Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 282. Sejarah yang Terlupakan bag. 1



“Pelakunya ada di dalam keluarga bangsawan dan pihak yang terlibat adalah ras setengah elf dan beastman”


Kalimat Ryou membuat Xenon terkejut.


“Apa maksudmu?”


“Ras setengah elf dan ras beastman kemungkinan adalah salah satu pihak yang terlibat dan ada keluarga bangsawan yang terlibat di dalamnya”


Informasi itu membuat Xenon sangat terkejut sehingga dia sama sekali tidak bisa berkata apapun.


“Xenon-san, apakah kamu benar-benar tidak menyadari hal itu sebelumnya?”


“Aku…”


Kaito dan kedua kakak beradik itu saling melihat satu sama lain. Mereka tampaknya benar-benar tidak paham mengapa seorang Dewan Sihir tidak menyadari hal itu.


“Kau…jangan bilang kau tidak memikirkan itu sebelumnya?” tanya  Ryou dengan ekspresi sinis


“Tidak. Aku sama sekali tidak memikirkan hal itu. Maksudku, memang sempat ada kecurigaan tapi tidak sampai…”


“Tidak sampai menduga bahwa beastman adalah pelaku?”


Xenon mengangguk.


Kino menarik napasnya pelan dan menghembuskannya.


“Xenon-san, kami membaca sejarah yang berhubungan dengan semuanya. Kami ingin membahas soal ini. bersamamu”


“Sejarah yang berhubungan dengan semuanya?”


Kino menceritakan semua isi dari artikel yang mereka baca mengenai perang 50 tahun yang lalu dan semuanya.


Dari semua hal yang diceritakan oleh Kino, yang paling membuat Xenon tidak percaya adalah adanya perang antara kelompok kesetaraan ras dengan kelompok yang menolak dua ras tersebut.


“Ini…tidak mungkin” Xenon syok mendengarnya


Kino melihat wajah Xenon pucat setelah dia selesai dengan ceritanya.


“Xenon-san?”


Kecemasan Kino semakin kuat begitu Ryou dengan emosi bicara pada Xenon.


“Kenapa tidak mungkin? Itu sejarah tempat ini, Negara ini dan kejadian itu baru terjadi 50 tahun lalu! Kalian ini tidak pernah mempelajari sejarah negeri sendiri atau bagaimana?!” Ryou jadi emosi melihat wajah Xenon


Yang ada dalam otak Ryou sekarang ini adalah Xenon sedang mempermainkannya.


“Aku ingin tanya padamu, apa saja yang kau pelajari di Akademi Sekolah Sihir?”


“Ryou, tenanglah” Kaito kali ini menggantikan Kino menenangkan Ryou


“Aku tidak percaya dia yang merupakan anggota divisi dari Dewan Sihir melupakan sejarah penting! Aku jadi curiga Dewan Sekolah kalian juga melupakan sejarah ini!” kata Ryou ketus


-Deg


Seperti tertusuk dan serasa ingin pecah, kepala Xenon tampak terasa sakit sekali.


“Aaakh!”


“Xenon, ada apa?!”


“Xenon-san!”


“Oi, Xenon! Ini bukan waktunya bercanda!”


Mereka panik dan langsung menolongnya. Xenon terlihat berkeringat dan pucat. “Kepalaku…terasa seperti akan pecah…”


“Apa?”


Xenon sedang tidak bersandiwara. Dia benar-benar terlihat seperti akan jatuh pingsan setelah ini. Dan benar saja, tidak lama setelah itu kesadarannya hilang. Dia pingsan.


“Xenon!”


“Xenon-san!”


Kaito yang memegangi tubuh Xenon, membawanya masuk ke kamarnya untuk dibaringkan.


