Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 318. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 10



Pertarungan Kaito melawan Mark begitu serius. Mereka sudah tidak lagi memedulikan peraturan tag duel yang telah disebutkan di awal.


“Aku selalu mengawasimu. Saat aku dengar dari Emily bahwa penjelajah dimensi lain akan ikut dalam ujian, aku selalu ingin bertarung dengannya seperti ini” kata Mark pelan


“Tapi aku tidak pernah ingin bertarung denganmu. Aku memiliki tujuan dan aku harus lulus!”


-SLAASH


Pedang Kaito berhasil menyingkirkan salah satu pedang milik Mark dengan mudah.


“Apa?! Pedang Mark-sama jatuh?!”


Kedua pengawas yang melihat di luar arena tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Mereka tidak menyangka bahwa salah satu pedang Mark akan terlepas dari tangannya.


Tapi, hal itu hanya berlangsung beberapa detik. Mark langsung melompat dan mengambil pedangnya yang masih melayang di udara. Sebelum pedangnya menyentuh tanah, dia sudah menangkapnya lalu melemparkannya ke arah Kaito.


-WHOOOSH


Setelah itu, Mark langsung berlari untuk menyerang Kaito.


Kaito menghindari pedang yang dilemparkan Mark padanya. Saat dia memiringkan tubuhnya dan melihat Mark mendekat untuk menyerang balik, Kaito melakukan tendangan berputar untuk mengecohnya.


Alih-alih terkecoh, Mark justru seperti siap memotong kaki Kaito. Hal itu juga sudah diantisipasi oleh Kaito.


Dia langsung menurunkan kaki yang hampir menendang Mark untuk mengindari tebasan pedangnya, lalu mendaratkannya sebagai pijakan dan melakukan tendangan kembali.


-Buuk


Kali ini, tendangan itu berhasil mengenai tangan Mark yang membuatnya harus mundur sebanyak tiga langkah.


“Tidak buruk” puji Mark


“Aku yakin aku tidak akan meleset kali ini”


Di sisi lain, Virgo sama sekali tidak melakukan apapun dan mengamati dengan serius.


‘Pemuda bernama Kaito…aku yakin dia memang kuat dalam bertarung. Meskipun aku menyesal karena meremehkannya, tapi aku tidak bisa diam saja dan membuat dia melakukan semuanya’


‘Jangan salah paham! Aku hanya tidak ingin dia mencuri semua aksi seorang diri dan mendapatkan keuntungan dari bertarung melawan Mark Vermillion’


Virgo melirik ke arah gadis naga yang baru berhasil berdiri. Gadis itu tampak begitu takut dan gemetar, membuat Virgo membencinya.


“Cih! Tidak berguna. Aku rasa, aku akan memanfaatkannya”


Virgo seperti melakukan sihir lainnya. Dia menyimpan busur panahnya kembali dan melafalkan sesuatu.


[Puppet Master: Bait Doll]


Sihir yang membuat kita bisa mengendalikan tubuh seseorang yang menjadi target kita. Syarat penggunaannya adalah orang tersebut tidak sedang mengaktifkan sihirnya.


Sekilas, seharusnya memang bisa dipakai untuk mengendalikan Kaito yang tidak sedang menggunakan sihir. Namun, tampaknya tujuan Virgo adalah untuk menyudutkan Mark dengan serangan kerjasama.


‘Jika saja Mark Vermillion itu bukan pengguna Artifact, aku mungkin bisa menggunakan sihir ini padanya. Tapi, mata merah menyala itu adalah tanda bahwa sihirnya aktif dan sewaktu-waktu, dia bisa mengeluarkan sihirnya tanpa bersusah payah’


‘Cara satu-satunya adalah dengan mengendalikan gadis tidak berguna itu. Lagipula, seandainya dia gagal sekalipun, jika aku bisa menyerang Mark Vermillion bersama kecepatan Kaito maka aku masih memiliki kesempatan untuk lulus’


‘Tidak masalah. Di sini, aku hanya perlu menahan diriku agar tidak membunuh siapapun sampai benar-benar dinyatakan lulus. Jika sampai aku tidak sengaja membunuh ras naga itu, aku mungkin akan mengecewakan master’


Virgo menarik napasnya dan berkata, “Akan kulakukan. [Puppet Master] aktif!”


Ada sebuah benang halus yang muncul dan menghilang yang mengikat tubuh gadis naga tersebut.


“Eh?! A–apa ini?!”


Gadis naga itu terkejut melihat semua benang-benang itu. Dia menjadi panik dan berteriak.


“Apa ini! Tolong aku!!”


“Berisik!”


Dari kejauhan, terdengar teriakan Virgo ke arah gadis naga tersebut.


“Eh?!”


“Jangan berisik! Ini kesempatan kita untuk menang melawan penguji itu jadi jangan sampai kau mengacaukannya!”


“Ini…sihir milikmu?” tanya gadis naga itu


“Itu sihirku dan jangan merusaknya. Kau hanya perlu mengikuti instruksiku! Jangan banyak bertanya jika kau juga ingin lulus!”


“……” gadis naga itu hanya bisa diam dengan tubuh gemetar


Sementara itu, Kaito benar-benar mengabaikan kedua gadis itu dan sibuk dengan penguji di depannya.


-SLAAASH


Terus mencoba melukai Mark, tebasan cepat terus dilakukan, namun masih belum bisa melukainya.


