Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 273. Artikel: The History of Our Kingdom dan Misteri di Dalamnya



Sebuah sejarah di sebuah Negara yang tidak ketahui namanya. Ada sebuah kejadian 50 tahun yang lalu, dimana semua ras murni dari Negara tersebut menentang adanya kedatangan ras setengah elf dan ras monster beastman.


Hal tersebut dikarenakan adanya sebuah legenda dari Kitab Suci Agama yang dianut oleh penduduk di Negara tersebut.


Dalam legenda yang merupakan tombak sejarah di Negara tersebut, darah campuran dari ras elf adalah tanda bencana dan ras monster beastman adalah sumber kehancuran.


Di zaman itu, kerajaan yang dipimpin oleh raja yang berasal dari Keluarga Bernkastel-Wiesbaden memerintahkan pasukannya untuk memburu dan memenggal kepala ras campuran dan


ras beastman.


Terjadilah perang besar saat itu dikarenakan perintah pemusnahan dari keluarga kerajaan.


Bersamaan dengan perang besar yang berkecamuk saat itu, kedua ras yang ditentang itu juga berhasil membuat sebuah senjata sihir.


Senjata tersebut terbuat dari darah para teman seperjuangannya yang gugur dalam upaya membela diri dan kesetaraan rasnya. Senjata tersebut disebut Artifact.


Begitu kuatnya senjata tersebut hingga dalam sekejap mampu menekan perlawanan pasukan kerajaan dan memberikan kemenangan pada dua ras yang ditentang. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama.


Kekuatan kerajaan kembali saat para ksatria sihir dari enam keluarga membantu. Mereka berasal dari keluarga Xelhanien, Vermillion, van Houdsen, Midford, Rottenburg dan Kiel-Kassen.


Keenam keluarga tersebut berjuang untuk membantu kerajaan dengan tetap mengupayakan jalan tengah agar perang saudara tidak menyebar.


Setelah perang tersebut terjadi selama 12 tahun, akhirnya mereka berhasil menghentikan perang yang panjang. Sebuah perjanjian damai ditulis dan senjata Artifact yang dibuat dari darah para pasukan yang gugur disimpan sebagai benda terkuat yang bersejarah.


Namun, hanya berselang satu tahun sejak penandatanganan perjanjian damai, para pasukan yang menyebut dirinya sebagai pejuang kesetaraan dua ras tersebut kembali dengan sebuah sihir yang berbahaya.


Sihir tersebut adalah sihir kuno yang telah lama dilupakan. Pengorbanan nyawa adalah syarat mengaktifkannya.


Dari semua sihir tersebut ada yang disebut dengan sihir pemanggilan bersyarat. Makhuk yang akan terpanggil adalah makhluk dari buku sihir kuno yang dianggap sebagai makhluk paling mengerikan dan kejam yang telah lama tersegel.


Pasukan tersebut menggunakan sihir pemanggilan bersyarat untuk menekan kerajaan.


Kerajaan yang berusaha menghentikan perang kembali memanas menggunakan Artifact untuk menghentikan


perang.


Akan tetapi saat Artifact diaktifkan, kejadian tidak terduga terjadi.


Senjata yang telah tersegel setelah perang pertama itu bagaikan hidup. Ksatria sihir yang menggunakannya tidak bisa mengendalikannya dan bahkan saat itu, ksatria dari keluarga Midford mengalami luka serius.


Ini merupakan masalah lain untuk pihak kerajaan karena hanya senjata itu yang bisa menghentikan makhluk kuno yang terpanggil dengan sihir terlarang. Namun di saat ingin digunakan, mereka justru seperti terkena kutukan sendiri.


Hanya ksatria dari keluarga Xelhanien yang bisa mengendalikan senjata sihir tersebut pada saat itu.


Demi mendukung dan menekan pasukan musuh karena kurangnya kekuatan dari kerajaan, pihak keluarga kerajaan meminta bantuan Master dari Akademi Sekolah Sihir yang saat itu hanya sebuah sekolah sihir biasa.


