
“Selamat datang, Rexa-sama. Senang rasanya Anda berkunjung kembali”
Sebuah sambutan yang sangat baik dari Earl Midford. Di belakangnya terdapat seseorang dengan telinga runcing yang baru pertama kali dilihat oleh ketiganya.
Senyum palsu yang terlihat baik di mata semua orang ditunjukkan oleh semuanya, termasuk Rexa sendiri.
Ketiga remaja itu berdiri dan Rexa mewakili dua temannya yang lain untuk menjawab Earl.
“Terima kasih untuk sambutan baiknya, Earl”
“Duduklah. Lucas-sama dan Mark-sama juga, senang sekali kalian datang ke rumah sederhana ini”
Mark sepertinya tidak begitu nyaman dengan kalimat Earl Midford yang terkesan terlalu ‘merendah untuk meninggi ini’, sehingga mulut jahatnya bekerja.
“Ayolah, Earl. Kalau kamu menganggap rumah ini sederhana, bagaimana dengan rumah dua lantai milik masyarakat di luar? Kamu mau menyebut itu apa? Kandang?”
“Ma–maafkan Mark-sama, aku tidak bermaksud–”
“Kalau mau merendah, bukan di sini tempatnya apalagi kamu adalah tuan rumah. Jika kamu masih mau merendah untuk terlihat tinggi, sebaiknya lakukan di hadapan orang yang lebih rendah sungguhan darimu. Itupun jika kamu siap dipanggil dengan sebutan orang sombong”
“Bukan begitu caranya menyambut tamu dan seharusnya kamu tau hal itu, Earl”
“Cobalah untuk bersikap biasa saja. Kita semua bangsawan di sini, jadi bersikap seperti itu sangatlah tidak pantas”
Mark memperlihatkan mata tajamnya. Mata itu masih berwarna biru, warna alami miliknya. Namun, sorot ketidaksukaannya pada Earl itu nyata.
Earl hanya bisa diam sambil berkata dalam hati, ‘Dasar sial! Jika dia bukan pemilik Artifact, aku sudah mengabaikannya meskipun status bangsawannya lebih tinggi dariku. Anak ingusan tidak tau diri’
Lucas mencoba mengalihkan pembicaraan ini.
“Maafkan kami, kami datang tanpa pemberitauan”
“Tidak apa-apa. Duduklah dulu, Lucas-sama” Earl mempersilahkan tamunya untuk duduk kembali
Emily yang mendengar Mark bicara meluapkan kekesalannya sempat berkomentar padanya.
“Mark-sama…Emily suka gayamu! Mark-sama jenius! Harus lebih sarkas lagi agar orang tua menyebalkan itu tau siapa yang terkuat”
Mark menjawab melalui pikirannya.
“Dia itu hanya berusaha untuk menutupi kepalsuannya. Aku sudah muak dengan semua itu. Selain itu, Emily…di depan kami, kamu sudah lihat siapa itu?”
“Di depan kalian?”
Emily yang berada di ruang rapat sambil mengaktifkan sihirnya tampak mencoba melihat sosok yang dimaksud oleh Mark.
“Mark-sama…”
“Apa?”
“Emily tidak bisa melihatnya”
“......” Mark terdiam dan melihat ke arah pria di samping Earl. Dia bertanya pada Earl dan meminta Emily mendengarkan saja.
“Earl, siapa orang yang ada di sampingmu itu? Penjaga mengatakan bahwa kamu baru mendapatkan tamu. Apakah itu dia?”
Pria itu memperkenalkan dirinya, “Namaku Diaz-Gemini. Salam kenal, Marquis Vermillion”
“Diaz-Gemini ya…” Mark sengaja mengulangi kalimatnya untuk membuat Emily yang terhubung dengannya mendengar hal itu. Mark mencoba membuat percakapan kembali dengan Diaz-Gemini tersebut.
“Apakah kamu tamu Earl?”
“Benar. Ada sedikit urusan bisnis dan kami baru tiba kemarin”
“Hmm. Tampaknya hubunganmu dan Earl cukup baik sampai ikut ke ruangan ini ketika Earl kedatangan tamu pribadi. Kalian menakjubkan” Mark memberikan senyum sarkasnya yang dingin
Diaz-Gemini tidak begitu terpengaruh pada ucapan Mark, meskipun tidak tau apa yang ada di dalam hatinya.
Pelayan Earl masuk membawakan kudapan dan teh untuk para tamu dan setelah mereka meninggalkan ruangan tersebut, Earl bertanya pada tamunya.
“Apakah ada hal mendesak yang ingin dibicarakan oleh Rexa-sama?”
“Ada, tapi aku ingin mengatakan bahwa semua yang aku katakan ini murni dariku tanpa paksaan siapapun, termasuk kedua orang tuaku atau pihak lain”
“Baiklah. Aku mengerti jika Rexa-sama mengatakannya. Silahkan”
Rexa menatap Earl dengan serius.
“Apa?!”
