
Mari mundur sedikit sebelum maju ke bagian selanjutnya setelah upacara selesai.
Ini adalah sedikit kejadian yang terjadi di pagi hari dan hal ini dialami oleh salah satu kapten Divisi Penyerang Jarak Jauh, Emily Xelhanien.
Di pagi hari, gadis kecil itu bangun dan bersiap untuk mandi. Ketika sedang merapikan pakaiannya, dia mematung.
Matanya tiba-tiba seperti berputar dan wajahnya memerah.
-Bluuuush
“Kyaaa!”
Teriakan imut terdengar hingga membuatnya lemas sehingga berjongkok di lantai.
“Eh?! Apa yang…kyaaa!”
Di visualnya, karena sihir yang menempel pada Kino, [Trickstar Narkissus] membuatnya bisa merasakan sihir, melihat apa yang dilakukan oleh targetnya. Dan sekarang dia sedang melihat sang target di dalam pandangannya.
Kino sedang mandi saat itu. Rupanya jam mandi Kino bersamaan dengan jam Emily yang baru akan mandi.
Jelas Emily melihat tubuh putih Kino. Rambut hitam yang basah karena air shower dan sampo serta busa sabun yang menutupi tubuhnya membuat gadis kecil itu langsung lemas.
“Tidak~Emily jadi genit sekarang! Kyaaa!”
Seketika Emily langsung menonaktifkan sihirnya. Bukan hanya dinonaktifkan, tapi dihilangkan dari Kino karena syok.
[Nox]
Dia duduk di lantai sambil memegangi kedua pipi merahnya.
“Emily tidak melihat apapun, Emily tidak melihat apapun, Emily tidak melihat apapun!”
Hanya sebuah pengalihan, padahal dia sudah melihat hampir semua tubuh bagian atas Kino. Untung gadis itu langsung mencabut semua sihirnya sebelum dia melihat bagian lain.
Setelah itu, sudah bisa ditebak apa yang terjadi. Dia jadi kehilangan fokusnya. Mandi sangat lama, sarapan juga tidak masuk ke mulutnya. Sang kakak, Emilia dan Alicia serta Jessie yang kebetulan sarapan bersama mereka menjadi heran.
“Emily, ada apa?” tanya Emilia
“Emily habis melihat sesuatu yang menakjubkan” katanya dengan ekspresi merah
Alicia memberikan sepotong dada ayam padanya dan berkata, “Ini dada ayam fillet untukmu. Makanlah karena upacara kali ini mungkin akan cukup lama”
Mendengar kata dada ayam membuat Emily kembali panik, “Dada…dada katamu…kyaaa~Emily tidak genit! Emily tidak mesum!”
“Eh?!”
Hal itu tidak salah karena di ingatan Emily dia masih dapat mengingat Kino saat itu. Emilia mengusap-usap kepala sang adik untuk menenangkannya.
Jessie yang ikut panik mencoba menenangkan dirinya.
“Emily-sama, tenangkan dirimu!”
Setelah sarapan selesai, Jessie berpisah dengan ketiganya karena harus mengurus pekerjaan divisinya.
Ketiga saudari itu akhirnya menuju aula pertemuan untuk persiapan upacara. Di saat mereka berjalan, kedua kakaknya bingung dan bertanya pada sang adik.
“Emily, apa yang terjadi?”
“Umm~”
“Emily?”
“Kalian…”
“Hmm?”
“Apa pernah menyukai orang yang lebih tua dari usia kalian?”
Emilia dan Alicia saling melihat satu sama lain. Sedikitnya, ada tebakan yang mungkin masuk ke dalam kasus adik kecil mereka.
“Kamu memikirkan Yuki Kino?”
“Kyaaa~”
Mendengar nama Kino, Emily langsung bereaksi. Teriakan imutnya keluar lagi dan sontak membuat kedua kakaknya bingung kembali.
