
Ryou dan Kaito akhirnya terdiam dan tidak mengatakan apapun pada Kino. Ryou kembali mendekati sang kakak dengan duduk di tempat tidurnya, seakan merayunya agar tidak mengusirnya keluar.
“Kino…um…Nii-san…”
“Ryou masih dalam mode manjamu?” tanya Kino sambil tersenyum
“Aku…aku akan menjadi anak baik. Jangan mengusirku ya”
Kaito yang masih berdiri akhirnya berjalan dan duduk di kursi yang ditariknya sampai ke dekat tempat tidur pasien. Dia mulai menarik napas dan menghembuskannya.
“Haaa~”
Ryou hanya melihat itu sambil berkomentar dalam hati dengan wajah meledek.
‘Rasanya seperti melihat kakek-kakek sedang duduk’
“Ryou tidak sedang mengejek Kaito-san, kan?” ujar Kino tiba-tiba
“Eh?!” Ryou terkejut dengan wajah pucat
“Hmm?” Kaito memperhatikan Ryou yang panik
Seketika jantung Ryou nyaris saja berhenti. Dia tau kalau sang kakak itu peka, tapi tidak sampai bisa memprediksi isi hati manusia juga.
“Aku tidak mengejeknya! Memang siapa Kaito itu?! Dia bukan artis, bukan penyanyi, bukan seorang youtuber! Aku tidak perlu meledek orang yang menghela napas seperti kakek-kakek begitu…hmph!!”
Ryou langsung menutup mulutnya sendiri dengan tangan setelah tidak sengaja mengatakan isi hatinya sendiri. Pandangan mata Kino langsung berubah.
“Ryou”
“Ma–maafkan aku”
Kaito hanya bisa terdiam tanpa mau berkomentar.
‘Ingat Kaito, ingat! Kau masih sehat dan normal. Sudah cukup menarik urat emosimu hanya untuk meladeni remaja dari dunia asing seperti Ryou. Tahan, tahan’ gumamnya dalam hati
Ryou hanya terus berada di samping sang kakak dengan wajah seolah butuh dikasihani.
“Mencoba membela dirimu, Ryou?”
“A–aku tidak sedang membela diri! Se–selain itu, kita juga harus bicara banyak hal penting!”
“Hal penting?” Kino mulai terlihat penasaran
Kaito mulai membuka pembicaraan dengan nada serius.
“Pertama, tentang hubungan yang baru-baru ini terjadi. Sejak jam saku milik kalian hilang, kita langsung terhubung dengan tempat asing yang kita temui beberapa waku lalu. Hingga puncaknya, Kino nyaris saja mati akibat perbuatan dari orang-orang yang berasal dari tempat asing tersebut”
“……” kedua kakak beradik itu mendengarkan
“Mulai dari pertemuan kita bertiga dengan anak-anak yang meminta sumbangan di depan pintu altar, lalu pencarian diriku oleh anak buah Justin sampai keterlibatanmu dalam kasus penculikan baru-baru ini. Bukankah ini terlalu…kebetulan” lanjut Kaito
“Kebetulan?”
“Jelas terlalu kebetulan. Ditambah lagi saat itu, kita baru saja kembali dari ‘dunia siang’. Kita tidak bisa ke ‘dunia malam’ kembali karena tempat tersebut sudah tidak ada” sambung Ryou
“Tapi, keanehan tubuh kita sama sekali tidak berubah. Peraturan ‘kedua dunia’ tersebut masih berlaku seperti katamu. Hanya saja, aku merasa masalah yang kita hadapi ini seperti mengikat kita pada sesuatu.”
“Apa maksudmu, Kaito-san?”
“Seperti takdir yang sengaja mengantarkan kita bertiga untuk terlibat dengan semua orang dari tempat asing itu”
“……” Kino terdiam dengan wajah serius
Kalimat Kaito membuat Kino berpikir dengan keras sekarang. Jam saku yang masih ada di dekat selimutnya, kini diambil olehnya. Dia memandangi benda kecil itu sambil berpikir.
“Ka–kalau diingat-ingat kembali…jam saku yang ada di kantongku ini awalnya hilang tidak lama setelah bertabrakan dengan Theo-kun sebelum kita mengenalnya”
“Theo adalah anak yang mencuri jam saku itu, Kino. Apa kau tidak menyadarinya?” celetuk Ryou
“Aku…aku sudah mengetahui hal itu sejak bertemu dengan Stelani-chan dan yang lain”
“Begitu. Kupikir kau tidak menyadarinya sama sekali” kata Ryou
“Saat itu, aku sempat mengajak mereka semua makan bersama demi mendapatkan petunjuk soal jam saku ini dan keberadaan anak yang tidak sengaja menabrakku di altar. Aku hanya mencoba untuk tidak menyalahkannya dan bermaksud untuk mengambil jam saku ini sendiri. Aku tidak menyangka justru akan diserang seperti itu”
“Aku jadi berpikir…mungkinkah jam saku kalian itu menuntun kita untuk terlibat dengan mereka?” Kaito bertanya dengan tatapan serius
Kino dan Ryou saling memandang satu sama lain. Tentu saja, ekspresi yang mereka buat itu mencerminkan rasa terkejut.
