Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 266. Informasi yang Datang di Hari Pendaftaran



Ini adalah waktu yang terjadi sebelum Xenon dan ketiga remaja dunia lain itu mendaftar ke Akademi Sekolah Sihir.


Saat itu Mark dan pasukannya baru saja tiba di gedung akademi. Mereka berlima langsung masuk ke dalam gedung dan berjalan untuk bertemu dengan Dewan Sihir lain.


Di tengah lorong koridor yang luas, Mark berhenti.


“Kalian kembalilah ke asrama. Hari ini, kalian diberi libur dua hari untuk istirahat. Sisanya biar aku yang mengurus” ucap Mark


“Tapi, Mark-sama…”


“Mau kuminta langsung masuk kelas di jam sepuluh nanti?”


“Ka–kami mengerti”


Mark berjalan kembali ke ruang Dewan Sihir. Ketika membuka pintu, terlihat Lucas, Rexa dan beberapa anggota lain yang telah duduk sambil membicarakan rapat penting.


“Mark!!”


“Mark-sama!”


“Marquis Vermillion, kamu sudah kembali? Kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu?”


Semua orang terkejut dengan kedatangan Mark ke ruangan tersebut. Lucas dan Rexa langsung berdiri menghampiri.


“Mark, selamat datang. Aku kira kamu mengalami hal yang sulit sampai tidak memberi kabar” ucap Lucas


“Tidak begitu merepotkan, tapi cukup membuatku nyaris kehabisan kesabaran. Niatnya aku ingin langsung mendatangi kediamannya dan menyeret pelaku tersebut ke hadapan kerajaan dan Dewan Sihir”


“Apa maksudnya?”


Mark menceritakan semua hasil penyelidikannya. Di dalam ruangan itu, terdapat beberapa anggota dewan lainnya seperti Algeria, Tatiana, Emilia, Alicia dan Emily.


Setiap kejadian yang dialami oleh Mark diceritakan secara rinci tanpa ada yang terlewatkan.


Bahkan yang lebih mengejutkan, Mark sendiri mengeluarkan mayat tangkapannya dengan Artifact dan menunjukkan hasil dari informasi tersebut.


Begitu nama pelakunya disebut, tidak ada yang menyangka mendengarnya.


“Seorang…bangsawan yang melakukan ini?”


“Ini tidak terduga”


Di antara orang-orang yang terpukul, Rexa yang paling terkejut mendengarnya.


“Apa…kamu benar-benar yakin bahwa dia orangnya, Mark?”


“Sangat yakin. Mereka sendiri yang menyebutnya dan dari hasil ingatan yang aku lihat, pengkhianat itu ada di sana. Kejadian di wilayah barat dan wilayah timur ini dilakukan atas dasar perintahnya”


“Aku belum bisa mengetahui motifnya, tapi menurut ingatan mayat ini, mereka akan mengirimkan penyusup ke tempat ini saat ujian. Mungkin, orang yang akan menyusup itu akan mendaftar hari ini”


Emily melihat ke arah wanita ras naga di dekatnya.


“Algeria, Emily yakin kamu yang merupakan ketua dari ujian masuk kali ini atas usulan Lucas, kan?”


“Benar”


“Apakah mungkin kamu bisa menemukan penyusup itu?”


“Aku tidak yakin tapi mungkin aku bisa mendeteksinya”


“Kalau begitu–”


“Emily, itu tidak perlu” Lucas memotong perkataan Emily dan melanjutkannya, “ Biarkan penyusup itu masuk ke tempat ini”


“Lucas!” Emilia dan Alicia terlihat begitu cemas


Lucas mulai terlihat serius, “Jika memang mereka ingin mengincar keluar Duke Xelhanien dan Artifact yang ada di tempat ini, biarkan kita memberi mereka umpan. Kita masih harus mengetahui tujuan mereka”


“Sekalipun menyerang kediaman Midford untuk mencari tau semua kejahatannya, dia tidak akan mengakui hal itu tanpa bukti yang lebih jelas” lanjut Lucas


“Tapi bukti yang diberikan Mark itu sudah cukup” Alicia mencoba meyakinkan Lucas


Mark menjawab dengan wajah serius, “Masih belum cukup untuk menyeretnya”


“Apa?”


“Aku sudah mengatakan pada kalian, kan? Ada orang lain yang membantunya. Orang itu menutupi seluruh tubuhnya dengan jubah dan itu lebih dari satu orang. Jika memang dilakukan sendiri, mungkin saja Midford akan melakukan banyak kesalahan”


“Tapi aku tidak bisa mendeteksi sihir pemicu saat dua beastman yang menyerang kami di malam itu menggunakan [Dark Sacrifice]”


“Normalnya, sihir itu dilakukan oleh orang yang bersangkutan. Tapi, sihir di kedua beastman itu aktif tanpa diaktifkan sendiri oleh penggunanya”


“Apakah kalian akan berpikir Midford bisa melakukannya sendirian? Kita semua tau kekuatan sihir keluarga yang dekat dengan kerajaan dan Midford tidak memiliki sihir semacam itu. Lucunya, beastman ini menyerangku tanpa memberitau bahwa aku adalah pengguna Artifact”


Penjelasan Mark itu membuat sebuah kesimpulan. Emilia menebaknya.


“Dia melakukannya untuk menyerang Mark-sama sekaligus mengorbankan beastman itu”


“Tepat. Dengan memanggil shadow ghoul, mereka pikir mereka bisa membunuhku. Begitu rencananya gagal dan aku berhasil menangkap saksi hidup, mereka melenyapkannya”


“Kemudian aku dihadang oleh beastman lain yang tampaknya dikirim tanpa mengetahui bahwa rekannya telah mati. Sepertinya mayat beastman ini hanyalah sebuah pengorbanan untuk rencana tersendiri”


Rexa masih tidak percaya bahwa semua itu begitu dekat dengannya selama ini. Dia mencoba bertanya dan meyakinkan sesuatu pada Mark.


