Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 332. Berbagi Informasi bag. 3



Di gedung akademi sekarang, di ruang rapat Dewan Sihir.


Ini terjadi sebelum ketiga remaja dari dunia lain itu meninggalkan gedung akademi.


Lucas bersama Galaktika masih duduk dalam satu ruangan yang sama.


“Aku boleh pergi sekarang?” tanya Galaktika


“Tentu. Semua sudah selesai. Terima kasih banyak”


“Lalu bagaimana dengan sihir milik adikmu yang terpasang padaku? Sihir ini bisa membunuhku kapan saja. Aku sudah bisa dianggap berkhianat pada teman-temanku sendiri dan master, aku juga sudah terlanjur membocorkan semuanya. Kalian bisa menjadikanku sebagai target dengan mudah”


“Hanya Emily yang bisa mencabutnya. Jangan khawatir, akan aku minta dia untuk melepasnya. Sihir itu bisa dilepas dari jarak jauh”


“Kau tidak berbohong kan?”


“Tidak”


Galaktika hanya bisa menghela napas, “Haah, baiklah. Aku akan percaya padamu. Aku harap semua yang kau katakan padaku itu benar dan tidak ada kebohongan”


“Jangan khawatir”


Galaktika pergi keluar dengan perasaan berat di hatinya.


‘Setelah ini, aku tidak punya pilihan lain selain berbohong pada yang lain. Sejak aku adalah seorang pengkhianat, apa yang bisa aku lakukan adalah membuat Lucas Xelhanien memegang janjinya dan mengampuniku’


‘Sumpah yang dia katakan padaku itu adalah sungguhan. Kaum bangsawan memegang nama mereka lebih dari segalanya dan dengan dia yang menjaminku di bawah nama keluarga Xelhanien, aku masih punya harapan’


‘Aku harap aku bisa meyakinkan Virgo dan yang lain untuk bekerjasama denganku. Itupun…jika aku masih memiliki keberuntungan dan tetap hidup untuk melakukannya’


‘Aku harap master tidak mengetahui hal yang terjadi padaku hari ini’


**


Sementara itu, Xenon yang sudah selesai dengan laporannya keluar dari ruangan Algeria. Saat dia di luar, terlihat Rexa yang masih menunggunya.


“Xenon, apa kamu sudah selesai dengan laporannya?”


Xenon terdiam dan mencoba untuk tidak memedulikan Rexa.


“Xenon!” Rexa memegang tangan sang adik. “Apakah kita tidak bisa bicara sebentar?”


“Maafkan aku, Rexa-sama tapi tugasku sudah selesai. Aku sudah memberikan semua laporanku dan aku ingin pulang sekarang”


“Pulang? Apa kamu akan menginap di luar lagi? Aku dengar dari Kaizer bahwa kamu sudah tidak kembali beberapa hari terakhir”


Xenon melepaskan tangannya dari genggaman Rexa.


“Maafkan aku, aku harus pergi. Aku harap Rexa-sama bisa beristirahat sekarang. Selamat siang”


Rexa ingin mengejarnya, tapi tampaknya hal itu akan sangat sia-sia dan Xenon hanya bisa terlihat begitu dingin dan menyesal.


‘Ini yang terbaik. Seseorang yang disebut aib sepertiku tidak pantas merusak semua hal baik milik Rexa-sama’


Setidaknya, itulah yang masih ada dalam pikiran Xenon.


Dia sempat berpapasan dengan Emily saat itu dan memberi hormat padanya. Emily sempat meliriknya dan memanggil.


“Xenon…”


“Ya, Emily-sama”


“Hanya sekedar memberitau bahwa Kino lulus”


Xenon tersenyum, “Benarkah?! Syukurlah”


“Jika kamu mencarinya, aku rasa dia masih ada di lobi. Mungkin sebentar lagi dia akan ke lobi dan bertemu dengan temannya yang satu lagi bersama adiknya itu”


“Baik. Terima kasih banyak, Emily-sama. Aku permisi dulu”


Saat Xenon hendak berjalan lagi, Emily kembali memanggilnya.


“Xenon…”


“Ya. Apakah masih ada lagi, Emily-sama?”


“Emily berharap kamu tidak terlalu kaku pada Rexa-sama”


“Ka…ku?”


“Emily melihat bahwa hubungan kalian itu akan membaik. Sebaiknya, jangan terlalu kaku karena awan hitam akan mendekat”


“Awan…hitam?” Xenon sekarang jadi bingung


“Hubungan kalian akan menjadi masalah baru, namun juga akan menjadi penyelamat. Emily serius dengan pengelihatan Emily. Ingat pesan Emily ini, Xenon”


“……” Xenon hanya mengangguk dan berjalan


Selama berjalan itu, Xenon memikirkan peringatan dari Emily.


‘Emily-sama memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki oleh siapapun, bahkan dari silsilah Keluarga Xelhanien sekalipun’


‘Salah satunya adalah pengelihatan sihir yang bisa mengetahui hampir semua hal, termasuk prediksi masa depan’


‘Jika itu adalah hasil dari kemampuan unik yang dimiliki Emily-sama, maka aku yakin masalah akan segera datang. Ini bisa jadi ada hubungannya dengan penyusup itu. Kasus ini akan semakin sulit’


Saat berbelok ke kanan, Xenon bertemu dengan Mark juga. Tentu saja dia memberinya hormat kepada Mark. Namun, begitu hendak berjalan, Mark memanggilnya kembali.


