Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 418. Sejarah Masa Lalu bag. 1



Ini baru setengah hari mereka menjadi murid di akademi dan tampaknya ketiga remaja dari dunia lain itu bertindak cepat.


Tidak membiarkan diri mereka terjebak terlalu lama dan berusaha menyelesaikan masalah serius yang dihadapi oleh guru sihir mereka, Xenon, tampaknya mereka memaksa hari-hari berlalu dengan tidak mudah.


Di dalam ruangan itu, masih sama seperti sebelumnya. Dingin, itulah yang dirasakan. Terlebih lagi saat menuju kemari, mereka juga melewati lorong panjang yang kekurangan cahaya namun memiliki lantai marmer yang sama dengan yang dimiliki oleh lantai Akademi Sekolah Sihir.


Xenon tampak terkejut melihat semua yang ada di sana.


“Bagaimana mungkin ada tempat seperti ini dan aku sama sekali tidak mengetahuinya?”


Itulah kalimat yang terucap dari mulutnya.


“Kemarin kami menemukan tempat ini saat kami memasuki perpustakaan berbentuk menara yang sudah kami ceritakan padamu” kata Ryou


Xenon memperhatikan sekelilingnya.


“Tidak ada apapun kecuali hal sederhana. Tapi buku yang kalian maksud itu…” Xenon melihat ke arah buku tersebut. “Jadi buku itu ya”


Kaito menjawab, “Benda itu sedikit mencurigakan untuk kami”


“Kalian berpikir kalau itu adalah Artifact, begitu maksudmu Kaito?”


“Benar. Aneh sekali benda itu ada di sini. Kino berpikir itu mungkin saja Artifact. Kau sendiri berkata bahwa ada Artifact yang tersimpan di sini, kan?”


Xenon memperhatikan buku itu lebih dekat, tapi dia tidak sembarangan melakukannya.


[Senri Eye]


Mata sihir itu digunakan untuk mendeteksi sesuatu yang mungkin menyelimuti tempat itu. Sihir yang aktif untuk menyambut penyusup atau semuanya, mungkin saja ada di sana.


“Ini aneh…” katanya sambil terlihat terkejut


“Kenapa, Xenon-san?”


“Tidak ada apapun di sini”


“Apa maksudnya itu?”


“Tidak ada sihir untuk mendeteksi penyusup atau lingkaran sihir transparan yang aktif. Aku tidak heran kalian bisa masuk ke tempat ini dan keluar tanpa membuat kegaduhan”


Kino dan Ryou saling melihat. Ryou bahkan mulai curiga sekarang, “Berarti ruangan ini memang menyimpan sesuatu dan pihak akademi begitu yakin dengan tingkat keamanannya”


“Tetap saja aneh, Ryou. Apalagi kalian bertiga memiliki pikiran bahwa itu adalah Artifact. Benda sekelas Artifact tidak mungkin tanpa penjagaan” tepi Xenon mematahkan pemikiran Ryou


Apapun itu, kenyataan bahwa Xenon tidak menemukan apapun yang bersifat defensive itu benar, yang artinya tempat itu begitu aman dimasuki siapapun. Bahkan jika seandainya orang tersebut adalah penyusup.


“Ceroboh sekali kalau memang buku di dalam bola kristal itu adalah Artifact dan diletakan tanpa penjagaan begitu” kata Kaito


Buku tersebut sedikit bersinar.


Sinarnya semula kecil dan tidak menampakkan apapun. Namun semakin lama semakin bersinar.


Hal ini masih belum disadari oleh keempatnya.


Mereka masih terlalu sibuk mencari tau ruangan dan benda di dalam bola kristal tersebut sambil meributkan hal aneh soal penjagaan.


“Sudahlah, kita sudah berhasil masuk dan aku ragu ada yang sadar” kata Ryou sambil mendekati bola kristal itu. “Kita sudah ada di sini dan semua akan baik-baik saja”


Xenon berpikir sejenak.


‘Aku tidak tau ada tempat seperti ini. Jika sihir [Area Zero] milik Lucas-sama bisa mendeteksi semua tempat terpencil di seluruh sudut Akademi, seharusnya beliau sudah tau mengenai tempat ini’


‘Tidak ada informasi apapun soal ini. Apakah Lucas-sama dan yang lainnya menyembunyikan hal ini atau…memang tidak ada yang tau?’


Xenon mendekati bola kristal transparan tersebut dan memperhatikan detail dari buku aneh di dalamnya.


