Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 301. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 6



Para lizardman itu menjadi pucat setelah mengetahui serangannya tidak berdampak apapun pada sang penguji.


"Tidak mungkin..."


Ketika asap dari serangan mulai menghilang, terlihat Mark yang baik-baik saja tanpa tergores sedikitpun.


Dia sempat bergumam sedikit, "Tampaknya mereka memiliki pengetahuan tentang sihir pemanggilan sebelum masuk ke sini. Lumayan"


Mark melihat para peserta yang mulai pucat.


'Kelihatannya mental mereka mulai jatuh. Rasanya tidak menyenangkan melihat mereka syok terlalu cepat' katanya dalam hati


Dengan santai, Mark yang melihat mereka semua berkata dengan nada datar.


"Aku rasa sudah saatnya aku yang menyerang kalian"


Mark yang baru berjalan sudah mulai dihujani serangan kembali.


"Jangan sampai dia mendekati kita! [Fire Ball]"


"Wyvern, serang dia!"


"Kita kepubg kembali!"


Mark hanya berjalan dengan santai. Mata merahnya menyala dan melihat semua serangan mereka dengan begitu tenang.


"Syukurlah mereka tidak begitu syok. Ada nilai tambah untuk kelulusan mereka nanti."


Para lizardman itu mulai panik melihat setiap serangan peserta lain dihindari dengan mudah hanya dengan modal tangan kosong dan diam di tempat.


"Kh..."


"Bagaimana ini? Kita tidak bisa seperti ini!" kata salah seorang lizardman


Sebenarnya bukan Mark yang menghindari sihir dan serangan fisik itu, tapi serangan itu memang tidak bisa mengenainya sama sekali.


Seperti ada penghalang tidak terlihat, seluruh serangan itu langsung lenyap begitu hampir mendekati Mark.


Cakaran dan fisik wyvern yang terpanggil itu juga tidak bisa mengenainya.


Peserta yang ada di luar begitu bingung dengan pemandangan itu.


"Oi, kalau begini bukannya tidak akan ada yang lulus?!" kata salah seorang peserta di luar arena


"Jangankan mengenainya, semua serangan itu bahkan tidak ada yang bisa menggoresnya dan hilang sebelum menyentuhnya!" komentar seorang peserta lainnya


"Aku...aku ragu akan lulus"


"Ka–kalau tau penguji adalah orang yang sekuat ini...aku mungkin memilih keluar bersama mereka yang gagal"


"......" Kaito mendengarkan semua ketidakberdayaan para peserta lain


Dirinya bahkan melihat beberapa peserta berwajah pucat dan tidak memiliki semangatnya lagi.


"Apa benar ini ujian seleksi penerimaan?" gumamnya


Virgo bertanya, "Kenapa?"


"Kau bilang padaku beberapa waktu lalu kalau penerimaan ini terkesan seperti main-main. Tapi sekarang, aku mulai merasa semua peserta di sini justru sudah menyerah"


"......" Virgo terdiam


"Aku sudah tau bahwa penguji itu kuat. Hanya saja melihat caranya memproses peserta seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dan melihatnya bertarung sekarang, tampaknya penguji ini memang sengaja tidak ingin meluluskan semua yang ada di arena itu"


"Kau bisa mengatakannya ya?" Virgo mulai merespon. "Kebetulan sekali, aku juga berpikir begitu"


"Benarkah?"


"Menurutmu apa yang kurang di tim yabg bertarung itu?"


Kaito mulai menjawab dan memberikan semua alasannya.


"Sudah jelas, kekuatan kerjasama. Sejak awal bertarung, ketiga lizardman itu mengambil langkah ke belakang dan menyerahkan serangan awal pada tujuh orang lainnya."


"Lalu saat dirasa berhasil mengeluarkan tekanan, ketiganya baru mengeluarkan sihir pemanggilan"


"Aku pernah dengar sihir pemanggilan hanya bisa dilakukan jika dia pernah mempelajarinya dari seorang guru sihir atau masuk suatu akademi sihir lain"


"Para lizardman itu memiliki tingkat sihir yang lumayan kuat dibandingkan dengan peserta di dalam sana. Mungkin saat berunding membentuk tim pertama kali, ini sudah menjadi bagian dari rencana mereka juga"


"Tapi mengingat penguji itu memiliki akreditasi tinggi dan kredibilitas yang di atas rata-rata, penilaian yang dimilikinya akan mengikuti semua peraturan dari ujian ini"


"Dan menurutku...kesepuluh peserta itu gagal"


"......" Virgo terdiam. Di dalam hatinya, dia bergumam, 'Semua yang dikatakannya itu tepat. Aku tahu keputusanku membentuk tim dengannya itu adalah hal yang benar'


'Semua yang dikatakannya benar. Penguji sudah merasa kecewa. Meskipun mungkin bukan karena kerjasama tim, tapi bisa jadi ada hal lain'


'Selain itu, jika bicara soal serangan mereka yang tidak bisa mengenainya... itu karena penguji itu sesungguhnya sudah mengaktifkan sihir miliknya'


'Bahkan sebelum ujian dimulai!'


