Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 399. Malam Penuh Ketegangan bag. 5



Di tempat lain, di saat yang sama ketika Lucas merasakan adanya tekanan sihir yang besar, Diaz-Gemini merasakan sesuatu.


Ternyata bukan hanya Diaz-Gemini, Barbarossa dan Evergreen juga merasakan hal serupa


“Sihir area…”


“Tapi siapa yang menggunakan sihir area sampai sebesar ini?” tanya Evergreen dengan wajah cemas


“Diaz-Gemini, kau tau sesuatu?”


Ekspresi dingin terlihat dari sorot mata master setenah elf itu. Dia mulai berjalan dan melihat ke jendela. Dengan sihir aneh yang muncul, Diaz-Gemini seperti melafalkan sesuatu.


Tak lama, matanya mulai terbelalak.


Barbarossa dan Evergreen yang menunggu jawaban Diaz-Gemini merasa tegang.


“Ada apa? Jangan membuat kami takut”


“Apa yang terjadi, Diaz-Gemini? Kau sudah tau sesuatu?”


Diaz-Gemini berbalik dan berkata dengan nada kesal.


“Bocah sok kuat itu!!”


“Bocah sok kuat?” Barbarossa merasa bingung dengan kalimatnya


“Apa maksudmu dengan bocah sok kuat itu?”


“Ini adalah ulah salah satu dari anggota divisi dan dia adalah orang yang harus diwaspadai dalam rencana kita” kemudian, Diaz-Gemini bertanya pada Barbarossa, “Kau bilang 500 beastman sudah disebar ke seluruh wilayah timur ini. Benar begitu kan, Barbarossa?”


“Begitulah”


“Tapi sepertinya rencana itu terlalu gegabah karena kita gagal mengantisipasi hal ini”


“Apa maksudnya itu?” kali ini Barbarossa terlihat tidak senang dan ekspresinya terlihat marah. “Aku tidak terima dengan penjelasan setengah-setengah darimu. Katakan dengan jelas!”


“Mark Vermillion”


“Apa?!”


“Mark Vermillion menggunakan kekuatannya untuk membuat pelindung area dan tampaknya hanya tinggal masalah waktu sampai dia berhasil membantai semua orang yang kau suruh itu”


Ucapan itu terdengar begitu mengejutkan. Malam itu, mereka seperti mendapatkan hal buruk.


“Kita harus hentikan itu sekarang!”


Barbarossa terlihat begitu kesal dan terburu-buru. Namun, sangat disayangkan bahwa hal itu nyaris mustahil dilakukan. Dan tampaknya Diaz-Gemini tau itu.


“Percuma. Hal itu tidak bisa dilakukan”


“Kenapa?!”


“Diaz-Gemini! Kau yakin kita tidak bisa menerobosnya?”


Diaz-Gemini terlihat kesal. Tidak semudah yang dikatakan oleh kedua rekannya karena ada alasan lain kenapa dia tidak bisa menerobosnya.


“Aku sudah mencoba membaca sihirnya dan tampaknya dia mengeluarkan sihir itu bersamaan dengan kekuatan Artifact yang aktif”


“Hanya tinggal menunggu bahwa kekuatan kita telah hilang sebanyak 500 orang”


-BRAAK


Barbarossa menendang meja yang ada di ruangan itu sampai hancur. Hal tersebut membuat seorang pelayan masuk karena panik.


Evergreen mengirim pelayan itu kembali dan mengatakan bahwa mereka akan mengatakannya pada Earl soal properti yang rusak, tapi sesungguhnya mereka sudah lengah hingga berakibat sangat fatal.


‘Mark Vermillion benar-benar akan semakin mengganggu semuanya. Tampaknya aku tidak bisa lagi diam seperti ini’


‘Aku akan menyerang secara terang-terangan’


Ada sebuah rencana besar lain yang telah disusun oleh Diaz-Gemini dan sepertinya setelah kekalahan tak langsung ini, mereka akan lebih berani melakukan rencananya.


**


Di kamarnya, Misha memandangi foto-foto Rexa. Terdapat banyak foto terpajang di kamar gadis itu.


Terlihat ruangan kamar tersebut begitu gelap dan hanya berhiaskan cahaya bulan dari jendela.


Ada satu foto yang terlihat di meja. Dia mengambil foto tersebut dan menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


Di dalam foto itu, ada sosok yang membuatnya begitu marah sampai saat ini.


“Darah kotor…”


Dengan sihir api yang keluar dari jarinya, dia membakar foto tersebut.


“Kamu akan mati. Aku tidak akan membiarkanmu hidup. Kamu dan Xelhanien akan mati. Aku tidak akan membiarkan kalian menghalangiku dengan Rexa-sama”


“Setelah semua yang telah kalian lakukan untuk mempermalukanku, aku akan membuat kalian menyesal dan bersimbah darah”


******


Di tengah kota sekarang, suara merdu dari simponi indah sedang terdengar. Namun, yang bisa mendengar semua itu hanya satu orang saja dan itu hanyalah Mark Vermillion.


