Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 188. Perbedaan Pendapat dalam Situasi Sulit



Semua orang berkumpul dan membaca isi chat pada chat grup [Grup Komunitas Programmer Muda].


“Apa ini? Kenapa bisa ada orang sekejam ini?” Ha Jinan merasa takut dan syok


“Garam, grup apa sebenarnya?” Kang Ji Song bertanya pada Seo Garam yang berdiri di sampingnya


“Itu adalah grup komunitas. Sejak aku bergabung dengan himpunan mahasiswa jurusan komputer, kami masuk dalam komunitas tersebut” jelasnya


“Dan yang mengirimnya adalah salah satu dari anggota grup komunitas?”


“Benar. Aku tidak begitu mengenalnya, namun sepertinya anggota lain cukup mengenalnya. Namanya adalah Go Yu Bin dan menurut isi chat tersebut, dia bersama orang-orang di dalam gedung arsip sedang dalam kesulitan akibat percaya pada informasi Baek Hyeseon-sunbae”


“Hah! Apa aku bilang! Orang yang tidak berpendirian saat mengirim chat itu memang tidak bisa dipercaya. Jelas sekali isi chat darinya itu mencurigakan, masih ada orang yang cukup bodoh untuk tertipu. Menyedihkan!” umpat Ryou karena kesal


Kino mencoba menenangkan sang adik yang kesal.


“Ryou, tenanglah. Mereka semua tidak memiliki pilihan lain saat ini selain mempercayainya”


“Itu karena mereka sedang sulit untuk berpikir. Siapapun akan melakukannya jika ada seseorang yang mengatakan bisa membantu mereka. Bagaimanapun juga, hal itu karena mereka melihat peluang dan harapan untuk selamat” lanjut Kino


“Tapi tetap saja lucu. Jelas dalam isinya bahwa dia menulis akan mengakhiri hal ini tapi saat ada yang meminta bantuan dia mengelak. Sudah begitu, dia masih bisa mengatakan kalau dia membutuhkan lebih banyak makanan dan senjata yang cukup dari orang-orang di luar sana yang masih hidup. Apa dia waras?” gerutu Ryou kembali


“Dia sudah kehilangan akal sehatnya” Kim Yuram dengan kesal menjawab


Seo Garam menatap Kim Yuram yang marah.


“Orang yang bisa membunuh temannya sendiri di saat seperti ini adalah orang gila. Dia tidak normal, dia pasti tidak memiliki akal sehat lagi!!”


Kaito membaca semua isi pesan yang dikirimkan dan pesan yang baru.


“Kalian, ada yang membalas” katanya


Mereka melihat kembali isi chat tersebut.


“Apa yang lain masih dihidup? Ada berapa orang yang hidup sekarang?”


“Dimana lokasi kalian sekarang?”


“Kau sendiri ada dimana, Min Hwajoon?”


“Aku bersama Park Sungmin dan Lim Tae Suk di gedung Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer. Sekarang kami bertiga sedang ada di ruang kelas KA06”


“Aku tidak tau dengan lainnya tapi mungkin dari anggota grup ini sudah banyak yang mati”


“Apapun yang terjadi kita harus bertahan dan percaya pada informasi Go Yu Bin”


“Jangan sampai ada yang membocorkan hal ini di chat grup aplikasi [Event Horror Apps] atau nyawa mereka tidak akan selamat!”


Melihat jawaban chat tersebut, Kaito bertanya pada Seo Garam.


“Siapa itu Park Sungmin dan Lim Tae Suk?”


“Anggota lain. Mereka mahasiswa di gedung ini juga. Aku tidak mengenal mereka”


“Tapi mereka bilang mereka ada di sini. ‘Kelas KA06’ katanya. Dimana itu?” tanya Kaito pada semua mahasiswa itu


“Ah! Itu tepat di samping ruang praktikum!”


Kang Ji Song menunjukkan hasil peta yang dia buat. Semua orang mencoba tetap diam dan tidak mengatakan apapun.


Jelas di kertas yang ditunjukkan Kang Ji Song hanya ada garis dan kotak tidak jelas yang dengan sedikit coretan pemanis. Hanya si pemesan yang berani berkomentar.


“Kang Ji Song, gambar yang kau buat itu jelek” celetuk Ryou dengan wajah datar tanpa dosa


“Berisik! Itu tidak penting sekarang! Kau lihat dulu ini?!”


