Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 134. Arkan dan Drama Kehidupan bag. 5



Arkan benar-benar mencoba untuk mengusir pengelola pasar gelap yang kemarin pagi nyaris membuat kepalanya putus dengan benang kawat tipis di lehernya.


“Seperti yang kubilang tadi, Seren-sama. Kembali saja ketika bar ini selesai renovasi”


“Hmm…” Seren hanya melihat Arkan dengan wajah santai


Arkan seperti berteriak dalam hatinya.


‘Jangan hanya diam saja, iblis wanita! Cepat keluar dari sini sekarang! Kalau terpaksa, apakah aku bisa menggunakan pistol yang kemarin diberikan Kaito padaku? Itu bukan masalah sekarang! Aku ingin kau cepat keluar dari sini! Pergi sana, hush hush!!’


Seren masih terdiam melihat wajah aneh Arkan yang menatapnya. Tidak lama setelah itu, dia bicara.


“Arkan…”


“A–ada apa, Seren-sama?” Arkan masih merasa cemas


“Sebenarnya, aku datang ke sini untuk mengambil kantong bekal, kotak bekal dan botol yang kemarin kau bawa”


“…Hah?”


Sekarang ini, dibandingkan cemas seperti sebelumnya, tampaknya Arkan terlihat lebih syok dari sebelumnya.


“Aku ingin mengambilnya karena suamiku ingin sekali memakai botolnya. Itu adalah botol kesayangannya sejak kami merayakan pernikahan kami yang pertama. Berikan semua itu padaku sekarang” Seren memintanya dengan lembut


“Seren-sama bukan datang untuk menawar harga kepalaku?” Arkan bertanya dengan wajah datar karena terlalu syok


“Memang, kepalamu ingin dihargai berapa?” Seren balik bertanya


“Aku serius”


“Aku juga serius”


“……” Arkan terdiam


“Jadi, dimana kantong bekalku dan semuanya? Tolong kembalikan sekarang ya”


Tidak mau menunda agar wanita itu pergi jauh, Arkan dengan cepat pergi ke dapur dan mengambil botol dan kotak bekalnya. Setelah itu, dia mengambil kantong bekal miliknya.


Dia ingat di dalam sana masih ada pistol dan pelurunya. Dia segera mengeluarkan senjata itu dan memasukkan dua benda milik Seren ke dalamnya.


“Ini, silahkan ambil dan sampai jumpa di lain waktu” Arkan dengan semangat segera mengusir Seren secara halus


Mungkin setelah ini, Arkan akan dinobatkan sebagai pria paling pemberani di wilayah asing itu dan jika keberuntungannya hilang, dia akan dikenang sebagai pahlawan karena berani mengusir pengelola pasar gelap. Sungguh drama kehidupan yang lucu.


Akan tetapi, dua kemungkinan itu tidak terjadi. Seren hanya menerimanya dengan senyum sambil mengucapkan terima kasih padanya.


Saat itu, Arkan merasa sangat senang dan tersenyum lebar. Karena dia yakin, bahwa wanita itu akan melangkahkan kakinya ke pintu keluar dan pergi dari sini. Sungguh pemikiran yang terlalu cepat untuk seorang Arkan. Tampaknya Seren memiliki cukup banyak waktu luang untuk berada di tempat itu sedikit lebih lama.


‘Kenapa dia hanya diam di depanku sambil tersenyum? Kenapa tidak cepat pergi dari sini?!’ pikirnya dengan panik dalam hati


“Nee, Arkan~” Seren memanggilnya


“I–iya”


“Kau makan kue buatanku ya?” Seren tersenyum senang


-Deg


Serangan dadakan tepat mengenai jantungnya. Yang pasti, dia tidak akan pernah berkata jujur pada Seren. Itu karena tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia membuang semuanya. Hal tersebut sama saja menggali kuburan dengan tangan sendiri dan menyerahkan dirimu pada singa yang kelaparan.


