Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 321. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 13



Ini terjadi sebelum Kaito menyerang Mark yang telah memasang perisai esnya.


Kaito yang saat itu mulai merasa bahwa dia harus bisa menggores sedikit pakaian Mark, bertaruh pada ingatannya.


Dia melompat jauh ke belakang demi menjaga jaraknya dengan Mark. Dengan mengeluarkan kuda-kuda yang tidak pernah diperlihatkan oleh Kaito sebelumnya, dia mulai mengingat detail gerakan tersebut.


‘Gerakan Adles Klaue…gerakan yang mendominasi pada kecepatan. Jika aku bisa menggabungkannya dengan kecepatan gerakan tersebut dan sihir, aku mungkin bisa menemukan kesempatan’


‘Sihir yang bisa aku pakai saat ini untuk menjadi sebuah kemampuan baru yang mendukung kecepatan itu…aku harus memikirkannya’


Masih mencoba berpikir jernih, Kaito mendapatkan sebuah bisikan lain yang merupakah titik penentuan dari ujian ini.


[Wind Art:  Rapid Trigger]


Mata Kaito terbuka dan seketika dia melihat semua pergerakan di sekitarnya melambat. Suara di sekitarnya, dari hembusan napas sampai kedipan mata yang lain berubah lambat. Terlalu lambat sampai dia tidak mengerti kenapa.


Tapi, dia memanfaatkannya. Dengan seluruh pandangan di matanya yang berubah lambat, dia melihat sebuah celah besar yang bisa dijangkaunya.


‘Dari sisi kanan…itu dia!’


Itulah yang terjadi.


Sihir [Art] yang baru saja tercipta dari keinginan kuat seperti gerakan Adler Klaue di ingatannya itu membuatnya bisa memunculkan sebuah sihir pendukung untuk gerakannya. Lebih tepatnya, sihir yang membuat penggunanya berpikir semua hal di matanya melambat.


Kaito tidak mengetahui konsep sihirnya yang sesungguhnya. Bukan sekitarnya yang melambat, namun sesungguhnya dia yang bertambah cepat.


-CLAAANG


Benturan dari pedang Kaito dan Mark terjadi, namun tidak berlangsung lama.


Kaito langsung berpindah bak menghilang dan muncul di sisi belakang Mark. Sekali lagi, reflek Mark cukup cepat sehingga bisa menghalangi serangannya. Tapi, sekali lagi Kaito menghilang.


Bagaikan sosok yang sedang menggunakan sihir teleportasi, Kaito terus berpindah dengan cepat. Kecepatan itu memaksa Mark kembali dalam mode bertahan dan perisai es yang telah dipasangnya menjadi sangat sia-sia.


‘Aku tidak tau bahwa dia bisa menciptakan sihir [Art] lain. Tampaknya emosi dan perasaan serta keinginannya itu adalah buah segar untuk membuat sihir [Art] miliknya sendiri’


‘In menarik. Jarang sekali ada orang yang bisa membuat sihir [Art] dalam waktu singkat dan pikiran jernih’


‘Penjelajah dimensi lain memang luar biasa. Jika dia diasah, mungkin dia bisa menjadi yang paling kuat di Negara ini’


Itulah yang ada dalam pikiran Mark.


Dia tidak ingin berhenti bertarung dengan Kaito, seakan melupakan bahwa dia adalah penguji sekarang.


Hal ini terbukti bahwa dia benar-benar mengabaikan dua gadis yang sedang melihat pertarungan mereka.


Virgo dan gadis naga itu memperhatikan dari jarak yang cukup jauh. Gerakan cepat dari keduanya seperti tidak bisa diikuti oleh mata biasa.


“Apa yang…apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa secepat itu? Aku tidak bisa mengikuti gerakannya, ini terlalu cepat!! Sihir apa itu? Apa kau tau sesuat?” kata gadis naga yang masih gemetar


“Aku tidak tau, tapi yang jelas bukan hanya kau seorang yang tidak bisa mengikutinya. Aku juga tidak bisa mengikuti gerakan itu” Virgo menjawab dengan serius


Akan tetapi, semuanya tidaklah benar.Virgo menyembunyikan perasaan terkejutnya itu karena dia sudah memiliki kemungkinan mengenai sihir Kaito.


‘Itu sihir [Art], aku yakin dia menggunakan sihir [Art]. Kalau tidak, mustahil bisa berlari tanpa suara seperti berpindah tempat seperti itu. Aku tidak mungkin salah’


‘Saat semua selesai, aku akan memintanya untuk menjadi rekanku. Aku yakin dia akan berguna. Meskipun aku tidak akan membiarkan dia hidup jika merusak atau mengetahui rencana besar master kami’


Virgo sudah merencanakan semuanya sebelum ujian selesai. Tapi, semua itu tidak penting.


Kembali ke pertarungan Kaito dan Mark.


Tampaknya Kaito masih mencoba keras melakukan serangannya. Dia mulai bicara dalam hatinya dengan rasa penasaran.


‘Aku sudah menyerangnya di saat tubuhnya lambat seperti ini, tapi kenapa aku belum bisa menggores pakaiannya sedikitpun? Apakah ini berarti dia memiliki sesuatu yang telah digunakannya dan aku tidak tau itu?’


‘Aku akan mempercepat kembali gerakanku. Ini adalah kesempatan karena dia sendiri masih dalam mode lambat’


Kaito yang terus mengeluarkan serangannya mulai membuat serangan kombinasi.


