Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 379. Pilihan yang Kami Ambil adalah yang Terbaik



“Sekarang, kalian bisa memilih ingin masuk ke dalam divisi mana dari keempatnya”


Xenon dan si kembar cukup terkejut dengan hasil ini. Xenon bahkan berkata dalam hatinya.


‘Aku tau kalau mereka mencolok dan semua sudah tau siapa Kino dan lainnya’


‘Kalau hanya Emily-sama, aku sudah tau sejak mereka menceritakannya padaku’


‘Tapi berpikir bahwa Mark-sama dan Lucas-sama bahkan memilih mereka juga cukup…membuatku terkejut’


Emily terlihat senang, bahkan dia menghampiri Kino dan memeluk tangannya.


“Kyaa~Kino masuk ke tempat Emily saja ya! Emily akan memperlakukan Kino dengan baik!”


Kino tidak bisa berpikir jernih dan melihat ke arah Ryou dan Kaito.


“Apakah kami boleh…berpikir sebentar?”


“Tentu” jawab Lucas


Emily melepaskan tangan Kino dan membiarkannya berunding dengan yang lain.


“Kita sudah sepakat, kan?” bisik Kino


Sambil melirik, Ryou berkata dengan pelan, “Tapi tampaknya yang bisa dipilih hanya mereka”


“Lucas Xelhanien memang hanya mengatakan bisa memilih ingin masuk ke dalam divisi mana dari keempatnya. Tapi kata ingin masuk di konteks kalimat itu artinya kebebasan untuk kita” kata Kaito


“Jadi?”


“Jadi kita juga diberikan kebebasan untuk memilih. Percaya padaku”


Ryou melihat sang kakak dan tampaknya mereka memang sudah memiliki pilihan sejak awal.


“Aku mengerti. Tidak ada dari kalian yang akan berubah pikiran kan?” tanya Kino memastikan


“Tidak”


“Tidak ada. Lagipula kita juga memiliki masalah serius di sini” ujar Kaito


Kino mengangguk dan bicara pada Lucas.


“Aku, adikku dan temanku sudah berunding. Kami ingin memastikan bahwa kami boleh memilih…”


“Tentu” jawab Lucas


Namun sepertinya kalimat Kino belum selesai.


“Untuk masuk ke divisi lain selain keempat tersebut”


“Eh!!” Emily langsung berteriak dan menghampiri Kino, “Kenapa? Kino masuk ke tempat Emily ya?”


Kino tersenyum, “Maafkan aku, Emily-san. Sebelumnya kami bertiga sudah berpikir untuk masuk ke divisi pilihan kami jika berhasil lulus dalam ujian”


“Itu sudah kami rundingkan baik-baik sebelum mengikuti ujian ini” tambah Ryou


“Dan kami memastikan bahwa tidak ada dari kami yang akan berubah pikiran. Karena itu kami berunding kembali” lanjut Kaito


Akhirnya Lucas membebaskan pilihan kepada mereka, “Baiklah. Kalau begitu apa pilihan kalian?”


“Kami ingin masuk ke Divisi Eksekutor”


“......!” Xenon terkejut


Bukan hanya Xenon, Jessie dan Jene lalu Rexa sendiri juga cukup terkejut. Wajar bagi Rexa untuk kaget karena dia tidak mengenal ketiganya lebih jauh, namun untuk Xenon, hal tersebut seperti sebuah kejutan.


‘Kenapa mereka memilih divisi–...!!’


Terlintas di pikiran Xenon ingatan saat dirinya meminta mereka untuk memikirkan kembali untuk bergabung dengannya. Xenon tersenyum lembut.


“Aku tidak menyangka mereka akan benar-benar memikirkan hal itu” gumamnya pelan


Jessie sempat melihat hal itu dan bingung, “Xenon?”


Namun dia tidak berkata lebih karena dia tau bahwa hati Xenon sedang dipenuhi rasa bahagia.


Sekilas, Rexa melihat ketiganya, kemudian dia melihat wajah Xenon dari jarak yang cukup jauh.


‘Xenon…tersenyum?’ pikirnya


Melihat wajah sang adik tersenyum, Rexa baru ingat seperti apa pertemuan dan hubungan ketiga orang itu dengan Xenon.


Tanpa ragu, Rexa menghampiri Lucas, “Aku ambil mereka. Tidak peduli alasannya, mereka sampai diakui olehmu dan Mark yang artinya mereka sangat berpotensi”


Rexa juga melihat ke arah Emily karena ingat gadis itu pernah memperingatkannya untuk tidak mengambil Kino, “Emily, aku mau menerima ketiganya. Tidak masalah, kan?”


Sambil memutar-mutar jari telunjuknya, gadis kecil itu berkata dengan bibir cemberut.


