
Setelah semua korban selesai diantar dengan selamat dan kedua familiar itu sampai di tempat Mark berada, kapten Divisi Khusus tersebut langsung bergegas pergi ke arah kediaman keluarga sang pelaku, Midford.
Sengaja dia lakukan saat berada di dalam penghalang agar kemunculannya begitu dramatis.
“Kira-kira jika aku muncul di hadapan mereka nanti, mereka akan memberiku teh dan tepuk tangan atau tidak ya?” gumamnya
Mungkin itu seperti setengah candaan jika ada yang mendengar, namun ekspresi Mark tidak menunjukkan demikian.
Wajah datar itu bertahan sampai tujuannya. Dia berada di halaman kediaman Midford sekarang.
Kediaman luas dan besar itu tidak jauh berbeda dengan lokasi seluruh kota itu.
Dengan santai, Mark berjalan dan mengelilingi tempat itu. Masuk dengan cara paling sopan yaitu menebas pintu dan dinding lobi depan untuk masuk.
“Kurasa ini bagus. Hmm, garis sayatannya memukau. Aku akan melakukan ini pada pemimpin Rebellenarmee itu jika berani melawanku nanti”
Mark masuk dengan sangat santai. Berjalan menaikki tangga dan melihat sekitar tempat itu, Mark sebenarnya tidak tau dimana Diaz-Gemini berada.
“Jika aku membebaskan sihirku, aku yakin mereka akan menganggapku sebagai penjahat”
“Padahal aku ini bangsawan paling sopan yang dimiliki negara ini”
Betapa percaya dirinya Marquis Vermillion ini. Dia bahkan tidak ragu mengatakan bahwa dirinya sopan.
Mungkin suatu hari nanti, akan ada orang yang menyadarkan kebiasaan ‘baik’ miliknya itu.
Terlalu banyak pikiran membuat Mark sedikit kehabisan kesabaran hingga akhirnya dia benar-benar menarik kembali sihir miliknya.
[Nox]
Seketika semua penghalang yang luasnya mencapai kota London di Inggris itu lenyap. [Time Seal] juga ikut lenyap bersamaan dengan semua sihir lain, menjadikan zona waktu yang sesungguhnya kembali.
Mark sempat melihat jam tangannya dan waktu hanya berlalu sekitar 2 menit. Langkah kaki Mark begitu tenang seperti seorang pembunuh bayaran.
Teknik yang dimilikinya merupakan kelas tinggi sehingga dia tidak mengalami kesulitan apapun.
Di lorong koridor tempatnya berada sekarang, seluruh penerangan mati. Tidak seperti rumah bangsawan lain, kediaman itu tampaknya terlalu hemat listrik meskipun ada alasan kenapa hal tersebut dilakukan.
“Mereka mematikan penerangan untuk menutupi kemungkinan penyusup ya. Unik juga caranya”
Mark menggunakan sihir untuk melacak keberadaan mereka. Saat Mark baru saja berniat mengaktifkan sihirnya, ada sosok yang terkejut bahkan syok dengan kehadirannya.
Sebuah senyuman diberikan pada sosok tersebut. Mark bahkan menyambut mereka.
“Selamat malam. Terima kasih karena sudah mau datang menyambutku”
**
Di saat itu, kehadiran Mark juga tampak disadari oleh Diaz-Gemini.
“Penghalangnya ditembus!”
“Apa?!”
“Apa maksudmu?”
“Ada penyusup. Kita keluar dan bunuh mereka!”
Diaz-Gemini bergegas keluar dari ruangan tersebut bersama kedua rekannya. Mereka cukup panik.
“Kenapa bisa ditembus?! Bukankah penghalangmu itu yang terkuat?!” Barbarossa terlihat begitu panik dan bingung
“Aku yakin ini mungkin ulah seseorang yang bisa menghilangkan hawa keberadaan” Evergreen menebak
“Tidak. Sihir penghalang di rumah Earl dipasang dengan bantuan sihir kuno dan hanya pengguna [Abyss Script] yang bisa menyusup jika mereka ingin menyerang secara diam-diam”
“Diaz-Gemini, kau yakin?!”
“Jangan banyak bicara dan kita harus–...!!” Diaz-Gemini berhenti bicara. Itu tidak mengherankan karena sosok di hadapannya sekarang seperti tersenyum melihat mereka.
“Selamat malam. Terima kasih karena sudah mau datang menyambutku”
Sosok yang tersenyum di hadapan mereka adalah Mark Vermillion, lengkap dengan sebuah sabit besar di tangan.
Mark seketika berubah sinis dan serius. Seakan senyuman manis tadi hanya ilusi yang dibuat olehnya, nada bicaranya berubah dingin tanpa perasaan.
“Yo, tuan. Aku ingat kita bertemu pagi ini. Tapi aku tidak ingat aku mengenal kedua orang di belakangmu. Apa mereka juga ‘rekan kerja’ Earl?”
