Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 297. Ujian Masuk Akademi Sekolah Sihir: Area Level C bag. 2



Mark melihat seluruh peserta dengan tatapan dinginnya.


"Meskipun dibilang pertarungan tim, jika kalian tidak bisa membuatku mengakui kalian maka itu akan jadi ajang pembantaian sepihak"


"Sebaiknya pilih teman yang kuat agar kalian tidak langsung aku kalahkan dengan mudah"


Seluruh peserta saling melihat satu sama lain. Bukan karena takut atau bingung, tapi karena mereka merasa bahwa itu sangat mustahil.


"Maafkan aku, bukankah ini adalah penerimaan siswa akademi. Kenapa kami semua harus membentuk tim?" tanya seorang peserta


Mark melihat peserta itu dengan wajah datar sambil memiringkan kepalanya sedikit.


"Memang salah? Kalau peraturan bilang kalian harus buka pakaian kalian, artinya kalian harus buka pakaian kalian"


"Tapi, kami semua tidak tau latar belakang masing-masing dan semua di sini pasti tidak mau menggantungkan harapan pada orang lain"


"Itu benar! Kalau ada orang lemah yang membentuk tim dengan orang kuat, maka dia hanya akan jadi beban atau mengambil kesempatan untuk masuk tempat ini!" teriak seorang peserta lain yang ada di belakang


Semua peserta hampir setuju dengan semua itu


Mereka menolak untuk membuat tim dengan peraturan yang berbahaya.


"Hanya karena satu dua orang, kita bisa gagal. Itu terlalu gila!"


"Benar! Aku tidak mau!"


Semua peserta terlihat begitu kesal. Tapi tampaknya, sang penguji masih bersikap sangat santai.


Dia bahkan masih bisa menguap dan meminta diambilkan kursi untuk duduk.


Kaito melihat sikap itu sebagai salah satu caranya menyembunyikan kekuatan aslinya.


'Dia seperti tidak serius. Tapi, matanya itu terus menyala. Seperti...sedang mengaktifkan sihir!'


Kaito menyadarinya. Dia dengan cepat melompat ke sisi samping. Tidak terduga gadis bernama Virgo, tiga lizardman dan beberapa peserta lainnya ikut berlari ke belakang.


Dari atas peserta, ada sebuah lingkaran sihir yang mengunci hampir separuh dari peserta ujian ke dalam lingkaran sihir.


[Magic Circle: Spell Binding Chain]


Para peserta yang terjebak di dalam lingkaran sihir itu terkunci dan dari bawah kaki mereka, muncul rantai sihir yang mengikat kedua tangan dan kaki mereka.


"Penguji, apa maksudnya ini?! Kami tidak bisa bergerak!"


"Lepaskan kami, penguji!"


Mark yang sudah duduk di kursi yang diambilkan oleh pengawas ujian akhirnya terlihat serius.


"Kalian tau tidak, dari 90 orang yang jadi peserta, hanya ada 21 orang yang bisa menghindari sihirku"


"Sedangkan kalian semua bahkan merengek memintaku melepaskan kalian. Anggap saja begini..."


Dengan kaki menyilang, Mark menunjuk ke arah peserta di luar lingkaran sihir, "Mereka semua yang di sana itu kuat," kemudian Mark menunjuk ke arah peserta yang terjebak di dalam lingkaran sihirnya, "Dan kalian di sana adalah orang-orang lemah yang banyak tingkah"


Mata merah Mark semakin menyalah, "Kalian berani mengatakan bahwa kalian takut nasib kalian gagal karena orang lemah di tim padahal kalian itu adalah orang lemahnya. Payah sekali"


"Aku tegaskan, yang seharusnya bicara begitu adalah mereka yang ada di luar lingkaran sihirku"


"Ketangkasan, analisa, firasat dan kepekaan mereka terhadap bahaya adalah hal yang menjadi dasar utama kelulusan di ujian area ini"


Dengan sinis dan mata dinginnya, Mark berkata pada semuanya, "Kalian semua yang ada di dalam lingkaran sihirku bisa dianggap gagal detik ini juga"


"......!!"