“Tapi, tulisan maupun gambarmu itu sama-sama jelek. Aku hanya bisa melihat garis, kotak dan bulat-bulat kecil dengan garis pendek yang tidak terlihat seperti tulisan”


“Ryou, jangan bicara begitu” lagi-lagi Kino berusaha menenangkan sang adik


“Kalau jelek ya jelek. Aku tidak mau berbohong dan memberinya pujian palsu. Itu tidak baik untuk mentalnya di masa depan”


“……” semua orang melihat wajah Kang Ji Song yang memelas


Sebuah serangan mental yang cukup membuat siapapun mungkin akan menangis di pojok ruangan. Kim Yuram bahkan melihat wajah Ryou dengan tatapan heran.


‘Kenapa aku bisa berpikir aku akan menyukai dia tadi?! Mulutnya itu berbahaya rupanya’


Kaito memilih untuk menghibur Kang Ji Song.


“Tenang saja, cukup kau jelaskan saja secara singkat dan kami akan mengerti”


Mulai mengembalikan semua mentalnya, Kang Ji Song menjelaskan gambar peta yang telah dia buat.


“Dari jalan ini kita menuruni tangga di depan sana, Lalu setelah turun, kita belok ke kiri dan ambil jalan sebelah sini. Ini ruang kelas KA06 dan di selah ini adalah ruang praktikum” jelas Kang Ji Song


“Hmm…ini lebih cepat dimengerti dari ucapanmu”


“Tapi Ryou, kau benar-benar yakin ingin membuka data siswa dengan cara meretasnya? Data siswa seperti apa yang ingin kau cari?”


“Aku ingin mencari data tentang tiga orang pembuat aplikasi bodoh yang menjadi penyebab kekacauan ini” tegas Ryou


“Data mereka?”


“Benar. Ada sesuatu yang ingin aku temukan. Aku tidak akan menyebutkannya pada kalian tapi aku akan mengatakannya begitu aku yakin dengan dugaanku”


******


Di sisi lain, di gedung arsip…


Terlihat banyak sekali tumpukan makanan dan minuman yang berada di dekat sebuah rak buku di bagian depan. Seseorang yang duduk di dekat tempat itu adalah Baek Hyeseon.


Dia terus melihat ponselnya sambil meminum teh dalam botol. Sesekali, dia juga memakan coklat batang dan roti bersama dengan mahasiswa lain yang memegang senjata.


“Cih! Dasar sampah! Mereka hanya terus meminta tolong padaku! Aku tidak akan pernah ingin berakhir seperti Wonjae. Jika mereka ingin selamat, mereka harus datang sendiri dan membawa makanan mereka padaku. Jika tidak, silahkan mereka menunggu bantuan yang tidak akan pernah datang pada mereka”


Beberapa mahasiswa melihatnya minum teh dengan suara tegukkan yang menggoda. Membuat mereka juga merasa haus dan ingin meminumnya.


Tapi, mengingat semua yang terjadi beberapa waktu lalu, mereka merasa enggan untuk memintanya.


Seorang pemuda berkacamata mendekati gadis lain di depannya yang memakai jaket dan berambut panjang dengan rambut dikuncir.


“Yu Bin, bagaimana ini? Kita tidak bisa seperti ini terus. Kalau tau begini, hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka benar-benar melempar kita” kata pemuda berkacamata itu sambil berbisik


“Kau harus tenang, Choi Hanwoo. Biarpun semua ponsel kita sudah dihancurkan oleh mereka, tapi aku masih menyimpan satu milikku sebagai cadangan. Aku yakin, beberapa anggota yang selamat akan memberitau informasi ini pada yang lain”


“Aku berharap ada yang bisa menolong kita”


“Benar. Siapa yang menyangka bahwa ada bahaya lain selain zombie di luar sana. Kita tidak boleh sampai berakhir di sini. Han Wonjae-sunbae sudah berusaha menolong kita. Meski gagal, tapi kita akan membuat dia menyesali perbuatannya”


Go Yu Bin menatap Baek Hyeseon dengan tatapan penuh kebencian.


