Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 358. Dinding Hati bag. 1



Di ruangan Algeria, Xenon nyaris membuang semua kertas-kertas itu.


“Aku serius, ini tidak akan ada habisnya. Apa lagi ini? Laporan absen Divisi Pertahanan?”


“Yang ini, laporan mengenai anggaran Pelatihan Camp Base 18 Divisi Pertahanan. Ini kan laporan 2 tahun lalu!”


“Biaya kas Divisi Pertahanan bulan…ini bukan laporan dan kertas penting! Kenapa aku harus mengerjakan ini semua?!”


Xenon mulai meledak karena emosi. Beberapa gunungan kertas itu dilihatnya satu per satu dan dipilihnya sendiri.


“Ini tidak penting, yang ini juga tidak penting. Yang ini…kenapa Algeria-sama harus mengurus anak kucing yang hilang?”


“Gambar apa lagi ini? Laporan barang hilang? Jangan bercanda ya!”


Sekali lagi, tumpukan lainnya dicari olehnya.


“Demi makan siang gratisku hari ini, Algeria-sama sedang mengerjaiku atau tidak? Semua kertas-kertas ini tidak penting”


“Masih lebih baik puluhan kertas awal yang aku…eh?”


Xenon baru menyadari bahwa tumpukan kertas penting bagian pertama sudah bercampur dengan semua gunungan kertas lain.


“Matilah kalian semua”


Sungguh gerutuan yang lucu. Xenon mulai kehilangan kesabaran setipis kertasnya itu. Tapi dia tetap memilih semua kertas-kertas itu dengan hati-hati meskipun dia kesal.


“Aku adalah laki-laki yang bertanggung jawab! Meskipun semua kertas itu ingin sekali aku bakar, tapi daripada dianggap laki-laki cerewet, sebaiknya aku pisahkan saja.”


“Akh!! Ini menyebalkan sekali!!!”


-Cleeek


Xenon melihat pintu yang terbuka dan betapa terkejutnya dia.


“Kenapa?”


**


Ini terjadi setelah Algeria meninggalkan Xenon sendiri di ruangannya. Algeria bicara sendiri dalam hatinya.


‘Aku sudah meninggalkan Xenon-sama dengan banyak tumpukan kertas-kertas itu. Meskipun semua itu tidak berguna dan hanya sebuah pengalihan, Xenon-sama adalah orang yang selalu menyelesaikan tugasnya’


‘Kertas-kertas itu adalah data dan semua laporan sampah yang aku bongkar tadi. Biarkan Xenon-sama aman di dalam sana’


‘Dengan begini, Lucas-sama tidak akan khawatir’


Namun, Algeria berhenti sejenak dengan wajah paniknya.


‘Tapi sejujurnya, mengingat Xenon-sama adalah target dari penyusup itu…bukankah sangat berbahaya jika ditinggalkan seorang diri?!’


‘Kenapa aku bisa lupa bahwa aku harus berada di sampingnya! Celaka!’


Ketika Algeria bergegas kembali ke tempat itu lagi, dia membuka pintunya dan melihat Xenon yang sedang membereskan semua kertas-kertas di sana.


“Kenapa?”


“Ah, Xenon-sama. Mencari sesuatu?”


Xenon berdiri dan mendekati Algeria, “Kenapa aku harus menyusun semua kertas tidak berguna ini, Algeria-sama! Ini tidak benar!”


“Anda tidak sedang mengerjaiku, kan? Iya kan? Maksudku, kertas-kertas pertama yang Anda berikan itu adalah laporan mengenai siswa yang akan melakukan administrasi, tapi setelahnya semua ini sangat…tidak penting!”


“Semuanya kertas tidak berguna dan karena semua itu…karena semua kertas ini, kertas laporannya jadi tenggelam!!”


“Aa…maafkan aku, sepertinya aku salah memberimu tugas, Xenon-sama. Haha”


Xenon tidak akan mudah percaya pada wajah itu.


“Algeria-sama sedang mengerjaiku ya? Anda sedang bercanda, iya kan?”


“Eh?”


“Aku tau itu! Algeria-sama pasti sedang mengerjaiku!”


“Xenon-sama, dengarkan aku du–”


“Tapi tidak masalah. Aku adalah laki-laki yang bertanggung jawab. Aku akan menemukan semua kertas penting itu. Kalau perlu…aku bakar semua laporan sampah ini”


“Jangan dibakar! Dipisahkan saja ya, dipisahkan saja pelan-pelan!”


Xenon tampaknya tidak setuju dengan usulan itu, tapi melihat wajah Algeria panik membuatnya tidak punya pilihan lain.


“Ayo buang semua waktuku untuk sampah kertas ini” gumamnya pelan


Beberapa menit berlalu dan akhirnya Algeria kembali karena ingat perintah dari Lucas.


