
“Uwaaaa!!!”
Suara teriakan terdengar dan cukup keras hingga membuat orang-orang di sekitar itu terkejut.
“Aku…aku merasa aku habis digantung sebelum ini…” ujar Ryou
Kaito mencoba mengatur napasnya dan berkata, “Bukan perasaanmu, Ryou. Aku juga sama”
Ryou panik dan melihat sekelilingnya. Mereka seperti memakai pakaian aneh lainnya dan di tangan mereka kini, terdapat pedang.
Saat ini, keempatnya sedang duduk di sebuah kursi batu panjang yang menyandar ke dinding. Di depan mereka, tepat sebuah jalan besar yang dilalui banyak orang. Lokasinya seperti tempat di zaman peperangan dulu.
“Apa yang terjadi sekarang? Ini dimana?”
Ryou langsung melihat sang kakak dan Xenon yang masih belum sadarkan diri.
“Oi, Kino! Xenon!”
Kaito melihat keadaan keduanya dan menepuk pipi mereka perlahan.
“Kino? Kino, buka matamu. Xenon, ayo bangun” katanya pelan
“Mm…” keduanya mulai bergerak dan membuka mata mereka perlahan. “Ryou? Kaito…-san?” ujar Kino setengah sadar.
“Nii-san!” Ryou memeluk sang kayak histeris. Dengan panik, dia memeriksa seluruh tubuh Kino, “Kau terluka tidak?! Apa ada yang sakit?! Bisa dengar suaraku?!”
“Ukh…” Xenon mencoba bergerak. Tampaknya dia mengalami hal tidak menyenangkan beberapa waktu lalu. “Aku merasa baru bangkit dari kematian” gumamnya sambil menyandarkan kepalanya kembali ke dinding.
Kaito menepuk pundak Xenon untuk memberikan ucapan selamat dari dalam lubuk hati terdalam, “Selamat, bukan hanya kau seorang yang bangkit dari kematian. Kita baru mati digantung beberapa saat lalu dan sekarang…kita ada di tempat aneh lagi”
Mata Xenon terbelalak dan dia tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Semua orang-orang yang lewat memiliki kesamaan yaitu rambut mereka berwarna kuning keemasan dan perak yang menandakan mereka adalah setengah elf.
Xenon bahkan memperhatikan pakaian yang mereka pakai.
“Ini…”
“Pakaian aneh yang aku sendiri tidak tau. Saat aku bangun, aku sudah melihat kita semua sudah memakainya. Sudah begitu…suasana di sini tampak tidak benar”
Ucapan Ryou masuk akal. Keadaan di sana sama sekali tidak bisa disebut baik. Kenapa demikian? Karena ekspresi mereka terlihat seperti siap mendengar berita buruk.
“Ini…tempat para setengah elf tinggal. Aku tidak yakin tapi yang sebelumnya digantung tadi juga adalah setengah elf” kata Xenon pelan
“Apa? Jadi yang sebelumnya itu apa?”
“Aku tidak tau. Yang jelas ini bukan kejadian sekarang tapi masa lalu. Hanya saja…kenapa bisa?” Xenon sendiri tampak bingung dan tidak yakin dengan yang dikatakannya. “Kenapa kita bisa ada di sini dan apa yang membuat kita di sini?”
Kino yang dibantu sang adik untuk duduk dengan benar berkata, “Buku aneh yang ada di ruangan itu…”
“Buku?”
“Saat Xenon-san ingin menyentuhnya, buku itu bersinar dan ada sinar putih. Aku yakin itu semua dari buku tersebut”
Xenon terdiam. Bukan hanya dia, namun sang adik dan Kaito sendiri tidak begitu ingat dengan hal tersebut. Tampaknya yang mengingat semua itu hanya Kino seorang.
“Aku tidak ingat itu. Kau yakin, Kino?” tanya Kaito
“Aku yakin sekali, Kaito-san. Buku itu seperti menyeret kita dan jika aku benar, saat kita digantung sebelumnya, kalimat yang kita ucapkan tanpa sadar itu kemungkinan dari tubuh yang merepresentasikan sosok asli di masa lalu”
“Maksudnya?”
