
Ketiga remaja itu berjalan di wilayah Akademi Sekolah Sihir. Ryou masih membahas mengenai gadis-gadis itu.
“Tapi sebenarnya siapa mereka? Gadis menyebalkan itu juga pakai acara mengatakan kita harus masuk ke Divisi Penyerang segala. Memang ada apa dengan Divisi tersebut?”
“Entahlah. Tapi aku merasa bahwa anak kecil bernama Emily Xelhanien itu memiliki sesuatu yang aneh” ucap Kaito dengan nada serius
“Hah! Aneh kau bilang! Aku menyebut itu sangat mencurigakan! Selain dia bisa seenaknya mengurung kita di dalam sihir aneh, dia juga bisa menebak siapa kita. Aku tidak akan mengubah prasangka buruk yang kumiliki tentang dia! Pokoknya dia itu mirip setan!”
Ryou sekarang menjadi begitu kesal.
Namun, Kino tidak sepenuhnya menyalahkan sang adik karena di dalam pikirannya itu, dia juga memikirkan siapa dan apa yang dimaksud oleh gadis kecil bernama Emily Xelhanien tersebut.
‘Emily Xelhanien ya. Bukan hanya bisa mengetahui siapa kami, tapi juga mengetahui kedua jam saku yang kami miliki memiliki sihir. Itu tidak sepenuhnya salah, sejak jam saku ini adalah item serta kunci untuk pergi ke ‘dunia’ lain demi mencari ingatan Kaito-san.’
‘Tapi, yang menjadi pertanyaanku…bagaimana dia bisa menebaknya dengan mudah dan apa tujuannya mengatakan bahwa kami harus masuk Divisi Penyerang? Apakah mungkin dia memberikan petunjuk untuk kami? Tapi rasanya sangat tidak mungkin’
Pikiran berat yang panjang itu membuatnya tidak sadar bahwa sang adik dan teman berharganya itu memanggilnya yang terus berjalan di depan.
“…no…”
“Kino…”
“Oi, Kino! Kakakku!” Ryou menarik tangan Kino agar dia berhenti
“Eh?! Apa?!”
Kino berhenti dan terlihat sangat panik. Begitu melihat sang adik yang menarik tangannya, dia menjadi tidak begitu cemas. Sekarang, Ryou yang terlihat cemas.
“Kau ini kenapa, Kino? Apa yang kau pikirkan?! Aku sudah memanggilmu berkali-kali!”
“Maafkan aku. Aku hanya…”
Ryou melepaskan tangan sang kakak dan tersenyum padanya.
“Kita baru saja sampai di tempat ini. Tidak ada gunanya memikirkan banyak hal. Meskipun aku juga masih sangat penasaran dengan gadis menyebalkan bernama Emily itu, tapi kita tidak bisa melakukan apapun. Pertama, kita cari tau mengenai sekolah ini dulu dan cara mendaftar. Setelah itu kita susun rencana selanjutnya”
“Kamu benar, Ryou. Maaf karena aku sudah membuatmu khawatir”
Ketiganya mencoba mengesampingkan masalah di labirin tanaman tersebut dan fokus mencari informasi.
Bangunan sekolah itu memiliki banyak anak tangga yang membuatnya terlihat begitu mirip dengan istana.
Di dalam lobi utamanya, terlihat ruangan yang begitu luas dan sangat penuh dengan banyak orang yang ingin mendaftar. Ketiganya sampai di pusat informasi yang ada di bagian lobi depan gedung Akademi Sekolah Sihir.
“Aku terkesan. Dalamnya benar-benar seperti [Château de Versailles]. Aku masih ingat saat kita berkunjung ke Prancis saat liburan musim dingin tahun 2022 lalu dan aku yakin bentuk tempat ini mirip dengan [Château de Versailles]. Kau setuju denganku kan, Kino?”
“Aku berpikir tempat ini memang sangat mirip dengan [Château de Versailles], Ryou. Tapi, bukan itu yang harus kita pikirkan. Kita harus mencari informasi mengenai ujian masuknya. Selain itu, ada satu masalah serius yang kita miliki…”
“Sihir” Kaito menjawab singkat
“Tepat. Akademi Sekolah Sihir pasti lebih mementingkan kemampuan sihir dibandingkan yang lainnya dan kita tidak memiliki hal itu sejak awal”
“Tapi, bisa saja kita menggunakan item sihir. Bukankah pria bernama Xenon juga tidak terkejut melihat benda yang kita bawa”
Kaito melihat-lihat setiap sisi dan menemukan hal yang cukup menyita perhatiannya.
“Kino, Ryou, aku rasa masalah item sihir itu bisa kita cari tau bersamaan dengan informasi seputar ujian masuk. Sebaiknya kita pergi ke arah kerumunan di depan sana” ucap Kaito sambil menunjuk ke arah depan
“Kerumunan?” Kino melihat tangan yang ditunjuk oleh Kaito
“Dimana ada kerumunan, di sana pasti ada sesuatu. Sebaiknya kita ke sana” ujarnya kembali
Melihat itu, Kaito dan kedua kakak beradik itu akhirnya menuju ke sana.
Di dalam kerumunan, ada beberapa orang yang memberikan sebuah kertas berisi informasi mengenai jadwal ujian masuk, pamphlet dan juga hal lain terkait syaratnya.
Kino yang telah menerima satu kemudian bertanya pada orang yang membagikan kertas tersebut padanya.
“Maaf, di sini tertulis bahwa untuk mendaftar kami hanya perlu datang esok lusa di pagi hari ke tempat ini lagi. Tapi, apakah ada hal khusus yang harus kami penuhi?”