“Kamu ini kenapa sedikit-sedikit teriak seperti itu?” tanya Alicia bingung
“Emily hanya malu! Emily hanya tidak bisa…kyaa~Emily malu pada Kino nanti!”
Merasa sang adik sulit sekali bicara membuat kedua kakaknya memilih untuk tidak bertanya.
Saat upacara dimulai, Emily melihat ke arah peserta. Dia bisa melihat Kino dengan jelas dari depan dan wajah gadis kecil itu langsung memerah.
‘Kino…’ panggilnya dalam hati
“Apa Emily-sama baik-baik saja, Emilia-sama?”
“Sejak pagi sudah begitu. Tapi aku rasa dia akan baik-baik saja”
Kondisi berubah saat Lady Barbara Lindsey maju mengambil mic dan memulai pidato ‘sangat penting’ miliknya yang membuat semua orang terpaksa mendengarkannya selama dua jam lebih.
Salah satu isinya sedikit membuat semua orang mematung.
“Dan kalian para junior, jangan pernah tergoda dengan omong kosong dari kakak senior kalian!”
“Sudah banyak kasus kawin lari di semua sekolah dan aku tidak akan membiarkan laki-laki hidung belang menggoda wanita lemah yang ingin menuntut ilmu”
Sungguh di luar akal sehat memang. Bisa-bisanya guru pertahanan memberikan konsultasi asmara di tengah penyambutan dan pidato penting.
Tapi isinya membuat fokus Emily semakin jauh. Bahkan ada bayangan lucu di otaknya.
‘Kawin lari…kalau Emily kawin lari dengan Kino…’
Sebuah dialog lucu akhirnya tercipta. Ada dua tokoh di dalam bayangan Emily yaitu dirinya sendiri dan Kino.
***
“Emily-san, aku akan menjagamu. Selama Emily-san mau hidup denganku. Biarpun kita berasal dari dimensi yang berbeda tapi aku ingin bersamamu”
“Kino~Emily juga menyukai Kino”
“Emily-san!”
***
Bayangan selesai.
Gadis kecil itu tampaknya benar-benar dewasa sebelum waktunya.
Wajahnya merah seperti kepiting rebus yang disiram saus tartar. Sungguh bayangan liar dari gadis kecil yang dilemma akan cinta.
Saat mulai keributan akibat seorang murid yang berteriak dari barisan belakang, Emily bisa sedikit serius saat itu.
“Ini…suara Ryou?” gumamnya pelan
Dia juga mendengar sesuatu dari sang kakak, Emilia saat bicara dengan Tatiana.
“Emilia-sama…”
“Anak yang kemarin di lobi. Yuki…Kino dan Ryou kalau aku tidak salah ingat”
-Bluuush
Sekali lagi nama Kino membuat Emily memerah dan menundukkan kepalanya. Hingga saat keributan terjadi, Emily seperti tidak mendengarkan semua celotehan panjang lebar Ryou.
Alicia dan Emilia terlihat diam karena sang adik tertunduk kembali. Akhirnya, Alicia memutuskan untuk bertanya padanya.
“Emily? Kenapa diam? Itu anak yang pernah bertemu dengan kita, kan?”
Emily yang tidak menjawab tiba-tiba menjadi salah tingkah sendiri.
“Kyaaa~”
“Emily?”
Kedua kakaknya terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba membuat teriakan imut itu.
“Emily malu sekali. Kyaa~”
“Kenapa malu?”
“Kyaa~”
Dan begitulah dilemma gadis kecil yang sedang jatuh cinta.
**
Upacara selesai dan Ryou yang berjalan kembali ke belakang meninggalkan Barbara Lindsey yang terlihat sangat kesal padanya.
“Anak menyebalkan yang tidak sopan!” gerutunya
Ryou berjalan sangat santai dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, dia benar-benar berkata dalam hati.
‘Yes! Aku menang! Kino pasti bangga memiliki adik sepertiku. Hmmph! Biar si gendut itu tau rasa. Dia kira aku takut!’
Sungguh contoh murid teladan tahun ini.
******