Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 259. Satu Hari Sebelum Ujian bag. 7



Ini unik. Di saat Ryou melakukan tindakan yang sangat tidak biasa, Kaito dan Xenon yang seharusnya sedang masuk ke inti pertarungan sengit justru berhenti.


Xenon bahkan melihat Kaito dengan wajah anehnya.


“Kaito, aku serius. Cara seperti itu akan menjadi bahan tertawaan ketika kalian mengikuti ujian masuk nanti. Percayalah”


“Jangan katakan itu padaku. Katakan langsung pada anaknya, sendiri”


“……” Xenon terdiam


Ryou tampaknya memberikan tatapan penuh kebanggaan kepada Xenon.


“Lihat itu, tuan penguji! Aku dan otakku ini akan menjadi masalah besar besok. Ahahaha!”


Xenon hanya menutupi wajahnya dengan satu tangan.


“Aku ingin kalian berpura-pura tidak mengenalku besok. Aku mohon. Mau diletakkan dimana wajahku ini nanti?”


“Kau bicara sesuatu, Xenon?” tanya Kaito


“Tidak ada. Kita lanjutkan saja latihannya”


Xenon kemudian berteriak.


“Kalian diizinkan menggunakan sihir sekarang. Sihir apapun boleh. Untuk menggunakannya, kalian hanya perlu membayangkan apa yang ingin kalian keluarkan. Bayangkan visualisasinya dan pastikan kalian bisa menahan sihir kalian sendiri dengan tubuh kalian”


“Dalam penggunaan sihir, mental dan pikiran kalian adalah yang utama. Sihir itu hidup dalam diri kita. Menyatulah dengan sihir itu melalui insting yang kalian punya”


Kino berpikir dengan serius.


‘Menyatu dengan sihir melalui insting yang dimiliki. Aku tidak pernah dengar konsep seperti itu sebelumnya. Tapi, sihir ini mungkin sama seperti sebuah energi kehidupan’


Ryou juga berpikir banyak hal mengenai sihir tersebut.


‘Ini benar-benar berbeda dengan konsep yang sering aku lihat di manga atau anime. Yah, bagaimanapun juga, tempat ini memang berbeda dengan dunia anime’


‘Selain itu, dengan batu sihir yang telah menyatu dengan tubuh kami…mungkin ada banyak kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya…benar juga! Aku lupa bertanya!’


“Xenon, aku ingin bertanya”


Ryou berjalan mendekati Xenon.


Karena Ryou berintrupsi untuk bertanya, Xenon menghentikan semua earth armor ninja miliknya sehingga terjadi penundaan latihan saat itu.


“Apa?”


“Kalau memang tubuhku sudah menyatu dengan elemen api dari batu api yang masuk ke tanganku, apakah aku bisa memakan sihir yang seperti semalam lagi?”


“Seperti semalam?”


“Semalam, aku jelas seperti mendengar suara bisikan dan ketika aku menyebutkan nama sihir itu, sihir tersebut benar-benar keluar dari tanganku”


Xenon terdiam. Dia melihat Kino yang datang mendekatinya dan mengatakan hal yang sama.


“Xenon-san, sebenarnya aku juga mengalaminya. Ketika mencoba menghentikan air yang keluar, saat mendengar apa yang kamu jelaskan kepada aku dan Kaito-san, aku mendengar bisikan yang mengatakan [Water Art: The Ruler of Waterfalls]”


“Dan saat aku mengatakan hal yang sama, semua air itu berhenti keluar dan menjadi sangat mudah dikendalikan. Apakah itu karena kami sudah bisa menyatu dengan sihir kami?”


Xenon melihat tubuh Kino dengan mata sihirnya.


[Senri Eye]


Dia mulai melihat aliran sihir milik Kino dan batu sihir yang melebur semalam mulai seperti darah dalam nadi remaja itu. Bukan hanya Kino, Ryou dan Kaito yang dilihat olehnya menggunakan mata sihir itu juga sama.


“Kalian…sudah benar-benar menyatu dengan batu sihirnya. Lebih tepatnya, batu sihir yang melebur di dalam tubuh kalian sudah menjadi inti sihir untuk kalian. Ini jelas tidak normal”


“Jadi…bagaimana?” tanya Ryou


“Tapi ini bagus. Aku tidak pernah lihat yang seperti ini, tapi berhubung kalian berasal dari ‘dunia’ dan dimensi lain, mungkin keanehan ini memang sudah sewajarnya. Sekarang mengenai bisikan itu…haah~tampaknya kita belajar teori terlebih dahulu agar kalian paham konsepnya”


Xenon duduk di tanah diikuti oleh ketiga remaja dunia asing.