“Itu…apa hal seperti itu–“ Ryou terlihat tidak yakin
“Aku…aku mulai berpikir bahwa kemungkinan itu ada”
“Kino?”
“Pikirkan baik-baik tentang hal ini, Ryou. Awalnya, kita datang ke tempat ini karena kebetulan atau mungkin sebuah kesalahan. Dan saat kita datang, Kaito-san terluka akibat pertarungan melawan kawanan serigala itu. Lalu, ketika Kaito-san telah berhasil mendapatkan kepingan ingatannya, kita…”
“Kita justru terjebak dalam masalah ini” Ryou meneruskan ucapan Kino
“Benar. Hal itu bermula dari jam saku yang hilang dan membuat kita terlibat dengan Theo-kun serta yang lain. Apakah itu cukup masuk akal untukmu?”
“Kau benar. Apa yang kau ucapkan benar. Ini seperti…jam saku ini adalah sesuatu yang ada untuk menolong Kaito” Ryou melihat ke arah Kaito
Kaito melihat jam saku yang dipegang oleh Kino dengan tatapan tajam.
Kino terdiam dan mulai melihat detail dari jam saku di tangannya tersebut dengan wajah aneh, seakan tidak bisa menutupi kegelisahannya. Ryou yang menyadari kakaknya mulai gelisah pun angkat bicara.
“Kembali ke pokok masalah kita sekarang. Seandainya itu benar, maka inti dari semua masalahnya hanya satu dan itu tidak lain adalah kepingan permata ingatanmu, Kaito” Ryou mulai bicara serius
“Kepingan permata milik Kaito-san…”
“Aku juga berpikir begitu. Aku yakin munculnya jalan aneh yang tidak pernah ada di ‘kedua dunia’ sebelumnya dan perubahan lokasi air mancur pasti berhubungan dengan semua itu. Hubungan antara kita dan semua orang-orang ini juga pasti memiliki maksud” lanjut Kaito
Kino mulai berpikir dengan serius menggunakan semua otak jeniusnya kembali. Tidak lama setelah itu, Kino mulai memberitau semua hipotesisnya.
“Aku ingin kalian coba mendengarkan pemikiranku dulu”
“Apa itu, Kino?” tanya Ryou pada sang kakak
“Ini mungkin tidak sepenuhnya benar, tapi mengingat ini yang paling mendekati maka aku merasa bahwa kita bisa menganggapnya benar”
Kaito berdiri dan menarik kursinya lebih dekat dengan Kino dan Ryou.
“Katakan. Aku selalu percaya pada pemikiran dan hipotesismu”
“Begini. Seperti yang Ryou dan Kaito-san katakan. Kemungkinan, kita memang terhubung dengan tempat ini karena ingatan Kaito-san masih di suatu tempat di ‘dunia’ ini. Sejak awal kita sudah membahasnya”
“……” Ryou dan Kaito mendengarkan dengan serius
“Hanya saja, tidak pernah terpikirkan bahwa kita akan terlibat dengan masalah serius seperti ini. Kita mulai saja dengan pikiran bahwa jam saku milikku dan Ryou memang menuntun kita untuk terlibat dengan Theo-kun dan yang lain. Aku mulai berpikir bahwa pokok masalah yang harus kita selesaikan pertama saat itu adalah melepaskan hubungan semua anak-anak itu dengan pria bernama Justin”
“Dan kita telah melakukannya” Ryou menjawab
“Itu memang benar, tapi tidak sepenuhnya benar juga”
“Apa maksud ucapanmu, Kino?” Ryou bertanya pada sang kakak
“Jam saku ini telah berada di tangan kalian berdua setelah kalian berhasil mengalahkan pria itu. Namun, hubungan kita dengan mereka masih belum berakhir sebab aku terlibat masalah lain bersama dengan Stelani-chan dan Fabil-kun” Kino melanjutkan kembali penjelasannya
“Belum berakhir? Maksudmu, hal itu membuat kita harus menyelesaikan masalah lainnya yaitu menyelamatkanmu dan memutus semua hubungan yang berkaitan dengan Justin? Begitukah?” Ryou mencoba menebak pemikiran Kino
“Tepat. Terlibatnya aku di dalam kasus penculikan itu karena adanya pertukaran yang dilakukan pria bernama Justin saat masih hidup, yang membuat hubungan anak-anak itu dengan Justin masih terhubung” Kino melanjutkan pemikirannya
“Kalau dipikir lagi, itu memang benar. Dan itu semua karena dia berusaha untuk mencariku dengan alasan paling konyol yang pernah kudengar” Kaito mulai memahami pemikiran Kino
“Arkan-san telah menceritakan semuanya tadi dan itulah yang membuatku yakin bahwa kasus penculikanku adalah takdir yang mengikat kita bertiga dengan anak-anak itu”
“Tapi, Kino…sekarang semua sudah berakhir. Iblis gorilla bernama Justin telah mati dan sudah menjadi barang dagangan sekarang. Bukankah ini sudah membuktikan bahwa masalah telah selesai?” tanya Ryou
“Itu tidak salah, Ryou. Apa yang kamu katakan benar. Masalah yang mengikat kita dengan anak-anak itu dan Justin telah selesai. Sekarang menurut kalian, apa yang tersisa dari hubungan takdir yang melibatkan kita ini?”
