Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 384. Langkah Selanjutnya



“Xenon-san, bukankah itu artinya kamu masih peduli pada kakakmu?”


“......!!” Xenon langsung terdiam


“Aku benar, kan? Xenon-san masih peduli padanya, kan?”


Xenon tidak menjawab ataupun mengatakan apa yang baru saja dia pikirkan kepada ketiganya. Tentu saja di hati kecilnya, dia begitu peduli pada sang kakak. Namun dia sendiri juga tidak ingin membuat Rexa kerepotan karena statusnya di mata para bangsawan.


Xenon hanya diam sehingga Kino tersenyum karena mendapat jawabannya.


“Ternyata aku benar. Xenon-san masih begitu perhatian pada Rexa-san. Itu hal yang baik, jangan khawatir”


“......”


Ryou berkata padanya, “Xenon, aku tau kau tidak akan sedingin itu”


“Apa maksudnya?”


“Meskipun sikapmu itu menyebalkan dan dingin di hadapan orang yang kau sebut bangsawan, tapi jiwamu yang menjunjung tinggi nilai-nilai murni dalam Dewan Sihir tidak akan membuatmu berubah”


Xenon bingung dengan maksud Ryou, “Gunakan bahasa yang jelas”


“Intinya kau orang baik. Itu saja”


“Oh. Terima kasih. Aku tau aku baik” jawab Xenon dengan wajah datarnya


Berkat Ryou yang tidak bisa memuji seseorang dengan baik, keadaan kembali semula.


“Abaikan soal masa laluku. Ini adalah aku yang sekarang dan kalian bertiga tau itu. Sekarang, kembali ke informasi yang kalian dapatkan. Apa ada hal lain lagi selain itu semua?” tanya Xenon


“Tidak ada. Setidaknya itu sudah semua”


“Begitu. Kali ini aku yang ingin mengatakan sesuatu. Aku minta maaf pada kalian”


“Kenapa?”


“Aku menceritakan sedikit soal hubunganku dengan kalian kepada si kembar”


Sedikit terkejut dengan pengakuan Xenon, tapi ketiganya sudah memaklumi hal tersebut.


“Cepat atau lambat pasti akan ketauan juga, Xenon-san. Tidak masalah selama tujuan kami yang sebenarnya masih belum diketahui”


“Aku hanya mengatakan bahwa hubunganku dengan kalian adalah rekan kerjasama dalam menyelesaikan kasus dan sejak para Rebellenarmee itu menyusup maka semua pasti akan diinformasikan oleh para kapten” jelas Xenon


“Yah, kalau mereka tau kami adalah penjelajah dari dunia lain juga tidak masalah. Pada akhirnya kami memang seperti itu kan?” respon Ryou terhadap alasan Xenon


Kaito melihat jam saku miliknya, “Jam 02.20 ya”


“Kenapa?” tanya Xenon


“Tidak, aku hanya berpikir bahwa dengan waktu yang tidak bergerak sedikitpun di sini membuatku bisa mengatakan banyak hal pada kalian”


“Kaito-san…”


“Aku belum menceritakan semua ingatan yang sudah aku dapatkan sebelumnya dan aku ingin Xenon juga mendengarnya”


Mereka sedikit terkejut. Memang benar Kaito masih belum mengatakan detail ingatannya itu saat dirinya sudah menemukannya.


Sekarang, Kaito yang bercerita mengenai kenangan masa kecilnya. Dia bercerita bahwa kedua orang tuanya sudah diingat olehnya. Wajah, nama, suara dan seperti apa kehangatan mereka, dia sudah bisa mengingat semua itu.


“Meski hanya sebagian, tapi ingatan kali ini benar-benar berbeda dan terasa begitu lama” lanjutnya


Xenon terdiam sejenak dan ingat sesuatu, “Kaito, saat dirimu menemukan permata di tempatku, aku ingat kau memanggil nama Adler Klaue. Apakah ingatan kali ini juga ada hubungannya dengan sosok itu?”


“Ada”


Ryou terlihat antusias, “Benarkah?!”


“Kaito-san sudah mengingat siapa Adler Klaue?”


Ekspresi Kaito terlihat sedikit sendu dan ragu.


“Sejujurnya aku masih belum sepenuhnya tau sejauh apa hubunganku dengan Adler Klaue. Tapi dia adalah orang yang dekat dengan kedua orang tuaku”


“Bahkan saat aku masih kecil dulu, dia tinggal di rumahku dan membantu orang tuaku berdagang”


“Orang tuamu…seorang pedagang rupanya” kata Ryou memberi respon


“Eh?!” ketiga orang itu terkejut


“Dalam ingatanku, desaku diserang oleh monster dan mengalami kerusakan” jelas Kaito


“Penyerangan?!”


“Desamu diserang oleh monster, Kaito?”


“Apa yang terjadi, Kaito-san?! Apakah Adler-san saat itu baik-baik saja?”