Di sisi yang cukup jauh, dia merasakan guncangan dari para serigala raksasanya.


Ada sebuah semburan es yang tercipta sangat tinggi membuatnya sedikit penasaran dengan beastman yang telah dikalahkan oleh salah satu familiarnya tersebut.


Saat tiba di sana, tidak ada satupun beastman yang hidup. Mereka membeku dengan ekspresi yang cukup lucu untuk Mark.


“Fenrir…”


Fenrir the Aesir, salah satu serigala es yang dipanggilnya mendekati sang majikan. Bukan seperti hewan peliharaan yang mengharapkan sebuah elusan manja sebagai hadiah, dia hanya mendekatinya karena dipanggil oleh sang majikan.


Tampaknya Mark cukup puas dengan jumlah yang didapatkan.


Sabit besarnya, Dread Scythe kembali menebas para beastman yang membeku itu sehingga bisa dijadikan sebagai koleksinya.


“Cari yang lainnya”


Mendengar perintah itu, Fenrir the Aesir langsung berlari kembali.


Memang benar, Mark tidak membutuhkan bantuan para pasukannya. Dia sendiri sudah cukup karena memiliki pasukan khusus sendiri.


“Tampaknya kelompok yang aku maksud belum terlihat dimanapun. Apakah aku harus bermain kasar dan menghancurkan semua ini secara paksa?”


“Tapi memastikan para korban ada di tanganku adalah prioritas. Lucas akan menertawaiku jika aku gagal”


Mark kembali menggunakan sihirnya untuk pergi ke tempat dimana para familiarnya berada saat ini.


Teriakan terdengar, namun ada pula yang masih sibuk berlari, mencoba menyusuri sungai agar bisa keluar dari tempat itu dan ada pula yang masih belum menyerah untuk menghubungi tempat lain.


Melihat usaha itu, Mark hanya bisa berkata, “Sungguh usaha yang sia-sia”


Mungkin usaha itu merupakan bentuk usaha terbaik yang bisa mereka lakukan untuk mempertahankan hidup.


Tidak lama setelah itu, Mark mendengar sebuah suara.


-AAUUUNG


Itu adalah suara lolongan dari salah satu serigala yang dilepaskannya.


Tidak membuang waktu, Mark langsung pergi menuju sumber suara tersebut. Saat dia sampai di sana, serigala yang dimaksud adalah salah satu familiarnya yaitu Diamond Dire Wolf.


Terdapat sekitar lima beastman yang masih hidup. Tidak ada serangan yang dilakukan oleh serigala tersebut, mengingat Mark memang hanya memberikan perintah untuk mengeluarkan tanda begitu menemukannya.


Saat turun, dia disambut oleh teriakan dan suara dengan nada tinggi dari para beastman berjubah hitam.


“Kau…Mark Vermillion?!”


“Kenapa?! Kenapa kita harus bertemu monster seperti dia di sini?!”


Mark yang baru saja mendarat dan berdiri di dekat Diamond Dire Wolf melihat hewan itu.


“Apa kamu berpikir aku monster?”


“......”


Sang serigala mungkin hanya undead, tapi dia menggelengkan kepalanya seperti anak anjing yang patuh dan paham dengan perkataan tuannya.


“Begitu. Terima kasih sudah membelaku” kata Mark


Namun tampaknya para beastman berkata lain.


“Itu bukan pujian!”


“Kau itu memang monster! Jangan kau pikir kami tidak tau, monster!”


“Jangan bicara seolah-olah kau sedang bersama anjingmu!”


“Hmm? Tapi dia memang familiarku jadi sama saja seperti peliharaan kan?” sahut Mark


Sekarang, lupakan soal basa-basi itu. Para beastman sudah cukup kesal dengan tingkah santai dan tanpa ekspresi dari Mark.


Mereka mengeluarkan senjata mereka dan meletakkan sebuah peti kayu. Setelah berada di sana selama beberapa menit, Mark baru sadar bahwa mereka membawa sebuah peti di masing-masing punggungnya.


Sungguh kapten yang begitu teliti. Meskipun sebenarnya makna kalimat itu bukanlah sebuah pujian.


“Aku baru sadar, apa isi peti itu?”


“Itu bukan urusanmu!”


“Hee~aku ingin tau apakah di dalam peti itu isinya mayat? Atau orang yang masih hidup?” Mark bertanya sambil berjalan dengan senjatanya. Para beastman itu mundur beberapa langkah melihat senjata Mark yang tidak asing untuk mereka.


“Kh…Artifact”


Mark menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya.


“Aku bertanya apakah di dalam peti itu isinya mayat atau orang yang masih hidup. Kalian seharusnya menjawabku, sampah”


“Kurang ajar! Serang dia!”


Mark terlihat begitu tenang, hingga hanya sebuah teriakan keras yang terdengar di keheningan malam.


******