Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 310. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level B bag. 8



'Perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh'


Itulah yang dipikirkan oleh Kino. Seluruh serangan mereka berhasil dikembalikan dengan sempurna oleh Emily.


Dari ketujuh peserta, hanya tiga yang berhasil membuat sihir penghalang untuk menahan serangan tersebut.


Dengan begini sudah dapat dipastikan bahwa 4 dari 7 peserta dinyatakan gugur.


"Peserta nomor 235, 206, 307 dan 384 dinyatakan gagal"


Emily meminta dua pengawas ujian miliknya untuk membawa pergi keempat peserta yang telah dianggap gagal oleh Emily keluar dari ruangan tersebut.


Kedua pengawas ujian yang berada di luar arena langsung membawa keluar keempat peserta yang telah gagal.


Tersisa tiga peserta yang masih berada di dalam arena.


Mereka masih harus bertarung sedikit lagi melawan Emily.


Emily melihat ke arah tiga peserta yang masih ada di dalam arena pertarungan.


"Peserta nomor 222, 391 dan nomor 244...kalian masih harus membuat Emily mau mengakui kalian bertiga"


"Jika hanya seperti ini kemampuan kalian maka sebaiknya kalian tidak banyak protes atau menuntut Emily"


Ketiga peserta tersebut tampaknya sudah mulai lelah.


Dampak dari serangan yang dilakukan oleh Emily cukup membuat mereka sulit untuk bergerak.


"Dasar monster!" itulah umpatan yang dikatakan oleh peserta nomor 222


"Emily akan menganggap itu semua sebagai pujian. Karena bagaimanapun Emily lebih kuat daripada dirimu"


Gadis kecil tersebut tersenyum dan dia mulai menembakkan sisa serangan yang masih ada di dalam tabung silinder sihir miliknya.


"Terimalah hadiah kecil dari Emily"


Saat serangan api yang ada dalam tabung silinder itu ditembakkan, ketiga peserta mulai mengeluarkan sihir pertahanan milik mereka masing-masing.


"Jangan mencoba untuk meremehkanku! [Mirror Reflection]"


"[Air Barrier]"


"[Water Shield]"


Sihir pertahanan mereka cukup berhasil menahan serangan milik Emily.


Namun akibat dari pertahanan yang dilakukan oleh tiga peserta tersebut, Emily jadi memiliki peluang untuk melakukan serangan lain yang lebih kuat daripada sebelumnya.


[Wind Witch Ice Bell]


Sebuah sihir yang tidak asing untuk Kino dan peserta lain yang melihat di luar arena dikeluarkan oleh Emily.


Sosok ilusi wanita penyihir dengan tongkat dan lonceng bersama dengan butiran debu es mulai muncul.


Emily mulai melakukan serangan.


Butiran debu es yang muncul mulai bertiup seperti badai es dan membuat lapisan perisai milik ketiga peserta mulai ditempeli debu es.


Bersamaan dengan lonceng dari ilusi wanita penyihir milik Emily berbunyi, kekuatan tiupan angin yang membawa debu es tersebut mulai semakin kuat.


Sekarang hampir seluruh lapisan perisai sihir yang dibuat oleh ketiga peserta di dalam arena, juga beberapa bagian pakaian mereka telah ditempeli oleh banyaknya debu es yang mulai menerjang mereka.


"Dingin?!! Apa dia bermaksud untuk membunuh kita?!" kata salah seorang peserta


"Aku masih belum ingin mati!"


Peserta nomor 222 mulai berteriak ke arah Emily dan berkata, "Jangan bercanda?! Sampai kapan kami harus menahan tanganmu ini?"


"Emily hanya ingin melihatmu berjuang lebih keras lagi"


"Ini sama sekali tidak adil!! Peserta sebelumnya bisa menang darimu dengan mudah!" protes peserta nomor 222 kembali


Emily menatapnya dengan sinis seakan dia tidak senang mendengar perkataan dari peserta tersebut.


"Siapa yang mengatakan dia menang dari Emily?"


"Kau meloloskannya, bocah!!"


"Tapi Emily tidak pernah menganggap dia menang dari Emily. Selain itu..."


Gadis kecil itu berjalan dengan menunjukkan ekspresi tidak suka kepada peserta nomor 222.


Emily langsung membuat serangan dari ilusi wanita tersebut semakin kuat hingga membuat kaki peserta membeku.


