Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 354. Kediaman Midford bag. 5



-Tok…tok…


Terdengar suara ketukan pintu. Begitu dibuka, itu adalah pelayan yang datang membawakan kudapan dan teh untuk ketiga orang yang duduk di ruangan terpisah dengan Earl.


“Terima kasih” kata Lucas kepada pelayan itu


Mengingat suguhan makanan yang sebelumnya saja tidak dimakan oleh Lucas dan Mark, untuk makanan yang baru datang itu juga sepertinya tidak akan disentuh olehnya. Meskipun, sikap itu tidak ditunjukkan oleh kedua bangsawan tersebut.


Berbeda dengan keduanya, Diaz-Gemini meminum teh dan memakan suguhan yang ada di meja.


Untuk sekarang tidak ada kalimat yang mau dikeluarkan olehnya, namun kalimat yang dilontarkan Mark cukup membuat suasana kembali tegang.


“Aku tidak tau kalau Earl bisa memiliki rekan kerja seorang half-elf dengan tingkat master”


-Claak


Diaz-Gemini yang masih memegang cangkir dan piring kecil di tangan kirinya sedikit tersentak. Mata tajam Mark menjadi sebuah sorotan untuknya.


Bukan karena kalimat itu saja, namun mata merah menyala itu adalah tanda bahwa sihir milik Mark sedang aktif sekarang.


“Jadi, sudah berapa lama Earl dan kamu menjadi sedekat itu? Sampai-sampai bisa ikut campur dalam urusan yang bersifat pribadi begitu?”


Mark sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Diaz-Gemini tenang. Tampaknya, dia sudah terlanjur emosi. Atau mungkin dia hanya sedang tidak senang karena kejadian sebelumnya.


Diaz-Gemini berusaha tenang kembali dan meletakkan cangkir di tangannya ke meja. Sebuah senyum ramah ditunjukkannya sebagai bukti bahwa dia sudah tenang.


“Aku dan Earl baru mengenal satu sama lain. Tapi sepertinya, kami sudah memiliki kecocokan dalam bisnis yang kami jalani”


“Hmm, bisnis apa?” tanya Mark kembali


“Sesuatu yang tidak begitu penting untuk Marquis sekalian. Tapi tenang saja, ini bukan hal yang besar dan belum tentu menarik minat Anda berdua”


“Hoo~semakin dibilang begitu, semakin membuatku tertarik”


“Ahahaha, Marquis Vermillion bisa saja”


Diaz-Gemini tentu tau bahwa dia sedang diawasi oleh keduanya.


‘Mereka benar-benar menyusahkan. Tapi melihat mereka dari dekat, aku jadi tau sekuat apa mereka. Meskipun begitu, jika aku serius…mereka hanyalah bocah ingusan yang tidak ada apa-apanya.’


‘Masalah utamanya adalah menyelidiki niat mereka menemani Rexa van Houdsen. Ini sungguh di luar dugaan bahwa putra van Houdsen ingin membatalkan pertunangannya dengan Lady’


‘Akan cukup berbahaya, mengingat Rexa van Houdsen adalah kandidat yang bisa mengendalikan Artifact dan kami bermaksud memasukkannya ke dalam rencana kami’


Keheningan Diaz-Gemini cukup membuat Mark kembali bertanya padanya.


“Sudah kehilangan kata-kata?”


“Maafkan aku. Aku hanya kurang fokus” Diaz-Gemini mulai sedikit bertanya pada keduanya, “Jika boleh tau, apakah seburuk itu hubungan antara Rexa-sama dengan Lady Misha-sama?”


“Kenapa kamu ingin mengetahuinya?” tanya Lucas padanya


“Aku hanya berpikir bahwa selama ini, hubungan antara Misha-sama dengan Rexa-sama di akademi sudah cukup baik dan aku berpikir mereka cukup harmonis”


Mark tersenyum sinis, “Kamu cukup lucu rupanya. Harmonis kamu bilang?”


“Menarik juga mendengar orang lain yang tidak pernah melihat langsung hubungan keduanya bisa berkata dengan mudah bahwa mereka harmonis”


“Sepertinya kamu terlalu berharap sekali pada hubungan yang dibuat tanpa cinta dan berdasarkan politik”


“Atau kamu memang merencanakan sesuatu?”


“......”


Diaz-Gemini hanya bisa diam. Pasalnya, sungguh aneh untuknya mendengar kalimat itu.


‘Apa ini? Ini seperti Mark berusaha memancingku’ pikirnya dalam hati


Lucas sama sekali tidak mencoba menghentikan Mark kali ini dan dia menggunakan sihirnya yang lain untuk melihat sekeliling kediaman Earl secara diam-diam.


[Area Zero]


Sihir yang bisa mengetahui penggunaan sihir di seluruh area tanpa diketahui oleh siapapun. Lucas mengeluarkannya untuk mendeteksi sihir di kediaman Midford.


Mark menyadari adanya sihir yang aktif di dekatnya, ‘Itu Lucas dan [Area Zero] miliknya ya’ gumamnya dalam hati


Dia melirik ke arah Diaz-Gemini yang tampak tenang.


“Apa ada sesuatu, Mark-sama?”