Pernyataan itu begitu membuat Earl terkejut hingga berdiri. Diaz-Gemini yang mendengar itu memandang sinis Lucas dan Mark yang tampak tenang sambil menutup mata mereka.
Keduanya tidak ingin ikut campur dalam hal ini. Di sisi yang jauh, Emily sendiri menjadi serius mendengarkan apa yang dikatakan oleh Rexa.
‘Rexa-sama…Emily mendukungmu. Lebih baik menikah dengan Emilia dibandingkan dengan gadis menyebalkan itu. Emily akan memintanya pada ayah dan ibu nanti’ gumam Emily dalam hati
**
Di sisi lain, Misha yang berjalan mencari seseorang terlihat tiba di lobi. Kerumunan orang terlihat banyak.
“Dimana Rexa-sama? Aku belum selesai dengan pembicaraan kemarin”
Misha melihat sosok yang dikenalnya saat itu.
“Itu…” dia langsung menghampirinya. Tanpa basa-basi, Misha langsung menarik tangan sosok tersebut, “Emilia, dimana Lucas dan Rexa-sama?”
Emilia yang saat itu sedang bersama Tatiana menengok ke arah gadis itu.
“Selamat pagi, Misha-sama. Kenapa terburu-buru begitu?”
“Aku tanya dimana Rexa-sama dan kakakmu itu?! Kemarin kamu bersama Rexa-sama, kan?”
“Hari ini mereka sedang keluar. Ada sedikit urusan penting katanya. Tapi kami tidak diberitau jadi aku sendiri tidak tau. Mungkin mereka akan kembali nanti”
Jawaban Emilia sama sekali tidak membuat hati Misha senang. Dia justru mengatakan hal yang tidak-tidak pada gadis itu.
“Jangan coba-coba berbohong padaku!” bentaknya
Suara keras itu cukup menyita perhatian beberapa orang yang ada di sana, termasuk Kaito dan kedua kakak adik itu. Virgo dan kedua temannya juga ikut melihat ke arah sumber teriakan tersebut.
“Suara apa itu?” tanya Kino
“Suara anak perempuan yang membentak seseorang. Besar juga nyalinya bisa melakukan itu di tengah kerumunan banyak orang seperti ini” kata Ryou dengan santai
Virgo dan kedua temannya seperti mengenali suara itu, tapi mereka masih belum ingin meninggalkan Kaito dan kedua temannya itu.
“Kaito, seperti di sini mulai ramai. Tidak ingin mencari tempat yang lebih tenang sedikit?” tanya Virgo
Kaito melihat kedua temannya dan menjawab, “Aku akan menunggu di sini saja. Proses administrasi juga akan segera dimulai. Jika kami pergi terlalu jauh, hanya akan membuat sulit. Selain itu, aku tidak mau meninggalkan kedua temanku”
“Hanya sebentar saja”
Tampaknya Virgo masih bersikeras dengan Kaito. Dia masih belum menyerah dengan tujuan awalnya yang ingin bicara dan mengajaknya bekerja sama.
Namun, sekali lagi Kaito berpura-pura polos dan menolaknya dengan ramah. Saat Virgo ingin meyakinkannya kembali, kedua temannya itu menarik tangannya dan berpamitan pada ketiga remaja itu.
Virgo harus lebih sabar mulai sekarang.
Setelah Virgo dan kedua temannya memutuskan untuk pergi dari tempat itu, Kaito dan kedua kakak beradik itu kembali dalam mode seriusnya.
“Mereka mencoba melakukan sesuatu padamu, Kaito-san. Itu sangat jelas terlihat dari cara gadis bernama Virgo-san yang ingin mengajakmu bicara” kata Kino dengan pelan
“Aku tau. Sejak kemarin dia juga melakukannya. Aku yakin, ini ada hubungannya dengan masalah yang kita bahas”
“Kaito, kusarankan kau lebih berhati-hati. Dia mungkin ingin membuatmu menjadi temannya. Aku tidak yakin itu benar atau tidak tapi karena melihat potensimu, hanya tebakan itu yang masuk akal” Ryou seperti dapat membaca niat jahat Virgo
Sekarang, ketiganya harus berpikir kembali dan mendengarkan kegaduhan yang terjadi di lobi yang luar saat itu.
******
Di kediaman Earl, sedikit ketegangan terjadi.
“Membatalkan pertunangan?! Apa maksud Rexa-sama?! Apakah…apakah aku tidak salah dengar?”
“Tidak, Earl. Anda mendengarnya dengan baik. Aku ingin membatalkan pertunanganku dengan Misha dan aku berharap keputusan ini bisa dimaklumi”
“Dimaklumi? Bagaimana bisa dimaklumi? Apa alasan Rexa-sama memutuskan secara sepihak tentang pertunangan ini?!”
“Aku sudah memikirkan ini dengan sangat matang. Aku…menolak untuk menikah dengan orang yang tidak bisa menghargai keluargaku yang berharga. Dan putrimu, melakukan hal itu di belakangku”
Lucas dan Mark tersenyum tipis yang membuat Diaz-Gemini semakin sinis.
******