
Di sebuah lorong di Akademi Sekolah Sihir, terdapat sebuah pintu yang begitu besar.
Pintu tersebut adalah tempat dimana Dewan Sekolah berada dan di dalamnya, berdiri 5 orang dewasa yang dianggap sebagai yang tertinggi dalam mengatur sekolah tersebut.
“Begitu rupanya. Kami juga menyadari hal tersebut seperti yang kalian duga. Tapi, kami tidak bisa membatalkan begitu saja ujian masuk untuk masalah ini” kata salah seorang dari tetua tersebut
Dia adalah kepala sekolah sekaligus pemimpin tertinggi dari Akademi Sekolah Sihir. Otoritas tertinggi lain selain pemimpin di kerajaan, Master Dresden Heidelberg.
“Tentu kami mengerti dan paham akan hal itu, Heidelberg-sama. Kami juga mengerti bahwa tujuan sekolah membuka ujian masuk dengan kriteria khusus ini adalah untuk menjadikan tempat ini sebagai kekuatan dan pertahanan terkuat lain” kata Lucas
“Duke Xelhanien benar. Organisasi sihir hitam yang menculik warga yang tidak bersalah pasti merencanakan gerakan kudeta atau upaya penggulingan terhadap kerajaan dan akademi” ucap salah satu dari anggota dewan lainnya
Mark Vermillion yang sudah mengeluarkan Artifact miliknya, memegang sabit besar dengan mata merah menyala dan di bawahnya terdapat mayat beastman yang sudah didapatkannya.
“Mengenai oleh-oleh yang kubawa ini, mau diapakan oleh kalian? Jika diserahkan padaku, aku hanya akan menjadikan dia sebagai koleksiku”
“Selain itu, kalian juga sudah tau bahwa tugasku ini tidaklah mudah. Aku hanya khawatir kalau [Dark Sacrifice] akan aktif dari jarak jauh seperti yang kulaporkan sebelumnya”
Para dewan mulai berpikir sejenak. Salah satu dari mereka berkata, “Kami akan meneliti sihir tersebut dan pemicunya. Bisakah Marquis mempercayakan ini kepada kami?”
“Baiklah. Tapi sebelum itu, aku ingin memastikan sesuatu”
“Apa itu?”
Mark tidak segan-segan mengarahkan sabit besar di tangannya ke arah kelima anggota dewan dengan mata merah menyala itu. Pandangan begitu dingin dan mengintimidasi diperlihatkannya.
“Dari penjelasan dan rencana mereka yang mencoba melakukan tindak kriminal skala besar, aku ingin memastikan bahwa tidak ada orang dalam yang membantu. Apalagi sekelas Dewan Sekolah yang merupakan pemimpin di sini”
“Marquis Vermillion! Itu terlalu kurang aja! Biarpun kamu adalah–”
“Status bangsawan dan apapun yang berhubungan dengan Keluarga Vermillion bukanlah hal penting untukku”
“Marquis!!” anggota dewan lain terlihat sedikit emosi
Tapi tampaknya yang menghunuskan senjata terlihat santai dan baik-baik saja.
“Jangan khawatir. Bahkan kalian sebagai Dewan Sekolah ini tau bahwa hanya aku yang diakui sebagai pemilik Artifact”
“Aku hanya benci berurusan dengan orang dalam yang merupakan pengkhianat. Seandainya ada yang ingin mengakui bahwa ‘dia adalah pengkhianat’, maka sekaranglah waktu yang tepat”
Ucapan Mark seakan tantangan untuk semua orang di sana. Dia hanya memastikan bahwa tidak ada pengkhianat dari dalam, namun caranya cukup berani.
Master Dresden hanya tersenyum mendengar tantangan berani itu.
“Ahaha, terima kasih untuk tawaran menariknya. Tapi tampaknya tidak ada dari kami yang merupakan pengkhianat di sini, Marquis”
“Begitu. Tampaknya aku sedikit berlebihan” Mark menurunkan sabitnya tapi tidak ada kata maaf dari mulutnya
Hal itu menunjukkan bahwa Mark masih waspada terhadap otoritas tertinggi itu.
Rexa yang sejak awal diam hanya mendengarkan. Salah satu anggota dewan bertanya kepadanya.
“Rexa-sama, apakah ada hal lain yang ingin disampaikan olehmu mengenai hal ini? Karena menurut kesaksian, keluarga tunanganmu adalah salah satu terduga pelaku yang kuat untuk sekarang”
Mark melihat Rexa yang berdiri di belakangnya. Lucas juga tampaknya hanya melihat ke arah Dewan Sekolah tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.
“Aku…aku bermaksud untuk menemui Earl Midford secara langsung untuk urusan pribadi sebelum ada hal seperti ini. Mungkin, aku akan pergi ke sana juga untuk mengurus hal ini sebagai tujuan utama lainnya” kata Rexa
Master Dresden terlihat belum terlalu yakin dengan hal tersebut.
