Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 167. Event Horror bag. 1



[Zombie akan mengambil alih Negara ini! Selamatkan diri kalian sebelum kalian mati!]


Begitulah judul dari obrolan tersebut. Obrolan itu berada dalam suatu aplikasi chat yang tampaknya asing untuk Yuki bersaudara.


Kaito cukup penasaran dengan judul yang ada di layar itu.


“Isinya provokatif sekali” ucap Kaito


“Itu adalah event yang seharusnya berjalan saat ini” kata Seo Garam


“Event? Event apa yang dimaksud? Aplikasi apa ini?” tanya Kino


“Namanya [Event Horror Apps]. Itu aplikasi yang dibuat oleh kakak senior di kampus ini” jelas Seo Garam


“Kakak kelas? Siapa dia?”


“Namanya Jung Leon. Dia kakak tingkat kami. Mahasiswa semester akhir yang membuat project ini bersama dua temannya, Lee Seung Chan dan Song Haneul”


“Lalu? Aplikasi tentang apa ini, Garam-san?”


“Awalnya itu aplikasi mengenai event seru yang diadakan di seluruh kampus”


“Contohnya?”


“Seperti event cerita hantu di malam rabu atau membuat tema makan siang kantin berbau horror. Semua hal itu diinformasikan melalui aplikasi tersebut. Aplikasi itu dibuat sebagai ujian kelulusan mereka dan sudah di-download oleh hampir seluruh mahasiswa di sini”


Ketiga remaja itu tidak habis pikir. Jika memang itu hanya aplikasi biasa, kenapa bisa sampai menyebabkan hal mengerikan seperti serangan zombie.


Kino kembali men-scroll layar ponsel tersebut. Seluruh hari dan tanggal pada ponsel tidak dapat dibaca oleh ketiganya.


Selain itu, bahasa pada ponsel seluruhnya menggunakan bahasa Korea dengan tulisan Hangul. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kedua kakak beradik itu karena mereka dapat membacanya dengan jelas.


“Semua event dan foto acara tersebut dibagikan di sini. Tampaknya kalian sering sekali mengadakan hal seperti ini. Apa penilaian dari aplikasi ini?” tanya Ryou pada Seo Garam


“Mereka sering meminta review dari para user. Selain itu, aplikasi ini menjadi cukup populer belakangan ini sehingga kami semua sering mengikuti acara dan permainan yang diinforkan setiap hari” lanjut Seo Garam


Tampaknya masalah ini cukup aneh. Ketiganya sempat berbisik.


“Apa pendapat kalian soal ini?” bisik Ryou


“Aku bisa mengambil kesimpulan bahwa awalnya ini hanya sebuah permainan yang tidak serius” jawab Kaito


“Tapi, bukankah aneh jika tiba-tiba ada hal seperti ini? Selain itu, aplikasi ini juga banyak dimiliki semua mahasiswa di tempat ini” Kino menambahkan


“Kino, tanyakan lebih detail lagi”


Mendengar permintaan sang adik, Kino mulai mencoba menggali informasi seperti keahliannya.


“Garam-san, aku mulai menarik kesimpulan bahwa awalnya event yang dilakukan semua mahasiswa dalam aplikasi ini adalah untuk kedekatan dan keseruan bersama, begitu kan?”


“Benar. Tidak ada yang serius. Kami melakukan misi, lalu setelah selesai kami mengirimkan buktinya berupa foto. Setelah itu kami mendapatkan poin. Hanya itu”


“Tapi, tadi pagi ada notifikasi dari grup chat di aplikasi tersebut dengan judul yang mengerikan seperti itu” timpal Ha Jinan


Kino memperhatikan kembali waktu pesan terakhir dikirimkan ke grup.


“Jam 06.00 pagi?”


Ketiga remaja itu membaca kembali isi dari chat tersebut.


“[Zombie akan mengambil alih Negara ini! Selamatkan diri kalian sebelum kalian mati!]. Ini adalah event yang melibatkan siapa saja yang berada dalam wilayah *$&%*# University”


“Event dimulai pada pukul 08.00 pagi. Peraturannya hanya satu yaitu keluar dari wilayah kampus ini dengan selamat. Hadiahnya adalah sebuah item special yang akan diberikan khusus kepada pemenang dari Jung Leon”


“Zombie pertama akan diperankan oleh salah satu pendiri aplikasi [Event Horror Apps] yaitu Lee Seung Chan. Terdapat sistem gugur dalam permainan ini. Siapapun yang tertangkap oleh zombie Lee Seung Chan, maka dia akan ikut menjadi zombie dan mulai mengejar peserta lainnya”


“Peserta yang telah menjadi zombie bebas mengejar siapa saja yang berada dalam wilayah kampus. Permainan selesai jika ada satu orang yang berhasil keluar dari wilayah kampus ini. Tidak ada batasan waktu dan tidak ada batasan peserta. Jika ada pihak lain yang masuk ke dalam kampus maka secara otomatis akan dianggap sebagai peserta event ini”


“……”


Selesai membaca semua isi penjelasan mengenai event permainan tersebut, ketiga remaja itu benar-benar kehilangan kata-kata dan memberikan ponsel Seo Garam lagi padanya. Bohong jika ketiganya tidak memiliki pikiran dan komentar dalam hati mereka.