“Kita ada di bawah pengaruh [Time Seal], jadi selama apapun kita di sini tidak akan berpengaruh ke waktu sesungguhnya, jadi kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dan aku akan memberikan sedikit penjelasan dasar agar kalian memiliki pondasi awal”


Ketiganya mengangguk. Xenon memberikan banyak simulasi dan ilustrasi menggunakan sihir tanahnya. Dia menjelaskan berbagai macam elemen, kelebihan, kekurangan bahkan sihir kombinasi.


Penjelasan itu sedikitnya sudah dipahami oleh mereka, terutama Ryou yang memiliki dasar pengetahuan seperti itu dari manga dan anime yang dia lihat.


“Jadi, sihir kombinasi, memasukkan sihir ke senjata, menciptakan senjata sihir dan pasukan sihir itu memang bisa dilakukan jika kita memiliki dasar yang tadi kau jelaskan”


“Benar. Tapi, sihir seperti membuat area waktu seperti sekarang dan sihir pemanggilan itu tidak diajarkan untuk orang umum. Hanya orang-orang yang masuk ke dalam Akademi Sekolah Sihir yang akan diajarkan caranya atau dia memiliki guru pribadi yang berasal dari kalangan master” jelas Xenon


“Untuk saat ini, aku rasa kami tidak membutuhkan hal itu. Kami hanya perlu mengendalikan sihir dan rapalan teknik sihirnya untuk lulus ujian masuk” ucap Kaito


Xenon berdiri.


“Kaito benar. Pengendalian sihir kalian masih jauh dari orang normal. Bahkan anak kecil yang baru mendapatkan sihirnya saja bisa melakukan yang lebih baik”


“Sepertinya untuk latih tanding seperti tadi bisa kita lanjutkan lagi. Tapi kali ini, aku akan memberikan sedikit tingkat keseriusan. Aku akan menyerang kalian seperti ketika aku melakukan pekerjaanku”


Mata Xenon terlihat seperti orang yang akan membunuh mereka bertiga. Kali ini, dia serius.


Melihat hal itu, Kaito langsung reflek berdiri dan melompat mundur sambil mengeluarkan pedangnya dengan cepat. Ryou juga menarik tangan sang kakak ke belakang.


“Xenon-san…”


Xenon mulai bersiap dengan pedang bambu di tangannya. Dia mengeluarkan sebuah aura mengerikan yang belum pernah dilihat oleh ketiganya.


“Aku serius. Aku tidak akan memberi kalian kesempatan untuk menyerangku. Sekalipun kalian mampu memberikan serangan untukku, akan kubalas berkali-kali lipat”


“Aku sudah katakan sebelumnya, kan? Terkadang, puncak seseorang menguasai sihir itu adalah di saat dirinya terdesak atau telah mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki. Berbeda dengan pertarungan pedang, kalau sihir…aku tidak akan kalah dengan mudah”


Ketiganya sudah harus siap untuk berakhir di tanah.


******


Di Akademi Sekolah Sihir, Lucas dan Rexa sedang berjalan bersama di lorong lobi sekolah.


“Apa kamu baik-baik saja, Rexa?”


“Lumayan. Meskipun aku tidak bisa tidur”


“Xenon tidak kembali semalam?”


“Iya. Aku rasa dia masuk ke dalam Divisi Eksekutor ini karena terpaksa. Aku tidak bisa menjadi kapten dan kakak yang baik untuknya”


Wajah Rexa terlihat sedih. Dia cukup serius dengan ucapannya yang mengkhawatirkan sang adik. Rexa berjalan dengan mata yang melihat ke bawah seakan penuh dengan pikiran yang tidak bisa dia hilangkan.


“Besok adalah ujian masuk. Bagaimanapun juga, Xenon akan menjadi salah satu penguji di posnya. Kamu harus memperlakukan dia sebagai anggota divisimu dan bukan sebagai adikmu”


“Aku mengerti itu, Lucas”


“Selain itu, Rexa…aku rasa kamu memiliki banyak hal yang harus dikhawatirkan mulai sekarang” mata Lucas menjadi serius


“Mengenai kasus hilangnya para penduduk, benar kan? Apa Mark sudah mengirimkan hasil laporannya?”