“Iya, Mark-sama”


“Begitu”


“Apa ada sesuatu?”


“Kebetulan aku menguji temanmu yang bernama Kaito dan dia lulus dari ujianku”


“Kaito lu–…apa?! Lulus?! Mark-sama meluluskan peserta ujian?!”


Sempat tidak percaya, tapi Mark hanya mengangguk satu kali.


“Aku masih tidak percaya Mark-sama yang tidak pernah meluluskan siapapun selama 6 tahun menjadi penguji akhirnya meluluskan peserta ujian tahun ini. Apakah hanya Kaito seorang yang lulus?”


“Tidak. Ada dua orang lainnya. Dan salah satunya mungkin adalah yang sedang kamu cari”


“Apa?” Xenon kembali bingung sekarang


“Bukan apa-apa. Mulai sekarang jika kamu membutuhkan sesuatu, kamu bisa meminta bantuanku tanpa perlu mengkhawatirkan apapun. Semua itu akan menjadi tanggung jawabku juga mulai sekarang”


“Apa yang Mark-sama maksud?  Maafkan aku tapi aku tidak mengerti”


Mark hanya menepuk pundak Xenon dan pergi menuju ruangan Algeria. Xenon masih sedikit penasaran dengan itu semua, namun entah kenapa dia bisa sedikit lega mendengar hal tersebut.


‘Apakah ini sebuah pertanda baik?’


**


Lucas yang berada di ruangannya mengeluarkan sihirnya untuk memanggil semua anggota inti Dewan Sihir.


[Sound of Life: Orpheus]


Sihir tersebut langsung terhubung hanya kepada para kapten.


“Kalian semua, aku ingin kita mengadakan rapat darurat sekarang. Segera datang ke ruang rapat sekarang karena ini akan jadi rapat tertutup”


“Segeralah ke sini dan abaikan yang lainnya”


[Nox]


Sesaat setelah sihir Lucas telah dinonaktifkan, Algeria yang ada di ruangannya bersama Emily langsung berdiri menuju ruangan rapat. Mark juga pada akhirnya kembali ke ruang rapat sebelum sampai dan memberikan dokumennya.


Di ruang rapat, ketujuh anggota lainnya telah berkumpul.


“Maaf karena meminta kalian datang sekarang. Ada hal yang sangat penting untuk kalian dan ini mungkin akan sangat mengejutkan kalian semua”


“Apa itu, Lucas?” tanya Rexa


“Ini adalah hal yang didapatkan dari ruang ujian 3 dan yang membawanya padaku adalah Emily”


Sebelum memulai pembicaraannya, Lucas memasang sejenis perisai sihir.


[Astral Barrier]


[Time Seal]


Itu adalah sihir yang sebelumnya digunakan Mark saat dirinya bicara dengan Kaito. Kedua sihir tersebut dilakukan bersamaan dalam rangka untuk mencegah ada seseorang mengetahui apa yang terjadi di dalam penghalang karena perbedaan waktu yang terjadi di dalamnya.


“Ini akan menjadi hal yang mengejutkan sekaligus kunci untuk membuat pengkhianat itu tersudut”


Lucas mulai menceritakan semuanya. Di awali dari apa yang dikatakan oleh Galaktika kepadanya.


**


Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih penjelasan itu, Lucas melihat semua rekannya kecuali Mark mengalami apa yang dialaminya sebelum ini.


Benar, kepala yang sakit dan wajah yang pucat. Emilia dan Alicia bahkan sempat hampir jatuh pingsan karena menahan rasa sakit di kepala mereka.


“Mark, kamu tidak merasa pusing?” tanya Lucas


“Tidak. Karena apa yang kamu sampaikan itu, aku sudah lebih dulu mengetahuinya”


“Apa…maksudnya itu, Mark-sama?” Emily melihat Mark sambil memegangi kepalanya


“Salah satu penjelajah dimensi lain, Kaito…dia mengatakan hal yang sama persis seperti yang kamu jelaskan. Karena itu, aku sudah merasakan sakitnya saat dia bercerita. Selain itu, dia juga memberitauku sesuatu mengenai orang tuaku”


Lucas bisa menebaknya, “Jadi kamu sudah tau bahwa Marquis Vermillion sebelumnya itu…”


Mark hanya bicara dengan santai“Sudah”


Kemudian, dia melanjutkan kalimatnya kembali, “Tampaknya informasi yang kamu miliki lebih dalam dan lengkap dari yang diberikan oleh Kaito padaku. Namun, semua informasi itu sama dengan yang berasal dari mulutmu”


“Kaito tampaknya tidak tau menau soal kelompok half-elf yang disebut Rebellenarmee ini, tapi dia sudah menyadari semuanya lebih dulu sebelum kita”


“Selain itu, Kaito mengatakan bahwa Xenon telah mengetahui semua ini semalam”


Rexa yang masih menahan sakit di kepalanya langsung terlihat syok, “Xenon sudah…mengetahui ini lebih dulu”


“Setidaknya tidak selengkap yang dikatakan Lucas. Tapi, semua yang dikatakan oleh Kaito adalah semua yang Xenon tau”


“……” Rexa hanya bisa terlihat pucat


‘Xenon, sejauh inikah perjuanganmu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi seorang diri? Kenapa tidak memberitauku?’


******