
Di akademi, tepatnya di kamar Rexa malam itu…
Rexa yang duduk di atas tempat tidurnya memikirkan hal yang sudah lama dia pikirkan.
‘Aku harus mengakhiri semua ini. Setidaknya, aku tetap bisa melindungi harga diri Xenon sebagai bagian dari keluarga’
‘Sekalipun aku memberitau ayah mengenai hal ini, dia mungkin hanya akan menyalahkan takdir, seperti yang sudah-sudah’
‘Seandainya tidak ada kejadian saat itu, mungkin Xenon tidak akan memilih untuk mengabaikan keluarganya selama ini’
‘Aku benci diriku yang seperti ini’
Rexa mengambil bros miliknya dan mengingat kejadian hari ini. Dia mengingat dengan jelas tatapan sinis dari seorang Xenon padanya.
“Xenon…”
Bros berwarna keunguan karena adanya permata di atasnya sangat cantik. Permata yang memiliki ukuran dan warna yang sama seperti milik Xenon sebelumnya. Namun, sampai dimana hubungan antara permata pada bros milik Rexa dengan ingatan Kaito, tidak ada yang tau.
Malam itu, pikiran Rexa tertuju bukan pada rencana pembatalan pertunangannya, melainkan kekhawatirannya terhadap Xenon. Ditambah dengan informasi dari Lucas mengenai tujuan penyusup yang ingin mencelakainya menjadikan kekhawatiran Rexa bertambah.
“Aku berharap semua hubungan di masa lalu bisa kembali seperti dulu. Aku ingin…menjadi kakak yang baik untukmu, Xenon. Aku mohon…hilangkanlah tembok hatimu itu dan kembalilah menjadi Xenon yang aku kenal”
**
Di tempat lain, di kamar Jene…
Jene masih mengingat hal yang dikatakan oleh Kino saat di kantin.
[Jika kalian ingin membantunya, aku rasa menunggunya sampai mau membuka diri adalah pilihan terbaik]
[Bayangkan jika kami memberitau Xenon-san dan ternyata dia mengetahuinya. Bukan hanya kami yang akan kehilangan kepercayaan darinya, tetapi kalian dan hubungan yang telah dibangun oleh kalian selama ini akan langsung hilang]
Jene memikirkan kalimat itu baik-baik.
‘Aku mengerti sampai sejauh apa tingkat kepercayaan Xenon pada kami berdua. Aku dan adikku mungkin akan menjadi bagian dari keluarga jika pertunangan mereka bisa sampai ke pernikahan. Tapi, Xenon tidak memberikanku pilihan lain’
‘Hatinya yang berubah sejak kejadian itu benar-benar membuat sebuah luka mendalam. Terlebih lagi, semua itu adalah hasil dari kecerobohan dari orang yang tidak bertanggung jawab’
‘Jika saat itu aku tau bahwa Xenon terluka sampai seperti ini, aku mungkin akan memukul mulut gadis itu!’
Tampaknya Jene mengetahui apa yang terjadi pada Xenon di masa lalu dan siapa yang membuat hatinya menjadi tertutup.
Untuk saat ini, simpan semua sejarah masa lalu itu untuk nanti.
**
Mark yang telah berada di ruangannya melepas seluruh pakaiannya dan menatap cermin sambil mengganti pakaiannya dengan kaos santai.
“Mata merah ini benar-benar sangat cocok dengan rambut kemerahanku. Sepertinya Artifact memiliki selera yang bagus” gumamnya pelan
Itu mungkin terdengar seperti gumaman tidak pernting, tapi sebenarnya ada alasan di balik semua itu.
Di dalam hatinya, Mark berpikir.
‘Aku telah tertelan sepenuhnya oleh sihir milik Artifact ini. Mungkin belum ada yang mengetahui soal ini, tapi aku merasa aku bukan lagi manusia’
‘Aku sadar bahwa aku sudah hampir kehilangan rasa kantuk dan laparku sejak melakukan perjalanan untuk mencari lokasi keberadaan tempat eksekusi dari para korban hilang’
‘Selama ini, hal itu aku abaikan karena mungkin ini hanyalah efek samping sementara. Tidak kusangka akan berkelanjutan sejak aku memiliki kedua benda ini dalam tubuhku 8 tahun lalu’
‘Bukan hanya itu. Aku juga merasa bahwa aku sudah tidak memiliki sistem kekebalan yang sama seperti manusia normal’
Mark mengambil pedang miliknya dan mulai menusuk telapak tangan sebelah kanan miliknya.
-CRAAT
Darah mulai membasahi bagian lantai dan tentu saja tangannya sendiri. Namun Mark bahkan tidak merasa kesakitan. Selain itu ada yang lebih aneh dari tidak merasakan rasa sakit.