Ryou dan Kaito berpikir sejenak, hingga akhirnya mereka mendapat kesimpulan dari semua pemikiran itu.
“Kepingan permata ingatan!” jawab mereka serentak
“Benar. Bagaikan menghilangkan semua kabut dari misteri, sekarang hanya tinggal satu jawaban yang tersisa yaitu kepingan permata milik Kaito-san. Dan bila disimpulkan dari semua itu maka jawabannya kemungkinan lokasinya berada dekat dengan semua anak-anak itu”
“Lokasi…mungkinkah…”
“Seperti dugaanmu, Kaito-san. Untuk keberadaannya, sudah bisa dipastikan di wilayah terasing itu. Tempat dimana anak-anak itu tinggal”
“Kau jenius, kakakku!!” Ryou langsung memeluk Kino dengan erat sambil tersenyum
Kaito berpikir sebentar dan bertanya pada Kino.
“Berarti, permata ingatanku berada di tangan salah satu dari anak-anak itu? Begitu maksudmu?”
“Aku belum yakin tentang hal itu. Akan tetapi, hal yang sungguh aneh bila hubungan kita dengan mereka masih belum terputus sampai saat ini. Itu membuktikan bahwa mereka dan kita masih memiliki ikatan. Dan benang yang menghubungkan hal itu hanyalah kepingan ingatanmu, Kaito-san”
“……!!” Kaito cukup terkejut dengan itu
“Kino benar! Kakakku tidak mungkin salah soal ini! Sekarang pertanyaannya ada dua, yaitu antara siapa salah satu dari mereka yang membawanya atau dimana lokasi kepingan ingatanmu berada. Yang jelas, semua itu seharusnya berada di tempat yang berhubungan dengan bocah-bocah itu”
“Ryou tidak salah, Kaito-san. Intinya, masalah terakhir kita adalah menemukan kepingan ingatan itu di dekat Theo-kun dan yang lain”
“Tunggu, kalau begitu…maka banyak sekali kemungkinan orang dan tempat yang bisa dijadikan sebagai target” Kaito mulai terlihat serius
“Kalau diurutkan, orang-orang yang memiliki hubungan dengan kita dan anak-anak itu akhir-akhir ini adalah Arkan-san, manager bar Joel-san, seseorang yang bernama Riz-san dan…”
“Bukankah hanya itu saja?” tanya Ryou dengan wajah bingung
“Tidak. Kakakmu bilang bahwa ‘orang yang berhubungan dengan mereka akhir-akhir ini’ jadi…pengelola pasar gelap, pasangan suami-istri Jack dan Seren juga bisa dimasukkan sebagai daftar target” jawab Kaito
“Itu benar” Kino membenarkannya
“Apa?! Kalian berdua gila! Iblis berkedok manusia itu?! Wanita iblis yang nyaris mengirim kakakku ke dunia lain yang disebut akhirat itu juga masuk dalam daftar?! Jangan bercanda!!” Ryou protes
“Tapi, itu benar Ryou. Dalam dua hari terakhir mereka memang terhubung dengan Theo-kun dan yang lain”
“Tidak! Tidak tidak tidak!! Aku tidak terima kalau memang…tunggu sebentar! Oi, Kaito! Bukankah wanita bernama Seren itu sempat tersenyum padamu seperti tokoh utama gadis di shoujo manga? Dia menyukaimu ya?!”
Ryou melepaskan pelukannya dari sang kakak dan langsung berteriak dengan menunjuk wajah Kaito.
“Kau adalah orang kedua yang mencoba menjodohkanku dengan wanita gila itu. Tuan bartender adalah orang pertama”
******