Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 366. Ruang Rahasia bag. 1



Kaito membuka matanya dan saat dia melihat ke sekeliling tempat itu, dia melihat ruangan gelap.


Dua wajah yang dikenalnya terlihat khawatir.


“Kaito-san?!”


“Kaito, kau sudah sadar?! Bagaimana perasaanmu?!”


“......”


Kaito tidak bisa mengatakan apapun. Ketika terbangun, pipi dan matanya basah. Dia menyentuhnya.


“Aku…menangis?”


“Bukan hanya menangis, kau juga berteriak nama Adler sebelum membuka matamu tadi” kata Ryou sambil mengusap-usap punggungnya


“Aku dan Ryou membawamu ke tempat yang tertutup oleh rak-rak buku ini agar tidak ada yang melihat jika ada yang datang. Kaito-san, apa semua baik-baik saja?”


Kaito mencoba mengontrol dirinya. Dia sempat memegang kepalanya karena masih merasa sedikit pusing dan berputar.


“Kaito-san…”


“Aku tidak apa-apa”


Ryou melihat sang kakak dengan ekspresi cemas. Sang kakak tau bahwa adiknya ingin bertanya mengenai permata ingatan Kaito, namun melihat kondisi Kaito yang masih belum normal membuat mereka terpaksa mengurungkan niatnya.


Kaito melihat jam saku miliknya dan waktu menunjukkan pukul 11.02 siang.


“Berapa lama aku…tidak sadarkan diri?”


“Sekitar 20-30 menit mungkin. Kami tidak memperhatikan hal itu. Kondisimu langsung aneh saat kami membawamu ke sini” ujar Ryou


“Begitu. Maafkan aku karena sudah membuat kalian cemas”


“Kaito-san, apa benar kondisimu sudah membaik? Jika masih pusing, bersandarlah di dinding itu sebentar”


“Aku tidak apa-apa, Kino. Selain itu, terima kasih sudah menemukan permata itu”


“Aku juga tidak yakin. Karena benda itu bercahaya jadi aku merasa mungkin ini adalah benda sihir. Namun melihat warnanya sedikit mirip dengan yang kita temukan di ‘dunia malam’ waktu itu, pasti ini adalah ingatanmu”


Ryou melihat area sekelilingnya. “Kenapa permata ingatan Kaito ada di tempat ini?”


“Aku juga tidak tau. Aku menemukannya di sekitar sana” Kino menunjukkan tempatnya


Karena penasaran, Ryou berdiri dan pergi ke arah sana.


Di sana hanya ada rak-rak buku biasa, tidak terlihat ada yang istimewa.


‘Permata Kaito tidak pernah muncul tanpa alasan. Saat kami tiba di sini, dia ditemukan pada bros milik Xenon yang akhirnya membawa kami ke dalam masalah besar’


‘Kepingan yang Kino dapatkan itu cukup besar, bahkan yang terbesar yang kami dapatkan selama melakukan perjalanan bersama. Mustahil jika itu hanya kebetulan’


Ryou melihat sekeliling tempat itu. Hanya sebuah noda kotor berbentuk garis di dinding yang terlihat.


“Kino, kau yakin di sini?”


“Iya, tepat di sana”


Saat Ryou melihatnya sekali lagi, memang tidak ada apapun.


“Tidak mungkin” Ryou seperti tidak mau menyerah. Dia melihat buku-buku di setiap rak yang mungkin sebuah penghubung pintu rahasia atau semacamnya.


Sementara itu, Kino berusaha menenangkan Kaito.


“Kaito-san, apakah Adler Klaue-san yang sebelumnya kamu ingat…sudah berhasil diingat seluruhnya?”


“Aku belum mengingatnya semua, namun aku sudah berhasil mengingat nama kedua orang tuaku”


“Sungguh?!” Kino tersenyum senang sekali, “Syukurlah, Kaito-san! Aku senang Kaito-san bisa mengingat wajah dan nama kedua orang tuamu”


“Aku tidak tau dimana mereka sekarang. Apakah mereka masih hidup atau tidak, aku tidak tau”


“Percayalah bahwa mereka masih menunggumu di ‘dunia’ asalmu. Aku yakin Adler Klaue-san juga mungkin mencarimu saat ini”


Meskipun Kaito tidak banyak berharap karena ingatan terakhir yang dilihatnya sebelum bangun, namun dia tersenyum melihat senyum bahagia Kino.


