
Saat ketiga remaja dari dunia lain itu sampai, mereka melihat wajah yang tidak asing untuk mereka. Itu adalah wajah dari Emilia Xelhanien.
“Gadis itu…kakak dan Emily Xelhanien kan? Kenapa bisa ada di sini?”
Ryou melihat ke arah Kino dan Kaito. Sepertinya beberapa orang melihat kerumunan tersebut, ada juga yang mengabaikannya.
“Kino, bagaimana?” tanya sang adik kembali
“Aku rasa kita harus melihat situasinya dulu”
Kaito sedikit tidak setuju dengan Kino, “Aku rasa kita tidak bisa melakukan itu, Kino. Mereka jelas sedang mencari masalah. Setidaknya aku tau gadis sombong yang membentak Emilia Xelhanien itu yang memulai”
“Apakah itu benar?” Kino sedikit ragu
“Lihat dan perhatikan gayanya itu”
Tampaknya ketiga remaja itu hanya bisa melihat dari kejauhan seperti yang lain.
**
Di sisi lain, Virgo kembali dengan Galaktika dan Rayel untuk berkumpul dengan Vares. Mereka akhirnya kembali berempat.
“Cepat sekali. Bagaimana?” tanya Vares
“Kita tidak bisa melakukannya di sini. Selain itu, ada suara Misha-sama beberapa saat lalu” kata Rayel
“Lady?”
“Kita harus melihat ke depan” saran Rayel
Namun tampaknya Galaktika tidak ingin mengambil resiko. Dia harus bisa menutupi posisinya sebagai pengkhianat dan mata-mata dari Dewan Sihir sekarang.
‘Akan sangat berbahaya jika sampai ada anggota divisi yang menyapaku atau melakukan hal yang dapat membuatku terlihat seperti teman mereka’
‘Aku harus menjauhkan mereka dari keramaian di sana’
‘Sekalipun itu benar Lady yang sedang membuat gaduh, akan lebih baik jika aku tidak ikut campur. Aku bukan sepenuhnya pengikutnya sekarang’
‘Posisiku harus lebih aman’
Galaktika dengan tenang mengusulkan sesuatu.
“Aku rasa kita tidak perlu ke sana. Akan sangat berbahaya jika kita ke sana dan memperlihatkan bahwa kita dan Lady itu saling kenal”
“Apa maksudnya itu, Galaktika?” tanya Virgo
“Bagaimanapun juga, kita sedang dalam misi. Tidak ada yang menyadari bahwa Earl Midford adalah orang yang terlibat”
“Sementara kita masih aman. Akan lebih baik jika bersikap diam dan memperhatikan sampai mendapatkan celah untuk mencuri kesempatan”
Tampaknya pemikiran itu sangat masuk akal untuk mereka dan akhirnya saran Galaktika diikuti oleh semuanya.
Keempatnya memilih untuk menyingkir dan mengurus administrasi ke loket lain.
Bagaimanapun juga tempat itu sangat luas dan ramai, keempat anggota Rebellenarmee itu akhirnya memilih untuk berpura-pura menjadi orang asing dan tidak terlibat.
Galaktika berhasil membuat mereka mengabaikan Misha di sana.
**
Kembali lagi ke panggung drama yang dilakukan antara Misha dengan Emilia.
“Aku tidak peduli dengan alasanmu! Beritau aku dimana Rexa-sama!”
Emilia dan Tatiana sudah berusaha untuk bersabar.
“Jika tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan, dimohon jangan membuat keributan. Apapun yang ingin dikatakan oleh Misha-sama, aku tetap akan menjawab hal yang sama karena aku tidak berbohong” jawab Emilia
Emilia dan Tatiana mengabaikan gadis manja itu dan memulai proses pendaftaran.
Baru beberapa menit dibuka, gadis bernama Misha itu kembali berulah dengan menjatuhkan seluruh berkas yang ada di loket pendaftaran Emilia dan Tatiana.
-Braaak
Ketiga remaja dari dunia lain itu sampai syok melihat itu. Bukan hanya mereka saja, namun semua orang termasuk anggota divisi lain juga ikut panik.
Semua kertas berkas itu berserakan di lantai lobi.
“Kita harus membantunya!”
“Tunggu! Kino!!” Ryou berteriak memanggil sang kakak yang reflek ke depan untuk membantu. Sungguh baik hati sekali kakak teladan yang satu ini.
Mau tidak mau, akhirnya mereka melibatkan diri. Sungguh plot yang cocok untuk para pemain utama.
Kino membantu beberapa anggota divisi mengambil berkas tersebut.
“Terima kasih banyak” kata anggota itu
“Sama-sama”
Ryou yang mendekati sang kakak bersama Kaito mendengar bentakan lain dari gadis sombong itu.
Ryou langsung spontan bergumam pelan, “Rexa? Seperti nama kakak dari Xenon. Aku tidak salah kan, Kaito?”