“Aku mengerti maksudmu. Tapi jika tidak keberatan, urusan pribadimu dengan urusan besar ini tidak perlu dikaitkan. Selain itu, kemungkinan Lady Midford yang ada di sekolah ini tidak terlibat dengan hal yang dilakukan Earl”
“Aku mengerti. Kalau begitu, izinkan aku untuk mengurus urusan pribadiku secepatnya”
“Baiklah. Untuk semua hal yang menyangkut anggota Dewan Sihir akan sepenuhnya diserahkan kepada pemimpin kalian. Kami akan sebisa mungkin melakukan penjagaan dan pertahanan untuk seluruh wilayah ini”
“Terima kasih banyak, Master”
Ketiganya keluar dari ruangan tersebut dan menyisakan sebuah helaan panjang dari anggota dewan di dalam ruangan.
“Haaa~anak muda jaman sekarang benar-benar membuat orang tua seperti kita bisa terkena serangan jantung lebih cepat. Sejak kapan mereka tumbuh menjadi anak-anak yang pandai mengancam seperti itu?” kata salah seorang anggota dewan
“Tapi, informasi dari Marquis begitu berguna. Dalam waktu singkat, pelakunya bisa diketahui dan lagi, beliau membawa barang bukti yang nyata. Itu mengagumkan!”
Master Dresden terdiam dengan ekspresi serius. Salah seorang anggota bertanya padanya.
“Ada apa, Master?”
“Aku hanya berpikir mungkinkah pelaku lainnya memiliki dendam kepada keluarga kerajaan? Di masa lalu, kejadian apa yang telah kita lupakan selama ini?”
“Kita mungkin telah melupakan sesuatu yang penting dan dengan memanfaatkan salah satu keluarga bangsawan, mereka merencanakan semua hal ini”
“Shadow ghoul bukanlah monster yang mudah dipanggil. Dan semakin banyak manusia yang dikorbankan untuk memanggilnya, semakin kuat monster tersebut”
Sang pemimpin memiliki banyak hal yang masih menjadi pertanyaan besar untuknya.
“Master, jelas ini adalah upaya untuk mengancam warga tidak bersalah demi menjatuhkan kerajaan dan kita” kata salah seorang anggota
“Selain itu, menurut kesaksian Marquis Vermillion barusan, mereka mengincar Artifact yang ada di tempat ini dan Duke Xelhanien itu sendiri. Bukankah Dewan Sihir dalam bahaya?”
“……” semua orang terdiam
“Tampaknya kita harus melihat ke dalam sejarah dan mencari tau sumber dari kegelapan yang mengancam Negara ini. Aku melihat awal gelap akan datang”
Bagaikan ada hal yang telah lama tenggelam, itu mungkin jawaban yang selama ini dicari.
**
Di lorong koridor, Lucas bersama Rexa dan Mark berjalan sambil membahas hal penting seperti yang mereka bahas di ruang Dewan Sekolah tersebut.
“Kalimatmu seperti biasa, Mark” kata Lucas
“Itu hal wajar. Kamu yang memberikanku hak istimewa untuk melakukan semua yang aku suka. Selain itu, tanpa mengancam sekalipun nantinya akan tetap ketauan”
“Begitu” Lucas berhenti. Dia melihat ke arah dua orang lainnya. “Jadi bagaimana menurut kalian? Dewan Sekolah tampaknya juga memiliki pandangan abu-abu mengenai motif pelaku. Dan kita sendiri masih harus menyelidiki pihak lain yang terlibat”
Mark terlihat tidak begitu peduli dengan pembahasan sebelumnya.
“Aku tidak butuh mendengarkan pendapat para orang tua itu. Sekarang aku lebih tertarik dengan kata-kata Rexa”
Mark melihat Rexa dengan tatapan serius.
“Kamu tadi mengatakan ingin menyelesaikan urusan pribadi dengan pengkhianat itu. Apa maksudnya?”
“Aku bermaksud membatalkan pertunanganku dengan Misha”
“Hmm. Keputusan yang bagus”
“Tapi, aku rasa kalian harus ikut denganku”
“Itu urusan pribadimu, Rexa” jawab Lucas
“Masalah pertunangan memang urusanku, tapi tidakkah kalian merasa bahwa mungkin saja di kediaman Midford tersimpan rahasia yang berhubungan dengan kejadian ini?”
“……” Lucas terdiam
“Aku mengerti bahwa urusan pribadi dengan yang terjadi sekarang tidak boleh dikaitkan. Akan tetapi, aku masih berpikir kalau sebaiknya kita harus mencari tau langsung”
“Aku setuju. Sebelum kembali ke tempat ini, aku memang bermaksud untuk langsung ke tempat pengkhianat itu. Jika tidak ingat aku akan menjadi salah satu penguji besok, aku mungkin tidak akan kembali sekarang dan bertindak sendiri”
Lucas terdiam. Dia masih memikirkannya.
“Kapan kamu akan ke sana?”
“Satu hari setelah ujian masuk”
“Aku mengerti. Kita bertiga akan pergi menemui Earl Midford tanpa surat pemberitauan resmi. Anggap saja ini sebuah kejutan”
******