Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 256. Satu Hari Sebelum Ujian bag. 5



Di tempat Xenon sekarang, dia sudah bersiap dengan semua kemampuan bertarungnya.


“Kau tidak punya senjata, dengan apa kau mau bertarung?”


“Ah, jangan khawatir. Sihirku cukup bersahabat”


[Bamboo Sword]


Dari dalam tanah, muncul pedang yang terlihat seperti pedang bambu. Sepertinya bisa disebut mirip dengan pedang bambu biasa, atau memang itu hanyalah pedang bambu saja.


“Pedang…”


“Bambu?”


“Benar. Cukup ramah lingkungan, kan? Ini salah satu yang paling normal yang bisa aku buat” kata Xenon dengan nada santai


“Mirip seperti pedang yang dipakai saat latihan Kendo” ujar Kino


“Hmm? Aku tidak tau apa itu Kendo, tapi pedang ini cukup kuat untuk melawan pedang dari besi. Bagaimanapun juga, pedang ini terbuat dari sihir tanah jadi tidak mudah hancur selayaknya bambu biasa”


“Begitu”


Xenon tersenyum dan mengeluarkan pedang lainnya untuk diberikan kepada Kino dan Ryou.


“Dengan begini masing-masing dari kita sudah memiliki pedang. Aku ingin mengetes kemampuan bertarung kalian. Kalau mendengar dari cerita semalam, tampaknya kalian sudah cukup ahli dalam bertarung, benar kan?”


“Begitulah. Mungkin karena perbedaan dunia, aku dan Kino tidak begitu menonjol sepertimu dan Kaito. Tapi kalau soal bertarung fisik, kami berdua memiliki cukup kepercayaan diri. Benar kan, Kino?”


“Benar. Walaupun secara presentase aku yang terlemah di antara kami bertiga”


“Jangan merendah begitu, Kino. Kau memiliki lebih banyak potensi karena kau tenang. Otakmu juga sepertinya merupakan asset yang penting. Aku bisa mengetahuinya” puji Xenon


Kino hanya tersenyum mendengar pujian itu.


“Waktu yang kita miliki hanya hari ini. Aku tidak bermaksud untuk mengalah pada kalian” kata Xenon


Setelahnya, dia mengeluarkan sihir lainnya.


[Summoning Magic: Earth Golem]


[Summoning Magic: Earth Armor Ninja]


Dari dalam tanah, keluar beberapa makhluk mirip monster yang semakin lama semakin memperlihatkan wujudnya.


“Golem dan prajurit?! Kau bisa melakukan sihir seperti itu?!” Ryou terkejut sampai terlihat syok


“Sihir pemanggilan adalah hal yang normal. Hampir semuanya bisa melakukan sihir ini. Nanti kau akan diajarkan cara melakukannya”


“Tapi kau memanggil mereka lebih dari satu! Kalau mau membunuh kami, bilang saja sejak awal!”


Ocehan Ryou itu beralasan karena makhluk yang dipanggil oleh Xenon semuanya berjumlah lebih dari sepuluh.


“Ini hanya sebagian. Setidaknya aku hanya memanggil sekitar 10-15 ekor untuk latih tanding. Jangan khawatir, aku juga akan menjadi lawan kalian. Tidak adil rasanya jika kalian melawanku satu per satu”


“Selain keterbatasan tenaga yang kumiliki, kalian juga pasti akan mengambil celah melakukan pengeroyokan padaku”


Ucapan Xenon itu ditanggapi dengan sangat sinis oleh Ryou.


“Cih, aku tidak tau kalau calon penguji gadungan sepertimu bisa punya pemikiran seperti itu?”


“Terserah kau mau bilang apa. Aku percaya pada instingku. Apalagi kau itu sedikit mengkhawatirkan. Membuatku semakin percaya kalau kalian akan melakukan pengeroyokan padaku” balas Xenon dengan nada meledek


“Ukh” tampaknya Ryou tidak bisa mencari alasan lain karena itu benar


“Ninja ya…rasanya di ‘dunia’ ini, sebutan itu juga terdengar sangat tidak asing untuk Xenon-san. Apakah di sini samurai dan sebagainya juga ada?” tanya Kino


“Ada. Mereka berasal dari negeri timur”


Kino dan Ryou saling melihat satu sama lain. Mereka yakin bahwa tempat mereka berada mirip dengan dunia asal mereka.


