
“Aku sudah memikirkan ini dengan sangat matang. Aku…menolak untuk menikah dengan orang yang tidak bisa menghargai keluargaku yang berharga. Dan putrimu, melakukan hal itu di belakangku”
“Apa? Apa maksud ucapan itu?” Earl seperti sedang bermain akting anak polos dari zaman dulu
Wajahnya itu menunjukkan bahwa dia tidak tau apapun, namun hatinya tidak seperti itu.
‘Kenapa begini? Apakah ini ada hubungannya dengan permintaan Misha tempo hari untuk menghabisi Xenon?’
‘Aku tidak boleh sampai membiarkan hal ini terjadi! Rexa-sama tidak boleh sampai membatalkan pertunangan ini! Jika tidak, rencana besarku akan gagal! Aku harus meyakinkannya kembali’
Earl memainkan perannya sebagai orang baik di sini.
“Rexa-sama, jika Rexa-sama memberitauku masalah antara Anda dan Misha, aku mungkin bisa membantumu”
Rexa bicara dengan tegas sambil menatap mata Earl Midford.
“Earl, aku sangat menghargai bantuan itu. Tapi seperti yang aku katakan barusan, anakmu telah melakukan hal yang tidak bisa aku terima”
“Aku sudah mengatakan padanya berkali-kali untuk berhenti bersikap seperti itu, namun hal itu terus dilanjutkan. Aku sudah muak dengan sikap manja dan kekanak-kanakkannya itu”
“Lady Misha sudah menghina adikku, Xenon van Houdsen dengan kalimat yang tidak pantas”
“Menghina?”
“Aku tidak perlu membahas kalimat apa yang dikatakan oleh anak perempuanmu. Bohong jika kejadian saat itu tidak diingat olehmu, Earl”
Earl terdiam. Lucas dan Mark tidak menyentuh makanan yang disuguhkan oleh Earl sama sekali.
Mungkin ingin membuat Rexa sedikit malu, Earl mengatakan kalimat yang tidak menyenangkan.
“Rexa-sama, hal ini tidak bisa diterima. Mengingat keputusan pertunangan ini diputuskan oleh aku sebagai kepala keluarga dan ayahmu, Marquis van Houdsen”
“Selain itu, Rexa-sama juga masih belum menjadi Marquis menggantikan ayahmu jadi hal ini tidak bisa dipenuhi”
“Jika ingin membatalkan pertunangan ini sekalipun, putriku harus ada dan hadir di tempat ini”
Rexa menatap sinis Earl, “Kebetulan sekali hari ini adalah hari bebas. Kenapa tidak memanggil putrimu untuk pulang. Pemimpin Dewan Sihir ada di sini sekarang”
“Aku yakin Master Dresden yang bertindak sebagai Dewan Sekolah juga tidak akan keberatan untuk itu”
Earl mulai panik. Tampaknya dia sedikit terpojok. Earl melirik ke arah Diaz-Gemini sebagai tanda bahwa dia harus membantunya.
Diaz-Gemini memainkan perannya sebagai orang polos lain.
“Maafkan aku karena ikut campur tentang hal ini, Rexa-sama. Mungkin ini bukan tempatku bicara, namun yang aku tau…pembatalan pertunangan itu harus melalui persetujuan kedua kepala keluarga”
“Secara hukum di Negara ini, pernikahan keluarga pahlawan atau keluarga kerajaan harus dibicarakan oleh pihak yang bersangkutan atau pihak yang memulai hal ini. Earl melakukan hubungan ini dengan ayah Rexa-sama, benar begitu kan?”
“Jadi alangkah baiknya jika keputusan lanjut atau tidaknya pertunangan ini diputuskan oleh Marquis van Houdsen dan bukan keputusan sepihak dari Rexa-sama”
“Aku yakin Lady Misha sendiri juga tidak tau hal ini dan akan sangat tidak sopan jika beliau tidak tau mengenai pembatalannya”
Lucas menatap tajam Diaz-Gemini dan tampaknya ingin sekali bicara, namun Mark sedikit lebih cepat.
“Aku rasa kamu sudah bersikap cukup berani karena mengatakan hal itu, Gemini”
“Maaf, apakah aku menyinggung kalian?” tanya Diaz-Gemini
“Tidak menyinggung, tapi ikut campur hal yang tidak seharusnya. Selain itu, bukan urusanmu dia ingin membatalkannya atau tidak. Itu semua Rexa yang akan menjalaninya dan sebaiknya…rekan kerja Earl sepertimu tidak pantas berkomentar”
Earl langsung mengatakan hal yang bersifat menyerang Mark.
