Blood Of Platinum

Blood Of Platinum
Bab 169. Event Horror bag. 3



Jantung Ha Jinan berdegub kencang. Dia sepertinya memang memiliki rasa pada Kino. Dengan Kino duduk di sampingnya, membuat dirinya semakin salah tingkah.


“A…I–ini…” Ha Jinan memberikan botol berisi teh pada Kino


“Ah, tidak apa-apa. Aku tidak haus. Selain itu, jumlahnya sedikit. Lebih baik ini untuk Jinan-san” Kino tersenyum


Seperti ada asap yang keluar dari wajah Ha Jinan, dia langsung tertunduk malu. Ryou dan Kaito saling melirik satu sama lain dan berbisik.


“Gadis itu…”


“Menyukai kakakmu”


“Aku tau. Kita pura-pura tidak tau”


“Kurasa itu lebih baik”


Kino memulia pembicaraannya. Dia mencoba menggali informasi saat ini.


“Garam-san, Yuram-san, Jinan-san…kami ingin mengetahui hal yang terjadi pada tempat ini dan…mengenai Kim Eunji”


Ekspresi ketiganya langsung berubah. Mendengar Kino bertanya hal seperti itu, Ha Jinan menjadi murung.


“Kami sedang mencoba mencari tau mengenai detail event horror ini dan tentang profil pembuatnya. Selain itu, kami juga ingin mengetahui kenapa Park Cho Joon-san menjadi semarah itu sebelumnya”


Seo Garam dan Kim Yuram melihat satu sama lain. Mereka mengetahui alasan di balik semua itu. Itu semua adalah karena Eunji ikut dengan Ha Jinan saat dia nekad keluar untuk mencari persediaan makanan.


Garam ragu untuk mengatakannya.


“Itu–”


“Itu terjadi karena salahku” Ha Jinan mengatakannya


Kedua kakak beradik itu terlihat terkejut, sedangkan Kaito memilih untuk mengawasi Park Cho Joon. Ada alasan dari semua itu.


‘Pria itu…terus melihat ke arah kami. Kurasa dia masih dendam padaku. Tapi sorot matanya itu, seperti orang yang mencoba melakukan sesuatu’ pikir Kaito penuh curiga


Itu tidak salah, Park Cho Joon memang memperhatikan keenam orang itu. Lebih tepatnya, dia memperhatikan mereka sejak Kaito dan kedua kakak beradik itu bergabung dengan Seo Garam dan yang lain.


‘Orang asing itu berani menghinaku!’ gumamnya dalam hati


[Jika mulutmu itu bisa melakukan hal lebih dari yang aku lakukan beberapa waktu lalu, sebaiknya kau buktikan padaku. Buktikan kalau kau lebih berguna dari orang asing dengan senjata illegal sepertiku]


Kalimat Kaito itu terus membuatnya kesal. Tampaknya dia benar-benar membencinya. Selain itu, dia juga melihat ke arah Kino yang menjadi orang pertama yang mempermalukannya.


‘Orang asing lemah itu juga berani membuat wajah dan harga diriku jatuh!’


Dan puncak kebenciannya tetap tertuju pada gadis yang nyaris dibunuh olehnya, Ha Jinan.


‘Karena Jinan, Eunji harus mati. Aku tidak akan pernah memaafkan gadis lemah itu!’


Tanpa sengaja, mata Park Cho Joon bertemu dengan tatapan dingin Kaito yang membuatnya memalingkan wajahnya agar tidak ketahuan tengah menatap mereka semua dengan penuh amarah.


Kaito sempat berpikir bahwa mungkin dia harus mengawasi pria itu lebih ketat.


‘Kesan pertamanya padaku adalah permusuhan. Dia tidak akan pernah menganggapku sebagai rekannya sampai kapanpun. Akan lebih baik bila mengawasinya’


Sementara itu, Ha Jinan menahan air matanya untuk bercerita.


“Ini karena…aku …aku mencoba untuk mencari makanan agar kami tidak kelaparan. Aku…aku merasa paling tidak kami harus mendapatkan sesuatu. Jadi…”


Kino mulai melihat ke arah dapur kantin. Meskipun dari kejauhan, tapi dia bisa melihat beberapa alat masak dan lemari penyimpanan.


“Apa di tempat ini tidak memiliki makanan yang langsung bisa dikonsumsi sampai harus membuat kalian mencari makanan di luar kantin?” tanya Kino


“Ada 8 gedung fakultas di universitas ini dengan total 15 jurusan di dalamnya. Tiap gedung memiliki 3 kantin yang dibuka jam 10.00 pagi karena bahan makanan segar baru akan tiba sekitar jam 08.00 di pagi hari”


“……” ketiga remaja itu terkejut


Tanpa perlu bersusah payah bertanya, mereka telah mendapatkan informasi penting pertama mengenai jumlah bangunan dalam kampus.


