Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 290. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level A bag. 1



Sebelumnya, di ruang rapat Dewan Sihir.


Sesaat setelah Lucas menonaktifkan sihirnya, dia terdiam dan mulai melihat sekeliling dengan sihir yang baru dilepaskannya.


'Para peserta sudah berkumpul rupanya. Aku rasa aku harus mulai ini sekarang. Aku bisa lihat para penguji dan pengawas sudah bersiap di ruangan mereka masing-masing'


'Selain itu.... '


Pikiran Lucas terfokus pada orang-orang yang ada dalam data sebelumnya.


'Itu mereka' katanya dalam hati


Lucaa bisa melihat ketiga remaja dari dunia lain dan juga dia bisa melihat adanya empat half-elf yang masuk dalam daftar orang yang patut dicurigai.


Dengan menghela napasnya, dia menggunakan sihir telepatinya untuk bicara pada Algeria.


[Telephatic Power]


"Algeria, jika menjawab tolong berikan aku respon di dalam hati" kata Lucas


Saat itu, Algeria baru saja keluar dari ruangan Dewan Sekolah.


Algeria menjawab dalam hati, 'Ya, Lucas-sama'


"Izinkan aku yang melakukan penjelasan setelah pembukaan. Aku melihat mereka. Orang-orang dengan data kosong itu"


'Aku mengerti, Lucas-sama. Semuanya adalah wewenang Anda'


"Terima kasih"


[Nox]


Setelah terputus, Lucas langsung mengeluarkan sihir lainnya.


[Sound of Life: Orpheus]


Sebuah sihir suara yang hanya dapat didengar oleh orang-orang dalam jarak tertentu yang sudah ditetapkan oleh penggunanya.


"Algeria. Aku sudah mengeluarkan Orpheus. Bicaralah dari sana"


"Baik, Lucas-sama"


Sebuah lingkaran sihir muncul dari bawah kaki Lucas dan melebar dengan sendirinya ke seluruh area gedung tersebut.


Algeria mulai bicara, “Selamat datang kepada para peserta ujian masuk Akademi Sekolah Sihir. Dengan ini, seleksi ujian masuk telah dimulai!”


Suara tersebut sangat tidak asing untuk ketiga remaja dari dunia lain tersebut.


"Ini suara perempuan bernama Algeria-san" gumam Kino


"Dia mengeluarkan sihirnya ya"


Ryou memperhatikan sekeliling. "Tampaknya semua mendengarnya"


Suara Algeria masih berlanjut.


"Terima kasih karena telah hadir dalam. acara seleksi ini. Sekarang, akan dijelaskan hal dasar mengenai tahapan ujiannya oleh wakil ketua seleksi penerimaan"


"Mohon didengarkan baik-baik dan semoga kalian bisa menjadi bagian dari Akademi Sekolah Sihir ini"


Tidak lama setelah itu, ada suara lain lagi yang bicara. Kali ini suara laki-laki.


"Perkenalkan, namaku adalah Lucas Xelhanien. Aku adalah Wakil Ketua dalam penyeleksian ujian masuk tahun ini"


Ketiga remaja dari dunia lain begitu terkejut.


"Oi, kalian dengar itu. Lucas katanya" kata Ryou


"Itu Lucas Xelhanien-san. Sepertinya Algeria-san sengaja melakukan hal ini agar Lucas Xelhanien-san yang menjelaskan semuanya" tebak Kino


"Terserah saja. Yang jelas kita tau bahwa di balik ujian masuk ini, dia ikut terlibat dalam penerimaan. Akan lebih baik jika bisa bertemu dengannya"


Ryou tampaknya begitu bersemangat mendengar nama Lucas Xelhanien.


'Dia adalah salah satu dari keluarga pahlawan. Jika memang demikian, dia pasti terkena sihir aneh yang membuatnya melupakan sejarah sama seperti yang dialami Xenon'


'Seandainya benar, kita mungkin bisa menemukan banyak hal jika dekat dengannya setelah lulus ujian seleksi ini'


'Masalah serius dan pencarian permata Kaito akan jadi semakin mudah jika akarnya berhasil didapatkan'


Itulah yang dipikirkan Ryou.


Kepercayaan diri tersebut membuat Ryou tampak bersemangat.


Suara itu kembali melanjutkan kalimatnya.


"Kalian adalah orang-orang terpilih yang berhasil masuk dalam seleksi penerimaan. Di tangan kalian telah tertulis nomor peserta dan ruangan ujian yang harus kalian datangi"


"Silahkan kalian tunjukkan kepada petugas pengantar yang ada di sekitar tempat itu dan berkumpul sesuai instruksi mereka"


Tidak lama, pasukan berseragam datang dan meneriaki sesuatu kepada para peserta.


"Peserta ruang ujian 1 mohon ke sebelah sini"


"Peserta ruang ujian 2 mohon ke sebelah sini"


Mendengar suara itu, Ryou melihat tangannya.


"Itu ruanganku, aku harus pergi"


Kino mendekati sang adik, "Ryou, jaga dirimu dan berhati-hatilah"


Kino tersenyum sambil menepuk pundak sang kakak.