“Kau baik sekali, Kino. Terima kasih. Ini kesekian kalinya kau menemukan kepingan ingatanku. Tampaknya keberuntunganku lebih menyukaimu ketimbang diriku sendiri”


Ryou yang masih sibuk dengan rasa penasarannya masih belum menyerah.


“Kenapa tidak ada? Semua ini hanya buku biasa. Tidak ada yang istimewa. Apa firasatku salah kali ini?”


Saat Ryou hendak kembali ke tempat keduanya berada, noda di dinding itu cukup menarik perhatiannya.


“Hmm?” dia mendekatinya. “Perpustakaan ini cukup tua rupanya. Tapi kenapa nodanya bisa selurus ini?”


“Tidak mungkin ini pintu rahasia kan? Hahaha…”


Bilangnya begitu, tapi Ryou masih curiga. Dia benar-benar yakin kalau permata Kaito tidak akan muncul di tempat yang tidak mengandung apapun.


“Pasti ini pintu rahasia. Pasti. Kino, Kaito!”


Mendengar Ryou memanggil, keduanya berdiri dan menghampirinya.


“Ryou, ada apa?”


“Hanya firasat bodohku saja tapi aku yakin kalau ada pintu rahasia di sini. Ada noda lurus di sini. Tidak mungkin permata Kaito hanya muncul tak jelas”


Kino awalnya tidak yakin, namun melihat noda tersebut tidak sampai 30 cm membuat Kino sedikit percaya.


“Bagaimana, Kaito-san?”


“Mungkin…hal aneh itu bisa terjadi di sini”


“Hah? Jelas akan terjadi! Aku pengalaman menangani permatamu itu. Sudah nyaris mati, nyaris dijual organnya, nyaris jadi makanan zombie. Ini pasti pintu rahasia” gerutu Ryou


“Tapi bagaimana?” tanya Kaito


“Garis ini mungkin terlihat biasa, tapi aku mau percaya dengan film yang aku tonton selama di rumah. Dengan menyentuhnya atau mendorongnya sedikit, mungkin bisa membukannya”


“Kalau begitu coba dorong” seru Kaito


Ryou cemberut namun mendorong dindingnya. Hasilnya sudah jelas, nihil. Kaito hanya diam sambil memandang aneh Ryou.


“Tidak jadi didorong?”


“Kau mengejekku ya?”


Kino hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan melihat ke sekitar rak.


‘Aku menemukannya di bawah sini. Apa tidak ada sesuatu? Ryou mungkin tidak salah. Permata Kaito-san mencoba menuntun kami sekarang’


“Hmm?” Kino menemukan sedikit lubang titik di bawah lantai. Terlihat seperti titik karena memang kondisi di sana tidak cukup cahaya. “Apa ini?”


Saat disentuh, ternyata itu bukan titik biasa. Meskipun kecil sekali tapi itu adalah tombol. Dinding di samping kanan Ryou mulai bergerak.


“Apa?!”


“Kenapa?” Kaito menengok ke belakangnya dan melihat Kino yang berlutut di lantai, “Kino?”


“Aku menemukan sesuatu di dekat lokasi permata Kaito-san dan…”


Sebuah ruangan lain akhirnya terlihat.


Memang sangat sempit, hanya bisa dimasuki oleh satu orang dengan cara memiringkan tubuhnya. Tapi untuk tubuh yang sedikit berisi sekalipun, masih bisa melewatinya.


“Wow, aku suka dunia fantasi. Sudah kubilang kalau aku benar. Ini yang disebut plot untuk tokoh utama” kata Ryou dengan bangga


Kaito langsung berkomentar, “Ryou, kita bukan tokoh utama dalam dunia fantasi yang sering kau bilang dan ini bukan cerita. Ini nyata. Kino, kita menemukan sesuatu. Sebaiknya kita masuk”


Tidak butuh banyak waktu sampai akhirnya ketiga remaja itu masuk ke dalam celah itu. Celah itu langsung tertutup.


Sebuah hal aneh terjadi, pintu masuk menara perpustakaan itu yang awalnya terkunci mulai terbuka.


-Creeek


Seluruh rak buku yang ada di sana mulai bergerak dengan sendirinya. Rak-rak buku yang awalnya tersusun seperti blok mulai menempel di dinding yang terdapat noda garis, tempat ketiga remaja itu menemukan ruang rahasia.


Semua tertutup dengan sendirinya tanpa bekas. Seakan semua itu memang dirancang untuk mereka, lantai dua berubah menjadi lantai yang berbeda dari sebelumnya.


******