[Wind Art: Acceleration]


Kali ini kecepatan yang dimilikinya dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Dan tingkat akurasi serangan Kaito mengingkat.


Virgo yang melihatnya tidak bisa berhenti terkejut kembali. Kali ini, ada sebuah perasaan aneh yang menyelimuti.


‘Apa ini? Dia semakin cepat? Kalau semakin cepat, kemungkinan pertarungan ini akan semakin serius?’


‘Tapi, jika Kaito bisa seimbang melawan Mark Vermillion…bisa saja dia tidak sengaja membunuhnya. Ini tidak buruk, aku suka ini’


Sepertinya niat Virgo sekarang adalah menonton, bukan untuk membantu. Dan gadis naga di dekatnya hanya diam tanpa banyak bertindak.


‘Aku ingin pulang, aku ingin pulang. Tidak lulus juga tidak apa-apa. Aku akan minta maaf pada ayahku dan menjadi penjaga desa saja tidak masalah. Hiiii!’


Tampaknya gadis itu malah lebih menyedihkan lagi.


Mark mencoba menyesuaikan gerakan Kaito l dan memang bukan perkara mudah.


‘Gerakan ini sangat sulit dihindari seluruhnya dan hanya tinggal masalah waktu sampai ada kesempatan muncul baginya untuk menggores pakaianku’


Mata merah Mark menyala kembali dan kali ini dia tidak lagi menahan dirinya. Mark dengan cepat melompat ke sisi belakangnya dan mengeluarkan sihir yang cukup membantu.


[Gravity Bind]


Sihir yang memanipulasi gravitasi akhirnya menjadi pilihan terakhir untuk Mark.


Benar saja, gerakan Kaito langsung melambat dan perlahan-lahan mulai tertekan oleh beratnya gravitasi yang mengelilinginya.


“Apa…ini?”


Kaito merasa langkah kakinya terasa berat sekarang dan akibatnya, dia semakin melambat.


Dua sihir sebelumnya sudah tidak bisa digunakan kembali dan pandangan mata Kaito kembali seperti semula.


‘Ini…gravitasi di sekitarku terasa berat sekali’


Mark mulai masuk ke dalam area yang terkena sihir tersebut.


“Hanya aku yang tidak akan terkena sihir ini, jadi aku ingin sedikit memujimu karena bisa menampilkan sihir seperti itu”


“Begitukah? Tapi aku belum menggores pakaianmu, penguji” jawab Kaito tenang


Mark seperti orang yang sangat polos sampai memeriksa seluruh lengan dan pakaian bagian depan dan


sampingnya.


“Kamu benar, belum ada goresan. Syukurlah”


“……”


Sekarang Kaito hanya bisa menatapnya kesal. Di luar area sihir [Gravity Bind], Virgo dan gadis naga itu tampak tidak baik-baik saja.


“Lihat itu…dia tertangkap?!” kata gadis naga itu histeris


“[Gravity Bind] ya…”


“Kau tau sihir itu? Aku tidak pernah tau ada sihir yang bisa memanipulasi gravitasi”


“Itu adalah [Gravity Bind], sihir itu hanya diajarkan oleh murid seorang kelas penyihir tingkat atas atau Master. Jika kau memiliki guru sihir, maka kau akan bisa menggunakan sihir itu. Tidak semua orang bisa melakukannya kecuali murid dari Akademi Sekolah Sihir atau murid seorang Master Sihir”


“Begitu, jadi itu sihir yang bisa dipelajari kalau berhasil masuk akademi…”


Entah apa yang membuat gadis naga itu sedikit tenang, dia mulai memiliki keberanian untuk bertanya pada Virgo.


“Kalau…”


“Apa?”


“Kalau kita berhasil lulus…apakah kita bisa mempelajari sihir yang kuat dan tidak pernah ada di klan atau ras kita?”


“Tentu saja. Karena itu, banyak orang yang ingin masuk ke Akademi Sekolah Sihir. Mereka akan mendapatkan pengetahuan sihir dan sihir yang belum pernah mereka miliki” jawab Virgo


Mendengar itu, gadis naga yang awalnya takut akhirnya bangun dan mencoba mengeluarkan sihirnya sekali lagi.


“Jika aku memang bisa mempelajari sihir yang kuat…aku akan mencobanya”


“Apa yang mau kau lakukan?”


Gadis naga itu mulai melafalkan sebuah mantra aneh. Mata merah Mark aktif dan merasakan sesuatu.


“Ini…sihir milik ras tertentu, [Skill Successor] ya. Menarik, tampaknya tim yang kamu miliki cukup kompak” kata Mark sambil memuji


Gadis naga itu selesai dengan mantranya dan mulai mengaktifkan sihirnya.


[Dragon Skill: Lancer Dragonute]


Sebuah tombak cahaya yang berubah menjadi sosok naga mulai muncul dan bergerak untuk menyerang Mark yang berada di dekat Kaito.


“Aku akan lulus dan memperlajari sihir seperti ayahku!!”


Mark mengeluarkan sihir sebelumnya.


[Magical Cylinder]


Serangan tersebut masuk ke dalam tabung sihir Mark yang besar, namun ada sebuah kesempatan datang untuk Kaito.


-SLAAASH


-Sreet


“……!!!” semua orang terkejut


Mark terdiam dan menghentikan sihirnya. Dia melihat ke bawah dan menatap Kaito dengan tatapan datar.


“Seharusnya dengan ini, aku sudah lulus sekarang. Benar kan, penguji?”


******