“Mark-sama, kalimatmu tadi juga tidak bisa disebut sebagai tindakan yang sopan”
“Apa maksudnya?” Mark menyadari penyerangan pada kalimat Earl
Earl kembali bicara, “Meskipun Mark-sama benar soal pernikahan ini, namun pada dasarnya hal ini sudah diatur oleh kedua keluarga”
“Selain itu, aku dan Marquis van Houdsen sudah sepakat untuk menikahkan anak kami berdua”
“Sebagai orang di luar pembicaraan ini, seharusnya Mark-sama tidak mencampurinya”
Mark terlihat tersenyum dan pada akhirnya, mata biru Mark berubah menjadi merah menyala.
Mata merah Mark membuat Earl dan Diaz-Gemini terkejut. Seperti ada sebuah serangan mental, Mark terlihat tidak main-main sekarang.
Lucas hanya menghela napas karena semua peringatan darinya seperti diabaikan oleh Mark begitu saja.
Mark mulai menyerang balik Earl dan temannya itu.
“Bukan aku yang mengatakannya duluan, kan? Orang di sampingmu itu yang mulai ikut campur dan kamu menyalahkanku sekarang?”
“Jika begitu caramu bermain, aku tidak keberatan untuk mengatakan seluruh argumenku untuk membela Rexa”
“Buka telingamu baik-baik, Earl Charles Andreas Midford, putrimu yang sangat kamu sayangi itu mulai mengabaikan posisinya”
“Dan dia berani menghina anggota Divisi Dewan Sihir dengan kalimat darah kotor. Kamu tidak lupa apa arti dari sebutan itu, kan?”
“Jika hal itu masih dianggap sepele olehmu, berarti tingkat pendidikanmu perlu aku pertanyakan, Earl Charles Andreas Midford”
Mark terlalu kesal sampai memanggil Earl dengan nama lengkapnya dan sikap itu sangat memancing emosi Earl yang mengepalkan tangannya kemudian kembali duduk.
Tampaknya, Mark masih belum selesai bicara.
“Aku tidak ingin berdebat karena aku hanya ingin menemani Rexa. Tetapi sekarang, karena kamu mengatakan bahwa aku tidak sopan, aku akan menjadi tidak sopan sungguhan”
“Kecuali, kalau tindakan offensive itu berlaku untuk tamu penting di sampingmu juga. Aku akan menahan emosiku sedikit”
“Jangan kamu pikir aku tidak tau, Earl. Aku berusaha sabar di sini dan mencoba tidak ikut campur urusan Rexa”
Diaz-Gemini mulai merasa sedikit kesal di hatinya.
‘Pengguna Artifact ini berbahaya. Aku yakin dia akan membuat ulah jika tidak disingkirkan dari ruangan ini’
******
Di Akademi Sekolah Sihir saat ini, Misha yang menjadi topik pembicaraan di tempat lain sedang membuat keributan dengan Emilia.
“Jangan kamu kira aku tidak tau apa yang kamu lakukan dengan Rexa-sama?!”
Sungguh kalimat yang sangat mengejutkan dari seorang gadis seperti Misha.
Tatiana berusaha menenangkan Misha yang mengganggu ketenangan di tempat itu.
“Misha-sama, sebaiknya masalah pribadi tidak dibawa ke tempat ini. Sekarang kami sedang ingin melakukan proses administrasi dan tindakanmu itu sangat memalukan”
“Aku tidak membutuhkan nasihat dari kalian. Aku ingin mendengar dimana Rexa-sama sekarang?!”
Emilia mencoba menahan dirinya dengan masih bersikap sopan.
“Misha-sama, Rexa-sama tidak ada di tempat ini karena sedang ada urusan mendadak dan kami juga tidak mengetahuinya”
“Kami mendengar bahwa beliau pergi dengan Lucas dan Mark-sama pagi ini dari Algeria-sama. Jika Misha-sama ingin mengetahui dimana keberadaan Rexa-sama, boleh bertanya pada Algeria-sama”
“Jangan banyak alasan! Aku tidak akan percaya padamu! Kamu dan kakakmu itu sama saja, Xelhanien!”
Dari kejauhan, Kino mendengar kata ‘Xelhanien’ yang menggema.
“Kalian dengar? Xelhanien katanya. Mungkin saja itu Emily-san”
“Mau coba melihat ke sana?” tanya Ryou
Kino langsung terlihat serius.
“Kalau tidak keberatan, aku ingin ke sana”
Ryou dan Kaito akhirnya mengikuti keinginan Kino dan berjalan menuju asal kegaduhan itu.
Saat tiba di sana, ketiganya melihat wajah yang tidak asing.
“Gadis itu…kakak dari Emily Xelhanien kan? Kenapa bisa ada di sana?”
******