Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 111. Pertukaran yang Adil di Mata Iblis bag. 2



“Aku, Riz Mortem, selaku teman sekaligus pedagang pasar gelap ini akan mengambil alih mayat paman Will dan bermaksud menjualnya kepada kalian dalam transaksi langsung sekarang!”


“……!!!” semua orang terkejut


Arkan membawa kedua anak-anak itu mundur agar menjauhi keadaan yang menengangkan dan berbahaya tersebut. Dalam jarak yang cukup jauh, dia bahkan mulai menyempatkan diri untuk berkomentar dalam hatinya.


‘Mengambil alih dia bilang?! Kau kira mayat sama dengan gerobak dan kereta kuda! Bahasanya terlalu kaku! Tapi, ini bukan saatnya memikirkan hal itu, Arkan! Kau harus mendukung Riz agar bisa cepat keluar dari sini!’


Mendengar hal itu, Jack terkejut. Namun, Seren memperlihatkan wajah senang serta senyuman manis dan menjawab Riz dengan ekspresi bahagia.


“Aku mengerti. Aku akan membelinya. Nee, sayangku?”


“Hmm….” Jack masih berpikir


“Ayolah, kau tadi melihat mayatnya juga kan? Dia memiliki bekas potongan yang rapi, meskipun ada sayatan panjang yang kasar. Selain itu, meskipun kepalanya terbelah sekarang, tapi mata Will masih bisa dijual nanti malam” Seren berusaha meyakinkan sang suami


“Hmm….”


“Satu lagi, sayangku. Anggap saja ini apresiasi karena gaji Will naik bulan ini”


“Um…cintaku, kuharap kau tidak melupakan fakta paling penting saat ini. Orang yang mati tidak mungkin menikmati gajinya, sayang. Kau tidak lupa, kan?”


“Tapi, kita bisa mendapatkan untung kalau menjualnya lagi. Ya? Ambil ya?”


Jack tidak bisa menolak permintaan sang istri. Tentu saja alasan lain karena semua penjelasan Riz adalah kalimat yang memang pernah dikatakan olehnya.


Itulah faktanya.


Sebagai orang yang memiliki dedikasi tinggi pada bisnisnya sekarang, Jack tidak akan menodai apa yang dia tanamkan dan dia katakan.


Pada akhirnya menjawab Riz dengan senyuman.


“Aku mengerti. Karena malaikat cantikku mengatakan dia ingin membelinya jadi aku akan membayar mayat Will. Berapa harga yang harus kubayar padamu?”


“100.000 Franc, harga yang sama dengan harga syarat untuk membebaskan remaja itu!”


“Wow” Jack hanya mengatakan satu kata itu dengan wajah terkejut


“Aku tidak bermaksud untuk menurunkan harganya, Jack-sama”


“Bisa berikan alasan masuk akal, kenapa kau ingin aku membayar begitu tinggi untuk mayat karyawanku sendiri?” Jack bertanya dengan nada serius pada Riz


“Jika remaja itu dihargai tinggi karena keanehan pada tubuhnya, maka paman Will kuhargai sangat mahal karena tingkat kesulitan membunuhnya. Butuh dua orang untuk membunuh paman Will yang artinya dia sangat kuat. Karena itu, harga 100.000 Franc adalah harga yang pantas untuk pria kuat seperti paman Will”


“……” Jack mendengarkan dengan serius


“Dan terlepas dari paman Will adalah karyawan milik Jack-sama atau bukan, kenyataan bahwa temanku yang membunuhnya tidak berubah. Sejak mereka adalah temanku dan orang yang kubawa, aku mewakili mereka sebagai pedagang resmi pasar gelap. Seharusnya itu cukup masuk akal”


“……”


“Lagipula, sejak awal datang ke tempat ini…semua transaksi pertukaran diserahkan kepada aku dan Arkan karena paman Will melarang mereka masuk tadi. Jadi, seharusnya ini juga masih sesuai dengan prosedur. Aku benar, kan? Seren-sama?”


“Benar. Ini masih sesuai prosedur. Saat pertama kali datang ke tempat ini juga….kalian yang mengajukan pertukaran. Nee~beli ya, sayang? Beli ya?”


Riz menggunakan semua kemampuan negosiasi yang dia miliki dengan memanfaatkan Seren yang sejak awal menyetujui transaksi langsung ini.


Alasan lain juga karena semua yang dikatakan Riz itu sebenarnya murni karangan karena dia sendiri tidak tau bagaimana cara Ryou dan Kaito membunuhnya. Dia hanya menggunakan keterangan Kaito beberapa waktu lalu.


[Aku dan Ryou yang melakukannya]


Itulah yang dikatakan Kaito padanya. Dia membuat alasan agar Jack tidak menolak transaksinya.


‘Memang tidak sebanding dengan keanehan pada tubuh remaja itu. Tapi, dengan melibatkan banyak orang terutama anak-anak itu, aku tidak punya pilihan lain. Selain itu, harga untuk membebaskan pemuda itu pada dasarnya terlalu tinggi! Jika ini berhasil, aku tidak perlu mengorbankan banyak hal! Aku mohon…semoga ini berhasil!!’