‘Aku tidak akan pernah mengatakan yang sesungguhnya pada Seren-sama! Tidak akan pernah! Aku akan langsung mati sebelum aku sadar!’


“Arkan~dimakan kan?”


“I–i–iya. ke–kemarin langsung kumakan meskipun sudah hancur akibat terjatuh”


“Masih enak ya?”


“Ma–ma–masih! Masih enak, masih enak! Karena rasa tidak ada hubungannya dengan penampilan! Terima kasih untuk teh dan kue krimnya, Seren-sama” Arkan tersenyum meyakinkan


Seren tersenyum bahagia dengan pipi merona berseri.


“Senangnya~kalau begitu mungkin akan kubuatkan lagi untukmu lain kali”


“Tidak perlu, Seren-sama pasti sibuk. Bukankah Jack-sama menunggu botol dan kotak bekal kesayangannya? Sudah waktunya kau kembali ke pelukan suamimu”


“Kau benar. Kalau begitu aku pulang dulu ya. Oh, benar! Apakah Kaito mengunjungi tempat ini lagi kemarin?”


‘Kaito? Jangan katakan Seren-sama kembali untuk mencari Kaito?! Serius? Dia masih begitu penasaran dengan pemuda itu? Aku tidak mungkin mengatakan bahwa mereka ke rumah sakit! Sebaiknya aku tidak memberitau keberadaannya’ pikir Arkan dalam hati


Wajah Arkan berubah menjadi tenang sekarang dan terlihat tidak memikirkan apapun. Dia berusaha untuk bersandiwara sebaik mungkin demi menyembunyikan keberadaan Kaito dan teman-temannya.


“Tidak. Aku tidak tau dimana dia. Kami terpisah begitu keluar dari pasar gelap kemarin”


“Begitu. kalau begitu aku pulang ya. Kalau ada waktu, mungkin aku akan ke sini lagi. Entah kapan. Sampai jumpa lagi, Arkan~”


Seren berjalan keluar pintu. Begitu keluar, Arkan langsung lari dan melihat kemana wanita itu pergi. Bagaikan hantu, Seren benar-benar sudah menghilang sepenuhnya. Tidak ada jejak yang ditinggalkan sedikit pun.


“Aku dalam masalah sekarang” kata Arkan dengan wajah panik


Kembali ke saat ini…


Arkan yang sudah menghabiskan roti dan teh dinginnya, dia berjalan kembali. Dia terus berpikir mengenai kedatangan Seren kemarin siang.


‘Kalau ingat Kaito terus dicari oleh Seren-sama, aku merasa dia pasti akan mencarinya lagi di bar. Kurasa aku harus coba mengecek keadaannya’


Dia mulai berjalan cepat. Sesekali dia berlari secepat yang dia bisa.


Dia mengingat hal lain yang terjadi setelah Seren kembali. Dia ingat tidak lama setelah itu, Riz datang ke bar untuk mencari Joel. Lalu, dia menceritakan semua yang dialaminya. Riz cukup kaget karena Seren datang untuk menanyakan Kaito.


‘Riz berkata bahwa ada hubungannya dengan keanehan Kino saat itu. Aku belum mendengar apapun mengenai keanehan yang dimaksud. Tapi, kalau memang benar…ini tidak akan berakhir damai!’ gumam Arkan dalam hati


Dengan kecepatan larinya sekarang, Arkan bisa lebih cepat sampai ke bar. Sesekali, dia menarik napasnya lalu berlari kembali. Saat berada di jalan sempit di wilayah asing, dia sempat menarik napasnya yang terengah-engah.


“Aku…harus…segera sampai ke bar…haaah…haaah” Arkan mencoba mengatur napasnya


Ketika berlari kembali, dia mulai memperlambat langkahnya. Hanya tinggal beberapa langkah lagi untuk sampai ke bar. Ketika dia mendengar suara aneh, dia mengetahui ada sesuatu yang terjadi di sana.


