Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 194. Rencana Penyelamatan Gedung Arsip bag. 4



“Kepala itu bisa jadi senjata paling kuat untuk menyelamatkan orang-orang di gedung arsip! Jadi apapun yang terjadi, hanya kepala mayat itu yang harus diselamatkan!”


Mendengar itu, Kaito sempat tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Ryou. Tapi, karena dia tau Ryou juga sama pintarnya dengan sang kakak, dia benar-benar berlari ke depan sambil membunuh para zombie yang datang untuk mengambil kepala milik Jung Leon.


“Ryou, apa yang kamu pikirkan?”


“Aku tau kau juga mungkin akan berpikiran hal yang sama, Kino. Coba saja tebak, kalau kita ingin membuat Baek Hyeseon itu diam dan tidak mengancam semua orang…dengan kepala Jung Leon, apa yang bisa kita lakukan pada mereka?”


Kino terdiam dan berpikir sebentar.


‘Menggunakan kepala salah satu pendiri aplikasi [Event Horror Apps] untuk menyelamatkan semua orang di gedung arsip? Bagaimana caranya? Apa mungkin…’


“Apa mungkin dengan mengancam Baek Hyeseon-san dengan menunjukkan kepala Jung Leon?” kata Kino


“Tepat. Ah, bukan. Lebih tepatnya bukan menunjukkan tapi melemparnya tepat ke wajah Baek Hyeseon! Dan aku yang akan melakukannya” senyum licik Ryou diperlihatkan


Jumlah zombie yang datang tidak berkurang sama sekali, namun jumlah zombie yang bergerak agresif mulai berkurang. Tampaknya, kebanyakkan dari mereka adalah korban yang baru mati dan tidak memakan manusia lain yang hidup.


Kaito segera kembali ke tempat kakak adik itu dengan membawa kepala Jung Leon.


“Kalian berdua. Aku merasa bahwa aku mulai sama gilanya dengan Seren dari pasar gelap itu”


“Kau masih mengingat iblis wanita itu?” tanya Ryou dengan nada meledek


“Itu karena kau memintaku mengambil kepala ini! Orang normal akan berteriak atau pingsan. Lagipula, aku ingat dia bisa memeluk dan menggendong kepala penjaga gerbang yang waktu itu kita bunuh berdua”


“Tidak ada waktu untuk bernostalgia mengingat iblis itu. Kita pergi menjemput para mahasiswa itu”


Ryou berlari lebih dulu. Kino melihat kepala Jung Leon yang masih menampakkan wajah tampan yang utuh berlumuran darah.


‘Jika bukan Jung Leon-san yang memiliki permata milik Kaito-san, apakah dugaan kami mengenai Song Haneul-san akan tepat?’ pikirnya dalam hati


Kaito melihat Kino dengan tatapan cemas.


“Aku akan membungkusnya dengan rapi agar kau tidak takut”


“Aku…aku baik-baik saja, Kaito-san. Sudah sangat terlambat untuk merasa takut. Hanya saja, aku ingat dulu dia hanyalah manusia biasa. Siapa yang menyangka umurnya begitu pendek dan berakhir menjadi makhluk mengerikan seperti ini”


“Aku berharap di ‘dunia’ selanjutnya, kita tidak melihat hal mengerikan semacam ini lagi. Aku sudah dianggap pembawa sial oleh adikmu itu” senyum tipis ditunjukkan Kaito


“Maaf” gumam Kino pelan


Setelah sampai di depan pintu gudang arsip perpustakaan, Ryou langsung menggedor pintunya dengan keras.


“Oi! Buka pintunya, kita pergi dari tempat ini sekarang!”


“Itu suara Ryou-ssi!” Kim Yuram langsung membuka pintunya


Melihat bahwa hampir tidak ada zombie yang mengejar mereka, Seo Garam terkejut.


“Kalian!! Akhirnya kalian menyusul!”


Ryou melihat tas belanja berisi makanan yang dibawa oleh Kim Yuram.


“Oi, Kim Yuram…”


“Apa?”


“Keluarkan semua isi makanan itu! Kalau ada yang bisa masuk ke saku kalian, masukkan saja. buang sisanya. Ada hal yang harus disimpan ke dalam situ”


“Apa maksud…kyaaaa!!!” Kim Yuram berteriak


Wajah syok semua mahasiswa itu tidak dapat disembunyikan. Bahkan Ha Jinan nyaris pingsan melihat apa yang ada di depannya.


Kino dan Kaito datang dengan membawa kepala. Bukan hanya kepala zombie biasa, tapi kepala yang mereka kenal.


“Ju–Ju–Jung Leon-sunbae?! Itu…itu kepala Jung Leon-sunbae?!” teriak Kang Ji Song


“Kenapa bisa…kenapa kalian membawa kepala itu bersama kalian?!”


Ryou tidak mau menjawab pertanyaan Seo Garam dan langsung memintanya untuk melakukan apa yang dia katakan.


“Tidak ada waktu menjelaskan. Sekarang, kau kirimkan chat ke grup di aplikasi sialan itu dan katakan pada si Baek menyebalkan bahwa kita membawa banyak makanan. Kita akan mulai menyingkirkan dia dan semua teman-temannya”


“Maksudnya?”


“Tidak ada waktu! Cepat lakukan saja?! Kaito, bungkus ‘hadiah’ untuk Baek menyebalkan di tas ini! Kalau kalian lapar, sebaiknya makan dulu saja roti yang ada”


Saran Ryou benar-benar sangat jenius, pintar dan cocok dengan situasi saat ini. Tapi itu hanya berlaku untuk seorang psikopat.