Kaito menceritakan soal penyerangan yang terjadi di desanya. Namun, setelah itu bagian ambigu yang masih jadi misteri adalah kondisi Adler setelah mengalahkan para monster dan bagaimana dia bisa mengalahkannya.


“Begitu. Jadi sampai di sana ingatanmu berakhir” ucap Xenon


“Aku berharap Adler Klaue masih hidup saat ini. Bagaimanapun juga itu baru ingatan masa kecilku”


Xenon kembali bertanya, “Berapa banyak ingatan yang terlempar ke ‘dunia’ lain?”


“Aku tidak tau” Kaito kembali melanjutkan kalimatnya, “Sebelum bertemu dengan Kino dan Ryou aku hanya menemukan satu di tiap ‘dunia’. Kemudian setelah bertemu dengan mereka, aku pernah menemukan dua kepingan di ‘dunia’ yang sama. Atau mungkin hampir mirip”


“Di ‘dunia’ penuh sihir ini aku sudah menemukan dua kepingan. Namun karena jam saku milikku dan kepingan ingatanku tidak mengantarkan kami ke tempat lain jadi…”


“Masih ada permata lain di sini” Xenon menebak. Tapi itu bukan tebakan, itu adalah hal yang sudah diketahui olehnya sejak pertama mendengar penjelasan Kaito di malam itu.


Kaito menepuk tangannya sendiri sebanyak dua kali untuk mengakhiri ceritanya.


“Baiklah, selesai dengan milikku. Xenon, sekarang soal ruang rahasia yang kami temukan. Jika benar itu Artifact, apakah kita tidak bisa melakukan sesuatu dengan itu?”


Xenon bingung mendengar pertanyaan itu, “Maksudnya?”


“Benda itu adalah benda berbahaya yang diincar Virgo dan lainnya. Jika sampai ruang rahasia itu ditemukan…bisa terjadi hal yang gawat”


“Tapi bukankah kalian sendiri yang bilang tempat itu tidak mungkin bisa ditemukan dengan mudah?” Xenon jadi bingung sekarang


“Kami memang bilang tapi untuk berjaga-jaga, kita harus mengetahui benda apa itu”


Kino ikut bicara, “Kaito-san benar, Xenon-san. Ruang rahasia memang belum diketahui siapapun sampai sekarang, setidaknya itulah yang kami pikir. Tapi aku ragu kalau memang tidak ada yang tau”


“Dewan Sekolah dan Dewan Sihir adalah sekumpulan orang-orang yang memiliki pengetahuan sihir yang luas. Mustahil tidak bisa dideteksi oleh sihir”


“Tempat ini adalah dunia dengan sihir, sejak kami sudah menemukannya…bukan hal yang mustahil bagi yang lain untuk masuk ke sana dengan tidak sengaja”


Itu masuk akal, mengingat mereka bertiga saja bisa masuk ke sana karena tidak sengaja. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini dan hal terbaiknya adalah semua itu seperti sudah diatur.


Tampaknya soal ruangan sihir tersebut membuat Xenon terpaksa berpikir ulang untuk melaporkan semua itu pada Dewan Sihir lainnya.


“Aku tarik ucapanku. Aku akan merahasiakan semua ini untukku sendiri. Aku ingin pergi ke sana saat kalian sudah ada di sini besok. Setelah aku melihatnya sendiri, aku akan memikirkan kembali untuk melaporkannya atau tidak”


“Aku juga akan mencari tau nama-nama Artifact lain selain dua yang sudah aku ketahui untuk membantu penyelidikan kita”


“Motif Rebellenarmee tetap benda itu dan nyawa target mereka. Kita harus bisa hati-hati sejak mereka bisa bergerak bebas dan punya otoritas tinggi karena menjadi anggota divisi”


“Bagaimana? Itu bukan ide buruk, benar kan?”


Kaito dan kedua kakak beradik itu akhirnya mengangguk setuju. Setidaknya, satu rencana sudah dibuat yaitu pergi bersama Xenon menuju ruang rahasia.


******


Di kediaman Midford saat ini, kepulangan Misha disambut isak tangis sang ibu yang kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Rexa dan pihak akademi.


“Tidak bisa dimaafkan! Rexa sudah melukai harga diri Midford!”


Kemudian, Countess Midford melihat ke arah sang suami.


“Suamiku, aku tidak mau tau! Bereskan semua ini dan jangan sampai nama kita buruk akibat anak tidak tau diri itu!”


“Dia sudah melukai putri kita dan mempermalukannya di depan umum! Aku tidak akan memaafkannya!”


“Sekalipun pertunangan ini masih dilanjutkan dan Vexia-sama memohon sujud untuk melanjutkannya, aku tidak akan memaafkannya sampai Rexa yang memohon kepadaku dan juga putriku!”


Mungkin sifat Misha menurun dari sang ibu yang egois dan berpikiran terlalu tinggi, menganggap dia terpenting dan tidak sadar diri.


Earl Midford terdiam dengan ekspresi serius. Seperti memiliki sebuah hal buruk yang direncanakan, mata tajam itu adalah isyarat tidak baik untuk esok hari.


******