Dugaan Arkan benar. Tidak butuh waktu lama sampai Seren benar-benar kembali ke tempat itu.


Di dalam bar [Barre des Noirs], Joel dan Jack sedang berargumen. Puncaknya adalah saat Jack menawarkan uang sebesar 50.000 Franc padanya.


“50.000 Franc. Di dalam kantong itu uang untuk menjalin pertemanan dengan Kino sebesar 50.000 Franc. Kau yakin tidak mau menerimanya?”


Dari arah pintu masuk, tiba-tiba terdengar suara. Arkan berteriak.


“Aku terima uang itu!”


“Apa?! Arkan?!” Joel berdiri


Riz yang melihat Arkan langsung terkejut dan nyaris tidak bisa berkata apapun.


‘Si bodoh itu! Jangan katakan dia berteriak begitu tanpa tau masalahnya!’ Riz berteriak dalam hati


Arkan masuk dengan wajah dan pakaian penuh keringat. Jack dan Seren menyambut Arkan dengan senyuman.


“Selamat datang~”


“Kau sudah kembali, Arkan”


“Aku pulang, Jack-sama, Seren-sa…bukan!! Aku tidak perlu disambut seperti itu oleh kalian!” Arkan langsung sadar dengan apa yang terjadi


Kedua pasangan suami-istri itu langsung tertawa melihat reaksinya.


“Ahahaha, maaf maaf. Karena kau terlihat lelah sekali jadi aku senang sekali menggodamu. Bergabunglah dengan transaksi kami berdua” kata Jack sambil mempersilahkannya duduk


Arkan berjalan menghampiri namun dia melihat Joel yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin.


“Kenapa kau berteriak begitu?” tanya Joel dengan tatapan sinis


“Dengarkan aku dulu, manager”


“Ini tidak mudah, Arkan! Kita sedang tidak membicarakan–”


“Kita sedang membicarakan uang, manager!” Arkan langsung memotong pembicaran Joel


Semua orang di sana langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Arkan sebagai alasan. Uang katanya, sungguh alasan yang sederhana dan masuk akal. Tapi, ada sesuatu yang lain yang dimaksudkan.


Arkan mulai melihat Jack dan bicara serius.


“Benar. kau bisa menghitungnya jika mau” jawab Jack sambil tersenyum


“Aku terima uang itu…dengan beberapa hal yang harus Jack-sama beritaukan padaku”


“Beberapa hal? Apa itu?” Jack mulai terlihat bingung


“Aku tidak tau apa yang barusan kalian perdebatkan, tapi aku ingin tau alasan sesungguhnya. Apakah kau benar-benar hanya ingin bertemu dengan Kino dan Kaito?”


“Itu benar. Aku hanya ingin memberikan uang ini sebagai bentuk damai dan–”


“Bukan karena keanehan yang dimaksud Riz?” Arkan terlihat mencoba mendesak


Joel mulai berpikir.


‘Riz juga mengatakan hal yang sama beberapa waktu lalu. Keanehan apa yang dimaksud oleh mereka itu?’ Joel bertanya dalam hatinya


Jack hanya tersenyum tanpa membuat kesan yang bisa membuat orang lain curiga.


“Aku sudah katakan bahwa aku tidak akan melakukan hal yang buruk padanya sekalipun aku tau dimana dia berada sekarang”


“Apa jaminan yang akan kau berikan pada kami yang mengantarmu?”


“Jaminan?”


“Aku bisa saja memberitaumu dimana Kino dan Kaito berada sekarang. Tapi, aku butuh jaminan lebih untuk itu. Bagaimanapun juga, sesuai dengan apa yang Jack-sama katakan sebelumnya bahwa mereka bukan lagi targetmu dan kau tidak bisa melakukan hal buruk pada mereka”


“Hmm…jaminan ya…”


Jack mulai berpikir. Dia mulai mencoba untuk memikirkan hal yang bisa meyakinkan lawannya agar percaya.