“Itu…”


“Kyaaa~Emily bisa sering bertemu Kino!”


Kino hanya bisa tersenyum bingung. Sekarang, pokok utamanya di sini. Keempat anggota Rebellenarmee tampaknya sedikit syok dengan prestasi Kaito dan kedua kayak beradik itu.


‘Mereka bisa menarik perhatian Mark Vermillion dan Lucas Xelhanien?’ pikir Rayel


‘Kaito…sudah kuduga kalau dia harus bergabung dengan kami’ pikir Virgo dengan wajah antusias. Hanya dia yang masih belum menyerah soal Kaito.


Di sisi lain, Vares lebih curiga dan khawatir tentang ketiganya sekarang.


‘Siapa mereka dan apa alasan mereka bergabung? Pemuda bernama Ryou itu terlihat cukup dekat dengan Xenon van Houdsen saat ujian’


‘Tapi dua orang lainnya…mungkinkah mereka mengetahui sesuatu?’


Vares juga baru menyadari bahwa ada kemungkinan Ryou membocorkan apa yang terjadi di antara mereka berdua setelah ujian kemarin. Ekspresi matanya begitu tajam dan muluknya berdecak pelan.


‘Cih, dia dan dua orang temannya harus dienyahkan! Berpikir bahwa Virgo ingin memanfaatkannya itu adalah sebuah kesalahan’


Berbeda dengan ketiganya, Galaktika benar-benar telah sepenuhnya berpihak pada Lucas sekarang. Tentu saja dilakukan secara diam-diam.


‘Lucas-sama benar-benar melakukan hal ini untuk kami? Aku tidak tau bahwa dia akan serius dengan semua ini’


‘Vares dan yang lainnya mungkin akan menggunakan semua kesempatan ini untuk mendekati Lucas-sama tau Xenon van Houdsen demi membunuhnya sesuai permintaan Lady’


‘Apalagi setelah aku mendengar bahwa Lady telah mengalami hal yang paling mengerikan siang ini…Earl mungkin tidak akan tinggal diam’


‘Dengan aku berada di pihak Lucas-sama sekarang, sebisa mungkin aku harus menahan mereka agar tidak mencoba melawan’


Galaktika dan yang lain dilihat oleh Lucas dan kali ini giliran mereka yang berada di posisi yang sama seperti ketiga orang sebelum mereka.


“Aku ingin mengatakan bahwa kalian menarik perhatianku, karena itu aku memilih kalian berempat”


“Tidakkah kalian ingin masuk ke dalam divisiku?”


Tanpa ragu, tentu saja Galaktika menjawab. “Kami bersedia”


Sontak hal tersebut membuat ketiga temannya terkejut dan mau tak mau menuruti keinginannya.


Bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya, namun hal itu bisa menunggu nanti setelah para Rebellenarmee selesai.


Dengan begitu, mereka telah memilih pilihan masing-masing.


Ignis Levia yang menjadi orang terakhir yang dilirik akhirnya masuk ke dalam divisi milik Mark karena hanya Mark yang mengakui kekuatan sihir [Skill Successor] milik ras-nya.


Ketika yang lain telah keluar setelah instruksi untuk membawa yang lain ke asrama, Xenon dan si kembar yang ada di belakangnya menghampiri Kaito dan kedua kakak beradik itu.


“Tunggu!” Xenon memanggil mereka


Ketiga remaja dari dunia lain itu menengok dan berhenti sejenak.


“Xenon-san…”


“Kalian bertiga…aku…”


Sebelum Xenon mengatakan kalimatnya, Ryou tersenyum padanya.


“Kami masih harus belajar darimu, Xenon-sensei”


“Ryou…” Xenon terlihat bingung harus menjawab apa


Kaito tersenyum sambil berkata, “Kami sudah memutuskannya dan pilihan yang kami ambil adalah pilihan terbaik”


“Bagaimanapun juga, kami berhutang banyak padamu dan masih banyak hal yang harus kami pelajari darimu, Xenon”


“Mulai sekarang, mohon kerjasamanya Xenon-san”


Satu-satunya respon yang diberikan Xenon adalah senyuman dengan Jessie dan Jene yang juga terlihat bahagia.


Dari kejauhan, Rexa yang hampir sampai di pintu keluar melihat ke belakang.


‘Syukurlah aku bisa melihat senyuman itu lagi’


Lucas berbisik, “Apa kamu puas dengan keputusanmu menerima mereka?”


“Puas. Aku puas sekali. Aku tau mereka memiliki hubungan yang begitu baik dengan Xenon dan aku yakin semua akan baik-baik saja”


“Jangan khawatir, aku dan Mark juga akan melindungi mereka”


“Terima kasih”


Keduanya keluar dari ruangan tersebut meninggalkan keenamnya.


******