Dia pergi meninggalkan Kino dan Kaito. Tidak lama, Kaito melihat salah satu remaja laki-laki yang menggunakan dua pedang ikut berjalan bersama rombongan Ryou.


"Kino, pengguna pedang itu tampaknya satu ruangan dengan Ryou"


"Apa?" Kino melihat orang yang dimaksud Kaito


Melihatnya, Kino langsung merasakan firasat aneh terhadap keselamatan adiknya.


'Kami-sama, tolong lindungi adikku'


**


Beralih ke tempat Ryou saat ini, dia mengikuti dua orang berseragam bersama orang-orang yang lain.


Sambil melihat sekitarnya, dia tampak tidak begitu khawatir.


'Mereka terlihat biasa-biasa saja. Apakah ini karena aku sudah terbiasa menghadapi masalah sejak tiba di sini?'


'Selain itu tampaknya tidak begitu banyak orang di kelompokku. 40? 50? Aku rasa sekitar itu. Paling banyak. 60-70 orang'


Ryou memperhatikan kembali tangannya.


'Peserta nomor 87 ya. Aku ingin tau siapa yang akan mengujiku dan apa yang akan jadi bahan ujiannya'


Hati Ryou begitu diselimuti oleh rasa senang dibandingkan ketegangan.


Dua penjaga di depannya berhenti di sebuah pintu besar.


"Kepada para peserta, dipersilahkan menunjukkan tanda kepesertaan kalian dan masuklah ketika pintu terbuka"


Semua peserta mengangkat tangan mereka ke atas untuk menunjukkan tanda yang ada di tangan mereka.


Tidak lama setelah itu, pintu terbuka. Semua peserta masuk ke dalam pintu sampai pintu tertutup dengan sendirinya.


"Dimana ini? Seperti area pertarungan biasa" gumam Ryou pelan


Ada seseorang yang berdiri di depan mereka semua.


Ryou melihat orang tersebut dan langsung menutup wajahnya.


'Aku tidak percaya akan melihatnya di sini. Akh!!' teriak Ryou dalam hati


Orang yang berada di depannya bicara.


"Selamat datang untuk kalian. Perkenalkan, namaku Xenon van Houdsen dan aku yang akan menjadi penguji kalian hari ini'


Ryou mulai melihatnya dan menujukkan ekspresi sangat aneh.


"Aku benci takdir seperti ini" gumamnya pelan


Tampaknya Xenon melihat Ryou di antara kerumunan peserta lain dan dia tidak kalah datarnya dari Ryou.


'Aku tau aku dan dia tidak akan suka melihat satu sama lain. Anak dengan mulut brutal itu benar-benar akan membuatku bekerja keras!' gumamnya dalam hati


Namun Xenon mencoba profesional sehingga tidak terlihat seperti mengenalnya terlalu dekat.


Dia kembali bicara, "Baiklah, ujian kali ini akan dimulai"


"Sistem ujian ini adalah sistem gugur, dimana saat kalian dinyatakan gagal maka tanda di tangan kalian akan langsung menghilang"


"Peserta yang lolos akan langsung dinyatakan sebagai kandidat yang resmi diterima di Akademi Sekolah Sihir"


"Ujian ini mengharuskan peserta bertarung dengan sungguh-sungguh dan tema ujian ini adalah [Area Level A]"


"Area level? Apa itu?"


Banyak peserta yang bertanya-tanya mengenai maksud tersebut. Xenon kembali bicara.


"Tema ujian di ruang 2 ini adalah [Area Level A] yang artinya semua peserta hanya boleh memilih mau menggunakan senjata atau sihir untuk bertarung"


"Memilih?!!"


"Benar. Di sini dibagi menjadi 3 level area yaitu A yang berarti hanya boleh menggunakan salah satu dari pilihan sihir atau senjata, B yang berarti hanya boleh menggunakan sihir atau C yang berarti diharuskan menggunakan senjata dan sihir dalam pertarungan"


"Bagi kalian yang begitu percaya diri dengan kemampuan senjata kalian tanpa sihir, maka kalian bisa memilih menggunakan senjata kalian"


"Sebagai tambahan, aku sebagai penguji akan menguji kemampuan kalian sesuai pilihan kalian"


"Jika kalian menggunakan senjata maka aku akan memilih senjata dan jika kalian memilih sihir maka aku akan menggunakan sihir saat menguji kalian nanti"


Semua orang menjadi bingung dengan pilihannya. Mereka begitu percaya diri dengan sihir dan kombinasi senjata mereka.


Dalam hati Ryou, dia benar-benar dalam kebahagiaan.


'Ujian yang menarik. Dengan begitu aku bisa membalas perlakuannya saat latihan! Tidak buruk juga bertemu dengannya'


'Lihat saja nanti. Aku akan membuatnya membayar karena telah melukai Kino saat latihan dan mengalahkannya. Ehehe'


Tampaknya Ryou begitu bersemangat dengan itu.


Xenon menggunakan sihirnya untuk membuat arena di dalam ruangan luas itu.


[Area Force]


Sebuah arena besar tercipta dalam sekejap. Xenon dan dua orang di belakangnya masuk ke dalam arena tersebut.


"Siapapun boleh maju sekarang dan buat aku mengakui kekuatan kalian"


******