Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 265. Pendaftaran bag. 2



“Kalian semua! Pendaftaran seperti ini tidak dibutuhkan. Bagi siapapun yang tidak tertib, akan kuterbangkan kalian semua dan tidak akan kubiarkan kalian mendaftar”


Ketiga remaja dari dunia asing itu hanya bisa menutup telinga mereka. Kino bahkan sampai menjadi pusing setelahnya.


“Keras sekali. Apakah ini sihir?” ucapnya sambil memegang kepalanya


Kaito melihat Xenon tampak baik-baik saja.


“Kenapa kau masih kuat mendengarnya?”


“Aku sudah memasang perisai sihir diam-diam. Maaf ya”


“Seharusnya kau mengajak kami di dalamnya, dasar egois!” gerutu Ryou sambil melepas kedua tangannya


“Aku kira kalian akan melakukan hal yang sama denganku”


“Kami kan belum bisa membuat perisai sihir, dasar guru gadungan!”


“Ish, teriakanmu itu menyakiti telingaku” ucap Xenon sambil menutup telinganya


“Xenon-san, siapa itu?”


“Itu adalah ketua seleksi ujian masuk yang ditunjuk Lucas-sama. Anggota Dewan Sihir sekaligus Kapten dari Divisi Pertahanan, Algeria von Essen-Trier-sama”


Kino bergumam dalam hati.


‘Algeria von Essen-Trier? Lagi-lagi nama Jerman. Sebenarnya konsep seperti apa yang dipakai ‘dunia’ ini? Jelas semua bahasanya menggunakan British English, tapi namanya hampir semua merujuk pada kota di Negara Jerman.’


Mungkin, bahasa dan nama menjadi fokus lain dari Kino mengingat hampir semua ‘dunia’ yang telah didatanginya


memiliki kesamaan dengan tempat yang ada di dunianya.


“Kita maju. Mereka yang menolak untuk ditertibkan Algeria-sama akan  terbang keluar gerbang jadi jangan khawatir”


“Apa maksudnya itu?”


Saat Kaito bertanya, Xenon menunjuk ke depan dan memperlihatkan contohnya.


“Aku ingin mendaftar karena datang jauh-jauh dari ibukota! Panitia macam apa kalian yang membuat kami menunggu sampai antrian memanjang seperti ini!” ucap seorang wolfman yang tepat ada di barisan depan


“Hoo~siapa lagi yang memiliki pemikiran sama seperti pria di depan ini?” tanya Algeria


Beberapa peserta yang sudah tersulut emosi langsung menerobos masuk, membuat panitia lain kesulitan menenangkannya.


Dalam sekejap, Algeria membentangkan sayap di punggungnya dan terlihat sebuah lingkaran sihir besar tercipta di bawah kaki mereka, termasuk di bawah kaki keempat remaja yang baru saja sampai.


[The Selection: Criteria ‘Noise’ and ‘Malefic’]


[Hieratic of Seal Banishment]


Dari bawah kaki setiap orang di sana, muncul sebuah lingkaran sihir lain berwarna merah dan hijau.


Dalam sekejap, mereka yang memiliki lingkaran sihir merah langsung terhempas keluar dari gedung Akademi Sekolah Sihir seperti ada yang melemparnya.


Karena banyak sekali yang terlempar, Xenon memasang penghalang sihir untuk mereka semua.


“Xenon-san!!” teriak Kino yang panik melihat banyak sekali orang yang berterbangan


“Jangan khawatir. Lihat di bawah kaki kalian itu”


Ketiganya melihat ada lingkaran sihir berwarna hijau di bawah kakinya.


“Lingkaran sihir?”


“Itu sihir [The Selection: Criteria]. Sihir itu memberikan tanda kepada setiap orang apakah dia memiliki kriteria yang dimaksud oleh sang pengguna sihir atau tidak”


“Karena itu mereka terlempar keluar?”


“Benar. Tampaknya Algeria-sama menanamkan beberapa kriteria di dalamnya. Kalian diam dan saksikan saja sampai selesai”


“Saksikan saja itu…maksudmu kita hanya perlu melihat mereka semua terbang dan terlempar keluar seperti plastic tidak berarti itu?”


“Mau bagaimana lagi? Kau mau bergabung dengan mereka, Kaito?”


“…Tidak. Terima kasih”


Kaito langsung menutup mulutnya dan benar-benar melihat semua orang-orang itu terlempar keluar. Sudah begitu, Kino sempat melihat mereka yang sudah mencoba berdiri tidak bisa lagi masuk ke akademi. Seperti ada tembok tak terlihat yang menghalangi mereka masuk.


Padahal pintu gerbang gedung akademi terbuka lebar sekali.


“Xenon-san, mereka sama sekali tidak bisa masuk lagi”


“Itu karena mereka telah ditolak. Jika terkena sihir [The Selection: Criteria] dari Algeria-sama, sampai dia mencabut sihirnya, orang itu tidak akan bisa lagi menginjakan kakinya di tempat ini”


“Menakutkan sekali. Seakan berkata ‘sekali diusir, jangan harap bisa masuk lagi’. Wanita memang mengerikan” gumamnya pelan


Hal itu berlangsung cukup lama. Karena banyaknya peserta yang sebelumnya memang berdesak-desakan dan mencoba menerobos, dalam sekejap antrian yang seperti konser di Tokyo Dome berubah menjadi antrian orang-orang yang mencoba merebut diskon di pasar swalayan.


Ketiga remaja dunia lain itu hanya bisa melihat dengan pasrah orang-orang yang terhempas keluar tanpa bisa melawan.