Ada aura yang sangat menusuk dari kalimat tersebut. Seperti pisau, ketiganya merasakan aura kuat yang menyerang.
Diaz-Gemini mencoba tenang dan tidak terlihat panik sedikitpun.
“Aku yakin ini adalah tindak kriminal karena menyusup ke tempat bangsawan lain tanpa izin. Selain itu, Anda juga membawa senjata, Marquis Vermillion”
“Sandiwara? Aku tidak mengerti apa yang sedang Anda bicarakan”
“Hmm, ya sudah kalau tidak mengerti”
Mark menyimpan kembali Artifact miliknya dan berjalan mendekati ketiganya.
“Aku hanya kebetulan lewat. Sekalian ingin mengatakan kalau kalian sedikit gegabah”
-Deg
Ketiga orang itu berubah syok. Kata gegabah itu merujuk pada hal yang tampaknya sudah diketahui oleh Mark.
“400, oh salah. 500 beast dilepaskan begitu saja di wilayah timur saat aku sedang berpatroli itu adalah sebuah kebodohan. Apa kalian tau itu?”
-Jleeeb
Ternyata dugaan mereka benar. Mark Vermillion sudah menyadari semuanya sejak awal. Tanpa basa-basi dan sembunyi-sembunyi, Barbarossa dan Evergreen langsung mengepungnya.
Entah apa yang sudah terjadi, namun keduanya sudah ada di belakang Mark dengan mengarahkan senjata mereka.
Barbarossa dengan kapak besinya yang besar, sedangkan Evergreen dengan sebuah senapan laras panjang.
Diaz-Gemini akhirnya membuka topengnya. Permainan polos sudah tidak lagi berlaku untuk keempat orang di lorong koridor tersebut.
“Sejak kapan kau menyadari hal itu?”
“Sejak aku tau bahwa kalian adalah dalang dibalik penculikan yang terjadi sekitar seminggu yang lalu”
“......”
Mark sedikit memberikan oleh-oleh sebagai hadiah karena menyusup.
“Aku yakin kalian tau siapa aku. Kapten Divisi Khusus yang menangani semua bidang kasus termasuk penyelidikan”
“Tidak sulit untukku mengetahui bahwa Earl Midford terlibat dengan konspirasi”
“Selain itu, aku juga sudah menyadari bahwa ada masalah serius di sini”
Diaz-Gemni tersenyum sinis menanggapi perkataan Mark.
“Benarkah? Apa itu?”
“Kalian lemah”
“Kh!!” Evergreen kesal dan langsung menembakkan pelurunya. Suara tarikan pelatuknya sama sekali tidak terdengar.
Peluru yang mengarah tepat ke arah kepala Mark ditembakan dari belakang. Namun sayang, hanya butuh sedikit gerakan kepala oleh Mark sehingga peluru tersebut bisa dihindari dengan mulus.
“Apa?!”
Mark tidak memedulikan orang-orang di belakangnya sama sekali. Dia hanya terus bicara.
“Aku hanya ingin mengatakan pada kalian bahwa sebaiknya berhenti membuang tenaga”
“Jika kalian ingin menyerangku, sebaiknya lakukan secara terang-terangan. Kalian tidak akan bisa mewujudkan ambisi kalian jika kalian bermain-main seperti ini”
“Selain itu, sampai kalian matipun…kalian dan keinginan kecil kalian itu mungkin hanya sebuah mimpi”
“Diam kau!” teriak Evergreen
Mark menengok ke arah belakang dengan mata merah menyala, “Kamu yang seharusnya diam”
Mata merah itu seketika membuat Barbarossa dan Evergreen terdiam. Kenyataannya, ada sebuah perbedaan kemampuan yang jauh di sini. Tetapi, entah karena ketiga musuh itu masih menahan diri mereka atau mungkin Mark yang terlalu besar mengeluarkan auranya.
Itu tidak lagi penting, Mark mendekati Diaz-Gemini dan berkata, “Jika ingin menjadi penjahat terkuat, hadapi aku. Aku tidak sabar menunggu keseriusan kalian”
“Jika kalian terlambat, jangan salahkan aku jika aku membuat kalian lenyap kali ini. Bukan karena sejarah masa lalu, tapi benar-benar lenyap karena kebodohan kalian sendiri”
Setelah itu, Mark membuka salah satu jendela yang ada di sampingnya.
“Sampai jumpa di medan pertempuran, Rebellenarmee. Dewan Sihir akan selalu menyambut kalian dengan darah dan pembantaian sepihak”
Sosok itu pergi.
Hal yang menjadi sebuah serangan mental untuk ketiganya adalah Mark dengan sangat jelas mengetahui bahwa mereka adalah Rebellenarmee.
Dan saat itu juga, mereka menyadari bahwa Vares dan yang lainnya dalam bahaya.
******