‘Ada 8 gedung katanya. Berarti, jumlah orang yang ada di tempat ini sudah dapat dipastikan sangat banyak. Paling tidak 20.000 atau bahkan lebih mahasiswa termasuk staff’ dalam hati Ryou


‘Ini tidak bagus! [Event Horror Apps] telah diakses oleh banyak mahasiswa di tempat ini! Itu berarti, di luar sana terdapat banyak sekali mahasiswa yang mungkin telah menjadi zombie dan kami juga tidak tau berapa banyak lagi orang yang bisa bertahan!’ Kino mulai terlihat panik


Dia mencoba untuk tenang dan bertanya hal lain pada ketiga mahasiswa itu.


“Jika semua bahan untuk setiap kantin baru datang jam 08.00 pagi, artinya tidak ada makanan jadi atau bahan makanan di tempat ini sebelum jam itu?”


“Benar. Hanya ada sedikit makanan kaleng dan air botol. Namun karena jumlahnya tidak cukup, jadi Ha Jinan awalnya berpikir untuk mencari persediaan di minimarket gedung ini. Tempat itu ada di lantai dua dan tiga di setiap gedung fakultas” Kim Yuram melirik ke arah Ha Jinan


Cukup unik. Selain ada kantin, bangunan kampus tersebut memiliki minimarket di beberapa lantai. Kino dan Ryou cukup terkejut mendengarnya.


Tanpa perlu dilanjutkan, kedua kakak beradik itu sudah bisa menyimpulkan sesuatu.


‘Ha Jinan sepertinya memaksa pergi, jika aku lihat dari wajahnya. Dan Kim Eunji mungkin mengikutinya. Sepertinya karena mereka pergi berdua dan tidak ada yang ingin ikut menemani, mereka terpaksa bertaruh nyawa demi makanan-makanan ini’ pikir Ryou


‘Saat Jinan-san dan Eunji-san pergi untuk mengambil bahan makanan di tengah kondisi sulit, mereka harus bertemu dengan para zombie itu dan…tragedi itu terjadi. Eunji-san terkena serangan dan akhirnya menjadi zombie’ Kino mulai mengambil kesimpulan miliknya


Keduanya memikirkan hal yang tepat. Pada akhirnya, Ha Jinan yang berbuat nekad itulah yang membawa mereka dalam bahaya dan jatuh korban. Tapi, berkat tindakan itulah mereka bisa bertahan dengan air dan makanan ringan yang dibawanya.


Namun, hanya sedikit makanan ringan tidak akan membuat mereka bertahan.


Kino melihat sekeliling ruangan itu dan menghitung jumlah orang di dalam kantin.


“1,2,3…total seluruhnya termasuk kami bertiga yang baru tiba ada 11 orang. Dengan makanan kecil ini, mustahil bisa bertahan” gumamnya


Terdengar suara Ha Jinan yang menangis.


“Hiks…jika aku tidak memiliki pikiran yang nekad, mungkin ini tidak akan terjadi pada Kim Eunji. Hiks…semua ini salahku…”


“Ya, semua ini memang ulahmu” sebuah ucapan sarkas keluar dari mulut Ryou


Semua orang kaget. Kaito yang masih belum melepaskan pandangan dari Park Cho Joon, untuk beberapa detik melirik orang di sampingnya dan menutup wajahnya sendiri dengan satu tangannya sambil berkomentar dalam hati.


‘Aku tidak percaya dia bisa berkata seperti itu di depan orangnya langsung’


Sudah bisa ditebak siapa komentator pedas itu. Tentu saja Ryou.


“Ryou!” Kino menjadi panik


“Apa maksudmu berkata begitu?! Kau tidak memikirkan perasaan Jinan ya?! Berani-beraninya menyalahkannya seperti itu!” Kim Yuram langsung membentaknya


“Kenapa? Dia juga mengakuinya, kan? Aku hanya berkata hal yang sebenarnya. Dia yang melakukannya jadi itu memang ulahnya. Tapi, kapan aku berkata aku menyalahkannya!”


“Tadi kau berkata kalau semua ini memang ulahnya. Itu artinya kau menyalahkannya!”


“Rupanya kau sama saja dengan pria sok kuat di sana. Aku tanya padamu, kapan aku menyalahkannya? Kapan aku berkata bahwa semua itu salah gadis bernama Ha Jinan?”


“Kau barusan–”


“Oi, kalau tidak mengerti bahasa yang kupakai untuk bicara, sebaiknya kau belajar dulu” Ryou bicara dengan nada mengejek


“Apa katamu!!” Kim Yuram sudah sangat kesal


Tapi, sungguh mengejutkan bahwa pembelaan datang dari Seo Garam.


“Kim Yuram, Yuki Ryou…bukan, maksudku Ryou tidak menyalahkan Ha Jinan! Dia hanya bermaksud mengatakan bahwa itu adalah perbuatannya”


“Kau membelanya?!”


“Aku hanya tidak ingin kau salah paham” Seo Garam mencoba menenangkan Kim Yuram


Kino dan Kaito sempat melihat Seo Garam dengan tatapan aneh.


‘Dia membela Ryou?’ pikir Kaito tidak percaya


‘Ada yang membela…ucapan pedas Ryou? Ini baru pertama kali terjadi’ dan sang kakak juga tidak kalah terkejutnya


Ada pembelaan, bukan berarti Ryou tidak bisa mengatasinya sendiri. Sejak awal dia memang hanya mencoba membenarkan ucapan Ha Jinan, namun cara penyampaiannya yang salah.