‘Syukurlah aku ingat tugasku’ gumamnya dalam hati


“Ini sampah, ini sampah, ini jelas sampah. Ini…kenapa kupon makan gratis ada di sini, sudah kadaluarsa lagi tanggalnya. Yang ini…”


Algeria tersenyum mendengar Xenon bicara sendiri seperti itu.


“Xenon-sama ternyata orang yang begitu humoris ya” celetuknya


“Apa?”


“Aku selalu melihat Xenon-sama seperti memiliki kesan yang sulit sekali untuk didekati. Seperti ada tembok besar di depan yang tidak terlihat namun begitu kokoh hingga tidak bisa ditembus dengan mudah”


“Rasanya…melihat emosi Xenon-sama seperti ini membuatku merasa bahwa Xenon-sama adalah orang yang begitu baik”


Gerakan Xenon terhenti mendengar ucapan Algeria. Ekspresi wajahnya juga tidak seperti sebelumnya.


“Algeria-sama terlalu memujiku” kata Xenon dengan wajah datar


“Kenapa? Aku rasa aku tidak seperti itu. Semua itu benar dan–”


“Tidak. Aku bukanlah orang yang sebaik itu. Aku adalah orang yang telah menghancurkan kebahagiaan orang yang berarti untukku. Apa Algeria-sama pikir, orang seperti itu adalah orang baik?”


“Xenon-sama…” Algeria melihat ekspresi sendu dan dalam yang ditunjukkan oleh Xenon. Dia melihat sebuah kenyataan bahwa ada dinding hati yang tegak berdiri di mata Xenon.


Sadar dengan kalimat dari mulutnya, Xenon akhirnya meminta maaf pada Algeria dengan panik dan kembali menyusun semua berkasnya kembali.


Menit telah berlalu sampai ada sebuah ketukan pintu dari luar.


-Tok…tok…


“Algeria-sama”


Itu adalah suara dari luar. Algeria yang sedang membantu Xenon kemudian membuka pintunya dan melihat salah seorang anggota divisi datang.


“Ada apa?”


“Ada sedikit kendala…” anggota tersebut bicara dengan nada pelan yang membuat ekspresi Algeria berubah. Dia melihat Xenon yang sedang serius menyusun semua berkasnya.


“Tolong panggilkan anggota lain yang sedang kosong. Tidak peduli siapapun, panggil dan suruh mereka ke sini. Aku akan meninggalkan ruangan ini saat mereka tiba”


“Baik”


Algeria menghela napasnya, “Ada-ada saja. Kenapa bisa seperti itu?”


Xenon sempat mendengar gumaman itu, “Algeria-sama, apa ada sesuatu?”


“Ada sedikit kekacauan di lobi saat mengurus administrasi. Tapi, ini bukan disebabkan oleh peserta baru melainkan murid akademi sendiri”


“Apa? Siapa?”


“Itu…”


Algeria berhenti bicara. Dia seperti enggan mengatakan penyebab kekacauan di lobi. Xenon masih menunggu jawaban, namun tidak memaksakan hal tersebut.


Selang beberapa menit, anggota divisi itu kembali membawa dua orang bersamanya.


“Aa…” Xenon kembali terkejut melihat siapa yang datang. “Kenapa?”


Algeria menyambut mereka yang tiba di sana, “Jene-sama, Jessie-sama, tolong bantu Xenon-sama merapikan semua kertas ini ya. Aku ada sedikit urusan dan Xenon-sama tidak bisa melakukan semua ini sendirian”


Xenon dengan wajah sedikit panik berkata, “Tunggu dulu! Algeria-sama, aku bisa–”


“Xenon-sama, aku permisi sebentar. Tolong ya, kalian berdua”


Algeria keluar dan meninggalkan ketiganya. Sekarang, Xenon harus bisa menghadapi kedua orang yang ingin dia hindari.


**


Di lorong koridor, Algeria berjalan bersama anggota divisi tersebut.


“Apa kamu yakin bahwa itu adalah Misha-sama?”


“Benar. Banyak yang mengatakan bahwa Misha-sama mencari Rexa-sama dan menuduh Emilia-sama menyembunyikan kepergian Rexa-sama”


Algeria terlihat serius, ‘Aku meninggalkan Xenon-sama bersama Jessie-sama dan Jene-sama. Aku rasa ini tidak akan buruk. Tapi menghadapi kekacauan karena murid akademi sendiri itu sangat menyulitkan’


Langkahnya terburu-buru dan terlihat serius, “Kita urus ini. Pastikan tidak ada hal buruk kembali”


“Baik”


Sesampainya di lobi, Algeria sedikit dikejutkan karena semua kekacauan itu ternyata telah berakhir. Akan tetapi, dia tetap mencari Emilia di barisan pengurus administrasi.


Sementara itu, Xenon dan kedua saudara kembar itu terus diam tanpa ada pembicaraan sama sekali.


******