Semua orang yang menyaksikan dan mendengar hal itu terkejut. Itu juga dirasakan kedua pengawas ujian yang menemaninya.


"Aku menolak menerima orang yang tidak kompeten di bidangnya, meremehkan orang lain sebelum bertarung, merasa dia lebih dari yang lain padahal dia adalah pecundang sesungguhnya"


Mark mengaktifkan sihirnya yang lain.


[Sound of Life: Calliope]


Sihir suara yang mirip dengan milik Lucas sebelumnya yaitu [Sound of Life: Orpheus], namun efeknya mengizinkan semua orang mendengar telepati yang hanya ditujukan pada satu orang saja.


"Lucas, kamu mendengarku?"


"Ada apa, Mark?"


"Kamu melihat semuanya yang aku lakukan sekarang?"


"Aku lihat. Kamu duduk dengan kaki menyilang. Apakah kursinya kurang untuk yang lain? Aku bisa minta yang lain membawakannya jika perlu"


"Ah, tidak. Kursinya sudah cukup. Terima kasih"


Suara Lucas bertanya pada Mark, "Apakah [Area Level C] di sana belum mulai? Ruang 1 dan 4 sudah mulai beberapa waktu lalu"


"......!!" semua orang terkejut


Di dalam ruangan tertutup itu, mereka bisa mendengar suara lain yang muncul. Suara pemuda yang lembut namun juga berwibawa.


"Ini...suara Lucas Xelhanien?" kata Kaito


Virgo langsung bergumam dalam hatinya, 'Lucas Xelhanien, target kami sedang melihat semuanya'


Mark bertanya pada sang pemimpin, "Aku bermaksud melakukan tag duel seperti perintahmu. Tapi tampaknya banyak peserta yang lebih besar mulut dibanding kemampuan"


"Padahal ruang ujian yang aku pegang adalah ruangan dengan peserta paling banyak. Tapi, tampaknya hanya berisi sampah dan orang-orang cerewet"


"Lalu, apa maumu?" tanya Lucas


"Aku bermaksud memproses kurang dari setengahnya"


Suara tersebut diam beberapa waktu sebelum akhirnya bicara kembali, "Berapa banyak yang tidak memenuhi syarat di sana?"


"69 orang dari total 90 orang. Hanya 21 orang yang pantas diseleksi"


Mendengar itu, peserta yang ada di dalam lingkaran sihir Mark langsung berteriak ke arah suara Lucas.


"Itu tidak benar! Kami ini pantas untuk masuk ke dalam tempat ini!"


Banyak suara yang tercipta membuat Lucas yang ada di ruangannya menghela napas panjang.


"Mark, bukankah kamu bilang tidak akan membuatku bekerja keras? Belum ada tiga puluh menit, aku sudah mendengar keluhan dari orang-orang di ruang ujianmu"


"Apa boleh buat. Aku ingin mereka dengar dari pemimpin langsung"


"Kamu benar-benar tidak bisa melihatku beristirahat. Baiklah. Aku akan dengarkan dulu keluhannya"


Suara Lucas bertanya pada peserta yang dianggap tidak layak oleh Mark, "Jadi katakan padaku, apa yang membuat kalian yakin kalian masih pantas untuk diuji?"


Peserta yang mengajukan protes diawal mengatakan alasannya.


"Kami diminta melakukan tag duel dan membentuk tim dengan peserta asing yang bahkan kemampuannya belum kami ketahui"


"Lalu?"


"Penguji mengatakan jika separuh dari tim kami kalah melawannya maka kami semua akan gugur. Kami tidak terima hal itu"


"Kenapa?"


"Karena aku ingin lulus!!"


"......"


"Aku yakin yang lain juga sama sepertiku. Mereka ingin menunjukkan bahwa dirinya pantas diakui dan menjadi anggota Dewan Sihir"


"Dengan kekuatanku, aku yakin bisa membuat semua orang mau mengakui kehebatanku dan aku bisa mengalahkan musuh!"