“Aku hanya belum menerima jawaban darimu yang sebelumnya. Apakah kamu memang merencanakan sesuatu?”


“Sesuatu? Itu tidak mungkin. Apa untungnya aku merencanakan sesuatu yang melibatkan Earl dan Rexa-sama”


Emily dari jauh berbisik.


“Dia bohong, Mark-sama”


“Aku tau itu, Emily” jawab Mark dalam pikirannya


“Selain itu, di dekat ruangan tersebut…Emily bisa merasakan bahwa ada yang mengawasi kalian selain sihir Lucas”


“Begitu. Terima kasih sudah memberitauku”


**


Di tempat lain, Barbarossa dan Evergreen yang sedang mengaktifkan sihirnya tampak duduk diam di ruangan terpisah.


“Menurutmu apakah mereka memang tidak mengetahui bahwa kita mengawasi dari sini?”


“Sekalipun mereka menyadarinya, itu tidak penting”


Terlihat bahwa keduanya tampak tenang. Sihir yang diaktifkan saat ini oleh keduanya adalah sihir yang bisa melihat objek dari jarak jauh. Selain itu, sihir itu juga bisa mendengar apa yang dikatakan oleh objek yang dilihatnya.


[Shadow Eyes]


Itulah sihir yang digunakan Barbarossa dan Evergreen sekarang.


Sejauh ini, mereka bisa mendengar dan mengawasi semuanya sehingga apa yang dikatakan oleh Mark dan Diaz-Gemini sejak berada di ruangan itu sudah diketahui pula oleh mereka.


“Aku tau Mark Vermillion itu memang berbahaya” kata Evergreen


“Itu karena Artifact yang ada padanya. Tanpa benda itu, dia hanya bocah biasa”


“Tapi, Barbarossa…Lucas Xelhanien yang tampak diam itu juga perlu diwaspadai. Aku merasa dia juga berbahaya”


“Aku tau”


Sebuah kalimat didengar oleh keduanya dan itu jelas membuat pucat mereka.


“Aku ingin tau…apakah dua orang yang mengawasi kita sejak awal itu juga rekan kerjamu?”


-Deg


Sebuah serangan mental untuk Barbarossa dan Evergreen.


**


Di saat yang sama, Mark melihat sekeliling dan bertanya pada Diaz-Gemini.


“Aku ingin tau…apakah dua orang yang mengawasi kita sejak awal itu juga rekan kerjamu?”


Inilah yang dimaksud sesuatu yang tak terduga terjadi. Mark tanpa ragu bertanya pada Diaz-Gemini mengenai sosok yang mengawasi dari kejauhan.


Wajah Diaz-Gemini tidak berubah, namun bohong jika dia tidak terkejut.


“Aku tidak mengerti apa yang Anda katakan itu, Mark-sama”


Mark melihat Diaz-Gemini dengan senyum sinis.


“Aku sudah katakan sejak awal bahwa aku mencoba bersabar. Aku tau kalau kamu bukan rekan kerja Earl seperti pada umumnya”


“Kalau tidak, mana mungkin ada dua orang dari ruangan tak jauh dari sini yang menekan sihir mereka sendiri dan mengawasi dari kejauhan menggunakan mata sihirnya”


“Aku harus menyebut kalian apa? Penjaga yang menyamar?”


“......” Diaz-Gemini jelas terlihat tidak senang sekarang


Lucas yang juga menyadari hal itu memilih untuk tidak bicara dan menyerahkan semuanya pada Mark yang sudah terlanjur kesal.


**


Barbarossa dan Evergreen mulai menonaktifkan sihir mereka dan mengatur napas.


“Apa ini? Kenapa dia bisa mengetahuinya?! Apakah Artifact punya kemampuan sihir yang bisa mendeteksi sihir lain?!” tanya Evergreen dengan wajah panik


“Aku yakin ini adalah sihir. Ada sihir lain yang tidak bisa kita rasakan. Sama seperti sihir milik Diaz-Gemini yang bisa menutup informasi pribadi kita semua, sihir yang digunakan pemilik Artifact itu juga mungkin memiliki sifat yang sama”


“Cih! Dasar tamu yang merepotkan!”


**


Emily yang berada di Akademi Sekolah Sihir mencoba mencari tau siapa yang berada di sekitar ruangan itu.


“Emily tidak bisa melihatnya. Ini pasti sihir yang sama seperti yang digunakan pada Galaktika dan lainnya”


“Mark-sama, provokasinya sudah cukup. Emily rasa, ini saatnya menyerang langsung. Mumpung Earl dan Rexa-sama sedang tidak ada di sana”


“Jangan” seru Lucas dengan telepatinya


“Lucas! Tapi Emily merasa ini waktu yang tepat”


“Rencana kita sudah berantakan karena Mark terpancing emosi, Emily. Namun, Mark cukup baik dalam menggiring pemuda bernama Diaz-Gemini untuk terlihat panik” jelas Lucas


Emily masih terdiam dan bergumam dalam hati.


‘Emily tidak melihat sosok bernama Diaz-Gemini itu. Mungkinkah dia yang menggunakan sihir untuk menutupi objek tertentu sesuka hatinya?’


**


Di ruangan Rexa dan Earl, ada ketegangan lain yang terjadi


******