Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 416. Menuju Ruang Rahasia bag. 1



Di siang hari yang ramai, para murid yang ada di kantin mulai makan siang. Ryou sama sekali tidak segan-segan untuk mengambil hampir semua menu yang ada di kantin.


Lebih menakjubkannya lagi semua itu adalah hal yang akan dia makan sendiri.


"Ryou..."


"Ya? Oh, Kau mau ini. Kino? Ini enak"


Ryou memberikan sepotong daging sapi beef steak dengan saus mentega dan kentang kepada sang kakak. Tentu saja dia yang bermaksud menyuapinya.


Tapi sang kakak hanya melirik ke arah Xenon yang duduk di hadapannya seperti akan memakan adiknya hidup-hidup setelah dia selesai mengunyah.


"Ryou...nanti perutmu sakit" kata sang kakak mengkhawatirkannya


Tapi tampaknya Ryou sama sekali tidak peduli dan terus mengunyah seperti marmut.


Bahkan dia sempat-sempatnya berkomentar.


"Kino, daging ini lezat. Ini bahkan lebih enak lagi ditambah saus barbeque ini. Sayang kalau tidak dihabiskan"


"Oh, Xenon. Kalau mau mentraktir muridmu harus seperti inu ya. Jangan setengah-setengah. Aku bisa makan semuanya dengan tenang"


"......" Xenon benar-benar akan menggigit pipinya setelah ini


Kaito hanya melihat piringnya dan berkata dalam hati, 'Memang kami tidak memiliki rasa lapar yang artinya kami juga tidak memiliki merasa kenyang setelah makan sebanyak ini'


'Tapi kalau makan sebanyak ini, bukankah ini mirip aini seperti seperti orang yang kelaparan?'


Lupakan soal pemikiran Kaito. Ryou hanya fokus pada makanannya.


Selesai makan siang, semua murid berkumpul untuk melihat-lihat ruang kelas.


Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok karena ada banyak ruangan yang bisa dilihat.


Sesekali, ada yang memperhatikan Ryou. Itu bukan hal aneh sejak mereka adalah penonton saat dirinya beradu mulut dengan Barbara Lindsey.


Kaito yang berada bersama kelompok yang dipimpin Xenon dan anggota divisi lain bertanya pada kedua kakak beradik itu.


"Aku tidak melihat Lucas Xelhanien dan Mark Vermillion"


"Eh? Benarkah itu, Kaito-san?"


"Apa mungkin mereka ada di kelompok lain, Kaito?"


Kaito mengingat dengan jelas bahwa di jajaran pembagian kelompok tidak ada Lucas dan Mark. Satu lagi yang tidak ada di sana.


"Aku ingat Rexa van Houdsen juga tidak ada. Menurutmu apakah terjadi sesuatu?"


Ryou berbisik pada kakak dan penyelamatnya itu, "Jika ketiga kapten tertinggi itu tidak ada, bukankah ini kesempatan untuk mengajak Xenon pergi"


"Ryou, kamu mau kita pergi ke tempat itu sekarang?" tanya sang kakak


Kino melihat ke arah Xenon yang memimpin di depan mereka sambil memberikan penjelasan. Setelah dipikirkan baik-baik, ide sang adik tidaklah buruk.


"Aku mengerti. Aku akan coba mengatakannya pada Xenon-san"


Kino maju ke depan sedangkan Ryou dan Kaito memperlambat langkah mereka hingga keluar barisan tanpa diketahui oleh yang lain.


Di depan, Kino menghampiri Xenon dan menarik sedikit lengan bajunya.


"Xenon-san..."


"Ada apa, Kino?"


"Ryou...Ryou sakit perut karena kebanyakan makan"


Xenon melihat ekspresi aneh Kino.


'Dia bukan orang yang pintar berbohong jadi kenapa...' Xenon melihat ke belakang dan ingat sesuatu soal apa yang dikatakan oleh mereka. Itu adalah kode dari Kino.


'Jangan katakan kalau ini...!!!'


Dia melihat Kino dan tampaknya Kino mengangguk sekali.


'Ruang rahasia itu rupanya'


Dengan melihat sekeliling, Xenon melihat tidak ada yang sadar dan dia meminta izin pada sesama pemandu.


"Aku mau mengantar siswa yang sakit perut"


"Baik, Xenon-sama. Terima kasih untuk kerjasamanya. Kami akan urus sisanya. Silahkan nanti bisa menyusul di tim lain"


"Aku mengerti. Tolong lakukan tugasnya ya. Kamu, ayo aku antar ke ruang kesehatan" seru Xenon sambil menggandeng tangan Kino. Hal itu dilakukan agar akting mereka terlihat sungguhan.


Setelah berhasil menjauh sedikit demi sedikit dari barisan dan memastikan mereka belok keujung lorong koridor berikutnya, keempatnya berhasil lolos dengan mulus.


"Aku nyaris tidak paham jika tidak ingat diskusi kita semalam" kata Xenon sambil menggaruk-garuk rambutnya


"Kalau kau sampai lupa itu artinya kau bodoh" ucap ketus Ryou


"Berani juga kau mengatakan gurumu ini bodoh" balas Xenon


"Kita kan sudah membahas ini beberapa kali. Lucu saja jika kau sama sekali tidak mengingatnya, Xenon"


Tampaknya kedua orang itu mau masuk ronde ketiga. Tapi digagalkan oleh Kaito.


"Tidak ada waktu. Kebetulan tempatnya juga cukup jauh dari sini jadi sebaiknya kita cepat"


Keempatnya mulai berlari dari lorong koridor tersebut dan ruang rahasia menunggu untuk dimasukki.


******