di antara semua anggota divisi. Mungkin aku bisa memanfaatkan hal ini untuk menukarnya dengan informasi penting pada para kapten besok pagi’


Xenon melihat ketiga remaja dari dunia lain itu.


“Kalian, jika aku memberitau informasi ini untuk ditukar dengan informasi yang dimiliki para kapten, apakah untuk kalian hal itu akan menjadi masalah?”


“Menukarnya dengan informasi ya…” Kaito berpikir sejenak


“Benar. Mark-sama dan para kapten pasti telah mempunyai info mengenai pelaku atau soal keterlibatan orang dalam. Jika aku bisa mendapatkan informasi tersebut dan menghubungkannya dengan sejarah yang telah dilupakan, bisa saja kita akan menemukan benang merahnya”


“Itu tidak buruk. Aku setuju dengan Xenon. Kino, Ryou, bagaimana?”


“Aku tidak masalah. Ryou?”


“Ikut. Apapun harus kita usahakan. Selain itu, jika memungkinkan aku ingin kau juga mencari permata yang kira-kira memiliki kemungkinan bahwa itu adalah benda yang kami cari”


“Aku mengerti. Permata ungu, aku akan ingat itu”


Di malam itu, keempat pemuda itu tampak telah memiliki banyak hal yang telah diketahui, didiskusikan dan direncanakan.


******


Di sisi lain, di akademi, terdapat seorang gadis yang menulis surat dan menerbangkannya dengan sihir yang membawa surat tersebut ke sebuah kediaman.


Surat tersebut diterima oleh seseorang berjubah hitam dengan wajah tertutup. Orang itu membawanya ke sebuah ruangan. Di dalam sana terdapat seorang pria dan beberapa orang di sana.


Karena gelapnya malam dan pakaian yang menutupi, tidak ada yang tau berapa jumlah mereka sebenarnya di dalam ruangan tersebut


Surat itu diberikan pada pria yang duduk di sofa.


“Apa ini?” tanya seseorang dalam kegelapan


“Ini surat dari Lady, tuanku”


“Dari anakku?”


Seorang pria membacanya dan cukup terkejut dengan isinya.


“Aku rasa tugas kalian akan bertambah. Tidak masalah kan?” kata pria tersebut


“Tidak. Apa yang diinginkan Lady?”


“Dia ingin pertunangannya tidak terganggu oleh darah kotor. Target kalian adalah ikut melenyapkan darah kotor itu”


“Selain keluarga Xelhanien dan merebut Artifact, siapa yang harus kami habisi?”


“Anak dari hubungan terlarang Marquis van Houdsen, Xenon van Houdsen. Ini demi anakku”


“van Houdsen ya…”


Pria itu tersenyum sinis dengan melihat surat dari sang anak.


“Satu dua orang untuk dibunuh lebih cepat tidak akan merubah rencana kita. Pada akhirnya, kita akan membangkitkan hal terpenting yang telah disegel oleh Lucario dan pengikut setianya yang telah mati”


“Kejayaan yang dambakan semuanya akan kami dapatkan dan dendam masa lalu akan terbalaskan. Kami akan mengikuti perintah Anda, Earl Midford”


Mereka yang ada di ruangan itu pergi tanpa jejak dan suara.


“Melenyapkan Xelhanien, melepas segel yang telah terpasang dalam diri setiap warga Negara ini dan mengambil seluruh Artifact untuk menggulingkan Lucario. Ini akan menjadi hal yang menyenangkan”


“Dengan begini, akan lahir kekuatan besar Midford dan era kejayaan garis keturunan Bernkastel-Wiesbaden akan berakhir”


Malam panjang akhirnya berganti. Di pagi hari, semuanya akan segera dimulai.


******