“Untuk pendaftaran tidak ada. Hanya perlu datang dan mengisi formulir. Namun, untuk ujiannya akan diadakan variatif. Setiap tahun hal yang diujikan selalu berbeda dan kali ini akan lebih banyak ujian kemampuan dibandingkan tertulis”
“Dengan kata lain, ujian praktek?”
“Benar. Ada alasan khusus untuk tahun ini jadi tidak ada batasan kandidat tertentu. Jika cukup percaya diri dengan sihir dan kemampuan bertarung yang dimiliki, semuanya boleh mendaftar”
Kaito merasa penjelasan itu sedikit aneh.
‘Alasan khusus katanya. Memang ada ujian masuk suatu akademi menerapkan sistem seperti itu?’
Ternyata, bukan hanya Kaito yang berpikir begitu. Ryou pun memiliki pemikiran yang sama.
‘Jangan bercanda! Mereka bukan sedang mencari murid untuk belajar melainkan mencari orang berbakat untuk dijadikan prajurit perang! Siapa yang coba mereka bodohi!’
“Kebetulan kami bukan berasal dari Negara yang menganut paham sihir. Apakah ada cara khusus bagi kami
untuk dapat mengikuti ujian praktek sihir?”
“Oh! Kalian bukan berasal dari Negara sihir ya? Dari mana kalian berasal?”
“Kami berasal dari Negara di sisi timur benua” Kino mengarang dengan indah dan tepat
“Negara Timur ya. Aku dengar mereka memang tidak menggunakan sihir dan fokus pada ilmu energi kehidupan. Apa kalian menggunakan ilmu tersebut?”
“Kami bertiga hanya…orang biasa” Kino kembali mengarang dengan indah dan tepat
“Begitu. Jika kalian ingin coba mengikuti ujian sihirnya, kalian bisa mencari item sihir berupa batu sihir. Batu tersebut dijual bebas di toko permata sihir di kota. Kalian bisa pergi ke sana untuk mencarinya”
Ketiganya tersenyum mendengar informasi tersebut. Akhirnya, ada sedikit pencerahan mengenai cara menggunakan sihir di tempat itu. Kino dan dua orang lainnya berterima kasih pada orang tersebut dan pergi dari tempat itu.
Setelah menuruni tangga yang sangat banyak dan sampai ke bawah, ketiganya keluar dari gerbang bangunan tersebut dan menarik napas bersama.
Hanya dalam hitungan detik, mereka bertiga bersorak gembira bersama.
“Yeah!”
Tanpa memikirkan orang-orang di sekitarnya yang melihat, mereka bertiga terlihat begitu bahagia.
“Batu sihir! Itu yang kita butuhkan sekarang!”
“Dengan begitu, kita bisa menggunakan sihir dan mengikuti ujian masuk ke tempat ini!”
“Ryou, Kaito-san, sebaiknya kita pergi kembali menuju kota dan mencari toko permata sihir di tempat ini”
“Aa!”
Ketiganya bergegas dan berlari menuju kota.
******
Di dalam sebuah ruangan bertuliskan [Ruang Rapat Dewan Sihir], ada 8 kursi yang tersedia dengan sebuah meja rapat panjang di dalamnya.
Sekitar 4 kursi yang terisi oleh beberapa orang. Satu orang perempuan dengan ras elf, satu orang perempuan dengan ras naga dan dua orang laki-laki dengan ras manusia yang duduk di dalamnya.
“Rexa-sama, aku dengar Xenon-sama telah mengalahkan salah satu kelompok anggota sihir hitam pagi ini. Aku terkesan dengan kinerjanya. Benar-benar sangat menakjubkan” puji gadis elf tersebut
“Terima kasih banyak, Tatiana-sama. Aku sangat bangga dengan adikku itu”
“Dengan begini, setidaknya kita sudah melenyapkan satu kelompok lain. Tapi, itu masih belum menyelesaikan apapun” kata gadis ras naga di samping gadis elf bernama Tatiana
“Algeria-sama benar. Kita masih belum bisa tenang. Dalang dari semua penculikan yang terjadi di tempat ini dan di kota masih belum diketahui. Selain itu, tujuan organisasi sihir tersebut juga masih belum diketahui”
“Benar. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut. Lucas-sama juga berpikir begitu, kan?”
Seorang pemuda yang duduk di kursi rapat itu terlihat begitu serius tanpa ekspresi.
“Apapun yang terjadi, kita harus menghentikan mereka. Akademi Sekolah Sihir adalah pemegang tertinggi otoritas Negara ini selain kerajaan. Kita akan melenyapkan semua pengguna sihir hitam dan mengembalikan ketentraman Negara ini”
“Lucas-sama benar”
“Itu benar! Harus melakukannya”
Rexa tersenyum mendengar ucapan kedua gadis tersebut dan melihat sekeliling ruangan itu.
“Lucas, dimana ketiga anggota ya?”
“Mereka sebentar lagi akan–”
-BRAAK
Suara pintu terbuka dan terlihat ada tiga orang yang datang. Itu adalah tiga orang gadis yang berada di dalam labirin tanaman.
“Lucas! Emily sudah datang! Maafkan aku karena terlambat” teriak gadis kecil bernama Emily
Ekspresi Lucas tidak berubah dan langsung meminta gadis itu untuk duduk.
“Emily, jangan berisik dan cepat duduk. Emilia, Alicia, terima kasih sudah mau menjemputnya untukku”
“Sama-sama, Lucas-niisama” jawab Emilia
Ketiganya duduk di kursi yang tersedia. Hanya tersisa satu kursi yang masih kosong.
“Kita bisa mengabaikan kehadiran Marquis Vermillion dan memulai rapat kali ini. Dengan ini, agenda rapat Dewan Sihir mengenai pembahasan ujian masuk Akademi Sekolah Sihir dimulai”
******