Dari kejauhan Kino yang melihat kejadian tersebut mulai terlihat panik atau mungkin itu adalah ekspresi yang menunjukkan rasa terkejutnya menyaksikan pertarungan yang dilakukan oleh Emily.


"Emily-san, bukankah seharusnya itu sudah cukup untuk meluluskan atau menggugurkan mereka? Kalau terus seperti ini berarti kau bisa mati"


Kino yang telah melihat jalannya pertarungan tersebut mulai merasa bahwa kemungkinan sejak awal Emily sama sekali tidak ingin meluruskan mereka bertiga.


'Aku mungkin memiliki pikiran yang terlalu berlebihan'


'Tapi entah kenapa sekarang aku yakin bahwa Emily-san sama sekali tidak bermaksud memberikan kesempatan kepada peserta tersebut khususnya peserta nomor 222 ujian seleksi ini'


'Apakah mungkin Emily-san lebih mementingkan perasaan dibandingkan kemampuan?'


'Namun seandainya hal tersebut benar, maka dia tidak melakukan pekerjaannya secara profesional'


Kino masih memperhatikan jalannya pertarungan tersebut.


Dia mulai mengamati pergerakan dan juga serangan yang dikeluarkan oleh Emily.


"Aku rasa aku terlalu berlebihan. Emily-san benar-benar melakukan pekerjaannya dengan baik"


Kino tersenyum dari kejauhan.


Hal tersebut terjadi karena ketiga peserta yang mulai membeku sedikit demi sedikit itu mulai terdengar seperti seseorang yang sangat tidak berdaya.


Mereka bahkan seakan lupa bahwa mereka memiliki sihir untuk melawan atau menyerang balik.


"Tolong hentikan semua ini, penguji! Kami belum ingin mati!!"


"Ujian berbahaya apa ini?! Hentikan semua ini!"


Rengekan para peserta yang menghadapi Emily mulai terlihat seperti anak-anak.


Bersamaan dengan tiap rengekan tersebut, butiran es yang menempel pada pakaian mereka mulai banyak dan naik sedikit demi sedikit.


Pada bagian bawah pakaian mereka, semuanya sudah mulai tertutup oleh es.


Emily mendekati mereka, melihat dengan tatapan dingin dan langsung berkata, "Kalian bertiga gagal"


[Magic Jammer]


Pertandingan selesai sihir Emily akhirnya lenyap.


Ketiga peserta tersebut, khususnya peserta dengan nomor 222 hanya bisa bernafas terengah-engah dan terjatuh sambil melihat wajah pengujinya yang menatap mereka dengan begitu rendah.


"Emily tidak suka dengan orang yang hanya bisa banyak bicara dan protes tapi kenyataannya lemah"


"Sudah Emily katakan sejak awal bahwa tidak ada dari peserta yang lulus tersebut berhasil menang melawan Emily"


"Yang Emily nilai dari kemampuan para peserta adalah perkembangan sihir dan cara mereka menghadapi pertarungan dengan sungguh-sungguh"


"Bahkan jika ada beberapa aspek penting, Emy tidak perlu memberitaukan hal tersebut kepada kalian"


"Keputusan Emily bersifat mutlak. Kalian telah gagal dan dipersilahkan untuk pergi keluar dari ruangan ini"


"Cobalah mengikuti ujian seleksi kembali tahun depan. Dan yang paling penting adalah jangan pernah meremehkan sesuatu atau merasa berada di atas"


Ketiga peserta tersebut tidak bisa mengatakan apapun mendengar kata-kata Emily.


Mereka hanya bisa pasrah mendengar keputusan dari penguji dan berjalan keluar dari ujian.


Kino yang berada di belakang melihat ekspresi dari para peserta ujian yang gagal dan merasakan perasaan aneh.


'Kapan terakhir kali aku merasakan perasaan seperti ini?'


'Perasaan karena menjadi orang yang terpilih'


'Ini adalah sebuah perasaan yang sangat mengerikan dan mungkin saja ini bisa membuatku jatuh dalam kesombongan'


'Tapi, tujuanku bukanlah untuk menjadi siswa di akademi ini, melainkan mencari permata ingatan milik Kaito-san'


Setelah itu ujian kembali dimulai. Selang waktu satu jam kemudian akhirnya ujian di ruang 3 selesai.


Pos 3, ruang ujian [Area Level B] telah meluluskan 8 orang dan menggagalkan 72 orang dari total 80 peserta. Ujian telah selesai.


******