“Apakah menurutmu, hanya Earl saja atau keluarga lainnya juga terlibat?”


Semua orang menengok ke arah Rexa. Semua orang tau alasan kenapa dia bertanya demikian. Mark terdiam dan melihat ke arah Lucas. Lucas menggelengkan kepalanya dan membiarkan Mark yang menjawabnya.


“Aku tidak yakin. Untuk yang ada di tempat ini mungkin tidak tau apapun. Tapi untuk yang berada di kerajaan kemungkinan iya. Keluarga kerajaan harus diberitau mengenai hal ini”


“Begitu. Terima kasih”


Mark memasukkan kembali mayatnya dengan sihir dari Artifactnya dan mulai memperlihatkan mata merah menyalanya.


“Sebagai keluarga yang memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Bernkastel-Wiesbaden, keluarga Duke Xelhanien, Vermillion dan van Houdsen  memiliki banyak hubungan dengan Midford yang juga dekat dengan kerajaan”


“Jika sampai masalah ini ada hubungannya dengan isu penggulingan kerajaan, maka akan terjadi perpecahan dan peperangan antar saudara”


“Hal itulah yang mungkin akan terjadi di sini. Selain itu, kita juga tidak bisa menutup mata dengan adanya tindakan kudeta dan lainnya dari pihak luar yang belum diketahui identitasnya” Lucas melanjutkan penjelasan Mark


Semuanya terdiam. Tatiana mengangkat tangannya.


“Apakah kita perlu merapatkan ini dengan Dewan Sekolah?”


“Aku rasa aku dan Mark yang akan memberitau mereka. Selain itu, Rexa…”


“……”


“Kamu juga harus ikut untuk masalah ini. Bagaimanapun juga, kamu masih memiliki keterikatan dengan mereka. Sebelum keputusanmu membatalkan semuanya, kamu masih memiliki hubungan dekat, jadi kami harus ikut untuk menjelaskannya kepada Dewan Sekolah”


“Aku mengerti Lucas” Rexa terlihat begitu lelah dalam sekejap


Mark mengerti itu. Dia yang telah melakukan perjalanan panjang tanpa tidur sama sekali tidak terlihat kelelahan.


“Kamu dan anggotamu bisa ambil libur, Mark. Kalau kamu ingin istirahat, posmu akan dijaga oleh anggota Divisi Pertahanan, Jessie dan Jene”


“Tidak masalah. Aku akan mengambil libur untuk hari ini dan besok, aku ingin mencari tau sendiri orang yang menyusup ke tempat ini”


Lucas dan Mark pergi keluar bersama Rexa. Di dalam ruang rapat tersebut, hanya ada para perempuan anggota Dewan Sihir.


“Aku tidak menyangka bahwa akan seperti ini” ujar Tatiana


“Emilia-sama, apa yang sebaiknya dilakukan sekarang?” tanya Algeria


“Algeria-sama, aku rasa untuk sekarang kita serahkan kepada Lucas dan yang lain. Untuk pendaftaran ujian hari ini, aku rasa akan lebih baik jika Algeria-sama ikut melihat sebentar. Itu berguna karena ras naga memiliki  daya ingat yang sangat cepat”


Semua terdiam sejenak. Tampaknya mereka menyetujui usulan tersebut.


“Aku setuju. Aku juga akan membantu menulis laporannya nanti jika sudah selesai. Selain itu, sihir unik milik Emily-sama juga akan sangat membantu” kata Algeria


“Emily akan menemanimu dari belakang, Algeria. Kamu bisa percaya pada kemampuanku”


Setelah itu, di saat Xenon membawa ketiga remaja dunia lain, terjadi kegaduhan yang membuat Algeria datang untuk menerbangkan peserta yang membuat keributan.


Di belakangnya, Emily berdiri dan mengawasi setiap peserta yang tetap tinggal. Saat Algeria masuk ke dalam, gadis naga itu bertanya pada Emily.


“Bagaimana, Emily-sama? Penyusup itu ada di antara orang-orang yang kuterbangkan atau ada di daftar peserta?”


“Mereka ada di daftar peserta. Tapi, tampaknya ada sebuah sihir hitam yang menutupi sehingga Emily tidak bisa mengetahuinya. Tampaknya ini sama seperti yang dimaksud Mark tadi”


“Sihir yang membuat sihir lain tidak bisa mendeteksinya ya”


“Lalu, ada yang unik”


“Unik?”


“Tiga orang dari dunia lain yang Emily ceritakan…mereka berhasil masuk ke dalam daftar peserta. Dan mereka datang bersama salah seorang anggota Dewan Sihir”


“Benarkah?! Siapa?”


“Orang itu akan tiba di sini sebentar lagi” Emily tersenyum dan melihat ke arah pintu masuk lobi


Saat keduanya mengawasi murid-murid yang datang, mereka melihat Xenon masuk dan memberi hormat kepada dua kapten tersebut.


“Selamat pagi, Emily-sama. Selamat pagi, Algeria-sama”


Algeria melihat ke arah Emily dan Emily tersenyum.


“Ini orangnya”


“Hmm?” Xenon bingung dengan apa yang dibicarakan oleh kedua kapten di depannya


“Dia orang yang membawa tiga penjelajah dari dimensi lain”


“Hah?!”


Sekarang, niat Xenon ingin merahasiakan hubungannya dengan ketiga remaja dunia asing itu akhirnya punah, hilang sepenuhnya.


******