Jack berpikir sebentar dan akhirnya dia memberikan jawabannya.


“Aku mengerti. Aku setuju. Aku akan membayar untuk mayat William seka….”


“Kalau begitu, berarti remaja di dalam gerobakku bisa kami bawa pergi sekarang!” Riz langsung memotong kalimat Jack


“Eh?” Jack memasang wajah syok


“Tidak masalah, iya kan? Sekarang kami bisa pulang. Kumohon tolong buka gerbangnya dan biarkan kami pergi dari sini!”


“O…itu…”


“Karena harganya sama, maka tidak perlu memberiku uang. Urutannya akan seperti ini. Jack-sama memberiku 100.000 Franc, lalu setelahnya aku memberi 100.000 Franc yang baru kuterima untuk menebus remaja itu. Sama saja, kan?”


“Hmm…benar juga. Tapi, Setidaknya meski hanya sedetik kau bisa menyentuh uang banyak seperti itu”


“Tidak perlu! Kami buru-buru! Aku juga harus bersiap membuka kios daganganku untuk pembukaan!” Riz terlihat


terburu-buru


“Hoo~ kau benar” jawab Jack dengan ekspresi santai


“Sekarang, kumohon buka gerbangnya dan biarkan kami semua pergi! Semua di sini adalah saksi pertukaran ini jadi transaksi selesai!”


Arkan hanya bisa melihat dengan ekspresi syok. Begitu pula dengan Kaito yang tidak bisa berkata apa-apa. Ryou yang terlihat masih kesal bermaksud melakukan sesuatu karena emosi tapi dengan cepat Kaito melihatnya dengan tatapan serius.


Seren yang dengan wajah senang dan merona memberikan kuncinya, namun bukan kepada Riz. Kunci tersebut diberikan kepada Kaito.


Seren bahkan seperti merayunya.


“Nee, Kaito ya. Ini kuncinya. Tapi, aku ingin kau datang lagi ke tempat ini nanti malam. Bisa main ke tempat ini lagi saat pasar sudah dibuka? Aku masih ingin sekali bermain dan mengobrol denganmu. Masih ada kue red sorbet juga di lemari pendingin. Bagaimana?”


"Umm, cintaku. Nama kuenya red velvet, bukan red sorbet" Jack mengoreksi sang istri


"Iya itu, kue krim merah yang tidak dimakan oleh Arkan dan justru dijatuhkan bersama dengan kantong bekal makanan dariku" Seren seperti menyindir Arkan yang menjaga jarak dari mereka semua


"Ukh!" Arkan yang merasa tersindir hanya terlihat panik dan tidak mau melihat wajah Seren


Kaito yang menatap Seren dengan penuh kebencian menjawab dengan nada sinis dan tatapan dingin


“Aku tidak punya niat untuk berteman dengan iblis berwujud manusia”


“Tapi kau teman Riz. Riz juga iblis berwujud manusia, kau tau? Lagipula meskipun kau tidak sekuat dan setampan suamiku, kau punya kemampuan memotong yang bagus. Mungkin kau tertarik untuk bekerja di sini?”


“Terima kasih tawarannya tapi aku tidak tertarik bertemu denganmu lagi”


Kaito dengan kasar mengambil kunci yang diberikan oleh Seren. Dengan cepat dia berlari dan membuka pintu gerbangnya. Riz langsung mendorong gerobaknya kembali dan begitu pintu dibuka, semua orang berlari keluar dari neraka itu.


Riz tidak menghiraukan teriakan itu dan hanya berlari menjauh dari tempat itu bersama yang lain.


**


Arkan menggendong Stelani di punggungnya dan bertanya pada Riz.


“Kau jenius! Dari mana datangnya ide gila itu?”


“Bukan saatnya menjelaskan hal itu! Kita harus membawa remaja ini ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan!”


Kaito berlari di samping Riz dan memintanya berhenti.


“Kenapa menyuruhku berhenti?” tanya Riz


“Dari sini aku akan menggendongnya. Beritau aku dimana rumah sakitnya?”


Akhirnya Riz memimpin rute keluar dari tempat paling berbahaya siang itu menuju rumah sakit di kota.


‘Kino…kumohon bertahanlah!’ Ryou yang masih menahan sakit di perutnya berdoa dalam hati


**


Pasangan suami-istri itu menutup pintu gerbang dan berjalan bersama. Langkah mereka terhenti dan Seren berlutut untuk mengambil kepala Will yang terbelah menjadi dua.


“Nee~akhirnya kita bisa memajang Will di etalase. Setelah bertahun-tahun dia menolaknya”


“Hmm…” Jack memperhatikan potongan pada kepala Will


“Bagaimana? Bagus dan indah, kan? Ini potongan Kaito, Jack sayang~” ucap Seren dengan senyuman


“Kupikir dia lebih berbakat dari dugaanku. Menakjubkan” ucap Jack memuji


“Sayang sekali dia menolak tawaran kita”


Seren berdiri dan kembali berjalan dengan membawa kepala Will yang terbelah dua di dekapannya.