Berkat dukungan mereka, kekuatan untuk menghentikan perang didapatkan dan musuh berhasil ditekan.


Kerajaan menghadiahkan otoritas tertinggi lain kepada pihak Dewan Sekolah untuk membantu menjaga keamanan dan keseimbangan Negara.


Dan sebagai bentuk penghormatan lain kepada pada ksatria dari enam keluarga tersebut, mereka diangkat sebagai keluarga bangsawan.


Keluarga Xelhanien dan Kiel-Kassel bahkan menjadi bagian dari keluarga kerajaan berkat perjodohan dan hal tersebut masih berlangsung hingga saat ini.


Artifact yang dianggap berbahaya akhirnya diteliti lebih dalam oleh Akademi Sekolah Sihir.


Sejak itu, mulai diberlakukan hukum untuk menghapus tindak diskriminasi antar ras.


Masih banyak yang menentang hal tersebut termasuk pihak dalam dari keluarga bangsawan dan kerajaan. Akan tetapi banyak pula yang belajar dari masa lalu.


Akademi Sekolah Sihir dan kerajaan sepakat untuk membagi wilayah mereka menjadi dua untuk lebih meningkatkan kekuatan dan keamanan dengan tujuan yang sama yaitu mencegah sejarah buruk terulang kembali.


Kerajaan menobatkan putra mahkota Pangeran Lucario menjadi raja yang baru saat itu, stabilitas kerajaan semakin kuat dengan dukungan dari Master Dresden Heidelberg.


Namun, kedamaian kerajaan yang baru berganti raja saat itu tidak berlangsung lama.


Entah apa yang memicunya tetapi beberapa aktivis ada yang kembali mengulik masa lalu sehingga terjadi perpecahan antara kaum yang mendukung kesetaraan ras dengan kaum yang menolak kedua ras.


Hal itu kembali terjadi hingga akhirnya Parlemen Sihir memutuskan untuk mengambil tindakan tegas dengan menghukum provokator itu dalam hukuman mati.


Tindakan Parlemen Sihir itu atas perintah sang raja saat itu, Lucario dengan dukungan penuh Master Dresden Heidelberg.


Akibatnya, ada konflik di atas meja parlemen yang menyebabkan pertikaian dan pembunuhan berencana yang ditujukan kepada bangsawan pendukung raja.


Korban yang berjatuhan salah satunya adalah Marquis Vermillion beserta istri dan anak perempuannya.


******


“Aku cinta roti isi dengan mustard dan saus yang banyak. Dan yang paling jenius, ukuran sebesar ini harganya hanya 50 Penny Libra dapat 3 buah! Sungguh menakjubkan!”


“Kamu benar Ryou. Ini enak dan murah. Walaupun tidak lapar tapi aku selalu ingin mencicipi makanan di ‘dunia’ lain. Aku masih ingat masakan prancis yang kita makan di kedai makanan di ‘dunia siang’ saat pertama kali bertemu Kaito-san” kata Kino


“Iya kan? Lagipula harganya murah! Murah dan enak itu bagus! Apa-apaan yang ada di kantor itu tadi?! 1.000 Penny Libra untuk sekaleng minuman? Dia mau aku menjual ginjalku?! Pantas tidak laku! Aku yakin itu sudah kadaluarsa!” Ryou jadi menggerutu sendiri


“Jangan membuatku merasa bersalah” ucap Kaito


“Aku hanya mau menyadarkanmu. Yah, abaikan. Setidaknya kau sudah tau rumusan masalahnya. Label harga tidak ada bukan berarti gratis, ingat itu!”


“Iya, aku mengerti”


Kembali lagi ke pembahasan ketiganya.


