
"Kakiku membeku rupanya"
Itulah yang dikatakan oleh Kino saat Emily mengeluarkan sihirnya. Sihir es yang begitu cepat ber-efek karena jumlah air dari sihir Kino begitu banyak.
Walaupun arena tersebut dilapisi dinding sihir, namun tetap saja hawa dingin terasa.
Beberapa peserta bahkan mengeluhkan dinginnya tempat tersebut.
"Dingin!"
"Kenapa bisa sekuat ini?"
Kino sendiri juga merasakan hawa dingin yang mulai menusuknya.
Pikirannya mulai sedikit panik.
'Seluruh airnya membeku! Bahkan, semuanya seperti tidak memiliki celah untuk dapat mencair kembali'
Kino mulai mencoba untuk tenang.
'Sihir airku berhasil dikalahkan begitu saja. Apakah mungkin aku bisa mengalahkannya hanya dengan sihir seperti ini?'
Emily yang berhasil mencegah sihir Kino dan membekukan seluruh air yang keluar dari sihirnya mulai bersiap dan berlari untuk menyerangnya.
[Ice Blade]
Kino melihat Emily mencoba menyerangnya dengan sihir es.
"Emily berharap kamu mau menunjukkan sihirmu yang lain"
"Tapi sepertinya peserta nomor 88 punya rencana lain"
Emily langsung menyerang Kino dengan es tersebut.
Tidak disangka oleh Emily, serangan esnya itu justru berbalik menyerangnya dengan cepat hingga membuat sedikit goresan pada pakaiannya.
"Huwaaa~rupanya kamu bisa memakai sihir pertahanan seperti itu! Menakjubkan!!"
Apa yang sebenarnya terjadi masih belum dapat dipercaya. Tapi serangan balik dari Kino ini adalah sesuatu yang terjadi tanpa sengaja.
Saat Kino berpikir untuk menahan serangan milik Emily, tiba-tiba saja dia terpikirkan sebuah sihir lain.
Sebuah perisai air yang tercipta dan melindungi Kino.
[Water Art: Water Barrier]
Perisai air tersebut muncul melindungi Kino dan membalikkan seluruh serangan yang telah dikeluarkan oleh Emily.
Semua pisau es yang mengarah ke arah Kino berbalik melukai Emily. Hal tersebut tentu saja bisa dihentikan dengan mudah oleh sihir milik gadis kecil itu.
"Itu benar-benar sihir yang sangat menakjubkan. Emily tau kamu memiliki banyak sekali potensi Kino"
"Emily jadi semakin menyukaimu sekarang! Kyaaa~"
Gadis kecil itu terlihat begitu senang melihat kemampuan sihir Kino yang tiba-tiba saja bisa membalikkan semua serangannya.
Berbeda dengan Emily, Kino yang mengeluarkan serangan tersebut justru sama sekali tidak menyangka bahwa dia bisa mengeluarkan sihir perisai air untuk menahan serangan Emily.
'Apa yang terjadi? Aku sama sekali tidak pernah menyangka bahwa akan seperti ini'
'Aku hanya berpikir untuk menghindari serangannya. Dan entah kenapa aku mulai mendengar bisikan lain'
'Aku pikir mungkin inilah yang disebut dengan sihir [Art]'
'Keinginanku untuk bisa melawan sihir Emily-san membuatku bisa menciptakan sihir lainnya yang berasal dari emosi'
'Jika ini memang bisa berhasil, mungkin aku masih memiliki kesempatan untuk lulus ujian seleksi'
Es yang membekukan kaki Kino memang sangat sulit untuk dicairkan, namun Kino mulai memikirkan cara agar bisa lepas dari es milik Emily.
'Sihir es yang digunakan oleh Emily-san adalah sihir kombinasi. Aku berharap aku bisa mempelajarinya'
'Namun sekarang aku harus mencari cara agar bisa mencairkan es yang menahan kakiku ini'
'Jika mengambil dari sifat suatu elemen, es bisa mencair jika disiram dengan air kembali'
'Air akan kembali menjadi air tidak peduli sepadat apapun dan setebal apapun itu. Aku mungkin bisa memanfaatkan hal tersebut'
Kino mulai memikirkan kembali sihir air yang mungkin bisa diciptakan olehnya.
Setelah berpikir mendapatkan sebuah bisikan kembali yang menjadi sihir yang dapat membalikkan keadaan.
[Water Art: Water Omotics]
Semburan air tiba-tiba muncul dari belakang Kino dan langsung menyerang Emily dengan semburab yang sangat kuat.
"Eh?!"
Emily terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa tiba-tiba saja ada sebuah semburan air yang mencoba menyerangnya dengan kuat, sehingga akhirnya Emily memutuskan untuk membuat sebuah perisai lain demi bisa menghindari serangan dari Kino.
Perisai sederhana dibuat oleh Emily. Meskipun terlihat tidak begitu kuat di mata yang lain, namun sihir tersebut cukup ampuh untuk menahan serangan milik Kino.
Semburan air yang kuat tersebut masih bisa ditahan oleh Emily.
Akan tetapi tanpa disadari oleh gadis kecil itu, Kino berhasil keluar dari es yang membekukan kakinya dengan menggunakan sihir yang baru saja dia lakukan pada Emily.
Kino menggunakan sihir [Water Omotics] itu dan mengarahkannya sedikit ke bagian kakinya.