“Tidak, itu memang nama dari kakak Xenon. Kenapa dia begitu bersikeras dengan semua itu?”
“Entahlah, tapi gaya sombongnya itu membuatku kesal”
Ryou mulai terpancing emosi menonton semua itu. Kaito berusaha mencegahnya dengan memegangi tangannya.
“Jangan membuat masalah baru. Ingat kalau kita memiliki banyak tugas menanti. Identitas kita juga sudah tersebar. Jangan berulah”
“Aku kesal dengan semua itu. Aku ingin sekali membuat gadis itu diam”
“Bukan tempatmu membuatnya diam”
“Cih!”
Mau tidak mau Ryou diam dan melihat gadis itu bicara seenaknya kembali.
“Dengar Xelhanien, tidak peduli dengan apapun alasanmu…aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut Rexa-sama dariku!”
“Merebut?”
“Jangan kalian pikir aku tidak tau! Rexa-sama dan kamu selalu bersama! Aku tau kamu menyukai Rexa-sama! Dia adalah tunanganku!”
“Hah?!” Ryou langsung berteriak mendengarnya
Kino yang baru selesai membantu anggota divisi itu juga langsung berdiri. Kaito sendiri juga nyaris tidak percaya dengan semua itu.
“Ini bohong, kan?” Kino seakan tidak percaya
“Aku tidak percaya kakak Xenon memiliki selera yang buruk dalam memilih pasangan hidup” Ryou memberikan pujian bermakna negasi
“Aku rasa telingaku salah dengar tapi ternyata kalian juga mendengar hal yang sama ya? Ini kenyataan yang tidak masuk akal” Kaito bahkan bisa berkomentar seperti itu
Sekarang, drama itu mencapai puncaknya.Gadis itu masih mencoba memancing emosi Emilia.
“Aku peringatkan padamu, jangan sampai aku mempermalukanmu di sini”
“Tapi Misha-sama, tanpa Anda sadari, Anda sudah mempermalukan dirimu sendiri”
Betapa kesalnya Misha sampai akhirnya dia melayangkan sebuah tamparan renyah ke pipi Emilia.
-Plaak
Tatiana terkejut, “Emilia-sama!”
Ketiga remaja dari dunia lain itu terlihat syok. Sekarang, Ryou langsung melepaskan tangan Kaito dan bicara pada para gadis itu.
“Ryou!” Berteriak
“Apa yang mau kamu lakukan, Ryou?!” sang kakak juga mencoba menenangkan sang adik
Namun tampaknya emosi Ryou sudah maksimal.
Emilia yang memegangi pipinya dan menahan diri untuk tetap diam hanya mengatakan pada Tatiana bahwa dia tidak apa-apa.
Sikap tenang itu membuat Misha naik pitam hingga mengatakan kalimat jahat padanya.
“Aku tidak akan pernah memaafkanmu, dasar wanita tidak punya perasaan! Karena itu tidak ada bangsawan yang ingin menjadi tunanganmu!”
“Kamu hanya boneka yang dikendalikan oleh kakakmu sendiri! Bahkan adikmu yang paling kecil lebih berbakat darimu dan adik keduamu yang tidak berguna itu!”
“Siapa namanya, Alicia ya? Salah satu keturunan cacat milik Xelhanien yang tidak lebih baik dari adiknya yang paling kecil!”
“Bukan hanya kalian tidak memiliki kemampuan khusus seperti Xelhanien lain, tapi kalian hanya beban bagi kakak dan adik kalian sendiri!”
Betapa sakitnya kalimat itu untuk Emilia. Tatiana jelas sudah kehabisan kesabaran.
“Misha-sama, sebaiknya jaga mulut Anda atau–”
Ryou langsung berdiri di hadapan Misha dengan wajah kesalnya.
“Oi, kampungan. Mulutmu itu pernah disekolahkan atau tidak?”
“Siapa kamu?! Berani sekali bicara begitu pada seorang Lady?!”
Ryou terlihat merendahkan Misha sekarang.
“Lady? Siapa? Dimana? Aku tidak lihat ada Lady di hadapanku. Yang aku lihat adalah seorang anak perempuan manja yang hanya bisa menghina orang lain tanpa berkaca pada dirinya sendiri”
“Sebaiknya anak manja sepertimu jangan berulah dan mempermalukan dirimu sendiri. Lihat sekelilingmu itu? Kau mau tau seberapa buruk gambaranmu di mata mereka?”
“Kamu itu lebih memalukan daripada anjing tetangga di dekat rumahku yang melompat-lompat saat aku dan kakakku pulang sekolah”
Sebuah serangan mental ber-damage critical hit dari seorang Ryou. Sungguh mengenaskan.
Kali ini, mungkin akan ada sedikit drama lain yang akan dimulai.
******