‘Aku harap kami bisa selamat dari sunbae gila itu. Aku benar-benar menyesal telah terpengaruh dan mengikuti apa yang dia katakan di chat grup. aku tidak akan membiarkan ada orang lain yang tertipu’


******


Di ruang kelas tempat ketujuh remaja itu berada, mereka sedang menyusun beberapa langkah penting.


Ryou membuka pembahasan.


“Jadi, kita tentukan apakah ingin tetap beristirahat di sini dahulu atau kita pergi semua ke ruang praktikum”


“Akan jauh lebih baik jika kita pergi bersama. Kita tidak tau apa yang akan terjadi di lantai ini jika hanya satu atau dua orang yang pergi. Selain itu, jika memang beruntung, kita bisa bergabung dengan tiga orang lainnya yang berada di ruang kelas KA06 itu” Seo Garam memberikan masukan


“Tapi aku sedikit kurang setuju” Kaito menolak usulan tersebut


“Kaito-san?”


“Aku tidak ingin mengatakan hal ini tapi jika bisa kita tidak perlu menambah orang lain dalam rencana kita. Kita tidak boleh mengambil resiko lebih dari ini”


“Kaito-nim, kau dan pemikiranmu itu terlalu jahat!” Kim Yuram menatap Kaito dengan wajah serius


“Dengan adanya banyak bahan makanan yang kita bawa serta senjata yang kita miliki, kita tidak jauh berbeda dari mangsa empuk bagi mereka mereka” ujar Kaito pada gadis itu


“Tapi bisa jadi mereka menunggu seseorang untuk diselamatkan juga?!”


“Aku tidak mencoba menjadi baik di sini, tapi ingat apa yang dikatakan  oleh orang yang mengirim pesan di grup tadi?”


“……” Kim Yuram tidak membalas


“Bukankah kau sendiri juga berkata bahwa orang yang bisa mengorbankan temannya adalah orang yang telah kehilangan akal sehat?” tanya Kaito


“Itu benar, tapi–”


Kim Yuram tidak berusaha menyangkal karena apa yang Kaito katakan itu benar, tapi tampaknya Kaito sedikit kesal pada gadis itu karena telah menyebutnya jahat.


Hal itu membuat nada bicaranya pada Kim Yuram terdengar dingin dan sedikit tanpa hati.


“Aku tanya padamu, apa yang membuat para mahasiswa dari kalian berubah menjadi seperti itu?”


“Itu…”


“Tidak mungkin kau tidak tau, kan? Penyebabnya adalah kurangnya persediaan bahan makanan” jawab Kaito dengan pandangan sinis


“Lihat kembali kejadian sebelumnya. Teman kalian Kim Eunji tidak dicegah oleh siapapun bersama dengan Ha Jinan saat mereka pergi mencari makanan. Lalu, informasi yang diberikan orang bernama Go Yu Bin itu juga karena si pembohong itu ingin mengumpulkan bahan makanan” lanjut Kaito


“……”


“Pikirkan jika ternyata tiga orang yang ada di ruang KA06 itu tidak memiliki makanan sekarang, kau pikir apa yang akan mereka lakukan pada kita?” tanya Kaito kembali pada Kim Yuram


Di saat Kim Yuram terdiam, Seo Garam menjawab.


“Kemungkinan…melakukan tindakan kejam pada kita yang membawa makanan sebanyak ini. Apa itu maksudnya?”


“Tepat. Meskipun mungkin ada kemungkinan lain bahwa mereka bisa saja membantu kita, tapi selalu ada kejadian tak terduga di saat seperti ini” Kaito membenarkan dan menjelaskan alasannya


Setelah itu, dengan tatapan dingin dan nada merendahkan, dia bicara pada Kim Yuram.


“Asal kau tau, nona muda…di ‘dunia’ yang aku tau, kelaparan dapat membuat emosi dan hati seseorang berubah. Seharusnya kau yang hidup di ‘dunia’ modern ini bisa berpikir seperti itu sebelum menyebutku jahat. Jangan menilai sesuatu secara cepat dalam kondisi nyawa sebagai taruhannya. Ingat itu”


“……!!!” Kim Yuram merasa syok mendengarnya


Tidak ada yang berani menyangkal semua penjelasan Kaito. Untuk pertama kalinya, Kaito memperlihatkan emosi tidak suka pada perempuan.


Hal itu juga cukup membuat syok Yuki bersaudara, sejak mereka selalu bersama dalam situasi berbahaya seperti ini.


******