'Mata merah menyala itu adalah tanda bahwa dia mengaktifkan sihir. Itu bukanlah mata biasa. Mata merah itu adalah bukti dari seorang pemilik dan pengguna Artifact'


'Hal itu karena sihir pada Artifact akan tersinkronisasi dengan sihir dan tubuh penggunanya. Dengan kata lain, sihir itu sendiri telah hidup'


'Tanda bahwa sihir itu hidup dan bisa diaktifkan sesuka hati oleh pengguna Artifact adalah dengan menyalanya mata mereka menjadi warna merah'


'Warna merah darah seperti bagaimana Artifact itu terbentuk'


'Mark Vermillion...satu-satunya pemilik Artifact yang diakui setelah keturunan Xelhanien pertama di zaman perang dulu adalah orang paling berbahaya'


'Penghalang terbesar dalam rencana besar ini selain Keluarga Xelhanien adalah dia!'


Mata tajam Virgo mulai memperlihatkan ekspresi kebenciannya.


Sekilas hal itu dempsey terlihat jelas oleh Kaito.


'Apa? Kenapa dia menatap pengawas ujian itu seperti menaruh dendam?'


Kaito mencoba memanggilnya, "Virgo"


"Ah!!" gadis itu langsung terkejut


"Kau baik-baik saja?"


"Iya. Maafkan aku. Aku terlalu fokus memperhatikan pertarungan itu. Apakah ada yang aneh denganku?"


"......" Kaito tidak menjawabnya


Sekarang, dia mulai mencurigai sesuatu.


Di dalam arena pertarungan, Mark sudah mulai kehilangan niat untuk menghindar.


"Aku sudah tau dan sudah menilai kalian. Sekarang, biarkan aku menyerang kalian"


Baru berkata begitu, Monster pemanggilan yang dipanggil ketiga lizardman itu sudah menyerang Mark dari belakang dengan menabraknya.


"Ahahahaha! Penguji, jangan terlalu naif! Selama monster memanggilku masih ada, mustahil–...apa?!"


Seketika semuanya terdiam. Mereka pucat.


Hal yang membuat siapapun di ruangan itu terkejut karena sesuatu telah jatuh. Bukan tanpa alasan, yang terjatuh itu adalah dua kepala monster milik para lizardman itu.


Mark mulai mengeluarkan salah satu pedangnya.


"Lumayan juga untuk ukuran kalian. Sihir pemanggilan bukanlah hal yang bisa dipelajari dengan mudah" katanya dengan santai sambil menggoyang-goyangkan kepala yang terjatuh itu dengan kakinya


Mark melihat mereka semua sudah menjatuhkan senjatanya.


"Ti–tidak. Dia..."


"Pe–penguji ini bukan manusia!"


"Bagaimana bisa kita mengalahkannya?"


Mark menghela napas berat.


"Kalian mengecewakan. Sudah kuduga kalian belum siap menjadi murid akademi"


Mark memasukkan kembali pedangnya dan berlari ke arah mereka. Para peserta yang melihat Mark berlari secara spontan menyerang dengan tembakan sihir dan yang lainnya.


Namun, semua sia-sia.


Hanya dengan bermodalkan tangan kosong dan tendangan, Mark membuat mereka terdorong cukup jauh hingga tidak bisa bangun.


Beberapa yang menerima serangan fisiknya bahkan pingsan akibat terlalu kuat pukulan yang diterima pada bagian perut dan belakang leher.


Para lizardman itu akhirnya mulai mengeluarkan senjata di tangan mereka dan mencoba menyerang secara fisik.


Mereka menghunuskan pedang dan mencoba menebasnya. Namun hanya bermodalkan tangan kosong, dengan mudahnya Mark menangkap pedang tersebut.


-CRAAK


Pedang yang dipegangnya dipatahkan oleh Mark.


"Kalian sungguh berbakat. Tapi sayang kalian tidak masuk kriteriaku"


"A–apa?!" lizardman itu langsung terlempar dengan satu kali tendangan dari Mark


Akhirnya seluruh peserta tidak ada yang berdiri di arena itu.


Mark melihat mereka dan berkata dengan nada santai.


"Selamat, kalian gagal. Silahkan pulang dan coba lagi tahun depan jika kalian beruntung. Berdoalah agar bukan aku lagi yang menguji kalian ya"


Mark melihat pengawas ujian yang ada di luar arena, "Tolong keluarkan mereka yang sedang pingsan ya. Aku tidak mau mereka terlalu lama tidur dan lari dari kenyataan"


"Baik"


Dengan begini, tim pertama selesai mengikuti ujian.


Pos 7, ruang ujian [Area Level C] telah meluluskan 0 orang dan menggagalkan 79 orang dari total 90 peserta. Sisa peserta 11 orang yang harus diuji.


******