“Aku rasa mereka akhirnya tau bagaimana rasanya melayang di udara” ucap Ryou santai


“Ryou, jangan bicara begitu!” sang kakak mencoba menenangkan adiknya agar tidak bergumam demikian


“Tapi aku setuju dengan Ryou, Kino”


“Kaito-san…” Kino hanya bisa heran kali ini


Setelah nyaris sepuluh menit, total pesertanya sekarang justru bisa dihitung jari. Betapa kagetnya ketiga remaja dunia lain itu.


“Kenapa perubahannya drastis sekali sekarang!” Ryou jadi berteriak


Tidak lama setelah itu, semua lingkaran sihir itu menghilang dari bawah kaki orang-orang yang ada di dalam. Wanita ras naga di depan tersenyum sambil mengibaskan rambut panjangnya.


“Kalian yang bertahan di sini adalah yang terpilih, tapi bukan berarti kalian akan diterima masuk ke tempat ini! Karena itu, jika kalian benar-benar ingin masuk ke tempat ini maka tunjukkan kemampuan kalian besok!”


Setelah memberikan pidato singkat, wanita itu pergi ke dalam kembali. Sekarang, panitia pendaftaran itu akhirnya bisa menjalankan tugasnya dengan benar.


Xenon menghilangkan perisai sihirnya dan mengajak ketiganya untuk maju mendaftar.


Karena penasaran, Kino melihat kembali ke belakang dan dia masih melihat lingkaran sihir berwarna merah masih ada di bawah kaki peserta yang terlempar keluar.


“……”


“Ayo, Kino. Apa yang kau lihat!” Xenon memanggil


“Aku ke sana”


Mereka berjalan untuk mendaftar di pos yang tersedia. Xenon berpisah dengan mereka sebelum sampai pos.


“Aku masuk duluan. Setelah kalian selesai mendaftar dan mengambil nomor, kalian memiliki waktu bebas. Aku akan selesai kelas jam 15.00 dan akan ada sedikit rapat divisi sampai sore. Jika kalian ingin menginap lagi, kalian bisa menungguku di depan”


“Kami mengerti. Terima kasih, Xenon-san”


Sekarang, setelah Xenon pergi, akhirnya ketiga remaja dunia lain itu bergerak sendiri. Mereka secara bergiliran maju menuju pos pendaftaran.


Kaito sempat mengintip sejenak ke depan.


“Kalian, mereka tampaknya diuji oleh sebuah alat”


“Alat?”


“Seperti sebuat bola tapi ada parameter di sekitarnya”


“Mungkinkah itu alat untuk mengukur sihir?” Kino menebak


“Bisa jadi. Kita akan tau nanti”


Ketiga giliran Ryou tiba, dua orang di belakangnya yaitu sang kakak dan Kaito akhirnya bisa melihat jelas cara alat itu bekerja.


“Selamat pagi, tuan. Silahkan isi nama dan usianya lalu letakkan tangan kanan Anda di atas bola ini”


Ryou hanya menurut. Dia menulis namanya dan usianya dengan jujur kemudian meletakkan tangannya di atas bola itu.


Tidak lama kemudian, bola tersebut bercahaya sebentar lalu cahaya tersebut menghilang.


Di telapak tangan kanan bagian luar milik Ryou, muncul sebuah lingkaran sihir dengan tulisan aneh di sekelilingnya dan angka 2/87 di dalam lingkaran tersebut.


“Baik, data sudah masuk. Anda akan mengikuti ujian masuk di ruangan 2 besok dengan nomor peserta 87. Besok, datanglah jam 10 pagi dan nanti Anda akan diarahkan ke ruangan yang dituju begitu sampai di sini”


“Apakah kami harus mengenakan pakaian atau membawa peralatan khusus?”


“Tidak perlu. Hanya perlu menyiapkan mental dan sihir tuan untuk mengikuti ujian. Sisanya akan disiapkan oleh pihak akademi”


“Baik. Terima kasih”


Ryou pergi. Kali ini giliran Kino lalu Kaito. Setelah selesai, mereka langsung mundur ke bawah pohon di samping tempat itu.


Kaito melihat tangannya.


“Kita memang akan terpencar rupanya”


“Dimana ruangan kalian?”


Ryou melihat di tangan Kino terdapat tulisan 3/88 dan di tangan Kaito terdapat tulisan 7/89.


“Kaito, kau jauh sekali”


“Begitulah. Tampaknya kita


tidak akan–”


-Deg


Tiba-tiba, dari arah belakang mereka tampaknya ada sesuatu yang begitu menekan. Ketiga remaja itu merasakan ada aura begitu kuat. Aura membunuh, itulah yang mereka rasakan.


Wajah mereka langsung pucat dan dengan cepat mereka langsung melihat ke arah orang-orang yang lewat.


“Oi…kalian juga merasakannya?” tanya Ryou yang masih pucat


“Aku…merasakan aura itu. Rasanya berat dan begitu menekan”


“Aura pembunuh. Bukan hanya itu, tampaknya dugaan Xenon benar. ada penyusup yang telah mendaftar juga. Tapi, aku tidak yakin berapa orang yang masuk”


“Kaito…kita tidak diuntungkan sama sekali. Jika salah satu dari kita harus satu ruangan dengan monster seperti itu, kita akan hancur”


“Kau benar, Ryou. Kita harus memberitau Xenon tentang hal ini”


Dari luar gerbang, terlihat ada beberapa orang yang keluar. Wajah dan seperti apa mereka masih belum diketahui.


“Dimana kalian akan ditempatkan?”


“3/103”


“5/101”


“Aku di 7/108”


“Tampaknya aku juga akan berpisah dengan kalian. Aku di 2/112”


“Tidak masalah. Selama rencana kita berjalan lancar, dimanapun kita berada maka di sana hanya memerlukan kata berhasil. Rencana kebebasan dan pembalasan kepada kerajaan baru akan dimulai”


******