Luka itu menutup dengan sendirinya.
“Aku benar-benar berubah menjadi iblis sekarang. Jika sampai ada yang mengetahui rahasia ini, aku rasa aku akan tamat. Emily mungkin akan mengetahuinya cepat atau lambat, sejak dia memiliki kemampuan khusus”
“Sekarang, aku mengerti kenapa pasukan pemberontak bernama Rebellenarmee menginginkan Artifact kembali”
“Hal ini mungkin belum pernah terkuak di masa lalu. Aku yakin, Earl mungkin tau soal ini”
Mereka kembali utuh.
“Ini gila” gumam Mark
Entah sejak kapan dia menyadari hal ini, namun sepertinya rahasia tentang ini hanya Mark yang mengetahuinya.
Malam itu, hanya di kamar Mark, dia menggunakan pedangnya untuk memotong dirinya sendiri hingga darah bersimbah sampai ke pakaian yang baru saja dia pakai sebagai baju tidur.
Hampir dua jam dia menyakiti dirinya sendiri dan seperti yang diharapkan, tidak ada rasa sakit, tidak ada bagian tubuh yang meninggalkan bekas luka.
“Artifact ini telah mengambil semua hal penting untukku sebagai manusia normal. Dan sekarang, aku bisa menyebut diriku sebagai iblis sekarang”
Mark membersihkan semua darah yang ada di dalam ruangannya sendiri.
[Counter Cleaner]
Semua noda yang ada menghilang tanpa bekas dan aroma. Ruangan Mark kembali seperti semula.
Mark meletakkan kembali pedangnya dan berpikir sejenak.
‘Jika senjata tidak lagi bisa menyakiti tubuh ini, apakah sihir atau racun akan berpengaruh?’
‘Aku harus mencoba membeli racun tikus dan meminumnya setelah pulang dari kediaman Midford besok’
Hanya Mark yang bisa memiliki rencana membeli racun tikus untuk dirinya sendiri. Sungguh orang yang sangat sayang pada tubuh dan kesehatannya. Mark adalah contoh orang yang peduli pada kesehatan tubuh.
Tapi sayangnya hal itu sangat tidak pantas ditiru.
******
Di tempat Xenon, sang tuan rumah merapikan piring dibantu oleh Kino.
“Aku yang kerjakan sisanya, Kino. Kau sebaiknya menyiapkan pakaian untuk besok”
“Aku akan melakukannya, Xenon-san. Lagipula, tas sihir itu benar-benar sangat bagus. Aku bahkan hampir tidak percaya manusia bisa masuk ke dalamnya”
Xenon menjelaskan beberapa hal mengenai barang yang dibelinya barusan.
“Tidak banyak barang seperti itu. Biasanya dijual sebagai item khusus. Karena Agatha Friday adalah orang yang cukup dikenal oleh anggota divisi sebelumnya, jadi dia diizinkan menjual tas seperti itu”
“Selain itu, benda itu juga sudah memiliki izin. Karena harga yang mahal dan tidak sembarangan, dia hanya menjualnya pada konsumen tetap. Seperti yang dijelaskannya saat di toko”
Kino mengangguk dan sedikit bercanda, “Aku tidak akan membawa manusia di dalamnya. Tenang saja”
“Aku tau. Tapi aku yakin Ryou mungkin akan membawa beberapa orang yang dia benci nanti”
“Xenon-san…”
Kino mengira itu hanya candaan saja jadi dia hanya merespon dengan senyum, tapi siapa yang tau bahwa Xenon ternyata tidak bercanda.
Di ruang tamu, Ryou benar-benar merencanakan sesuatu bersama Kaito.
“Kaito, kita mungkin bisa menculik dan memasukkan para setengah elf itu ke dalam sini. Aku pikir akan ada baiknya jika kantong ini selalu kita bawa mulai sekarang selama kita ada di akademi itu”
“Ryou, kau mau jadi penjahat?” tanya Kaito dengan mata aneh
“Tidak jadi penjahat. Aku berpikir kita harus melakukan langkah antisipasi. Anggap saja kita sedang melakukan simulasi untuk–”
“Menculik anak orang”
“Tepat! Menculik anak–…sebentar, kenapa jadi membuatku terlihat seperti penjahat?” Ryou melihat Kaito dengan tatapan yang dingin
“Memang kalau bukan penjahat, apa sebutannya?”
“……” Ryou terdiam
Sekarang Ryou berpikir kalau dia sudah mulai berubah jadi anggota kriminal karena tas serbaguna tersebut. ‘Kenapa jadi aku yang terlihat seperti penjahat sungguhan?’
Sungguh malam yang sangat santai.
Keesokan paginya, kehidupan baru setiap pemeran di ‘dunia’ penuh sihir itu dimulai.
******