
Tampaknya kuat alasan untuk Ryou kesal dengan Xenon sekarang.
“Diam kau, tuan muda. Aku benci kau dan isi dompetmu itu!”
“Hah?”
“Aku benci orang kaya yang mengatakan semua benda mahal dan bermerek itu murah! Hush, menjauh dariku”
“Ryou, kau ini bicara apa?”
“Kau ingin aku menjual semua organ dalamku pada pemilik toko ini, kan?! Mengakulah kau!”
Tampaknya Xenon mengerti sifat menyebalkan Ryou sekarang.
“Kau itu tuli atau apa? Friday, coba ulangi kalimat yang terakhir kau ucapkan tadi padanya lagi”
Friday tersenyum dan mengulanginya sekali lagi, “Xenon ingin membeli tiga buah, jadi aku memberikan harga diskon menjadi 1.500.000 Penny Libra untuk ketiga item ini”
“Lihat! Dengar itu kan?! Pemilik toko jelas bilang kalau Xenon ingin…eh, apa tadi kau bilang?”
“Xenon ingin membeli tiga buah, jadi aku memberikan harga diskon menjadi 1.500.000 Penny Libra untuk ketiga item ini” Friday mengulanginya kembali
“Xenon yang…” Ryou melihat ke arah Xenon yang sedang menyilangkan kedua tangannya di dada
“Pendengaranmu sudah kembali lagi? Jadi mau dijual berapa ginjalmu itu padaku, Ryou?”
Ryou mendekati Xenon dan langsung bersikap manis seperti anak kucing yang merayu tuannya.
“Xenon-sensei, kau manis sekali seperti aroma dompetmu yang banyak duitnya. Ehehe~kau benar-benar mau membeli semua itu untuk kami? Dermawan sekali hatimu ini. Sensei yang terbaik, ehehehe~”
“……” Xenon dan yang lain menatap Ryou dengan tatapan aneh
Sang kakak bahkan hanya bisa menutupi wajahnya dan berdoa pada Dewa.
‘Kami-sama, tolong aku! Aku malu sekali sekarang’
Xenon sudah tidak mau menerima suap berupa pujian dan langsung menyingkir dari Ryou yang terlihat seperti ular haus uang.
“Kau menjauh dariku! Friday, aku beli semuanya. Aku urus menggunakan kartuku”
“Baiklah, silahkan lewat sini”
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya tas serbaguna yang dianggap ‘murah’ dan ‘biasa-biasa saja’ itu resmi dibeli oleh Xenon.
“Terima kasih banyak. Apa ada lagi yang ingin dibeli, Xenon?”
“Tidak ada, untuk sekarang. Terima kasih telah memberikan barang bagus ini padaku, Friday”
“Tidak masalah”
Xenon membawa barang yang baru dibelinya dan keluar dari toko tersebut bersama dengan ketiga remaja dari dunia lain tersebut.
Mereka berjalan cepat dan Xenon berpura-pura tidak kenal dengan remaja yang terus menempel padanya dengan mata berbentuk uang itu.
“Sensei jenius sekali, yang terbaik. Ehehehe~satu juta Penny Libra tidak ada nilainya, kau yang terbaik. Aku tau kau hebat. Panutanku! You’re the Best Forever, meskipun kita baru kenal 72 jam”
“Ryou, jangan menjadi penjilat ya”
“Aku jujur! Aku adalah orang paling jujur di sini! Setidaknya aku mengaku kalau aku merayumu agar kau mau membelikan benda mahal lagi untukku”
Kino langsung menarik tangan sang adik dan menasehatinya.
“Ryou, jangan bicara begitu pada Xenon-san! Itu tidak sopan sama sekali!”
“Aku harus bilang apa? Aku memujinya, kan?”
Xenon hanya menghela napas. Mereka melanjutkan pergi ke beberapa tempat sampai matahari tenggelam.
Sesampainya di tempat Xenon, hal pertama yang dilakukan sang pemilik tempat adalah menghela napas panjang.
“Haaa~”
“Xenon-san, aku minta maaf telah membuatmu harus mengeluarkan uang sebanyak ini demi kami”
Kino terlihat tidak enak sekali dan Kaito juga ikut minta maaf pada Xenon.
