Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 316. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 8



Mata merah Mark menyalah dan seluruh serangan sihir yang mengarah padanya langsung menghilang karena sebuah sihir yang telah diaktifkannya.


[Magic Jammer]


Semuanya lenyap termasuk segel sihir yang mencoba mengurungnya. Mark dengan santainya mulai berjalan perlahan.


“Waktunya serius sekarang, anak-anak. Kita lihat kalian bisa membuatku sedikit melakukan pemanasan atau akan membuatku langsung melempar kalian keluar”


Wajah terkejut milik peserta tersebut ditampilkan, namun ekspresi milik mereka hampir tidak berubah jauh. Mereka cukup tenang.


Kaito memperhatikan baik-baik arena di depan.


Tidak lama setelah itu, Virgo bertanya padanya.


“Kau tidak merasakan sesuatu yang aneh, Kaito?”


“Aku merasakan sesuatu, tapi aku tidak yakin. Arena masih dikelilingi oleh sesuatu. Aku rasa itu adalah sihir. Tapi, bukankah sihir yang barusan sudah menghilangkan efek lingkaran sihir ketiga peserta itu?”


“Kau juga berpikir begitu ya. Aku kira hanya aku yang memikirkan hal itu. Tapi, tampaknya tidak secepat itu”


Tidak lama setelah Virgo menganalisa keadaan, dia melihat sebuah cahaya muncul kembali dari lantai.


“Kaito…itu” Virgo menunjuk cahaya yang ada di arena


“Cahaya? Mungkinkah sihirnya masih–”


Sebelum Kaito selesai dengan kalimatnya, dia melihat Mark berhenti.


Mark yang ada di dalam arena menghentikan langkahnya dan melihat ke bawah.


“Lingkaran sihirnya masih ada rupanya”


Kedua peserta lain memanfaatkan hal tersebut untuk menyerangnya kembali, sedangkan peserta yang mengaktifkan lingkaran sihir tersebut mulai memperkuat sihirnya kembali.


[Seal of Wickedness]


Sihir itu kembali muncul dan Mark lagi-lagi harus berhadapan dengan makhluk hitam yang menyerupai bayangan.


“Lingkaran sihir ini tidak bisa hilang dengan mudah walaupun penguji menggunakan [Magic Jammer] sekalipun. Itu karena sihir ini masuk dalam jenis sihir [Owner’s Seal]”


“Hmm, aku hampir lupa kalau [Owner’s Seal] itu masih sering dipakai. Aku kira sudah menghilang dari peradaban” gumam Mark santai


Kaito yang melihat bertanya pada Virgo.


“Apa itu [Owner’s Seal]? Apa kau tau tentang sihir itu?”


“Itu sihir penyegel yang dibuat dengan syarat tertentu. Biasanya dengan kontrak darah, tapi ada juga faktor lainnya. Ada beberapa kategorinya”


“Kategori?”


Virgo menjelaskan semua yang dia tau.


“Benar. Ada yang disebut sihir penyegel untuk menghilangkan kutukan bernama [Hieratic Seal of Banishmen], sihir penyegel untuk menciptakan bernama [Hieratic Seal of Creation], sihir penyegel untuk membalikkan sihir lawan bernama [Hieratic Seal of Reflection], sihir penyegel untuk menelan lawan bernama [Seal of Wickedness] dan…”


“Apa lagi?” tanya Kaito


“Ada satu sihir penyegel terkuat yang melenyapkan [Owner’s Seal] lain bernama [Cursed Seal of  the Forbidden Spell]”


“Tapi, sihir penyegel yang masuk dalam kategori [Owner’s Seal] di zaman sekarang itu hampir tidak pernah dipakai karena mirip dengan sihir lain yang lebih kuat”


“Selain itu, pembuatan sihir tersebut juga membutuhkan latihan yang tidak main-main”


“Namun, jika kau menggunakan sihir penyegel jenis [Owner’s Seal] dan lawan tidak memiliki jenis sihir penyegel yang sama, maka kau akan diuntungkan seperti pertarungan di hadapan kita”


“Karena sihir penyegelan jenis ini tidak bisa hilang dengan sihir lain kecuali dengan sesama sihir penyegel [Owner’s Seal]”


Satu kata dalam diri Kaito sekarang.


‘Aku benci dunia sihir dan teori yang mereka miliki. Tidak bisakah permata ingatanku itu muncul di hutan atau reruntuhan tua saja tanpa ada konflik panjang yang tidak aku pahami ini’


‘Semakin aku mengenal sihir, semakin pusing aku dibuatnya. Xenon mungkin belum menjelaskan semua ini agar kami bertiga tidak syok. Tapi, sekarang aku sudah sangat syok dibuatnya’


Wajah Kaito benar-benar mendeskripsikan tragedi ini.


“Kau kenapa, Kaito? Mendadak diam seperti itu?”


“Aku berpikir, aku sudah muak dengan sihir. Penjelasanmu itu sudah membuatku sangat…terkejut”


“Itu hal biasa untuk semua orang. Memang kau bukan seorang pengguna sihir?”


“Awalnya hanya seorang pengguna pedang biasa. Baru dua hari terakhir aku belajar sihir”


“Apa?!” Virgo terkejut


“Kenapa terkejut begitu?”


Virgo tidak bisa berkata apapun kecuali bergumam dalam hatinya.


‘Sial! Ternyata dia hanya seorang amatir! Pantas saja dia terus bertanya mengenai sihir dan semuanya. Penilaianku salah!’


‘Bisa-bisanya aku melihat dia sebagai sosok yang kuat saat pertama kali membentuk tim bersamanya?’


‘Kalau begini, bisa-bisa rencanaku untuk lulus dan masuk demi membunuh Mark Vermillion serta target utama akan gagal!’