‘Apa ini? Apa ini sungguhan? Mereka bisa melakukan hal seperti ini?’ pikir Kino


‘Jangan bercanda! Event katanya?! Jung atau siapapun itu…dia benar-benar ingin membunuh semua orang dalam kampus ini hanya demi acara bodoh seperti itu?! Benar-benar kurang kerjaan sekali!’ kritik Ryou


‘Ternyata benar. Semua zombie itu adalah penghuni gedung ini. Ini benar-benar tidak masuk akal. Tapi, aku tau kenapa hal ini bisa terjadi. Kemungkinan…’


Ketiganya sepakat pada satu hal yang sama.


‘Ini semua adalah kekuatan dari permata itu!’


Ketiga remaja itu saling melihat satu sama lain dengan ekspresi serius. Sepertinya mereka semua memikirkan hal yang sama.


“Terima kasih banyak, Garam-san. Kami sudah mengerti. Pantas saja kami tidak mengetahui hal ini. Rupanya karena kami tidak men-download aplikasi tersebut dan terdaftar dalam grup” Kino tersenyum


Tiba-tiba terdengar suara kemarahan dari seseorang.


“Persetan dengan event!!! Gara-gara permainan dari aplikasi bodoh itu, kita semua jadi hampir mati!! Bahkan sudah banyak dari semua orang yang menjadi korban!!”


“……!!!” semua orang terkejut


Itu adalah ucapan dari mulut Park Cho Joon yang telah berdiri dan menatap ke arah mereka berenam dengan ekspresi marahnya. Dia bahkan menunjuk Kaito dari kejauhan.


“Kau! Kau yang memegang pedang itu di tanganmu! Kalau kau dan kedua orang itu adalah mahasiswa pindahan, kenapa kau bisa memiliki senjata itu!!”


“Ini adalah benda penting yang kubawa untuk melindungi diri. Aku harus berlatih dengan senjata sungguhan karena sebuah tuntutan. Karena itu aku membawanya dari rumah. Orang tuaku mengizinkanku juga dan pihak gedung tidak mempermasalahkannya”


Luar biasa bohong. Meskipun sebenarnya kalimat itu juga memiliki makna kejujuran di dalamnya, tapi nyaris 70% dari ucapan Kaito itu adalah pengalihan isu yang bisa disamakan dengan sebuah kebohongan.


“Kau pikir aku bodoh sampai bisa ditipu olehmu! Aku yakin itu senjata illegal yang kau bawa diam-diam! Kau pasti punya niat buruk juga pada kami! Selain itu, kau juga yang membunuh Eunji!!”


“Oi, muka jelek! Jangan bicara seenaknya!” Ryou menatap rendah Cho Joon


“Apa kau bilang…”


“Kau itu hanya suka memprovokasi. Kami tidak berbohong saat kami bilang kami ini orang baru. Kau sendiri yang memanggil kami orang asing, ingat tidak? Atau kau sudah terlalu tua makanya memiliki alzhaimer. Aku kasihan sekali padamu” ucap Ryou dengan nada sarkas


Tampaknya Park Cho Joon terbawa emosi dan berlari ke arah mereka.


Seo Garam berteriak sambil menarik tangan kedua gadis lainnya untuk melindungi mereka.


“Park Cho Joon, hentikan!!”


“Hiyaaaa!!”


Ketika kepalan tinju sudah siap didaratkan ke wajah Ryou, dengan cepat Kaito bergerak ke depan yang lainnya dan langsung mengeluarkan pedangnya.


Dia menghunuskan ujung lancip pedangnya itu pada Park Cho Joon sehingga membuatnya berhenti dan mundur.


“Kgh!!”


Begitu Kaito mengeluarkan pedangnya, semua orang yang ada di sana berteriak.


“Gyaaa!!”


“Jangan saling membunuh di sini!!”


“Park Cho Joon, hentikan kegilaanmu itu!!”