“Ah~sudahlah. Aku hanya ingin bilang kalau itu memang ulahnya, tapi itu bukan salahnya. Pikirkan kalau dia tidak nekad untuk keluar dan mencari makanan ini, kalian mungkin tidak akan memakan semua ini” Ryou bicara santai


“……” Kim Yuram terdiam


Dia kembali tenang dan menatap Ryou dengan tatapan sinis. Ryou tidak suka membuat keributan dengan perempuan jadi dia memilih untuk tidak mengatakan apapun dan berbisik pada Kino.


“Kita harus melakukan sesuatu. Cari informasi mengenai pembuat aplikasi gila itu”


“Aku mengerti. Akan aku coba”


Kino melihat Ha Jinan untuk memberinya sedikit hiburan.


“Jangan menangis seperti itu. Tidak ada yang menyalahkanmu, Jinan-san. Meskipun Park Cho Joon-san melakukan tindakan kejam padamu beberapa waktu lalu, tapi aku yakin semua berterima kasih padamu”


“……” Ha Jinan merasa sangat tenang mendengarnya


Kim Yuram berusaha untuk menenangkan dirinya dengan menghela napas panjang, sedangkan Seo Garam memilih tidak berkata apapun.


Kino mulai bertanya pada mereka kembali.


“Maaf, tadi kalian mengatakan bahwa aplikasi aneh itu dibuat oleh mahasiswa yang merupakan senior kalian. Apakah kalian bisa menceritakan sedikit mengenai tiga pendiri aplikasi [Event Horror Apps] itu?”


Seo Garam mengeluarkan ponselnya kembali dan menunjukkan sebuah foto pada Kino.


“Ini foto kami saat acara event ‘memakai konstum berdarah dan mengikuti jamuan makan para penyihir’ seminggu lalu. Itu acara lomba makan dengan kostum hantu”


Kaito melepaskan kewaspadaannya terhadap Park Cho Joon untuk sesaat demi melihat foto yang ada di layar ponsel Garam.


“Yang di tengah itu Jung Leon-sunbae, lalu di samping kirinya ini Lee Seung Chan-sunbae dan perempuan cantik berambut pendek ini Song Haneul-sunbae”


“Wow, perempuan bernama Song Haneul ini lumayan cantik” puji Ryou


“Huh! Sekarang tergoda pada sunbae-nim, dasar tidak tau malu!” Kim Yuram mengkritik Ryou


“Aku tidak butuh pendapat darimu. Lebih baik kau tidak bicara denganku atau kau akan menangis nanti”


“Menyebalkan!”


Sepertinya Kim Yuram memiliki kesan buruk pada Ryou.


Ryou mengatakan kalimat balasan tanpa melihat wajah Yuram sedikit pun. Fokusnya tertuju pada foto pada layar ponsel itu. Bisa dibilang dia sedang dalam mode serius.


“Kalian berdua, jangan lupa hafalkan wajah beserta ciri-cirinya” bisik Kaito


“Aku tau, Kaito-san. Ryou, sudah ingat?”


“Sudah” jawab Ryou dengan berbisik


“Itu adalah foto pembagian hadiah dari para pembuat [Event Horror Apps]. Event itu berlangsung selama tiga hari dan memang setiap pembagian hadiah, ketiga sunbae-nim itu akan datang untuk memberikan hadiah kepada pemenang” jelas Seo Garam


Kaito mulai memperhatikan pria tinggi dan putih bernama Jung Leon.


‘Hadiah kepada pemenang event ini adalah sebuah item special dari Jung Leon. Aku yakin permata ingatanku ada padanya. Tapi, di dalam foto ini tidak ada permata berwarna ungu’ katanya dalam hati


Ternyata bukan hanya Kaito yang berpikir demikian. Kedua kakak beradik itu juga lebih memfokuskan pandangannya kepada Jung Leon.


“Kino, dimana gambar permata ungu? Apa tidak ada di sini?” bisik Ryou


“Aku yakin benda itu kecil, Ryou. Jadi tidak terlihat. Mungkin saja tidak ada dalam foto ini”


Kino memperbesar wajah Lee Seung Chan dan bertanya pada Seo Garam sambil menunjukkan fotonya.


“Garam-san, ini yang bernama Lee Seung Chan-san?”


“Ah, benar. Pria tinggi berkaca mata ini adalah Seung Chan-sunbae”


“Bukankah dalam informasi mengenai event kali ini, yang menjadi zombie pertama adalah dia? Dimana dia sekarang?” Ryou bertanya serius


Mendengar pertanyaan tersebut, ketiga mahasiswa itu langsung berubah pucat. Beberapa orang yang mendengar itu juga jadi melihat ke arah enam orang itu.


“Dia…dia…”


“Sunbae-nim menjadi zombie di luar" jelas Ha Jinan


“Itu kalian sempat bertemu dengannya?”


“Kami tidak bertemu dengannya tapi kami tau. Dan orang yang terinfeksi oleh Lee Seung Chan-sunbae adalah Jung Leon-sunbae”


******