“Bagaimana kalau begini, aku tidak keberatan membayar sepuluh kali lipat jika memang itu bisa membuatmu percaya bahwa aku dan istriku hanya ingin bertemu dengan mereka”


“Sepuluh kali!!” Riz dan Joel teriak bersamaan


“……” Arkan hanya terdiam


Mendengar hal itu, Arkan mulai berpikir kembali.


“Lupakan. Sebaiknya aku tarik ucapanku kembali. Sebaiknya, ambil uang itu dan lupakan soal bertemu dengan mereka berdua lagi, Jack-sama” Arkan dengan tegas menolaknya


Cukup mengejutkan bahwa Arkan menolak uang dalam jumlah yang banyak seperti itu. Seren menjadi sangat senang dan bertanya padanya.


“Nee, Arkan. Kenapa kau yang awalnya berteriak akan menerimanya justru menolaknya sekarang?”


“Ada dua alasan. Pertama, aku ingin menguji kalian berdua”


“Menguji?”


“Ini bukanlah hal yang bisa diselesaikan dengan mudah. Pertama, sejak awal aku sudah tau bahwa Seren-sama memiliki ketertarikan pada Kaito karena dia kuat. Aku juga tau bahwa Jack-sama tertarik dengan Kino dan adiknya, Ryou. Seperti aku yang menyukai uang, kalian juga begitu menyukai manusia”


“Lalu?” Jack mulai serius mendengarkannya


“Terlepas apakah dia masih hidup atau mati, walaupun kalian memegang teguh pendirian dan ucapan kalian seperti apa yang pernah Riz katakan, namun orang bodoh mana yang akan melepaskan berlian yang pernah ada di tangannya? Aku benar, kan?”


Jack dan Seren terdiam. Wajah mereka kembali menjadi serius.


“Aku tau bahwa alasan kalian mencoba untuk menawarkan Kaito pekerjaan atau berdamai dengan Kino mungkin hanyalah alasan untuk mencari tau lebih dekat apa dan seperti apa mereka sesungguhnya. Aku tidak yakin apakah itu benar, karena itu aku berpikir


untuk melihat berapa banyak yang akan kalian keluarkan demi itu semua”


“Dan apa yang kau dapatkan?” tanya Jack


“Aku tau dari jawaban kalian bahwa kalian serius ingin mencari tau tentang mereka. Berdasarkan itulah aku sangat yakin untuk menolak kalian. Sebaiknya Jack-sama dan Seren-sama sudahi semua ini. Aku mohon, biarkan mereka sendiri dan jangan mencarinya lagi”


Arkan terlihat begitu serius kali ini. Bahkan, dia yang takut menghadapi Seren kemarin bisa dengan tegas menolak pengelola pasar gelap yang juga merupakan pembunuh professonal.


Seren mengajukan pertanyaan lain.


“Apa alasan kedua?”


“Uang” jawaban singkat dari Arkan


“Uang?”


“Kalian memberikan uang dengan jumlah  yang sangat banyak. Kalau diingat kembali, berapa harga yang kalian tawarkan untuk membebaskan Kino?”


“100.000 Franc” Riz menjawabnya


“Benar. Lalu, berapa jumlah uang di dalam kantong itu?”


“50.000 Franc. Itu setengah dari harga yang ditawarkan” jawab Riz kembali


“Lalu, berapa banyak yang dinaikkan oleh Jack-sama sebagai jaminan?” Arkan melihat ke arah Riz


“Sepuluh…itu artinya 500.000 Franc?!”


Riz menyadari sesuatu. 500.000 Franc, itu adalah harga tertinggi yang rencananya akan dipasang untuk Kino saat pembukaan. Riz melihat Arkan dengan wajah pucat.


“Ini sama saja seperti Jack-sama sedang mengajak kami semua melakukan tawar menawar dengan lokasi keberadaan Kino dan Kaito sebagai objeknya. Apa itu masuk dalam logika semuanya?”