“Belum ada laporan dari Mark sejauh ini. Hal seperti ini belum pernah terjadi. Kemungkinannya dia harus menghadapi banyak hal merepotkan untuk mendapatkan petunjuk”


Langkah Rexa terhenti.


“Aku tidak mengerti, Lucas. Siapa yang merencanakan hal seperti ini? Apakah dia memiliki niat khusus? Semua korbannya tidak memiliki kriteria yang mirip. Mereka dipilih secara acak”


Lucas yang masih berjalan akhirnya berhenti dan membalikkan badannya ke belakang untuk melihat Rexa.


“Motifnya masih belum bisa aku ketahui, tapi mungkin saja tidak akan jauh dari isu politik dan ketegangan yang terjadi di kerajaan. Walaupun aku belum yakin mengenai informasi tersebut dan hanya menebaknya”


“Isu politik ya…jika benar, itu artinya bisa saja orang dalam yang merencanakan semuanya?”


“Kemungkinan begitu. Setidaknya, dia pasti memiliki jabatan atau uang. Dan dengan bekerjasama membantu pemberontak, aku yakin semua ini memiliki maksud dan tujuan yang cukup besar”


Penjelasan Lucas itu masih sebatas tebakan saja, namun tampaknya itu sudah cukup membuat Rexa yakin bahwa semua ini akan semakin serius.


“Lucas, Akademi Sekolah Sihir ini memiliki otoritas tertinggi di wilayah timur. Tapi meskipun begitu, ini tetap saja sekolah bagi semua orang yang ingin memperdalam sihir mereka”


“Ujian kali ini akan berfokus pada kemampuan bertarung. Bukankah itu sama saja dengan mencari bidak untuk berperang melawan kelompok organisasi sihir hitam? Koreksi ucapanku kalau salah, Lucas. Tapi aku sangat yakin bahwa Dewan Sekolah tidak seharusnya melakukan hal seperti ini”


Mata Lucas menjadi dingin. Dia menatap Rexa begitu dalam dan berjalan mendekatinya.


“Rexa, aku tidak menyalahkanmu dan dugaanmu itu”


“Lucas…”


“Anggap saja aku sama jahatnya dengan Dewan Sekolah ini. Aku yakin di ruang rapat kemarin kamu juga mendengar apa yang aku ucapkan di awal. Kita akan melenyapkan semua pengguna sihir hitam dan mengembalikan ketentraman Negara ini”


“Bahkan…jika harus memaksa siswa baru untuk bertarung?” tanya Rexa dengan wajah penuh kecemasan


Lucas tersenyum dan menepuk pundak temannya.


“Jangan berpikir hal yang buruk, Rexa. Aku bukanlah orang jahat yang akan menjerumuskan orang lain ke dalam masalah Negara yang serius seperti ini”


“Lucas! Aku serius!”


Lucas menjadi serius kembali.


“Aku juga serius, Rexa. Aku akan memberitaumu sesuatu. Jika ini berhubungan dengan kerajaan, maka aku yakin musuh kita akan mencoba menggunakan semua cara yang dia miliki untuk menyerang kita”


“Dan tempat lain yang mungkin akan menjadi sasaran selanjutnya adalah Akademi Sekolah Sihir. Di tempat ini, semua sihir dan arsip berharga senilai dengan dokumen penting milik Negara tersimpan di dalamnya, termasuk senjata Artifact”


“Organisasi sihir hitam pasti mengincar sesuatu karena sudah menyebabkan penduduk di wilayah ini menghilang. Itu artinya, kita harus menggunakan cara yang dapat memancing mereka masuk ke dalam perangkap”


Rexa mengerti arah pembicaraan ini.


“Tujuan ujian sihir kali ini…mungkinkah untuk memancing penyusup yang kemungkinan adalah…organisasi sihir hitam?”


Lucas mengangguk.


“Tepat. Itulah yang dipikirkan oleh Dewan Sekolah ini dan dengan melihat kemampuan sihir peserta, kita bisa mengetahui kemampuan dan kemungkinan mengenai semuanya. Kemampuan Emily dan Xenon nantinya akan menjadi kuncinya”


******


Di tempat lain, Xenon baru saja melakukan pembantaian sepihak berkedok latihan melawan ketiga remaja dari dunia lain.


******