Kaito yang mendengarnya hanya bergumam, "Naif sekali"


Tampaknya, Virgo juga berpikiran hal serupa, "Dia tidak tau arti kekuatan"


Peserta itu terus membual tentang kehebatan dan ketidakwajaran jika nasibnya gagal karena orang lemah yang satu tim dengannya.


"Begitu. Aku mengerti" kata Lucas santai


"Benarkah?" kata beberapa peserta yang ada di dalam lingkaran sihir Mark


Wajah senang mereka terlihat dan bahkan ada yang mengejek keputusan Mark yang dianggap tidak kompeten sebagai penguji.


"Dengar itu, penguji! Bahkan atasanmu saja lebih mengerti tentang ini!"


"Benar, dengar itu!"


Mark hanya diam. Tidak lama setelah itu, suara Lucas bicara kembali.


"Mark..."


"Bagaimana?" tanya Mark santai


"Ke-69 orang itu gagal. Kamu bisa keluarkan mereka dari ruangan itu. Proses ke-21 peserta yang sudah kamu pilih"


"Roger"


"Apa?!" semua peserta itu terkejut dan tidak terima dengan keputusan sepihak suara di ruangan itu


Umpatan dan kekesalan mereka terus diperlihatkan. Karena sudah kehilangan kendali, pengawas ujian mulai mengambil tindakan.


"Mark-sama, akan kami urus hal ini"


"Lakukan sesuka kalian"


Kedua pengawas itu mengeluarkan sihirnya.


[Gravity Bind]


Masih dalam efek sihir milik Mark, sekarang seluruh 69 peserta itu langsung terdiam menahan kekuatan gravitasi yang menekan mereka.


"Sudah cukup tindakan tidak sopan kalian. Keputusan Lucas-sama sudah mutlak. Selain itu, dari sini kami yang akan menilai"


Kedua pengawas ujian tersebut mengeluarkan sihir mereka dan menghapus paksa angka dari tangan 69 peserta tersebut.


"Kalian sudah dinyatakan gagal. Tinggalkan tempat ini sekarang dengan baik-baik dan cobalah mendaftar di tahun berikutnya"


"Aku tidak terima!"


Peserta yang menolak dengan perasaan menggebu-gebu sebelumnya mencoba menyerang pengawas ujian dan dengan mudahnya, salah satu pengawas menghempaskannya sampai ke dekat pintu.


"Peserta nomor 290 dinyatakan masuk ke dalam daftar hitam"


"Kamu tidak akan diizinkan mengikuti ujian seleksi kembali selamanya karena tindakan provokatif dan menghina penguji"


Mendengar ucapan pengawas ujian, hati peserta itu semakin kesal dan marah. Dia nekad mengeluarkan sihirnya.


Mark berdiri dan langsung berlari ke arahnya. Tiba-tiba menghilang, semua orang terkejut. Gerakan tersebut sangat cepat.


Tidak butuh waktu lama, Mark sudah berdiri di depannya sambil mengarahkan jarinya ke leher peserta itu.


"Aku lupa memperkenalkan diriku yang asli. Namaku Mark Vermillion, Kapten Divisi Khusus dan orang yang biasa menangani kriminal sepertimu"


"Di sini, selain Lucas, aku memiliki wewenang khusus yang tidak bisa dibantah oleh siapapun termasuk Master Dresden, sang Master Dewan Sekolah"


"Wewenang khusus itu adalah membunuh dan melenyapkan orang yang melawan Akademi Sekolah Sihir, termasuk peserta yang gagal sebelum ujian di mulai"


"Jika kalian tidak ingin mati sia-sia karena aku tidak akan dituntut, sebaiknya keluar dan cobalah tahun depan"


"Aku akan mengizinkanmu mengikuti ujian seleksi kembali dan menghapusmu dari daftar hitam"


"Sekarang, kamu dan 68 orang gagal lainnya dipersilahkan keluar baik-baik"


Mendengar penjelasan itu membuat mereka takut.


Akhirnya seluruh peserta yang dinyatakan gagal harus berbesar hati dan keluar dari ruangan.


Pos 7, ruang ujian [Area Level C] telah meluluskan 0 orang dan menggagalkan 69 orang dari total 90 peserta. Sisa peserta 21 orang yang harus diuji.


******