“Bagaimana sekarang?” tanya Kaito kepada kedua kakak beradi itu


“Aku tidak mengerti. Kenapa Xenon-san bisa seperti ini. Tapi aku memang sudah merasa Xenon-san sedikit aneh tadi”


“Aku juga. Dia tidak berbohong soal tidak tau apapun. Tapi kenapa? Kejadian yang kita ceritakan padanya berdasarkan arsip Negara dan semua itu baru terjadi 50 tahun lalu? Kenapa bisa dilupakan secepat itu dan apa yang membuatnya seperti itu?”


Ryou masih belum puas karena belum mendapatkan jawabannya. Dia masih melihat wajah pucat Xenon yang terbaring di tempat tidur.


“Ryou, kita tunggu sampai Xenon-san bangun. Kaito-san, tolong temani Ryou dan Xenon-san. Aku akan membuat teh atau sesuatu yang hangat untuk Xenon-san saat bangun nanti”


“Baiklah”


Kino keluar kamar.


“Ryou, sebaiknya kau tenang. Aku yakin Xenon juga memiliki penjelasan soal ini”


“Aku mengerti”


******


Di akademi, Rexa yang baru saja selesai dengan semua datanya mencoba untuk menarik napas sejenak.


“Rexa-sama, apa Xenon-sama tidak datang lagi hari ini?” tanya seorang anggota kepadanya


“……” Rexa hanya diam


Semua yang dia ingat adalah kalimat yang dikatakan Xenon pagi ini.


[Rexa-sama, tolong jangan seperti ini. Aku hanyalah anak yang lahir dari hubungan terlarang antara pelayan dan tuan besar. Tolong, jangan menganggapku terlalu tinggi]


[Aku harap Rexa-sama menyadari betapa pentingnya posisimu dan betapa rendahnya aku dalam keluargamu. Masa-masa menjadi adikmu sudah berakhir]


Mengingat itu, hatinya seperti sedang ditusuk oleh pedang tak terlihat. Pikirannya seakan kosong dan ekspresi berat penuh kekecewaan yang terlihat.


Lamunan itu akhirnya terpatahkan karena sebuah teriakan dari luar ruanganya.


“Anda harus menunggu dulu, Lady!”


“Minggir! Aku tau dia di sini!”


“Lady, tu–”


“Rexa-sama!”


“……” mata Rexa langsung terlihat sinis


“Misha-sama?!” semua orang yang ada di dalam terkejut melihat kedatangan gadis itu


“Rexa-sama, aku ingin bertemu denganmu. Kenapa kamu selalu menghindar?”


Rexa meminta semua anggotanya untuk keluar sebentar. Di dalam ruangan itu, akhirnya hanya ada Rexa dan tunangannya. Merasa bahwa hanya ada mereka berdua, Misha merasa sangat senang dan mendekati Rexa yang sekarang berada di hadapannya.


“Rexa-sama, aku tau kamu juga pasti ingin bertemu denganku. Kenapa kamu tidak dari tadi saja meminta mereka semua pergi dari sini?”


Nada manja Misha membuat Rexa tampak kesal.


“Apa maumu datang ke sini? Aku sedang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk meladenimu, Misha”


“Kenapa nada bicaramu dingin begitu?! Memang salah jika aku ingin bertemu dengan tunanganku?! Selain itu, aku tidak paham kenapa kamu menjauhiku seperti ini. Apa karena ucapanku pada Xenon?”


Misha jadi sangat kesal dengan sikap dingin Rexa. Sebaliknya, Rexa tersenyum mendengar ucapan gadis itu.


“Aku senang kamu menyadari hal itu. Jika sudah paham, sebaiknya keluar. Besok adalah hari yang penting dan aku harus menyelesaikan tugasku”


“Rexa-sama!” teriak Misha


Pada anggota Rexa yang menunggu di luar tampaknya mendengar hal itu. Mereka cukup panik dan sempat saling bertukar isi pikiran mereka yang disebut bergosip.


“Apa hubungan Rexa-sama dan Lady Misha tidak baik?”


“Bukankah mereka tunangan?”


“Siapa yang bilang tunangan sesama bangsawan itu selalu lancar?”