“Kita mulai!!”


Kaito mengeluarkan pedangnya dan ketika golem itu maju, Kaito melompat untuk membunuhnya.


-CLAANG


“Tidak mudah hancur rupanya”


“Jangan terkejut dulu. Golem itu memiliki tubuh yang keras seperti batu” jelas Xenon singkat


“Apa ada larangan menggunakan sihir, Xenon-san? Bukankah kami harus berlatih untuk meningkatkan sihir kami?”


Kino bertanya kepada Xenon. Xenon yang bersiap untuk berlari dan melawan mereka menjawab.


“Tidak ada larangan untuk menggunakan sihir, tapi sebisa mungkin aku ingin separuh dari monster panggilanku menghilang tanpa sihir kalian!! Dengan begitu, aku bisa menilai kalian dengan [Senri Eye] milikku”


“Terkadang, puncak seseorang menguasai sesuatu itu adalah di saat dirinya terdesak atau telah mengeluarkan semua kekuatan yang dia miliki. Jika aku sudah memberikan tanda kepada kalian, maka saat itu kalian bebas menggunakan sihir kalian”


Penjelasan Xenon itu membuat ketiganya yakin bahwa mereka harus menekan diri mereka lebih keras untuk bisa bertarung satu lawan satu dengannya.


“Oi! Tapi kau tidak gila, kan? Kau memberi kami pedang bambu di saat para ninja gadungan itu menggunakan senjata asli?! Aku berani bersumpah senjata kunai dan shuriken itu sungguhan!” Ryou kembali protes


“Kau kan punya otak! Pakai sedikit otakmu!!” dan Xenon kembali berteriak membalasnya


Sekarang tidak ada waktu untuk Ryou berpikir dan membalas perkataan Xenon.


“Ryou!” teriak sang kakak


‘Aku akan membuat penguji gadungan itu menyesal! Lihat saja nanti!’ gumam Ryou dalam hati


******


“Mark-sama!” teriak anggotanya di belakang


“Kalian diam di sana dan jangan mencoba membuatku repot”


Mark bergerak dengan cepat.


“Matilah kau, bangsawan kotor!!” teriak orang itu


Mark sudah tidak mau menghabiskan waktu untuk menghadapi monster menyebalkan di hadapannya.


“Aku akan menyambut kalian sebagai pengikutku sebentar lagi” kata Mark


Mata Mark menjadi semakin merah dan sabitnya mulai terlihat bersinar. Dengan cepat sabit itu diayunkan dan mengenai monster golem di depannya.


Lava golem yang ada di depannya melemparkan lava besar sebagai serangan balasan untuk menghentikan lawannya.


Dengan kecepatan berlarinya, Mark berhasil menghindari serangan tersebut. Tentu saja semua itu bukan hanya karena kecepatannya.


Mark berusaha untuk melompat dan dengan satu kali ayunan, dia mendaratkan sabitnya ke arah monster golem di depannya.


“Selamat datang di dalam daftar monster pengikutku”


-SLAASH


Sabit itu mengenai tubuh besar lava golem. Memang sepintas tidak terlihat seperti memiliki efek, tapi itu tidak benar.


“Ahahaha, kau kira golemku akan mudah dikalahkan olehmu?! Jangan sombong dulu, bangsawan!” teriak orang berjubah itu


Musuh itu mengeluarkan sihir lain untuk menghadang pergerakan Mark.


“Rasakan ini! [Fireball]”


Mata Mark menyala seperti efek sihir. Tidak lama setelah itu sebuah serangan cairan lava dilemparkan oleh monster yang seharusnya menjadi alat baginya.


“Apa?! Kenapa?!” teriaknya dengan wajah pucat


Mark berlari dengan cepat dan melompat untuk mendaratkan sebuah serangan lain ke monster yang disebut destroyer golem.


Monster itu memiliki sebuah senjata besar yang dengan mudah menghalangi langkah Mark untuk mendekatinya. Senjata besar itu diayunkan dengan cepat, menyebabkan dorongan angin yang cukup kuat.


“Mark-sama!”