“Terima kasih banyak, Xenon dan aku juga minta maaf. Kau telah melakukan banyak hal”
“Tidak, kalian sudah membantuku mendapatkan informasi penting yang lebih mahal dari apapun. Hanya saja…” Xenon melirik Ryou
Ryou tidak menunjukkan wajah selain senyum sumringah karena senang.
“Ehehehe, barang mahal hasil traktiran memang yang terbaik. Aku suka barang traktiran yang bagus. Ehehehe~”
“Ryou…” Kino jadi malu dan tidak enak sendiri
“Aku sudah lelah mental. Aku mau buat sesuatu untuk kita makan. Kalian mandilah dulu bergantian. Pakaian kotornya masukkan saja ke mesin cuci, lalu keluarkan belanjaan termasuk pakaian yang ingin kalian pakai”
“Kami mengerti”
“Selain itu, nanti kita lanjutkan pembicaraan kita sebelum belanja ya”
Kino dan Kaito mengangguk. Xenon masuk ke kamar dan membuka seragamnya.
“Aku bisa gila kalau punya murid seperti Ryou lagi. Untung saja aku membawa semua uangku”
Saat Xenon ingin melepaskan brosnya, dia ingat wajah Rexa yang sempat diabaikannya saat baru saja keluar dari ruangan Algeria.
Xenon juga mengingat semua kalimat yang dikatakan oleh Misha saat dirinya hendak keluar dari sekolah siang ini.
[Kehadiranmu di dekat Rexa-sama hanya akan menjatuhkan pandangan semua orang terhadap Rexa-sama]
Kalimat paling menusuk hatinya yang sampai saat ini masih menjadi duri dalam daging.
Sambil melihat bros tersebut, Xenon mengingat hari dimana dia memberikan dan itu adalah sebuah ingatan yang tidak begitu terlihat jelas untuk saat ini.
Hanya sebuah kalimat yang dikatakan Xenon pada sang kakak saat itu.
Xenon menggenggam bros tersebut sambil bergumam dalam hatinya.
‘Semua hal indah akan menjadi milikmu, Rexa-sama. Dan aku tidak akan menjadi aib untukmu. Semua demi kebahagiaanmu, Nii-sama’
Selesai melepas seragamnya dan hanya mengenakan celana panjang serta kaos santai, Xenon keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur. ‘
Malam itu, di tempat Xenon hanya ada dia dan keempat remaja dari dunia lain. Mereka makan bersama dan untuk sesaat, tidak ada hal yang dibicarakan selain hal-hal ringan yang terjadi selama mereka berbelanja.
******
Di asrama, Misha sedang kesal sendiri di kamar asramanya.
“Xenon sial! Sial! Sial! Sial!!!”
Dari sisi samping kamar Misha, beberapa murid mulai sedikit ketakutan karena suara keras tersebut.
“Misha-sama sepertinya marah kembali”
“Ini karena tadi siang dia bertemu Xenon-sama”
“Xenon-sama?! Bukankah dia adik Rexa-sama? Kenapa justru membenci orang yang akan menjadi adik iparnya nanti?”
“Xenon-sama bukan keturunan murni, ingat? Dia anak hasil selingkuhan”
“Tapi itu tidak merubah kenyataan bahwa Xenon-sama adalah adik Rexa-sama. Lagipula, Marquis van Houdsen sekarang telah memiliki dua istri dan salah satunya adalah ibunda Xenon-sama”
“Aku tidak mengerti orang-orang bangsawan dari keluarga pahlawan, tapi tampaknya Misha-sama sangat membenci Xenon-sama karena sesuatu”
“Tetap saja aneh”
Banyaknya rumor yang terdengar mengenai hal itu hingga sampai ke telinga tunangan Xenon yang letak kamarnya tidak jauh dari tempat Misha berada.
Salah seorang teman sekamar Jessie mencoba menenangkannya.
“Jessie-sama, abaikan Misha-sama. Jangan dengarkan Misha-sama. Xenon-sama adalah orang yang sangat baik dan semua orang tau itu. Terlepas dari mana asal dan statusnya”
“Aku tidak apa-apa. Terima kasih” Jessie mencoba untuk tersenyum
Dia menahan rasa sakit yang panjang hari ini.
‘Kenapa aku tidak bisa menyentuh dinding hati ini? Kenapa Xenon terus terkurung dalam masa lalu?’