Semburan yang begitu kuat akhirnya mampu mencairkan es yang menahan kaki Kino sehingga dia bisa keluar dari es tersebut.
Kino terlihat senang, namun masih terlalu cepat untuk merasa tenang.
Pertarungan belum selesai dan Emily masih memiliki sihir lain untuk menahan setiap serangan milik Kino.
"Emily masih ingin melihat lebih banyak lagi sihir milik Kino. Emily akan lebih serius lagi sekarang"
Seperti yang gadis kecil itu katakan, begitu serangan dari Kino selesai, Emily mengeluarkan sihir lainnya.
[Wind Witch Ice Bell]
Sebuah sihir es yang memunculkan banyak sekali kristal es disertai dengan sebuah ilusi seorang Dewi atau mungkin penyihir yang membawa tongkat dengan lonceng es.
Ilusi dari wanita cantik yang muncul dari sihir milik Emily mulai mengeluarkan suara loncengnya dan membuat seluruh kristal es yang ada di sekitar Arena mulai menyerang Kino.
Memang terlihat seperti tidak terjadi apapun. Akan tetapi justru itu yang menjadi masalah.
Kristal es tersebut beterbangan seperti badai salju kecil yang mengarah arah Kino.
Mereka menempel di pakaian dan sekitar Kino.
Walaupun berhasil dihalau oleh perisai air miliknya, namun untuk kristal es yang telah menempel di tubuh Kino sedikit demi sedikit mulai membekukan pakaiannya.
"Apa yang terjadi sebenarnya? Butiran kristal es ini membeku?!" ucapnya dengan wajah panik
Ilusi dari wanita cantik yang muncul dari sihir Emily terus membunyikan loncengnya.
Dan bersamaan dengan itu, butiran kristal es yang muncul terus mengarah ke arah Kino dan menempel di tubuh dan pakaiannya.
Ini persis seperti Kino menghadapi badai es dan mengalami kesulitan untuk menghindari butiran salju es yang mengarah padanya.
'Aku terjebak?!' Kino panik dalam hati
Dia sama sekali tidak tau bagaimana caranya untuk membebaskan dirinya dari serangan es ini lagi.
Dengan badai es yang menerbangkan butiran kristal es ke arahnya membuat Kino merasa sihir airnya mungkin tidak akan banyak membantunya.
'Menyerah di sini hanya akan membuatku gagal'
'Dan jika aku sampai gagal, maka kemungkinan tujuan kami bertiga untuk membantu Xenon-san dan menemukan ingatan milik Kaito-san akan gagal seluruhnya '
Kino harus mulai berpikir cepat untuk terbebas dari sihir tersebut.
'Kami-sama, tolong berikan aku kekuatan!'
Kino mulai berdoa bersamaan dengan Emily yang bertanya padanya apakah dia ingin menyerah atau tidak.
Gadis kecil itu mencoba untuk bicara dengan Kino dari kejauhan.
"Apakah Kino mau menyerah sekarang?"
"Emily tidak akan mengeluarkan sihir Emily lebih dari ini jika Kino mau menyerah"
Di dalam hati Kino, dia masih belum ingin menyerah.
Dan sama seperti sebelumnya, Kino mendapatkan kembali sihir lain yang berasal dari keinginan kuat dirinya untuk bisa lolos ujian seleksi ini.
[Water Art: Waterfall of Dragon Ruler]
Tiba-tiba saja, keluar air yang sangat banyak.
Namun kali ini air tersebut seperti membentuk sosok seekor naga.
Naga air itu mulai menyemburkan semburan air yang sangat kuat ke arah sosok ilusi wanita yang dikeluarkan oleh Emily.
"Apa itu naga?" tanya salah seorang peserta yang melihat pertarungan tersebut
"Bagaimana mungkin dia bisa menciptakan sihir sekuat itu?!"
Hampir semua yang melihat, termasuk pengawas ujian, sangat terkejut dengan sihir tersebut.
Emily ini bahkan tersenyum saat naga air tersebut muncul dan menyerang ilusi dari sosok wanita yang dikeluarkan dari akhirnya.
"Kyaa~Emily sudah menduga bahwa Kino benar-benar sangat menakjubkan"
Emily merasa telah cukup melihat kemampuan dan kekuatan sihir milik Kino.
[Magic Jammer]
Semua sihir yang ada di arena akhirnya menghilang, baik naga air yang dimunculkan oleh Kino maupun sosok wanita dari sihir milik Emily.
"Eh?!" Kino terkejut
Emily tiba-tiba saja berlari dan memeluk Kino lihat begitu senang.
"Peserta nomor 88 lulus. Selamat atas kelulusannya Kino"
"Aku...lulus? Tapi aku sama sekali tidak menang"
"Ini bukan soal menang atau kalah. Tapi, ini soal bagaimana para peserta memiliki potensi sihir yang cukup kuat untuk masuk ke dalam Akademi"
"Dan Emily telah melihat potensi tersebut dari diri Kino"
Meskipun Kino sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi, tapi akhirnya dia berhasil menunjukkan bahwa dirinya telah berhasil lulus dan masuk ke akademi.
Pos 3, ruang ujian [Area Level B] telah meluluskan 4 orang dan menggagalkan 16 orang dari total 80 peserta. Sisa peserta 60 orang yang harus diuji.
******