
“Xenon-san, kami ingin membahas sesuatu yang penting setelah semua selesai”
Pandangan mata Kino serius saat mengatakan hal tersebut. Xenon sendiri seperti menjadi penasaran dan tegang karena aura ketiganya seperti menemukan sesuatu yang penting.
Saat Xenon ingin membuka mulutnya, matanya melirik dan melihat dari kejauhan. Sosok orang-orang yang tidak asing.
Xenon langsung merapat dan menarik tangan Kino dan Kaito untuk berdiri menutupinya.
“Xen–”
“Sst! Kalian berdirilah dulu dan tutupi tubuhku. Kalian lihat di sana”
Kepala Xenon bergerak ke depan sedikit sebagai tanda, ketiganya melihat arah yang ditunjuk dan akhirnya mereka menyadari bahwa itu adalah orang-orang yang dicurigai.
“Rebellen…”
“Armee…”
Keempatnya melihat sosok Galaktika dan yang lainnya. Meskipun ekspresi mereka berbeda dan tidak seperti biasanya, Kino dan yang lain tidak mengendurkan kewaspadaan.
“Mereka sudah pergi, Xenon-san”
“Meskipun sudah pergi, bukan berarti mereka tidak ada di sini, Kino. Terima kasih sudah mau membantuku”
Xenon kembali melihat ketiga temannya itu dan berkata, “Sebaiknya setelah ini kita bicara secara pribadi. Setelah upacara, aku yang akan menjemput kalian”
“Aku ingin mendengar hal penting apa yang kalian temukan selama jam kosong ini”
“Kebetulan ada cerita yang ingin aku bagi juga meskipun mungkin tidak sepenting milik kalian bertiga”
Ryou mengangguk, “Kalau begitu, sebaiknya kau kembali sebelum ada yang curiga, Xenon”
Xenon berdiri dan pergi dari sana meninggalkan ketiganya.
Dari dalam lorong akademi yang terhubung dengan lobi utama sekarang, Emilia datang bersama Emily.
Lalu, Algeria juga datang setelah selesai dari ruangannya. Mark yang baru saja sampai langsung menghampiri Emily dan kakaknya.
“Dimana Lucas?”
“Mark-sama…” Emilia memberi hormat
Mark memperhatikan pipi Emilia, “Kenapa dengan wajah itu?”
“Ini…hanya sedikit tergores”
“Hmm. Biar kulihat”
[Numenous Healer]
Mark mengeluarkan sihir penyembuh miliknya. Sihir tersebut bisa menghilangkan semua luka fisik ringan termasuk goresan dan luka. Meskipun begitu, hanya bisa dilakukan pada luka fisik kecil yang tidak mengeluarkan darah.
“Masih sakit?”
“Terima kasih, Mark-sama” ucap Emilia
“Mark-sama, Emily mengucapkan terima kasih karena sudah meredakan sakit di wajah Emilia”
“Tidak masalah. Biar kutebak…Misha yang melakukannya, benar kan?”
Emilia terkejut, “Kenapa Mark-sama…”
“Karena gosip dia dikeluarkan langsung menyebar cepat di lorong koridor tiap kelas saat aku menuju ke sini”
“Tapi abaikan itu. Jangan memikirkan hal seperti itu. Dia pantas mendapatkannya. Rexa sudah memberitaumu kan, Emilia? Kalau aku dan kakak baru saja dari rumahnya”
“......” Emilia terdiam
“Abaikan masalah itu mulai sekarang. Dari sini, masalah utama Divisi Dewan Sihir akan dimulai”
“Baik, Mark-sama”
Algeria, selaku ketua dari seleksi penerimaan kali ini memulai pidatonya.
“Selamat datang kepada semua peserta yang telah berhasil lulus dalam tahap seleksi ujian masuk Akademi Sekolah Sihir tahun ini”
“Kami selaku anggota Divisi Dewan Sihir menyambut kalian dengan baik. Selama 6 tahun kalian akan menempuh masa pendidikan untuk meningkatkan memampuan sihir kalian”
“Selain itu, akan ada masa kerja bagi para peserta yang terpilih untuk menjadi anggota Dewan Sihir sejak pertama kali masuk”
Beberapa pidato penting disampaikan kepada semuanya di lobi tersebut. Mulai dari kewajiban untuk tinggal di asrama, pelajaran sihir dan hal-hal mendasar lainnya.
Lalu, tibalah hal yang dimaksud oleh pembukaan pertama.
“Aku akan memanggil para peserta terpilih untuk maju. Mereka adalah para calon anggota divisi yang dipilih berdasarkan nilai ujian di masing-masing pos”
Saat Algeria memanggil nama peserta, Ryou terkejut dengan nama yang dipanggil oleh gadis naga itu setelahnya.
“Selanjutnya, Luna Light”
“Hah?!”
Sang kakak melihat adiknya, “Ryou, itu kan…”
“Gadis kucing yang ada di ruang ujianku. Dia terpilih menjadi anggota divisi rupanya”
“Dia pasti hebat. Di kerumunan orang sebanyak ini, jika bertemu dengannya…Ryou harus mengenalkannya padaku ya” kata sang kakak
“Terserah saja”
Algeria masih belum selesai dengan daftarnya. Dia membacakan beberapa nama sebelum akhirnya sampai di daftar lainnya.
“Piero Michael Viin”
“Piero?!” Ryou kembali terkejut
Algeria membacakan nama-nama lain. Selagi pengumuman dibacakan, cukup mengejutkan bawa sebuah komentar yang keluar dari mulut Kaito.
“Kenalanmu lumayan hebat ya”
“Aku tidak percaya dia juga. Aku akan bertemu dengannya nanti dan–”
“Selanjutnya, daftar dari peserta yang dipilih khusus oleh anggota Dewan Sihir” kata Algeria
Ada nama-nama yang sangat tidak asing untuk mereka dan semua itu di luar dugaan. Algeria sendiri ragu saat ingin membacakannya. Dia melihat ke arah Lucas.
Ekspresi Lucas saat itu langsung berubah serius dan mengangguk, sebagai tanda bahwa Algeria harus meneruskannya.
“Berikut nama-nama yang dipilih oleh kami secara langsung”
“Yuki Ryou, Yuki Kino, Kaito…”
“Eh?!” ketiga remaja dunia lain itu secara bersama-sama langsung berteriak. Mereka bahkan menarik perhatian orang-orang di sebelahnya.
“Kita…terpilih?” Kino tidak percaya
“Ini pasti ulah gadis kecil menyebalkan itu! Aku kira dia bohong saat mengatakan bahwa dia akan memilih kita!” gerutu Ryou
“Ini di luar dugaan” Kaito juga kehabisan kata-kata
Lalu, nama-nama lain keluar.
“Galaktika, Vares, Rayel, Virgo, kemudian…”
Betapa syoknya ketiga remaja dunia lain itu. Bahkan Xenon dan si kembar juga tidak menyangka akan mendengar hal tersebut di hari upacara.
Para anggota Rebellenarmee yang terpilih mulai terlihat serius.
******