Kaito sudah melihat ekspresi Virgo yang seperti kecewa dan menyesal.


“Baru menyesal sekarang, mengajakku menjadi tim?” tanya Kaito tanpa ekspresi


“Begitu. Tapi kalau mau kecewa, tidak masalah juga. Pada akhirnya, di sini belum tentu kita akan menang juga. Lagipula, aku akan memberimu sedikit informasi. Di sebelah sana adalah satu-satunya peserta yang belum mendapatkan tim. Kurasa kita hanya bisa membuat tim bersamanya”


Virgo menengok sosok yang ditinggalkan oleh ketiga peserta yang telah pertama masuk ke arena.


Sosok ras naga yang terlihat pemalu. Dia perempuan yang sangat pendiam, bahkan tidak berani mendekati kedua orang yang melihatnya.


“Kita…mengajak dia jadi satu tim?” tanya Virgo seakan tidak percaya


“Memang siapa lagi? Minimal anggota 3 orang, jelas disebutkan tadi. Jadi ketika di depan itu selesai, kita akan langsung maju bersama dengan dia”


Sekarang Virgo semakin dibuat kecewa, ‘Habis sudah rencanaku. Aku tidak boleh gagal karena dua orang bodoh ini!’


Pertarungan di arena masih berlangsung.


Sekarang, Mark yang kembali bertemu tamu tak diundangnya masih harus menghindari serangan bayangan hitam yang menganggapnya orang jahat.


“Aku ini anak baik-baik yang tidak pernah membunuh kalau bukan karena tugas. Kenapa mereka seperti ingin sekali menenggelamkanku? Aku salah apa?”


Mark masih bisa berkomentar santai seperti tidak berdosa. Tapi kalau dipikir dia memang tidak berdosa di sini.


Kembali ke pertarungan.


Ketiga peserta tersebut terus memberikan serangan pada sang penguji.


“[Ice Lance]”


“[Fire Ball]”


Mark menghindari semuanya dengan sihirnya. Atau lebih tepatnya, dia melenyapkan sihirnya.


[Magic Jammer]


Tentu saja saat sihir tersebut aktif, lingkaran sihir penyegelnya hilang. Namun, tidak lama setelah itu akan kembali muncul.


“Merepotkan sekali” gumamnya pelan


“Ahahaha! Penguji hanya bisa keluar dari sana jika mau mengaku kalah! Menyerahlah!”


“……”


“Bagaimana rasanya berada di sihir penyegel yang merepotkan seperti [Owner’s Seal], penguji? Menyerahlah!”


Mata merah Mark menyala dan terlihat sesuatu akan dilakukan olehnya.


“Kalian sepertinya sudah sangat salah menilaiku. Aku juga tau bahwa [Owner’s Seal] hanya bisa dilenyapkan dengan sesame [Owner’s Seal]. Memangnya siapa yang mengatakan bahwa aku tidak punya sihir tersebut?”


“Apa?!”


Semua orang terkejut termasuk Virgo yang menjadi salah satu orang yang yakin bahwa Mark tidak memiliki sihir jenis tersebut.


“Biar aku tunjukkan seperti apa sihirnya”


Mark tidak membutuhkan banyak waktu. Setelah menghindari serangan dari bayangan hitam yang berusaha menangkap dan menelannya, dia mengeluarkan sihirnya.


[Cursed Seal of  the Forbidden Spell]


Sebuah lingkaran segel sihir yang muncul dari bawah mulai mengelilingi seluruh arena.


Lingkaran sihir beserta bayangan hitam yang menyerang Mark mulai hilang. Bersamaan dengan itu, sebuah bayangan makhluk besar muncul.


Mark dengan santai berjalan mendekati ketiga peserta.


“Namanya Hieratic Sealmaster. Dia adalah makhluk yang sejenis dengan bayangan hitam milikmu itu"


"Namun perbedaannya, Hieratic Sealmaster ini bisa melenyapkan semua kemampuan dari segel [Owner’s Seal]. Dengan kata lain, sihir penyegelmu itu akan menghilang selamanya”


Keadaan berbalik. Yang seperti ini adalah sebuah hal yang mustahil karena penguji tersebut sama sekali tidak mau mengalah.


“Jadi, aku yang akan bertanya padamu kali ini. Mau menyerah sekarang dan mencoba tahun depan atau kehilangan [Owner’s Seal] milikmu sekarang?”


Benar-benar tidak punya niat mau meluluskan peserta ujian, Mark serius ingin membuat mereka bertiga tidak bisa memilih pilihan selain mengaku kalah.


Tidak banyak hal yang terjadi karena sang penguji sendiri sudah tidak berminat dengan ketiga peserta yang dilawannya.


Yang dia ingin lawan adalah dua orang yang masuk dalam daftar kosong.


Saat ketiganya keluar dari arena, Mark menatap tim terakhir.


“Kalian…masuk ke dalam dan kita selesaikan ini dengan cepat”


Kaito langsung masuk berjalan menuju arena, meskipun dia sempat dihalangi oleh Virgo yang berdiri di depannya saat ini.


“Tunggu sebentar, Kaito! Kau ingat yang aku katakan soal kemungkinan kita berhasil, kan?”


“Ingat, tapi kita juga harus melakukannya. Sejak di dalam ruangan ini hanya ada kita bertiga dengan anak perempuan itu” Kaito melihat ke belakang dan memanggil anak itu, “Kau yang di sana!”


“I–iya!!”


“Cepat kemari dan kita selesaikan ini dengan cepat”


“E–eh?!”


Gadis naga itu justru membuat cerita di bab ini berakhir dengan ekspresi terkejutnya.


******