“Tapi, Xenon-sama dan Jessie-sama terlihat akur. Bahkan Jessie-sama sangat perhatian pada Xenon-sama. Aku sempat lihat mereka sangat dekat sampai Xenon-sama membiarkan lengannya dipeluk oleh Jessie-sama siang ini.”


“Aku rasa kakak adik itu tidak memiliki keberuntungan yang sama”


Kembali lagi ke ruangan Rexa, Misha tampaknya sudah cukup memancing emosi Rexa sampai di titik paling maksimal.


“Aku tidak mau berdebat. Keluar”


“Rexa!”


“Keluar sekarang atau aku tidak akan mau melihat wajahmu”


“Kamu tau aku sangat mencintaimu, Rexa-sama!”


“Dan aku tidak butuh cinta dari orang yang berani mengatakan hal menyakitkan pada adikku! Sekarang pergi atau aku akan mengambil tindakan serius”


“Kh!” Misha dengan wajah emosinya keluar dari ruangan dengan membanting pintu


Para anggota yang melihat Misha keluar dengan membanting pintu hanya bisa memasang wajah terkejut dan berpura-pura tidak tau demi menjaga rasa segan mereka pada sang kapten.


Di koridor, Misha terlihat begitu kesal.


‘Apa bagusnya anak pelayan itu?! Sejak awal dia hanya pengganggu! Rexa-sama lebih memilih adik kotornya itu dibandingkan diriku! Jika Xenon tidak ada, tidak akan ada yang menghalangiku’


‘Benar. Xenon harus lenyap. Darah kotornya itu hanya merusak citra yang dimiliki Marquis van Houdsen. Dia akan menjadi api hitam untuk hubunganku setelah menikah dengan Rexa-sama nantinya’


‘Xenon harus menghilang. Dia harus lenyap’


******


Di tempat Xenon, Kino masuk dengan membawakan teh susu hangat.


“Aku membuatkan ini untuk Xenon-san. Apakah dia sudah bangun?”


“Belum. Mungkin dia tidak akan–”


“Mmm…”


“Xenon?!”


Xenon perlahan membuka matanya dan bangun sambil memegang kepalanya yang sakit.


“Ugh, apa menurut kalian kepalaku sudah hilang setengahnya atau masih utuh?”


Ryou memdekati Xenon sambil membantunya untuk duduk.


“Yang hilang setengahnya itu tingkat kewarasanmu, tiba-tiba pingsan seperti itu. Sudah baikan?”


“Aku rasa perutku mual dan kepalaku pusing”


“Xenon-san, minumlah ini.”


Xenon mengambil cangkir berisi teh susu hangat dan meminumnya.


“Sudah baikan?” tanya Kino


“Lebih baik. Terima kasih, kalian bertiga. Berapa lama aku pingsan?”


“Kurang dari lima belas menit” jawab Kaito


Semuanya terdiam sejenak. Ryou dan mulut gatalnya mulai menghujani Xenon dengan pertanyaan.


“Xenon, aku serius. Kenapa kau bisa pingsan begitu dan apa yang menyebabkan hal itu? Sampai tadi semua baik-baik saja”


“Aku rasa…aku rasa aku seperti menghancurkan sesuatu”


“Menghancurkan sesuatu?”


Xenon mengatakan apa yang dia rasakan sebelum dirinya jatuh pingsan.


“Aku seperti melupakan sesuatu. Sesuatu yang penting yang pada akhirnya, saat kalian mengatakan mengenai kejadian 50 tahun lalu…semuanya terlihat jelas”


“Maksudmu?”


“Ada fakta yang telah kami lewatkan dan itu adalah kebenaran dari apa yang kalian katakan”


“Aku tidak mengerti, bicara yang jelas!” Ryou mulai kesal


“Kami semua telah melupakan kejadian 50 tahun lalu dan kasus mengenai diskriminasi ini tidak pernah tercatat dalam pengetahuan besar di Akademi Sekolah Sihir”


******