“Bagaimana? Apakah sudah mau menyerah sekarang atau masih ingin mencoba melawan?”


Baru dibilang begitu oleh Mark, Kaito mulai mempercepat kembali gerakannya.


‘Cepat! Gerakannya menjadi semakin–’


Tidak memberikan kesempatan untuk Mark menghindar, tebasan pedang Kaito langsung berubah arah dengan cepat. Dia tidak membuang kesempatan.


Saat tebasan dari kanan bisa dihindari dan Mark pergi ke sisi kiri, Kaito langsung menggunakan tangan kirinya untuk memegang pedang lalu menghunuskannya segara.


“Kamu seorang ambidextrous?” tanya Mark


“Apa itu?”


“Ah, tidak tau istilah itu ya. Itu istilah untuk seseorang yang terampil menggunakan kedua tangannya dalam segala hal. Termasuk berpedang dan menulis”


“Hmm, sepertinya bisa dibilang begitu” jawab Kaito santai


“Menarik. Kebetulan, aku juga seorang ambidextrous setahun lalu. Aku mantan anak kidal”


“Terima kasih informasinya. Tapi itu bukan hal yang aku butuhkan”


Kaito langsung menyerangnya kembali. Pertarungan itu benar-benar cepat, hingga menjadi yang paling lama yang pernah dilakukan Mark sejak dia memulai ujiannya.


Para pengawas ujian di luar hanya bisa terpaku tanpa bisa mengatakan apapun.


Mark masih belum memiliki tanda-tanda akan mengeluarkan sihirnya. Namun, tiba-tiba dari arah samping kanannya, ada sebuah serangan lain.


-BAAAAM


Sesuatu menghantam lantai arena.


Gerakan Kaito terhenti dan dia menengok.


“Kau…”


Itu adalah gadis naga. Dia tampak ketakutan dan menangis, namun posisi tubuhnya seolah-olah ingin menyerang.


“Tidak!! Mi–minggir dari situ! Aaaa!!!” gadis itu berteriak


Kaito yang dilewati oleh gadis itu melihat sesuatu di tubuhnya.


‘Benang?’


Benang itu seperti berasal dari arah sisi kiri Kaito sekarang dan saat dia menengok, dia melihat Virgo seperti sedang menggerakkan tangannya.


Kaito berteriak, “Virgo! Apa yang kau lakukan?!”


“Aku sedang sibuk! Sebaiknya, kau juga melakukan tugasmu! Kita hanya punya kesempatan ini untuk lulus bersama, Kaito!”


“Tapi…” Kaito melihat ke arah gadis naga itu. Dia sedang bertarung fisik dengan sang penguji sendirian. Tentu saja Mark hanya menghindari pukulannya.


Namun, bohong jika dia tidak kesulitan sekarang.


Mark menghindari serangan tersebut, namun tinju dan tendangan gadis itu sangat kuat. Bahkan lebih kuat dari tendangan Mark sejauh ujian ini sampai menghancurkan lantainya.


‘Jika aku membalas serangan itu lebih kuat lagi, bisa dipastikan dia akan mati. Tapi jika aku menghindar darinya, aku akan kehilangan kesempatan untuk pemanasan. Ini tidak baik’ gumamnya dalam hati


Kaito dari kejauhan hanya melihat itu. Selang beberapa detik, dia menerima teriakan dari Virgo.


“Kau kira kita masih punya kesempatan untuk diam dan melihat! Lakukan sesuatu juga, Kaito!”


Kaito akhirnya tersadar dan mulai menggunakan sihirnya kali ini.


‘Ini bukan waktunya main-main. Hanya dengan menunjukkan kemampuan sihir, aku bisa membuktikan bahwa aku bisa lulus dan masuk ke tempat ini’


‘Ini semua demi permata ingatanku! Aku harus mendapatkan kepingan yang entah ada dimana untuk mengingat siapa itu Adler Klaue’


Kaito memejamkan matanya dan mulai menenangkan diri.


Dari sisi lain arena, Virgo yang melihat itu jadi semakin kesal.


“Cih, apa yang dia lakukan? Kaito!!”


Tidak lama setelah itu, sebuah angin mulai sedikit terasa. Kecil, namun lama-lama terasa seperti badai.


Itu adalah sihir Kaito.


[Wind Art: Black Feather Gale of Whirlwind]


Seketika ada banyak bulu-bulu burung berwarna hitam yang entah muncul dari mana.


Bersamaan dengan besarnya angin yang datang seperti sebuah pusaran angin, bulu-bulu tersebut semakin banyak.


Virgo terkejut melihat sihir milik Kaito. Hal itu menjadikan gerakan gadis naga yang dikendalikannya menjadi sangat tidak beraturan.


Mark mendapatkan kesempatan untuk mengaktifkan sihirnya. Mata merah menyala milik Mark telah mengeluarkan sihir yang membuat tali sihir yang terhubung di tubuh gadis itu lepas.


Gadis naga itu ditendang jauh oleh Mark dan dia segera memasukkan salah satu pedangnya ke sarung pedang di pinggangnya.


Kini, pedang di tangan Mark hanya satu dan tampak jelas di matanya bahwa dia akan menggunakan sihir kali ini.


“Sihir melawan sihir. Meskipun aku tidak pernah bermaksud serius, tapi setidaknya aku akan memberikan apresiasi padamu”


Kali ini, pertarungan sihir akan dimulai.


******