“Aku bilang diam di sana atau akan kukeluarkan kalian dari timku! Aku tidak butuh orang yang tidak mendengarkan perintahku!”


“……” para anggota lainnya melihat pertarungan itu dengan wajah cemas


Sementara Mark tampaknya tidak mengalami kesulitan berarti. Hanya saja, dia sudah mulai bosan dan ingin cepat mengakhiri semua ini. Destroyer golem itu menyerangnya terus menerus. Ditambah lagi dengan perlawanan yang dilakukan oleh monster golem satunya.


“Aku lupa. Tadi monster meriam itu apa namanya? Meriam golem? Monster golem dengan senjata laras panjang? Kenapa namanya susah sekali dihapalkan? Kalau dia masuk dalam koleksiku, bagaimana aku memanggilnya nanti?” gumamnya


“Jangan bicara omong kosong!! Ultimate Gear Golem, bunuh mereka semua! Bunuh Marquis Vermillion itu!!”


Mark tersenyum mendengarnya.


“Ultimate Gear Golem, akan aku ingat. Lava Golem, tolong urus monster itu untukku ya”


Tampaknya memang ada sesuatu di sini. Lava golem itu terlihat menuruti perintah Mark dan langsung melakukan serangan skala besar. Sebuah semburan api diluncurkan dan mengenai sebagian tubuh monster tersebut.


“Apa?! Bagaimana bisa monsterku bertarung satu sama lain seperti itu?! Apa yang kau lakukan, sialan!!”


Dengan memanfaatkan tubuh golem yang besar itu sebagai pijakan, Mark mendaratkan serangan lainnya ke leher destroyer golem tanpa memedulikan teriakan orang berjubah itu.


-SLAAASH


Sayatan panjang membuat sebuah goresan yang tidak cukup dalam, namun entah kenapa menjadikan golem tersebut tidak lagi bergerak.


“Destroyer golem!!” teriak orang berjubah itu


Mark berdiri di atas tubuh destroyer golem itu dan menatap rendah manusia di bawahnya.


“Aku akan memberitaumu sedikit rahasiaku. Jika kamu adalah orang suruhan pengkhianat itu, kamu seharusnya tau bahwa aku adalah satu-satunya orang yang memiliki senjata ini. Artifact, pernah dengar kan?”


“Artifact katamu! Tidak mungkin! ‘Orang itu’ tidak mengatakan kepadaku soal pengguna senjata sihir itu!”


“Itu artinya si pengkhianat itu mengirim dirimu ke sini untuk mati. Memang tidak banyak yang mengetahui tentang Artifact dan penggunanya, tapi jika itu berasal dari kalangan yang sama seperti orang yang mengirim kalian, dia seharusnya sadar bahwa aku adalah pemilik senjata sihir itu”


“Di–diam kau! Kaulah yang akan mati!”


“Jangan terlalu yakin. Aku tidak tau apa yang dikatakan oleh mereka kepada kalian sebelum mencoba membunuhku. Tapi, aku ingin tau…apakah kamu sendiri tau bahwa Shadow Ghoul yang dipanggil itu sudah jadi koleksiku sekarang?”


Wajah orang dengan jubah itu tampak pucat dan dia mulai gemetar.


“Apa maksud–”


Mark mulai menghela napas tipis dan dengan tatapan merendahkan miliknya itu, dia melihat dan memberikan orang itu sebuah penjelasan yang mungkin akan menyadarkannya pada kenyataan.


“Artifact milikku ini adalah senjata yang memiliki efek khusus. Setiap monster yang terkena serangan atau terbunuh dengan senjata ini, maka mereka akan menjadi koleksiku. Aku bisa memanggil mereka sesuka hatiku meskipun mereka telah mati sekalipun”


“Meskipun sabit ini tidak berguna untuk mengendalikan manusia, tapi selama dia memiliki darah monster, maka aku bisa menjadikan dia sebagai koleksiku. Aku akan menebak bahwa dibalik jubah itu…kamu adalah beastman, iya kan?”


“Kugh!!”


Begitu jubahnya dibuka, Mark tersenyum karena tebakannya benar.


“Kalau begitu, sebelum [Dark Sacrifice] kembali menggangguku, akan kujadikan dirimu sebagai salah satu koleksiku”


******