“Katakan, apakah menurutmu transaksi terakhir itu adil?” Jack bertanya pada sang istri yang terlihat senang


“Kenapa? Apa kau masih belum rela melepaskan remaja itu?”


“Tentu saja, sayangku. Dia tidak memiliki aroma tubuh, darahnya tidak amis, liurnya tidak berbau, selain itu matanya yang kecoklatan dan rambut hitamnya terlihat begitu cantik. Dia mahakarya. Harusnya aku menghargainya 200.000 Franc, agar pertukaran tadi bisa membuat Riz kesulitan memasang harga dan tidak akan mendapatkannya dengan mudah”


Jack menggerutu sepanjang jalan sambil memperlihatkan ekspresi wajah penuh penyesalan.


“Aku tidak masalah melepaskan remaja sekarat itu. Berbeda dengan suamiku yang manis, aku lebih tertarik pada pria berpedang tanpa sarung pedang bernama Kaito itu. Dia menakjubkan!”


“Benarkah?”


“Sebelum Jack datang, dia sempat mencoba menyerangku dan gerakannya benar-benar cantik~”


“Hmm, begitu ya”


Mereka melewati mayat Will dan hanya meliriknya sebentar.


“Tunggu sebentar ya, William. Riz akan membantuku membawamu jadi berbaringlah sebentar” ucap Jack dengan wajah acuh


Mereka berdua hanya meliriknya. Setelah melihatnya sebentar, pasangan suami-istri itu pergi meninggalkan tubuh karyawannya di jalan begitu saja. Sungguh atasan yang sangat ‘peduli’ pada nasib karyawannya.


Dengan bersimbah darah di tangannya akhibat mendekap kepala Will, Seren memeluk tangan sang suami dan tersenyum bahagia.


“Jack~”


“Hmm?”


“Aku cukup senang hari ini”


“Begitukah?”


“Pertukarannya cukup adil untukku. Selain itu, semua masalah ini timbul karena kebodohan teman lamamu yang sudah mati itu, kan?”


“Kau benar. Dia bahkan mati oleh orang yang dia cari. Sudah begitu, tidak mengukur kemampuan targetnya adalah sebuah kesalahan konyol” kata Jack dengan wajah mengejek


“Aku senang dia mati. Tempat ini tidak butuh orang bodoh yang hanya tau bagaimana caranya menggunakan pistol untuk membunuh. Dia tidak pantas disebut penguasa. Kau setuju denganku kan, Jack sayang?”


“Yah, mau bagaimana lagi. Dia sering memberikan mayat wanita penggoda yang bagus untuk kita. Selain itu, Riz sendiri juga sangat menyukai kualitasnya. Tapi, kau tau tidak?”


“Apa?” Seren bertanya dengan nada heran


“Riz tidak terlihat sedih seperti dugaanku. Ahahaha, menarik kan?” Jack tertawa senang


“Bukankah dia bisa saja menangis 7 hari 7 malam kalau Justin mati?”


“Tapi dia tidak terlihat begitu ketika berada di kantorku tadi. Saat kau pergi menyusul Arkan, aku melakukan banyak negosiasi dan obrolan ringan dan kau tau apa? Dia lebih cemas dengan keadaan remaja itu ketimbang kematian Justin. Lucu sekali, kan? Ahahaha, padahal kupikir Justin berharga di matanya”


Seren tertawa bersama sang suami dan hanya memberikan satu kalimat padanya.


“Yang terpenting untuk Riz tetap saja uang, Jack sayang”


“Kau benar. Seperti itulah bisnis di dunia gelap. Aku juga mulai terbiasa menahan nafsu membunuhku dan lebih tertarik dengan jual-beli sekarang. Ah~hidup ini indah. Sungguh siang hari yang tidak buruk”


Jack mencium kening sang istri dan tersenyum sambil bergumam.


“Transaksi yang menyenangkan sebelum pembukaan nanti malam. Kurasa, istriku cantikku benar. Pertukaran seperti ini cukup membuatku puas”


“Kau benar. Aku mencintaimu, Jack~”


“Aku juga, Seren sayangku. Akhir pekan, kita kunjungi mertuaku yang cantik itu”


“Ibu pasti senang mendapatkan hadiah dari tempat ini, Jack. Kurasa mata Justin atau mata milik Will cocok untuknya”


“Bagaimana kalau mata ibu dari anak yang ada di ruang penyimpanan?”


“Oh, itu ide bagus! Mata seorang ibu untuk ibuku ya~cocok sekali. Aku suka itu. Suamiku jenius~”


Demikian pembicaraan ‘ringan dan hangat’ dari pasangan suami-istri yang romantis. Sungguh contoh yang baik dari panutan Riz.


Setelah semuanya berjalan di luar dugaan, hal yang masih harus bekerja dengan keras adalah keberuntungan Yuki bersaudara dan Kaito.


******