‘Seandainya kejadian waktu itu tidak terjadi…Xenon dan Rexa-sama mungkin akan…’
Tanpa disadari, Jessie menangis. Teman sekamarnya mencoba menenangkannya sambil mengumpat tentang teriakan Misha yang dipikir telah menyinggung Jessie sebagai tunangan Xenon.
**
Di ruang rapat, Lucas bersama Emily, Rexa dan Mark masih ada dalam rapat penting. Emily mendengarkan penjelasan sang kakak dengan serius.
“Emily mengerti. Tapi…” Emily melihat ke arah Rexa, “Rexa-sama sudah memikirkan hal ini?”
“Sudah. Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak bisa menghargai adikku dan dengan mengetahui bahwa Earl juga yang ada di balik semua ini, hanya akan membuat keluargaku dalam masalah”
“Emily mengerti. Emily akan membantu penyelidikan Lucas dan Mark-sama untuk mengetahui hal tersembunyi di sana. Izinkan Emily memasang penyadap sihir untuk mendengar semuanya dari sini besok”
“Lakukanlah”
Setelah mendapatkan izin dari sang kakak, Emily langsung mengeluarkan sihirnya.
[Tearlaments Rein ‘O Heart]
Sebuah sihir yang dipasangkan kepada seseorang yang dilihatnya dari jarak dekat untuk mendengar dan mendeteksi kebohongan tiap perkataan yang dikatakan oleh lawan dari target yang terkena sihir ini.
Dengan begini, saat Lucas atau Rexa bicara dengan Earl Midford, Emily bisa mengetahui apakah Earl berbohong atau tidak.
“Selesai. Lucas, besok gunakan Orpheus pada kita semua agar Emily bisa memberitau kalian apakah mereka berbohong atau tidak”
“Aku mengerti”
Lucas lalu menghampiri Rexa yang tertunduk.
“Rexa, kamu hanya perlu peduli dengan urusanmu. Aku dan Mark hanya akan menjadi pendengar dan melakukan tugas kami sebagai Dewan Sihir”
“Tapi jika memang dibutuhkan dan kamu memerlukan bantuan kami berdua, kami akan tetap membantumu dengan nama pribadi. Karena itu, fokuslah pada urusanmu. Ini menyangkut hubunganmu dengan keluarga Earl”
“Ayahmu juga belum mengetahui hal ini dan mungkin akan berpengaruh pada kerajaan nantinya. Jadi sebaiknya, kamu persiapkan mentalmu dari sekarang”
Mendengar kalimat Lucas, Rexa hanya bisa mengangguk. Mark menepuk pundak Rexa dan berkata, “Jika sudah yakin dengan pilihanmu, jangan pernah menyesalinya setelah ini”
“Aku mengerti, Mark. Aku tidak akan menyesalinya”
Setelah itu, Rexa kembali ke kamarnya. Lucas masih menahan Mark dan Emily bersamanya.
“Aku masih memiliki satu informasi mengenai hal yang dikatakan oleh Galaktika soal Xenon”
“Apa itu? Apa kamu belum memberitau kami soal ini di rapat tadi sore?” tanya Mark serius
Lucas menggelengkan kepalanya, “Belum. Itu karena aku tidak ingin menyinggung Rexa lebih jauh. Dia mungkin akan mengamuk habis-habisan jika mengetahuinya”
“Jadi, soal apa itu”
“Soal pembunuhan Xenon yang direncanakan oleh Rebellenarmee. Itu adalah misi tambahan dan menurut Galaktika, itu semua adalah perintah Lady Midford, Misha Diana Midford”
-Deg
Mark dan Emily langsung membuka matanya lebar-lebar dengan wajah syok. Emily bahkan tersenyum sinis setelahnya.
“Ini lucu, berani juga Lady Midford meminta pembunuh dan pemberontak membunuh anggota divisi sekaligus orang yang menjadi perhatian Rexa-sama. Emily setuju sekali jika mereka membatalkan tunangannya”
Lucas melihat keduanya dengan serius.
“Aku harap tidak ada di antara kalian yang memberitau ini pada siapapun, termasuk Rexa. Sekalipun dia akan mengetahuinya nanti, selama dia tidak tau untuk saat ini, semua akan baik-baik saja”
******