“Kau mencoba membunuhku ya!!” teriak Park Cho Joon pada Kaito


Dengan tenang Kaito berkata sambil maju dua langkah ke arahnya.


“Aku tidak sedang mencoba membunuhmu atau mengancam dirimu dengan pedang ini. Aku hanya ingin memberitau bahwa aku sudah membunuh semua zombie di depan itu sendirian, aku juga sudah membunuh temanmu yang bernama Kim Eunji itu ketika dia mencoba membunuhku dan temanku, Ryou…”


“……” semua orang terdiam


“Ini adalah senjata yang sudah aku bawa untuk pertahanan diri karena suatu hal dan ternyata berkat inilah aku selamat. Aku juga yang menyelamatkan kalian semua dari kepungan makhluk di luar, termasuk menyelamatkan hidupmu”


“……”


“Jika mulutmu itu bisa melakukan hal lebih dari yang aku lakukan beberapa waktu lalu, sebaiknya kau buktikan padaku. Buktikan kalau kau lebih berguna dari orang asing dengan senjata illegal sepertiku”


Kaito benar-benar tidak memberinya kesempatan membalas.


Pernyataannya itu juga telah membuat semua orang menyadari bahwa apa yang dikatakannya itu adalah sebuah kebenaran.


Dia membuktikan bahwa dia lebih kuat dari semua orang di sana. Dengan sebuah pedang sebagai senjata dan kemampuan yang hebat, hanya orang bodoh yang mencoba menjadikan Kaito sebagai musuh.


Dan tampaknya, orang bodoh itu adalah Park Cho Joon.


“Kau kira aku takut pada pedangmu itu!!”


“Kau boleh mencicipinya sendiri. Ini lumayan tajam. Kalau untuk memenggal kepala zombie tadi hanya butuh se-per sekian detik, kalau untuk kepalamu mungkin hanya butuh sekejap mata” Kaito tersenyum meremehkan


Ryou menahan tawanya.


“Pffft….dia…dia…dia mencoba keren. Pffft…ini menggelikan…”


“Ryou, itu tidak sopan. Kita harus menghentikan itu sebelum ada korban” Kino mencoba menenangkan sang adik


“Korban…korban katamu…ahaha, jangan mengatakan hal seperti itu. Kaito itu hanya menggertak. Kalau dia sungguh-sungguh ingin membunuhnya, dia sudah mati sejak awal”


Nada dingin Ryou terdengar sampai ke telinga Seo Garam dan dua gadis itu. Mereka menatap Kaito dengan tatapan cemas dan penasaran.


“Sebenarnya siapa mahasiswa baru itu?” Ha Jinan bertanya-tanya


“Aku tidak tau. Yang jelas dia semua yang dikatakan olehnya itu benar” Kim Yuram memperjelas pernyataan Kaito tadi


Ini tidak baik. Kalau seperti ini, hanya tinggal masalah waktu sampai adanya korban dari dalam. Sebelum itu terjadi, Kino berjalan mendekati Kaito.


“Kaito-san, aku mohon hentikan semua ini. Kita harus memikirkan cara untuk bisa keluar dan selamat dari tempat ini”


“……” Kaito melihat Kino


Karena dia sendiri tau tatapan semua orang di sana menjadi tidak bersahabat, dia segera memasukkan kembali pedangnya dan berkata pada Kino.


“Maafkan aku yang sudah bersikap kekanak-kanakan, Kino”


“Kita pikirkan cara terbaik dan mengamati situasinya dulu ya”


“Kau benar” Kaito melihat Park Cho Joon dan berkata, “Kalau kau sudah menemukan cara untuk membuktikan mulutmu lebih berguna dari pedangku, kau boleh mencariku”


Ryou langsung tertawa mendengarnya. Melihat Ryou tertawa, Seo Garam dan kedua gadis itu menjadi tidak habis pikir.


“Yuki Ryou, apanya yang lucu?” tanya Seo Garam


“Ah, aku hanya tertawa karena di saat seperti ini saja temanmu itu masih bisa bersikap sok kuat. Padahal kalau aku jadi dia, aku tidak akan mengurusi hal remeh seperti itu”


Mata Ryou kembali menjadi dingin dan dia melihat Park Cho Joon dengan tatapan rendah. Dia bergumam pelan dan hanya ketiga orang di sekitarnya yang mendengar hal itu.


“Padahal hanya bisa memprovokasi, tapi banyak sekali gayanya. Dasar rendahan. Jika kalian bertanya padaku siapa yang pantas untuk mati di ruangan ini, aku akan menjawab bahwa dialah orangnya”


Seketika, Seo Garam, Ha Jinan dan Kim Yuram menatap Ryou dengan ekspresi takut.


******