‘Buku ini…apakah memang benda ini adalah Artifact?’


Saat Xenon hendak menyentuh bola tersebut, tiba-tiba cahayanya semakin bersinar dan menutupi semua pandangan mereka berempat.


“Apa ini?!”


“Xenon-san!”


“Oi, Xenon! Kau mau membunuh kami semua ya?!”


“Apa yang terjadi di sini?!”


Saat mereka sibuk berteriak, cahaya itu berubah putih dan sekarang, sebuah pemandangan asing terlihat.


***


Sebuah teriakan yang terdengar begitu menyayat hati.


“Aku tidak akan memaafkan kalian semua!”


“Kalian akan membayar semuanya, para manusia keji!”


“Kami tidak akan memaafkan kalian semua! Bahkan jika neraka menjatuhkan semua apinya kepada kami, dendam ini akan kami bawa sampai kalian tidak tersisa!”


Beberapa orang mati digantung. Mereka dijatuhkan secara paksa di depan sebuah tiang tinggi yang dipertontonkan banyak orang.


Satu kesamaan saat itu, mereka yang mati digantung adalah setengah elf dan beastman. Ada sosok yang melihat semua itu selain jutaan penduduk di sana yaitu seorang pemimpin. Wajahnya tidak asing untuk yang mengenalnya namun asing bagi ketiga pemuda dari dunia lain yang melihat.


“Apa ini?”


Wajah keempatnya pucat. Bukan tanpa alasan kenapa mereka seperti itu. Hal itu karena mereka menjadi salah satu dari orang-orang yang akan segera digantung.


Pakaian mereka sama persis dengan para korban yang habis digantung tersebut.


Kino terlihat pucat dan merasakan kakinya begitu berat. Suara rantai di kakinya membuatnya tersadar dan betapa syoknya dia.


“Apa ini?! Borgol?!”


“Kenapa kita akan digantung?!” teriak Ryou dengan tangan terikat borgol berat


“Ini tidak benar. Ada yang tidak benar di sini”


“Jelas ini tidak benar, Kaito! Kenapa masih bisa bicara begitu?! Oi, apa maksudnya ini! Kenapa kami diborgol dan dihukum mati!” teriak Ryou


Seketika, Ryou merasakan sebuah pukulan di wajahnya hingga membuatnya terjatuh.


-BUUK


“Argh!”


Seorang prajurit dengan ras naga menjambak rambut Ryou yang terjatuh. Kino jelas histeris dengan perlakuan yang diterima sang adik.


“Tidak! Jangan sakiti adikku! Ryou!”


-BUUUK


“Aaakh!” Kino berteriak


Sekarang Kino yang dipukul dan ditendang perutnya. Ryou yang dijambak saat itu masih bisa berteriak dan memberontak melihat kakaknya diperlakukan layaknya seekor hewan.


“Jangan berani menyentuh kakakku! Sialan! Minggir kalian, sampah!”


Ryou memukul tangan prajurit yang menjambaknya dengan kedua tangan yang diborgol sempurna demi menyelamatkan Kino.


Kaito dan Xenon juga ikut memberontak demi menyelamatkan mereka. Namun apa daya, tangan dan kaki mereka terborgol dengan berat besi yang lumayan.


Bisa bergerak seperti itu saja sudah merupakan sebuah hal yang membanggakan.


Mereka akhirnya dihajar oleh beberapa prajurit. Berhasil membuat keempatnya tidak bisa melawan dan babak belur, para prajurit menyeret mereka dengan tidak manusiawi.


Leher mereka berempat diikat tali dan bersiap untuk dijatuhkan.


Aneh sekali, namun keempatnya seperti meneriakan sesuatu saat di tiang gantung. Hal ini terjadi tepat sebelum mereka menemui ajalnya.


Kalimat ini adalah kalimat yang tidak diucapkan karena keinginan mereka berempat melainkan seperti ada hal lain yang memaksa mereka mengatakannya.


“Aku akan mengutuk kalian!”


“Kalian akan mati! Persetan dengan semua orang yang bersikap suci!”


“Kami akan mengutuk kalian dan kerajaan ini! Kami akan mengutuk Lucario dan keturunannya!”


“Negeri ini akan hancur di tangan para half elf dan beastman! Kalian akan menyesal dengan semua doa kalian!”


-CREEEK


Mereka dijatuhkan dan akhirnya mereka berempat tidak lagi bersuara. Mereka mati di tiang gantung.


******