Joel mulai menyadari, banyak hal yang dialami oleh Arkan dan Riz ketika berada di pasar gelap. Salah satunya adalah negosiasi panas seperti ini. Tidak ada yang bisa dikatakan dari mulutnya. Sebaliknya, Jack dan Seren tertawa karena senang.


“Ahahaha, kau hebat! Padahal aku tidak menunjukkan gerak-gerik mencurigakan sama sekali, tapi kau bisa memikirkan hal yang paling tidak mungkin terpikirkan. Kau jenius seperti Riz rupanya. Ahahaha”


“Arkan hebat. Aku senang sekali kau datang tepat waktu. Kalau tidak…kami mungkin sudah menemukan mereka sekarang”


Joel langsung berdiri dan menggebrak meja.


“Jadi, apa yang dikatakan oleh Arkan itu benar?! Kalian memang memiliki maksud tertentu?!”


“Bukan memiliki maksud tertentu. Kami memang hanya ingin bertemu dengan mereka. Tapi, kami memang bermaksud untuk mencari tau lebih dalam tentang mereka. Sejak keanehan di tubuh mereka masih belum bisa dijelaskan dengan akal sehat iblis seperti kami”


Aura membunuh mulai terasa. Seketika, semua orang yang ada di sana tidak bisa bergerak. Sorot mata tajam dari Jack mulai menusuk kulit hingga membuat semua bulu kuduk berdiri. Tapi, hal itu hanya terjadi sesaat. Suasana kembali menjadi baik kembali.


“Apa yang dikatakan oleh Arkan benar. Tidak mungkin berlian yang pernah ada di tangan dengan mudah, akan dibiarkan pergi begitu saja. Tapi, itu tidak penting lagi sekarang”


“Jack, apa maksudmu?”


“Sejak awal aku datang untuk berbisnis dan tidak ada maksud jahat. Aku bilang itu berkali-kali. Aku adalah orang yang sangat berdedikasi tinggi pada bisnisku. Jadi, jika memang ditolak ya…aku akan pergi hari ini. Mungkin jika ada kesempatan lain, aku akan datang lagi untuk negosiasi”


“Mau datang lagi?!” Riz terkejut mendengarnya


“Tentu saja. Memang tidak boleh?”


“Kalau…kalau bisa sebaiknya kau urungkan niatmu itu” ujar Joel menyarankan


“Kenapa?”


“Kau hanya akan membuat anak-anak itu semakin trauma. Aku tidak ingin mereka mengingat hal buruk yang mereka alami. Bagi mereka, kalian adalah musuh. Dan aku rasa sampai kapanpun, kalian akan tetap menjadi musuh untuk mereka” Joel bicara tegas pada Jack dan Seren


Dengan sedikit pertimbangan, akhirnya Jack hanya mengangguk sebanyak dua kali dan pergi dari sana. Sebelum keluar, Arkan memanggil mereka.


“Jack-sama, kantong uangnya…”


“Ambil saja. Anggap saja sebagai bayaran karena mengganggu makan siang kalian. Meskipun jumlahnya hanya


sedikit. Sampai jumpa lagi. Titip salam untuk Kino dan Kaito yang berada di rumah sakit di pusat kota ya”


“Apa?!”


Arkan mengejarnya tapi keduanya sudah menghilang.


“Bagaimana mereka tau dimana keberadaan Kino dan Kaito?!” gumam Arkan pelan


Joel kembali duduk dengan menghela napas panjang, sedangkan Riz diam terpaku.


“Paman, kau dengar apa yang dikatakan oleh Jack-sama tadi…”


“Aku dengar. Ternyata tanpa melakukan ini semua, dia sudah tau” Joel begitu syok


“Untuk apa mereka melakukan ini semua? Aku tidak mengerti jalan pikiran panutanku itu”


“Kau menjadikan orang, bukan…iblis seperti itu sebagai panutan? Kau pasti tidak serius”


******