“Kau tidak peka pada situasi ya” gerutu Kim Yuram


“Kalau tidak mau, ya sudah. Buang yang tidak cukup. Sisanya, gunakan untuk menutupi kepala ini”


Suara itu semakin terdengar jelas.


“Tidak ada waktu lagi. Kita pergi sekarang”


Kaito memberikan kepala itu pada Kim Yuram yang nyaris melemparnya kembali ke belakang.


“Jangan berani dilempar atau aku akan suruh kau sendiri yang mengambilnya ke sana!” Ryou langsung bernada mengancam


“Tapi kenapa diberikan padaku?! Benda ini mengerikan!”


“Lebih mengerikan lagi jika menangih hutang pada orang yang pura-pura amnesia seperti di dekat rumahku”


“……” semua orang terdiam


Lelucon aneh Ryou ternyata cukup membuat Kim Yuram tidak mau mempermasalahkan hal tersebut.


‘Tidak mungkin aku menyukai orang yang selera humornya buruk seperti ini, iya kan?’ gumam Kim Yuram dalam hati


Selesai dengan urusan bungkus-membungkus kepala ke dalam tas belanja, Kim Yuram dibantu Ha Jinan terpaksa membuang beberapa roti dan minuman botol.


Seo Garam juga sudah mengirimkan pesan ke dalam chat grup. mereka segera bergegas pergi dari tempat itu.


“Jika kita sudah keluar dari tempat ini, kita hanya perlu kembali ke rute awal dan lurus” jelas Kang Ji Song


Kaito bersama Kino yang kali ini berada di depan. Mereka berdua membunuh dan menyingkirkan para zombie yang terus berdatangan.


Pintu masuk yang pertama dimasuki oleh mereka telah penuh oleh para zombie dan akhirnya mereka terpaksa berbalik untuk pergi ke pintu belakang. Kang Ji Song terus mengarahkan kedua orang di depannya.


Tidak lama setelah itu, Seo Garam mendapatkan balasan dari Baek Hyeseon melalui aplikasi [Event Horror Apps].


“Sudah dibalas. ‘Cepatlah datang! Kami akan membantu dan menolong kalian.’ Begitu katanya”


“Hah! Dasar tukang tipu! Kita lihat seberapa pintarnya dia. Kalau dia sampai mencoba melempar kita menjadi umpan zombie, akan aku potong lehernya itu”


“Ryou, jangan bicara begitu di saat seperti ini” Kino yang berada di depan menasehati sang adik


“Akh, kenapa telingamu itu tajam sekali” gerutu Ryou pelan mendengar sang kakak menasehatinya


Begitu sampai di pintu keluar, mereka cukup terkejut karena jumlah zombie di belakang tidak sebanyak itu.


“Ini kesempatan. Kang Ji Song, tunjukkan rute tercepat dari sini. Kita harus memanfaatkan hal ini!” pinta Kaito pada Kang Ji Song


Kang Ji Song tidak membuang waktu dan langsung menunjukkan jalan kepada mereka. Zombie yang mengejar masih cukup jauh. Dari rute itu, hanya satu sampai tiga ekor zombie yang terlihat sepanjang jalan.


“Sebentar lagi kita akan sampai. Garam, coba katakan bahwa kita hanya tinggal 100 meter lagi sampai ke sana” teriak Kang Ji Song


**


Di gedung arsip, Baek Hyeseon menyuruh orang-orangnya menyingkirkan semua penghalang pintu.


“Cepat lakukan! Makanan kita datang. Ini kesempatan untuk membuat mereka mencari makanan lebih banyak lagi nantinya”


Mendengar itu, Go Yu Bin dan Choi Hanwoo berubah pucat.


“Yu Bin, bagaimana ini? Kenapa ada lagi orang yang datang? Bisa-bisa sunbae benar-benar akan melempar sebagian dari kita ke luar karena pasokan makanan terus–”


“Aku tidak tau. Apakah tidak ada yang membaca pesanku atau mengabaikan peringatan itu? Kh…kalau begini, Baek Hyeseon-sunbae akan benar-benar mengurangi jumlah kita atau akan melempar kita keluar”


Go Yu Bin menjadi panik.


Sementara itu, Baek Hyeseon melihat ke arah semua mahasiswa di belakangnya, lalu melihat persediaan makanan yang dimiliki di tempat ini.


‘Dengan tambahan bahan makanan dan air nantinya, aku tidak perlu khawatir untuk beberapa saat. Tampaknya aku bisa membuang sebagian dari mereka keluar sebelum orang-orang yang membawa makanan datang. Kurasa itu ide bagus’


Sebuah isyarat tangan diberikan pada delapan orang teman-temannya yang membawa senjata. Mereka mengerti arti tanda itu dan berhenti sejenak untuk memindahkan penghalang di pintu.


Satu per satu dari orang-orang itu mulai menarik paksa sepuluh mahasiswa secara acak. Namun, dari sepuluh yang ditarik, kebanyakan adalah perempuan.


“Kyaaa!! Tidak! Apa yang kalian lakukan!!”


“Aku tidak mau mati! Sunbae! Sunbae!!”


“Kalian semua! Jangan melakukan hal itu! Lepaskan!!”


Baek Hyeseon hanya menatap rendah mereka yang hendak dikeluarkannya


“Karena perempuan itu lemah dan tidak berguna jika disimpan di sini, sebaiknya mereka pergi. Selain itu, untuk sementara pasokan makanan kita akan baik-baik saja jadi mengurangi sepuluh sampai dua puluh orang bukan masalah besar”


Sungguh kalimat yang licik dan tanpa belas kasih dari seorang laki-laki. Mungkin saja, orang seperti ini tidak akan pernah menikah di masa depan.


******