“Kejadian itu nyata dan yang mati di tiang gantung itu adalah setengah elf. Ini adalah masa lalu dari buku itu dan juga merupakan asal muasal terciptanya buku sihir tersebut”
Dengan mudah Kino bisa mengambil kesimpulan yang mendekati situasi tersebut. Meskipun sebenarnya hanya 70% dari aslinya, namun hal itu sudah cukup bagus dan bisa diterima.
Masih ada titik keraguan pula di hati Kino mengenai kesimpulan hipotesis yang diciptakannya sendiri, tapi yang masuk di akal sehat saat ini adalah penjelasannya barusan.
Kaito mulai terlihat serius.
“Kita ada di masa lalu buku tersebut?”
“Begitulah, Kaito-san”. Kino menarik napasnya perlahan dan mulai menjelaskan semua hal yang ada di pikirannya dengan tenang.
“Sekarang, sosok kita yang ada di sini kemungkinan mewakili sosok setengah elf yang ada di sini”
“Seperti yang kalian ketahui bahwa Artifact itu pada dasarnya adalah senjata sihir yang dibuat oleh para setengah elf dan beastman dari darah rekan-rekan mereka yang telah gugur dalam pertempuran”
“Mati di tiang gantung, mati saat bertarung dan mati saat meloloskan diri dari peperangan adalah definisi dari gugur dalam pertempuran itu sendiri”
“Aku yakin setelah ini kita akan mengalami hal yang tidak jauh berbeda dengan yang aku sebutkan”
Dan sungguh panjang umur, bukan. Sungguh sangat pendek umur mereka berempat di sana.
Mereka harus kembali mati karena serangan pasukan dari kerajaan yang membombardir tempat itu dengan hujanan bola sihir.
**
“Aku benci tempat itu!!!”
Kembali terdengar teriakan yang tidak asing.
“Aku tidak percaya bukan hanya tidak bisa pakai sihir, tapi kita hanya bisa diam saja saat mereka membunuh kita! Aku merasa usiaku sudah pendek 20 tahun!”
Gerutuan itu langsung disampaikan oleh Ryou. “Aku tidak tahan! Sekarang tubuh setengah elf mana lagi yang kita pakai?!”
Sang kakak mencoba menenangkan adiknya yang sudah teriak-teriak seperti meminta bantuan pada pemerintah daerah setempat, “Ryou, tenangkan dirimu. Jangan marah lagi ya”
“Awas saja kalau habis ini mati lagi!” ucapnya kesal
Kaito hanya bisa memperhatikan kedua telapak tangannya sambil bertanya-tanya dalam hati.
‘Ini adalah masa lalu buku tersebut, artinya ini ada di dalam ingatan darah yang membuat buku tersebut menjadi Artifact’
‘Apakah Mark Vermillion juga mengalami hal ini?’
‘Selain itu, hanya ingatan kematian dan pembantaian yang diperlihatkan seolah mereka mencoba memberitau kami semua kejadian sebenarnya’
‘Apakah ada petunjuk mengenai hal yang diincar oleh Rebellenarmee selain menuntut balas atas kejadian di masa lalu ini?’
Saat Kaito berpikir serius sendirian, Kino melihat sosok yang datang dengan sesuatu bersamanya.
“Apa…itu?”
Ketiganya menengok dan mendekati kerumunan orang-orang di depan. Sosok yang datang tersebut membawa empat senjata yang tampak biasa.
Xenon menarik tangan Kino dan Ryou agar tidak menjauh darinya. Dia juga meminta Kaito untuk menjaga jarak agar tetap ada di dekatnya.
Keempatnya melihat hal yang sangat mengerikan dan itu adalah awal dari masa lalu yang tidak pernah diungkapkan dalam artikel sejarah Negara tersebut.
******