“Jadi, aku paham kenapa Xenon-san mengatakan bahwa Marquis Vermillion terdahulu mengalami insiden dan kita tidak perlu tau kenapa”


“Pembicaraan semalam memberikan kita informasi dan hasil pencarian kita hari ini sudah menunjukkan titik terang”


“Yang jadi pertanyaan adalah mungkinkah orang dalam itu bekerjasama dengan provokator yang dimaksud? Tidak banyak di artikel itu yang dibahas” lanjut Kino


“Aku yakin ada hal yang disamarkan di sana dan belum tentu isinya bisa dipercaya”


Ucapan Kaito itu membuka pandangan lain Kino.


“Kaito-san berpikir demikian juga?”


“Maksudnya, bisa jadi artikel itu bohong?” tanya Ryou sambil mengunyah rotinya


“Tidak semua informasinya akurat, itu maksudku. Mungkin saja ada yang ditambahkan atau dikurangi. Atau bahkan ada modifikasi sehingga yang sebenarnya terjadi tidak diungkapkan ke publik”


“Masuk akal” Ryou membenarkan perkataan Kaito. “Lagipula, kalaupun ada aktivis yang kembali mengulik masa lalu sehingga terjadi perpecahan antara kaum, sangat besar kemungkinan itu berasal dari keluarga bangsawan juga”


Kino mengatakan hipotesanya.


“Benar. Selain itu, pelakunya kemungkinan sudah kita ketahui sejak awal”


“……” Ryou dan Kaito terlihat serius


“Di artikel tersebut dikatakan dengan sangat jelas bahwa dua ras itu adalah ras yang ditentang berdasarkan kitab agama yang dianut di Negara ini. Meskipun penduduk saat ini tidak mempermasalahkan semua perbedaan, tapi tidak menutup kemungkinan mereka kembali”


“Half-elf dan beastman…” gumam Ryou pelan


“Benar. Ingat pengguna sihir hitam yang dibunuh oleh Xenon-san saat pertama kali bertemu dengan kita? Ada gadis setengah elf dan beastman. Lalu cerita awal kasus orang hilang di wilayah timur juga, pelaku yang dibunuh adalah beastman”


“Hanya mereka yang masuk akal” Kaito mengangguk sebagai tanda setuju


“Asumsikan bahwa memang mereka yang menuntut balas dendam atas kekalahan perang di masa lalu” lanjut Kino kembali


“Walau tidak dijelaskan apakah mereka sungguh-sungguh kalah di artikel, namun tertulis jelas bahwa kekuatan mereka berhasil ditekan”


“Makanya aku katakan sebelumnya kalau mereka memang memiliki potensi untuk menjadi target. Dendam masa lalu yang paling terlihat jelas” Ryou bicara dengan penuh percaya diri


Setelah roti di tangan Kino dan Kaito sudah habis, ketiganya minum secara bersamaan dan berhenti bersamaan juga.


“Aah~segar” mereka menghela napas dan merasa lega bersamaan


Ryou mulai membuka pembicaraan kembali setelah minum.


“Sekarang, aku ingin tau apakah pihak Dewan Sihir seperti Xenon tidak menyadari semua itu lebih cepat? Lucu sekali kalau mereka tidak menyadarinya”


“Benar juga. Xenon-san mengatakan motif dan kemungkinan pelakunya masih belum diketahui sedangkan semua ini terlihat begitu jelas di mata kita meski masih belum seluruhnya. Itu cukup aneh”


“Apa anggota Dewan Sihir tidak mengerti sejarah Negara mereka sendiri sampai melupakan hal itu? Atau mereka memang telah melupakan itu sepenuhnya?”


“Yang jelas, kita akan membahas ini bersama Xenon-san. Jika alasan dia masih belum menyadarinya karena sebuah sebab, maka kita bisa membantunya dengan informasi ini”


“Dan saat kita masuk ke akademi nantinya, kita bisa mendapatkan lebih banyak informasi lain yang terhubung dengan informasi yang kita punya” Kaito tersenyum dengan penuh percaya diri


Ketiganya bisa dibilang telah maju satu langkah tanpa bantuan siapapun. Akan tetapi, itu mungkin hanya sekeping kecil informasi dari kegelapan di tempat itu yang sesungguhnya.


******